AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 26 BINGUNG


__ADS_3

Saat judeo masih terbayang-bayang dengan semua hal yang dia lewati bersama Ester tadi malam, Ester di apartemennya malah baru bangun sekitar pukul sepuluh pagi.


"waduh saya kesiangan nih" ucapnya bingung


"yah tapi mau ngapain juga, paling tinggal beresin kamar tuan judeo" gumamnya bangkit berdiri dan bercermin di kaca kecil di kamar itu.


"lapar nih, makan apa yah, aku bisa turun ga ya, ketahuan ngga" dia bingung sendiri. Dia melangkah keluar dari kamarnya bersamaan dengan judeo hendak berangkat ke proyek.


Sebelum berangkat ke proyek judeo ingin memastikan gadis itu sudah bangun apa belum, sudah makan apa belum?


Akhirnya dia telepon ke apartemennya, kalau diangkat berarti dia sudah bangun dan kalau ngga diangkat berarti belum bangun, itu pendapat judeo.


kring kring kring


Ester yang mendengar bunyi telepon segera berlari kedepan, takutnya telepon penting.


kring...


"halo, selamat pagi, kediaman tuan judeo ada yang bisa dibantu" ucap Ester seperti standar angkat telepon yang diajarkan oleh tuan Jo.


Entah kenapa begitu mendengar suara Ester, pikiran judeo malah traveling kemana-mana, teringat lagi yang mereka lewati tadi malam. Dia terkesima sebentar sampai terdengar lagi suara Ester.


"Halo" masih belum ada jawaban


"Halo" kali ini judeo tambah kikuk tanpa sengaja dia jawab


"kok lama kamu angkat"


"tuan, maaf tuan tadi di belakang" ucapnya bohong kalau dia baru bangun.


"ada yang bisa saya bantu tuan"


"ngga, ngga"


"ohhh terus ini tuan telepon...." tanya Ester tapi langsung dipotong judeo.


"cari Jo" ucapnya bingung cara bertanya Ester sudah makan apa belum.


"ohhh tuan Jo tidak ada disini tuan, kan biasanya bareng tuan ke kantor"? ucap Ester polos


"ya sudah kalau gitu" ucap judeo akhirnya ingin mematikan teleponnya, tapi masih bisa dia dengar Ester memanggilnya.


"tuan, tuan, maaf tuan"


"Napa" suaranya masih tinggi membuat nyali Ester sedikit ciut.


"tuan anu,..." Ester ragu karena takut sama tuan judeo.


"anu apa" suaranya makin tinggi, karena dia pikir Ester masih merasakan sakit.


"boleh ngga saya turun bentar tuan"


"mau ngapain kamu, mau lari"


"bukan tuan, mau cari sarapan"


"hahahaha sampe jam segini kamu belum sarapan, ini udah mau makan siang" teriak judeo, terjawab sudah pertanyaan hatinya tadi kalau gadis itu belum sarapan.


"maaf tuan"


"udah sana, jangan macam-macam"


"Baik tuan, terimakasih tuan"


"hmmmm" akhirnya judeo bernafas lega, gadis itu akan sarapan.

__ADS_1


Judeo langsung turun menuju mobilnya dimana Jo sudah menunggu. Melihat tuannya sudah turun dengan sigap Jo membuka pintu untuk tuannya.


Setelah judeo masuk barulah Jo masuk dari sisi sebelahnya.


"gimana proyeknya"


"berjalan baik tuan, agenda kita hanya meninjau keseluruhan apakah sesuai dengan yang kita sketsakan"


"hmmmm"


"tuan nyonya besar tadi telepon"


"terus"


"anda diminta makan malam dirumah besar"


"hmmm, terus kamu bilang apa"


"saya jawab apa adanya tuan, bahwa tuan tidak ada jadwal hari ini sepulang dari proyek"


"terus"


"ya itu nyonya minta tuan untuk pulang"


"ya udah nanti jam tujuh kita dirumah besar, kasih tahu mami"


"baik tuan"


Begitulah kehidupan judeo Zack dengan maminya, sangat kaku dan penuh aturan. bahkan untuk berbicara pun mungkin lebih banyak dengan sekretaris mereka. Kalau anak-anak umumnya sangat bebas bercerita apa aja denganaminya, itu tidak berlaku untuk judeo.


Untuk bertemu maminya dia harus buat janji dulu, begitu juga maminya kalau mau ketemu dia.


Sungguh ironi memang, banyak harta dan duit membuat judeo dan maminya makin dijauhkan oleh jarak waktu. Karena waktu maminya sangat tersita dengan perusahaanya begitu juga judeo waktunya tersita oleh semua pekerjaannya.


