AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 80 PAMIT


__ADS_3

Setelah berbicara banyak dengan papinya membuat mata judeo terbuka, bahwa selama ini papinya juga merindukannya hanya saja sudah di jegal duluan sama maminya, sehingga judeo tidak pernah bisa ketemu papinya. Syukurnya Tuhan memberi kesempatan kepada judeo untuk mengetahui hal yang sebenarnya.


"kakek ayo ikut main bola " ajak radit dari tengah lapangan.


"kakek lagi cerita sama Papa kamu, kamu sama om aldo dulu, oke " teriak pak ganda.


"oke " balas radit


"kamu lihat cerianya anak kamu deo, padahal kalau ingat dulu ester selalu menangis saat tahu hamil dia,ga nyangka deh , Semarang bersyukur banget dia sudah seganteng ini" cerita pak ganda membuat hati judeo sangat tersentuh.


"Dan kamu tahu deo, Tuhan mengirim cucuku, darah dagingmu kepadaku. Sungguh luar biasa Tuhan itu" ucap pak ganda.


Jadi ternyata orang yang merawat ester Dan juga anaknya itu papinya dan juga ibu Silvia mama tirinya. Mama tirinyalah yang selalu menyemangati Ester saat dulu terpuruk.


Lalu gimana dengan mamiku? Yang membuang mereka sampai sejauh ini. Dia yang selalu menginginkan anakku atau cucunya malah di jauhkan Tuhan dari anakku. Apa ini artinya anakku harus hidup sesuai pola pikir papiku yang sederhana dan tidak serakah dan arogan.


"apa radit itu lahir di rumah sakit"? tanya judeo pelan.


"tidak, kami tidak punya uang. Dia hanya lahir di puskesmas, biaya persalinannya gratis" jelas papinya.


"Dulu kami hanya mengelola panti ini, donatur minim, Aldo kuliah sambil kerja, makanya kami ngga punya biaya. Tapi ibu silvia terus semangati ester sampai mereka jualan pisang goreng untuk nambah -nambah biaya persalinan." tutur pak ganda mengenang masa lalu.


"aku tidak tahu dia hamil " ucap judeo pelan.


"ester sendiri tidak tahu kalau dia hamil "langsung jawab pak ganda lagi.


"Dia tahu dia hamil setelah hampir dua minggu disini , ketika dia mulai mau bicara, ketika diperiksa karena pingsan di dapur lalu kami bawa ke puskesmas." jelasnya lagi


"waktu itu kami pikir anaknya hasil perkosaan, karena dari tampangnya tidak mungkin Ester wanita tidak baik "


"Lalu setelah Silvia terus memeluknya dan bilang jangan takut, karena kami sangat sayang sama dia, dia mau cerita yang sebenarnya tentang pernikahan kalian yang hanya formalitas."


"waktu itu papi ingin menghubungi suaminya, atau cari tahu lah, tapi Ester bilang jangan, mungkin anak ini Tuhan titipkan biar ada temanku, jadi aku tidak sendirian, kalau mereka tahu pasti dengan cepat akan menggugurkannya. " cerita pak ganda sedih.


"Dia tidak mau kami telepon suaminya karena katanya suaminya tidak menginginkan bayinya, justru mereka sengaja di buang "


"aku tidak pernah membuangnya "


"ya sudahlah, toh sudah berlalu juga "


Judeo terlihat menarik nafas panjang.


"Deo, papi tahu,papi ngga pantas kasih nasehat sama kamu, karena papi jarang ada buat kamu. Tapi kalau mengenai radit, papi harap kami berpikir matang -matang untuk ambil keputusan nak. Aku hanya khawatir perkembangan radit , toh selama ini tanpa kamu dia sudah tumbuh baik" mohon pak ganda.


"Dia anakku, aku akan memberi yang terbaik "


"ya,,mengenai fasilitas papi yakin kamu mampu, tapi mengenai kasih sayang Ester itu tiada tandingannya "

__ADS_1


Dalam hatinya , judeo juga mengakui hal itu sebenarnya setelah melihat dari dekat mereka beberapa Hari, judeo tahu hidup ester itu hanya untuk radit.


