
Setelah selesai mencuci piring dan membereskan dapur ibu silvia dan Ester kembali bergabung ke meja makan.
"ma, Ester duduk dulu bentar nak, bapak mau bicara " ucap pak ganda.
Ibu silvia dan Ester langsung patuh dan duduk kembali di kursi masing -masing.
"ada apa pa" tanya bu silvia sangat sopan, terlihat jelas di mata judeo kalau pak ganda sangat di segani di rumah ini.
"ini sebenarnya tentang Ester sama deo ma, makanya papa ingin ngomong"
"ohh"
Ester sudah menebak sepertinya tadi judeo minta pertolongan pak ganda untuk bicara sama Ester.
"Ada apa pa"?
"Begini nak..." ucap pak ganda agak kesusahan juga untuk memulai.
"oh iya, boleh ngga hari ini kamu izin tidak masuk kerja dulu, banyak yang mau bapak bicarakan nak dan butuh waktu yang tenang. "
"tapi pak. .. "
"nak Ester, hari ini aja, benar kata bapak banyak yang harus di bicarakan" Kali ini bu silvia yang bicara.
"baiklah bu, saya telepon dulu bentar " Ester langsung meraih handphonenya dan bicara dengan bosnya.
"biar Jo aja yang urus" potong judeo
"ngga usah mas, aku aja yang telepon, perkara izin doank"
"iya Deo, biarkan nak Ester yang telepon nak, kalau ada kendala baru kita bantu"
"ya sudah"
Terlihat Ester menghubungi seseorang dan berbicara serius.
'selamat pagi pak'
....
__ADS_1
'begini pak hari ini saya ingin izin karena orang tua saya ada keperluan mendadak'
....
'iya pak saya tahu, besok akan saya bereskan pak, saya akan lembur'
Mendengar Ester menjawab begitu judeo yakin yang disebrang telepon sana keberatan Ester izin. ingin rasanya judeo langsung tunjukkan siapa dirinya tapi tidak bisa Ester bukan orang yang seperti itu, dia mungkin akan kecewa lagi sama judeo. karena Ester itu tidak suka dengan pemaksaan.
.....
'iya pak, terima kasih pak'
Lalu sambungan telepon itu selesai. Ester menatap mereka bergantian pak ganda, ibu Silvia dan pak judeo. Ester bisa melihat sedikit kemarahan di mata judeo.
"kenapa mas"
"siapa yang kamu telepon tadi, dia ngga bolehin kamu izin" Mereka bertiga tersenyum kecil dan saling pandang. pak ganda tahu kalau sekarang anaknya ini pada mode kearoganan ya sebagai bos, dan pak ganda bisa maklum itu.
"Ngga apa -apa nak, kan akhirnya Ester bisa izin juga" ucap pak ganda bijak.
"nah kita ke point nya aja ya" ucap Bu Silvia langsung menengahi sementara Ester tersenyum kecil.
"Ester sekarang kamu sudah ketemu dengan papanya Radit yang kebetulan ternyata anak bapa sendiri. Apa rencanamu selanjutnya nak"?
"maksudnya"
"maksud bapa, maaf kalau kamu tidak berkenan, ini hanya ide bapa dan mama" ucap pak ganda sambil melirik istrinya.
Ester masih terdiam menunggu ucapan pak ganda selanjutnya. Sementara judeo deg-degan banget menunggu jawaban Ester nantinya, dia takut kalau sampai Ester menolaknya. Belum pernah judeo merasakan ketakutan sedemikian selama ini.
"Bagaimana kalau kalian kembali bersatu nak, tapi ini adalah rumah tangga yang sesungguhnya, bukan karena paksaan atau tekanan." ucap pak ganda yang dipanggil juga oleh judeo.
"Sekarang kalian tidak hanya berdua, ada Radit yang harus kalian pikirkan" lanjut pak ganda.
Pak ganda diam sejenak, dia ingin melihat reaksi Ester dan judeo dulu. terlihat judeo sedang melirik Ester yang masih menunduk.
"Ester papi benar, dulu kita menikah memang karena kesalahanku yang ingin menghancurkan mu, aku ingin kamu tersiksa, karena aku anggap sudah berani mengusikku. tapi yang terjadi kebalikannya Ester, malah akulah yang tersiksa."
