AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 36 KHAWATIR


__ADS_3

Setelah memastikan sela sudah keluar dari kantor CJ, Jo langsung menuju ruangan bosnya. Dia merasa apa yang disampaikan oleh orang lapangan mereka tadi harus diketahui oleh bosnya. Dia takut ini termasuk rencana sela.


tok tok tok


"masuk"


ceklek


"maaf tuan, saya mau bicara sebentar"


"hmmmm, sudah kamu usir dia"


"sudah tuan"


"gila ya dia itu, bisa punya pikiran kalau aku sakit, hihhhhh" ucap judeo geli


"mungkin karena anda tidak menyentuhnya beberapa waktu ini tuan"


"tapi masa iya sih, emang saya sama dia selalu bersama apa, pas aku butuh doank" ucap judeo enteng.


"justru itu tuan, tuan tidak pernah butuh dia lagi, jadi dia penasaran"


"tapi gila kali" ucap judeo senyum geli


"maaf tuan, tapi sepertinya nona sela menyuruh orang untuk mengikuti tuan, dan mereka kasih info yang salah"


"maksudmu"


"begini tuan, sebenarnya orang lapangan kita ada melaporkan kalau ada motor yang mengikuti kita sampai apartemen kemaren, tapi mereka belum tahu pergerakannya karena bisnis atau pribadi" jelas Jo membuat judeo sedikit kaget.


"kenapa kamu baru cerita"


"karena saya pikir mereka selidiki dulu tuan, cuman melihat nona sela tadi dengan segala tuduhannya saya berpikir itu adalah suruhan nona sela ." ujar Jo


"kenapa kamu yakin"


"tuan ingat, tadi pagi tuan hampir tabrakan dengan orang yang bawa kardus dekat lift, terus jas tuan ada sedikit kotoran"? tanya Jo sambil teringat tadi pagi.


Judeo melihat kearah Jo dan memang dia ingat kejadian tadi pagi.


"terus"


"itu dia tuan, tadi pagi saya bersihin jas tuan kan"?


"hmmmmm" ucap judeo mengangguk masih menatap Jo.


"ternyata momen itu ada yang foto tuan, dan dikirim ke nona sela. tadi saya sudah lihat fotonya, terlihat seperti memeluk memang" jawab Jo


"bhahahahaha sela sela, kamu itu memang sangat ambisi ya, bahkan sampai mengatakan aku menyimpang gara-gara ngga menginginkan dia" ucap judeo ketawa ngakak. Jo jarang melihat tuannya seperti ini apalagi urusan wanita.


"maaf tuan, tapi aku mulai sedikit khawatir"


"khawatir, khawatirin apa kamu, takut aku goda kamu" ucap judeo masih ketawa ngakak.


"bukan tuan, tapi saya khawatir nona Ester" ucap Jo membuat tawa judeo langsung terhenti seketika.


"maksudmu"


"aku takut mereka mengerjai nona Ester di apartemen, soalnya mereka pasti sudah menyelidiki apartemen tuan. cuma karena nona Ester ngga pernah keluar mereka ngga tahu tentang nona Ester"


"benar juga kamu" ucap judeo seperti baru sadar


"suruh orang mengawasi Ester atau coba cari apartemen yang tingkat privacynya tinggi."


"baik tuan"


Entah kenapa begitu menyangkut Ester darah judeo langsung mengalir cepat. Kalau itu menyangkut dirinya, dia tidak terlalu ambil pusing, tapi kalau sudah menyangkut Ester dia sangat khawatir. Gadis itu sangat polos, gampang dikerjai dan lemah menurut judeo.


Ketika Jo meninggalkan ruangannya judeo langsung video call dengan Ester.


dddrrtt dddrrtt

__ADS_1


"halo tuan" terlihat wajah Ester disebrang dilayar handphone judeo.


"ha...halo" malah judeo yang grogi, melihat wajah Ester doank. Kenapa sih wajah gadis ini seperti punya magnet ya.


"iya kenapa tuan"


"sudah makan kamu" tanya judeo kembali agak judes menutupi groginya.


"maksudnya makan apa tuan, kalau sarapan kan tadi pagi kita bareng, kalau makan siang belum tuan, kan masih jam berapa tuan"


"hmmmmm, kamu hati-hati di apartemen. jangan bukain siapapun yang datang selain aku sama Jo" tegas judeo


"ohhh iya tuan saya tidak pernah bukain kok"


"hmmmmm"


Judeo langsung mematikan sambungan teleponnya, padahal dia masih ingin berbincang dengan Ester.


