
Masih flashback
Judeo dan Jo akhirnya bergabung lagi didepan dengan para pengusaha lainnya. Terlihat banyak para pengusaha yang saling menyapa dan ngobrol disana.
Tidak terkecuali ibu citra dan beberapa pengusaha kelas atas. Seperti biasa disinilah ajang mereka untuk mendekati satu sama lain ataupun hanya untuk cari muka dengan perusahaan yang kira-kira menguntungkan untuk perusahaan mereka.
Judeo bergabung dengan para pengusaha sukses lainya. Tapi entah kenapa ya dia sedikit terganggu dengan ucapan pak Yosef tadi. Biasanya dia sama sekali tidak ada ketertarikan untuk membicarakan papinya atau pak ganda, tapi sekarang jujur dia sedikit tertarik ya!
"Jo"
"ya tuan"
"cari waktu aku bicara dengan pak Yosef"
"sekarang tuan"
"setelah kiamat" jawabnya pedas
"baik tuan" Jo buru-buru melaksanakan perintah tuannya untuk mencari pak Yosef.
Tapi sudah mencari kesana kemari ternyata dia tidak menemukan pak Yosef. Akhirnya Jo menghubungi panitia untuk mencari tahu contack pak Yosef. Mungkin kalau dihubungi lebih gampang untuk mengetahui posisi pak Yosef sekarang.
"selamat malam mba," sapa Jo kepada salah satu recepsionist malam itu.
"malam pak, ada yang bisa kami bantu" sapa wanita itu ramah
"ahhh begini mba, tadi saya lagi ngobrol sama pak Yosef, cuma saya langsung ada panggilan tadi. jadi pembicaraan kami terputus tapi masih menggantung. Aku cariin pak Yosef tapi sudah tidak melihatnya lagi. apa pak Yosef sudah check out ya mba"?
"ohhhh sebentar ya pak, saya cek dulu"
"terimakasih"
Recepsionist itu langsung utak Atik komputer didepannya dan memantau tamu yang masih di ada disana.
"atas nama Yosef Barata dan istri sudah meninggalkan tempat ini sekitar lima belas menit yang lalu pak" ucapnya
"ohhh begitu"
"boleh minta contacknya mba"?
"maaf pak, kami tidak berani, karena itu number privacy orang"
"kamu tahu siapa pak judeo"?
"maaf pak, tetap tidak berani"
"kamu tahukan kekuatan perusahaan CJ di pertemuan malam ini"
"iya pak" jawab recepsionist itu takut dan ragu. sejujurnya dia tahu pengaruh dari kantor CJ.
"atau begini aja, hubungi pak Yosef bilang aja pak Jo dari kantor CJ, kantornya pak judeo meminta contacknya"
"ohhh baik pak" ucapnya sambil menekan nomor contact pak Yosef.
Tidak berapa lama terlihat recepsionist itu berbicara dengan pak Yosef, tapi tidak lama. Hanya sebentar lalu dia menutup teleponnya.
"pak Jo, pak Yosef tidak keberatan nomor contacknya diberikan sama bapak" ucapnya sambil menunjukkan nomor contack pak Yosef.
__ADS_1
"terimakasih mba"
Jo berlalu dari sana untuk menemui judeo yang ternyata sedang bicara dengan seorang pengusaha hebat, bersama maminya juga.
"tuan, pak yosefnya sudah check out dari acara ini"
"oh iya"
"iya tuan, tapi saya sudah dapatkan contacknya" ucap Jo masih di dengar mami citra.
"ya sudah" ucap judeo
"contack siapa Deo, ada proyek baru"
"ngga mi, cuma contack pak Yosef, tadi kami sudah bicara cuma nanggung"
"pak Yosef, perusahaan apa tuh"?
"saya juga belum tahu, tapi yang pasti dulu dia teman dekat pap...Pi katanya" ucap Deo terbata menyebut papinya.
"apahhhhh teman papimu"?