"mereka tidal akan terpisahkan, aku jamin itu"


"buktikanlah"


"jo sudah siapin mereka rumah dekat mall, rumah itu cukup besar, kalian bisa ikut tinggal kalau mau "


"ohhh baguslah nak, Kalau kami disini aja, tempat ini juga sudah kami tata dari lama "


"perusahaanku akan jadi donatur tetap disini "


"terimakasih, sebenarnya sejak Aldo kerja, kami sudah hampir lepas dari donatur, hanya gaji Aldo kami bagi, begitu juga gaji ester. tapi papi senang kalau kamu mau jadi donatur tetap, karena ada beberapa fasilitas yang harusnya sudah di ganti, seperti tempat tidur dan dapur"


"kasih tahu jo aja " ucap judeo memanggil Jo.


judeo merasa bingung sekarang dengan hatinya. Mau percaya siapa. Yang pasti papinya juga sepertinya tidak bohong. Tapi satu yang pasti papinya sangat sayang radit.


Setelah olah raga dan makan pisang goreng sambil ngopi, mereka semua pulang ke rumah pak ganda dan bu silvia.


Rumah yang kecil tapi hangat.


Jujur judeo sangat betah dengan keadaan di rumah ini.


"pak judeo, apa bapak masih kuat jalan pulang ke rumah tadi, kalau cape pak jo ambil mobil aja pak " ucap ester lembut sambil mendekati judeo.


"apa ini panti tempat radit besar "lanjutnya


"iya pak "


"apa rencana kalian dengan tempat ini "


"maksud bapak? kemarin bapak sudah janji tidak akan mengganggu tempat ini" potong Ester.


"saya tidak akan mengganggunya Ester, hanya sedikit renovasi "


"ohhh"


"sebenarnya panti ini tidak menerima penghuni baru lagi. Tapi saya dan kak aldo berencana membuka satu lapak atau usahalah, nanti buat mereka dagang di pasar"


"hmmmm"


Sore harinya judeo Dan rombongan ingin Pulang Karena besok harus kerja lagi. Mereka semua berpamitan satu persatu dengan pak ganda. Terakhir judeo dan jo.


Judeo memeluk papinya dengan ragu -ragu awalnya tapi akhirnya sangat erat. Mereka sama -sama menangis.


"jaga anakmu dan ester nak, jangan Sampai seperti kamu tumbuh tanpa kasih sayang papi" ucap pak ganda Sudan menangis.

__ADS_1


Entah dunia sudah mau kiamat yang pasti ini pertama kali judeo menangis. Seumur hidupnya yang dia ingat dia tidak pernah menangis.


"saya akan menjaga mereka dengan nyawa saya"


"baiklah " ucap pak ganda


Terakhir ibu Silvia dan Aldo.


"Titip Ester dan radit ya, ibu tahu kamu benci sama ibu, ibu tidak apa - apa, ibu hanya Minta jaga mereka, mereka orang -orang baik yang perlu di jaga. "


"iya "jawab judeo singkat.


Terakhir giliran Aldo.


"sekali aku tahu kamu menyakiti mereka, aku pastikan aku akan merebut mereka, ingat itu"? ucap Aldo


"aku ngga perduli kamu orang kaya, kamu anaknya Papa dan abang saya, tapi kalau sekali saja aku tahu mereka tersakiti, aku akan rebut mereka sekalipun nyawa kami yang jadi taruhannya, sekalipun kamu kaya dan punya segalanya, Karena kami juga masih punya Tuhan yang Maha segalanya" ucap Aldo Tegas.


"iya "ucap judeo membuat jo bingung.


'Ternyata semua orang disini sayang Ester dan radit'batin judeo.


Sementara jo bingung Tuannya bicara lembut dan mengalah.


Akhirnya Mobil judeo meninggalkan halaman rumah pak ganda. Radit sangat senang naik Mobil judeo yang agak mewah.


"pa, nanti di jalan Ada pedagang lho"


"maksudnya" tanya judeo bingung.


"nanti pas lampu merah banyak pedagang asongan pak , mungkin dia ingin sesuatu."


"ohhhh"


Ternyata tidak berapa lama radit sudah tidur dimobil. Judeo membenarkan posisi tidurnya dengan paha judeo jadi bantal radit.


"aku sama sekali tidak menyangka kehidupan papi" ucap judeo


"Tapi yang pasti bapak dan ibu serta Aldo adalah pahlawan kami." ucap ester."Aku tidak akan melupakan itu seumur hidupku "


Hai semua


Tetap dukung ya boss


like, coment dan vote


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2