'Begitu melihat wajahnya, kayaknya hatiku sangat hangat' batin judeo.


'apa aku pindahin aja dia ke apartemen lain ya' batin judeo


'apa aku cari aja satu pembantu untuk nenemaninya' dia jadi bingung sendiri memikirkan Ester.


Akhirnya judeo memanggil Jo sang asisten


tutttt tuttttt


"iya tuan"


"keruangan saya sekarang"


"baik tuan"


tok tok tok


"masuk"


"iya tuan"


"kenapa kamu senyum-senyum"


"tidak tuan"


"tidak apanya, kamu senyum-senyum begitu'"


"saya senang tuan, nona Ester sudah membawa perubahan baik"


"apa maksudmu" tanya judeo pura-pura karena dia sendiri juga bingung dengan ke khawatirannya.


"maaf tuan, tanpa tuan sadari banyak yang berubah dari diri tuan sekarang"


"biasa aja"


"tidak tuan, tuan berubah banyak"


"tidak ada" suara judeo meninggi membuat Jo akhirnya mengalah.


"menurut tuan nona Ester dipindah apa dicariin temannya yang paling cocok ya"


"pindahin aja"


"baik tuan"


"tapi tunggu, tidak usah di pindah, malah banyak yang melihatnya entar. cari tahu aja siapa mata-mata itu"


"baik tuan"


"satu lagi, sewa satu unit dekat situ untuk menjaga Ester dari dekat"


"baik tuan, mungkin tidak usah sewa tuan, unit saya aja biar pas didepan"

__ADS_1


"bagus juga idemu"


"kalau begitu saya permisi dulu tuan"


"hmmmm"


Sepeninggal Jo judeo malah makin memikirkan Ester.


'kenapa aku terus memikirkannya'


'sedang apa gadis itu'


'masa aku telepon lagi'


Selagi judeo sedang memikirkan Ester, handphonenya berdering dan tertera nama Ester tanpa embel-embel di handphonenya.


'panjang umur cewek ini, baru juga dipikirkan sudah telepon' gumam judeo


dddrrtt dddrrtt dddrrtt


"hallo"


"hallo tuan, maaf tuan mengganggu"


"ada apa"? suara judeo sedatar mungkin


"anu tuan, saya ingin turun cari makan, boleh"? tanya Ester takut-takut.


'hahhh kan lagi ada yang mengincar saya, gimana kalau menggunakan gadis ini, ahhhh ngga boleh, tidak ada yang boleh mengganggu gadis ini' batin judeo.


Judeo akhirnya mengubah panggilan itu menjadi video call dan di oke in oleh Ester.


"memangnya kamu mau cari makan apa" tanya judeo setelah melihat wajah Ester dilayar handphonenya.


"saya ... saya belum tahu tuan, harus cari dulu, mungkin kalau ada nasi P.dang murah yang serba sepuluh ribu" ucap Ester polos


"hahhhh mana ada p..ang sepuluh ribu Ester "? teriak judeo gemes-gemes gimana melihat wajah Ester.


"ada tuan, kalau jatah karyawan"


"kamu tuh ya, kamu tahu ngga kalau kamu itu berada di apartemen mewah, jadi tidak bakal ada jual makanan begitu. ngerti ngga"?


"ngerti tuan"


"ya sudah, kamu ingin p.dang, nanti Jo pesanin" tegas judeo supaya Ester tidak turun.


Pupus sudah harapan Ester untuk bisa menghirup udara luar, walau hanya sejenak.


"baiklah tuan, tapi..." ucap Ester ragu


"tapi apa..."


"jangan yang mahal ya tuan" ucap Ester tegas tapi senyum sambil menunduk. Judeo makin gemes melihatnya, kalau dekat ingin langsung dia peluk gadis ini dan dia habisi dikamarnya.


"iya" ucap judeo akhirnya


"terimakasih banyak tuan, anda sangat baik"


"hmmmmm" ucap judeo mematikan panggilan itu karena ingin ketawa mengingat mimik Ester tadi saat minta yang murah aja.


'makin hari kamu makin gemesin aja sih ester' gumamnya.


"Tapi aku harus melindungi kamu" ucap judeo sama diri sendiri.


Terimakasih


like


coment


dan vote nya

__ADS_1


I LOVE YOU ALL 🙏🤗


__ADS_2