Sementara Ester dengan kesederhanaan keluarganya saling cerita dan curhat satu sama lain. Kalau Ester telat pulang sekolah aja pasti bapak ibunya sudah mencarinya kesana kemari. Karena dikeluarga mereka dibiasakan saling menyapa dan saling bertanya.


Jam tujuh malam, mereka sudah ngumpul di meja makan. Judeo dan Jo turun dari ruang kerja judeo.


Tapi begitu sampai di meja makan mereka sedikit terkejut, ternyata ada sela disana.


"kamu yang mengundangnya" bisik judeo kearah Jo saat mereka ditangga terakhir.


"ngga tuan,mana berani saya"


"apa ini kerjaan mami, tapi untuk apa"? tanya judeo pelan


"tidak tahu tuan"


"Deo , Jo kalian sudah turun, ayo kita makan malam dulu. Kita sudah lama tidak ngumpul, apalagi ini ada calon mantu mami sela, sengaja Lo mami undang sela" ucap mami citra semangat.


"iya nyonya" hanya Jo yang menjawab


Mereka duduk berbarengan, sementara sela ada disebrang meja dan mami cintra ada dibagian ujung meja. Sela berpikir bahwa judeo akan duduk didekatnya, tapi ternyata apa ini, judeo malah menjauh, malah memilih bersebelahan dengan asistennya Jo.


Tatapan sela masih intens menatap judeo. Sepertinya memang ada sedikit yang aneh.


'apa judeo sudah bosan sama aku'


'apa dia punya mainan baru'


'apa dia akan mencampakkan aku'


'Sebenarnya sih ngga apa-apa dia bosan sama aku, aku juga udah bosan sama dia, tapi tunggu aku dapat satu apartemen mewahnya' batin sela


"Deo kok malah duduk disitu, sela sendirian" ucap Bu citra ke arah judeo

__ADS_1


"kita kan rame mi, kok bilang sela sendirian sih, iya sel kamu merasa sendiri"? ucapnya enteng sambil menyendok makanan ke piringnya.


"ngga apa-apa kok Tante, kita mau makan ini"


"ya sudah, kamu sungguh pengertian" ucap Bu citra


Mereka akhirnya makan dengan tenang. Judeo dan juga Jo sangat menikmati hidangan koki malam ini. Sepertinya mami citra sengaja request makanan kesukaan judeo dan juga Jo, sehingga mereka sangat menikmati.


Selesai makan malamJudeo dan Jo ingin langsung naik, tapi ditahan oleh ibu citra.


"Deo, tunggu, jangan naik dulu. tunggu saya diruang keluarga"


"hmmm" akhirnya mereka berdua menuju ruang keluarga. Deo menyalakan televisi.


Tidak berapa lama sela sudah menyusul keruang keluarga dan duduk dekat judeo.


Jo akhirnya pamit keatas dulu melihat wanita bosnya itu sudah berada disana, karena dia pikir mereka akan bermesraan dan dia ngga mau jadi pengganggu.


"Saya keatas bentar tuan, handphone saya ketinggalan" pamit Jo sebagai alasan


"jangan lama-lama, langsung turun, mami mau bicara"


"baik tuan" ucap Jo berlalu dari sana. Begitu Jo menghilang di balik pintu, sela langsung meraih tangan judeo yang duduk disampingnya.


"Deo, apa kamu sedang menghindari ku"


"maksudmu"


"aku telepon, Jo yang angkat, kita tadi makan kamu ngga mau duduk dekat aku, Napa Deo, sudah ada mainan baru"


"hehehe kalau iya kenapa" jawabnya enteng


"kamu tidak bisa memperlakukan aku begini Deo" ucap sela mulai menunjukkan aslinya yang arogan juga.


"memperlakukan gimana"


"kita harus sama-sama bosan baru berpisah" ucap sela


"emank kita ada ikatan, ngga kan"


"memang tidak ada ikatan, tapi apa artinya yang kita lewati bersama Deo"


"nggada artinya, biasa aja"


"apahhh" ucap sela tersinggung


"ingat sela, apapun yang terjadi kita sama-sama senang melakukannya, tanpa perasaan, you know"? ucap judeo enteng


"kamu kurang ajar Deo"


"kurang ajar gimana" tanyanya sok polos ketularan Ester hehehe


"Siapa mainan barumu, pendatang baru atau senior" tanya sela karena mengira judeo mendapatkan artis pendatang baru.


"hahahaha kamu ngga kenal" ucap Deo enteng


"apa orang biasa"? tanya sela


"tidak, dia luar biasa" ucap judeo senyum mengingat wajah kesakitan Ester tadi malam. Tapi judeo juga bingung kok dia jadi terbayang wajah Ester terus ya.


'ahh gila, dia memang luar biasa' batin judeo.


Terimakasih ya


Berikan donk likenya, coment ya dan votenya ya

__ADS_1


I LOVE YOU ALL🙏


__ADS_2