"iya" ucap judeo datar
"jangan bicara lagi dengannya" ultimatum ibu citra tegas
"kenapa"
"kata mami jangan ya jangan, dia itu pasti bela penghianat itu"
"terus apa yang ingin kamu tahu, betapa miskinnya dia sekarang dan dia pura-pura menyesal gitu"
"mami sebaiknya jangan larang aku, karena makin dilarang aku akan semakin berontak" ucap Deo tenang
"tapi aku yakin mereka sekongkol"
"terserah mereka bersekongkol atau tidak, ngga ada pengaruhnya untukku"
"pasti ada Deo, dia pasti ingin mendekati kamu hanya sekedar untuk hidup"
"itu menurut mami"
"karena mami ngga pernah salah"
"oh ya, bahkan mami sudah melakukan kesalahan besar dalam hidupku"
"tutup mulut kamu Deo"
"kenapa, apa karena mami takut aku tahu kebusukan mami. Apa mami takut aku meninggalkan mami. Asal mami tahu sejujurnya badan kita memang masih berdekatan tapi hati kita sangat jauh mi, sangat jauh"
"apa maksudmu"
"Rumah yang mana peninggalan papi untukku" tanya Deo tenang
"apa maksudmu"
"yang mana rumah pemberian papi untukku"
__ADS_1
"hehehehe bahkan dia mengungkit- ungkit rumah kecil jelek itu, ya ampun"
"dimana rumah itu"
"kenapa kamu ingin tahu"
"bilang aja, dimana rumah itu"
"sudah kujual"
"apahhhh"
"untuk apa sih kamu mau tahu rumah kecil itu, kamu mau tinggal disitu, di gang kumuh itu"
"tapi itu peninggalan papi"
"apa pak Yosef yang ngomong"
"bukan urusan mami tahu darimana, tapi aku sangat kecewa sama mami"
"aku akan buat perhitungan dengan Yosef"
"hahahaha selalu buat perhitungan dengan orang lain, kapan mami merubah cara pandang mami, tidak semua mami bisa atur dengan uang"
"bisa, semua bisa dikendalikan oleh uang"
"kalau begitu, gunakan uangmu untuk mengendalikan aku, karena kalau tidak mami akan kehilangan aku" ucap judeo tegas dan berlalu dari tempat itu.
"apa maksud kamu Deo" tanya mami citra
"mami orang pintar, pasti tahu maksud saya" ucap judeo sambil berlalu bersama Jo
flash back off
Semenjak saat itu hubungan judeo dan mami citra makin berjarak. bahkan beberapa kali event yang harusnya judeo datang bersama Bu citra tapi judeo tolak.
Dan hari ini Judeo dengan sengaja mengambil proyek yang dia sendiri tidak yakin dengan prospeknya. Proyek besar didaerah timur yang membangun satu pusat perbelanjaan yang sudah ada sejak tiga tahun lalu, hanya saja tidak ada perubahan. Sehingga pengelola pusat perbelanjaan itu tidak memperpanjang kontrak dengan pihak gedung itu.
Entah kenapa judeo ingin mengambil proyek ini, entah karena apa? apa mungkin judeo ingin menunjukkan ke maminya kalau dia mulai berontak, karena dia tahu maminya pasti tidak setuju sama sekali dengan proyek ini. karena sudah hampir pasti tidak menguntungkan, daerah itu belum maju.
"Tuan, sebelum tuan tanda tangan, apa tuan sudah yakin dengan yang tuan lakukan. karena saya tahu, tuan orangnya seperti apa. Tuan melakukan hal sekecil apapun pasti penuh pertimbangan" tanya Jo sopan tapi serius.
"ya, aku sudah yakin. tapi jangan tanya alasannya, karena ini hanya panggilan hatiku. kalaupun tidak dapat untung anggap aja aku menabur sedikit didaerah itu" ucap judeo yakin membuat seorang Jo, asisten pribadi judeo bingung. Tidak biasanya tuannya bicara tentang menabur, tapi biasannya yang kita bahas adalah menuai dan menuai.
"baik tuan, semoga tuan mendapatkan sesuatu yang baru disana" ucap Jo
Mereka berdua melangkah memasuki restoran hotel untuk membahas dan menyepakati kelanjutan dari proyek ini.
Setelah selesai dengan semua pekerjaannya seperti biasa judeo dan Jo menuju club temannya judeo. Disana dia akan minum sampai mabuk dan setelah itu tugas Jo lah untuk mengantarnya untuk pulang dengan selamat. Itulah hampir setiap hari rutinitas judeo setelah kehilangan Ester.
Hai readers, apa kabar semua
jangan bosan ya, biarpun up-nya telat
Tetap like, coment dan vote
Terimakasih
__ADS_1