"setelah kamu pergi barulah aku sadari kalau aku sangat butuh kamu, kepolosanmu dan juga kesederhanaan mu," Deo diam sejenak lalu melanjutkan lagi." tapi waktu itu mami bilang kamu sudah nggada, jadi saya pikir percuma mencari kamu lagi, dan tanpa aku sadari aku sangat kecewa sama mami dan makin jauh dari mami"
__ADS_1
"Tapi ternyata Tuhan masih sayang samaku, hanya demi menyakiti mami aku ambil proyek di kota ini yang tidak ada keuntungannya secara uang. Tapi aku malah ketemu lebih dari uang, kamu, Radit, dan papi aku temukan disini, dan semua tabir masa lalu itu bisa aku buka sedikit demi sedikit"
"Dan aku sudah memikirkannya dari kemarin serta berbicara dengan papi tadi, sebaiknya kita menikah yang sebenarnya sebagaimana selayaknya suami istri, karena segitu jauh kita berpisah ternyata Tuhan tetap mempertemukan kita" ujar judeo yang diangguki pak ganda juga.
Pak ganda terlihat tersenyum karena anaknya judeo sekarang sedikit lebih mengerti dan tidak terlalu arogan lagi. Walaupun masih tetap ada kebiasaannya sebagai bos, dimana tidak pernah boleh di bantah.
"Dan sesuai cerita judeo tadi, sebenarnya kalian sah sebagai suami istri nak, walaupun dulu mungkin motivasinya salah, tapi kalian menikah didepan altar dan ada saksinya dan juga pemuka agamanya, dan kalian tidak pernah ada yang melakukan kesalahan yang berlawanan dengan aturan pernikahan di agama kita. Hanya kesalah pahamanlah yang memisahkan kalian" tutur pak ganda jelas dan tegas.
"jadi, bagaimana nak Ester" tanya pak ganda lembut.
Ester terlihat berpikir lalu menatap mereka satu persatu dan terakhir menatap judeo.
"tapi bagaimana dengan maminya mas Deo"? tanyanya pelan, dia takut pertanyaannya menyinggung judeo.
Terlihat pak ganda menarik nafas dan bersandar di kursinya lalu menatap judeo seolah-olah minta jawaban.
"Ini memang mami belum tahu, aku juga belum tahu apakah mami setuju atau tidak dan sepertinya cenderung tidak akan setuju. Tapi aku janji, urusan mami biar aku yang urus, asal kamu mau kita memperjuangkannya bersama Ester, aku tidak mungkin berjuang sendirian untuk rumah tangga ini, karena aku hanya mampu secara materi, dan kamulah orang yang kaya hati dan kasih sayang, jadi kita harus berjuang bersama demi Radit" ucapnya mantap.
Pak ganda manggut-manggut mendengar jawaban dan ucapan anaknya.
Sekarang dia yakin kalau judeo memang mencintai Ester dan Radit.
"itu betul nak Ester, yang penting dalam rumah tangga saling percaya dulu, baru bisa kerjasama dan melangkah kemana-mana"
"tapi aku takut ada dampaknya sama Radit pak" ucap Ester kepada pak ganda
"Bagaimana kalau Radit mengalami nasib seperti yang..." ucapan Ester terpotong.
"itu tidak akan terjadi" potong pak ganda." Aku sendiri tidak akan membiarkan kalian disakiti, bahkan nyawaku juga akan aku pertaruhkan" ujar pak ganda yakin.
"iya nak, kamu tahu kan betapa sayangnya papi sama kalian, bahkan dulu kita ngga tahu kalau Radit itu anaknya judeo, apalagi sekarang ternyata itu cucunya yang baru bisa dia gapai, pasti papi dan mami akan melindungi kalian, ditambah juga judeo dari jauh pasti bisa menjaga kalian dengan caranya. Dan satu lagi nak, jangan lupa berdoa, kita hanya bisa dijaga yang benar dan dua puluh empat jam sama Tuhan" ujar ibu Silvia lembut.
Judeo merasa bahwa ibu Silvia lebih mengerti daripada ibu kandungnya sendiri. Pantas aja dulu papinya tidak memperjuangkan maminya, karena mereka memang beda gaya hidup. Dan itu selalu tanpa sadar mbuat papinya tertekan.
Hai semua
Dukung terus ya
Like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih