AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 78 SENANGNYA


__ADS_3

Setelah berpikir sebentar jo akhirnya ikut main ular tangga. Permainan yang sangat sederhana tapi sangat menumbuhkan kebersamaan dan keceriaan.


Judeo tentu saja tidak pernah mengenal permainan ini. Biasanya dia langsung disuguhi game baru di ganggu atau play station.


Pada periode pertama grup aldo dan seorang pengawal kalah. Jadilah wajah aldo di dandani persis ondel-ondel. Setelah itu grup ester yang kalah, wajah esterpun di dandani oleh grup aldo.


Judeo tadinya merasa permainan ini agak konyol dan unfaedah. Tapi lama-lama saat pengawalnya dihukum dengan didandani kayak ondel - ondel mau tidak mau judeo tersenyum melihatnya karena memang sangat lucu.


Mereka semua sampai tertawa terpingkal -pingkal karena acara ini.


Judeo merasa sangat bahagia, real bahagia. Dunia yang menurut dia sederhana bisa membuatnya sesenang ini menertawakan pengawalnya.


Judeo malah ingin begadang sepanjang malam, padahal hari sudah larut dan akhirnya mereka harus tidur semua.


"sudah, sudah pada tidurlah, besok mau jalan pagi" ucap pak ganda.


"iya kak aldo, sudah malam saya mau cuci muka dulu" ucap ester


"oke deh"


"apa bapak mau minum air putih" tanya ester sama pak ganda


"boleh deh nak, tapi yang hangat ya"


"iya pak" ucap ester sambil berlalu


Setelah cuci muka dan mengantarkan minum pak ganda, ester masuk ke kamarnya. Dia ingin tidur dengan radit, karena malam ini kamar radit di pakai oleh judeo.


Pagi harinya seperti biasa ester bangun pagi bersama pak ganda, ibu silvia, aldo dan juga radit. Mereka akan lari pagi disekitar rumah sampai panti, dan di lapangan yang ada di panti mereka akan olah raga ringan bersama.


Ester sudah siap dengan pakaian olah raganya. Setelan Training untuk olah raga. Ester terlihat cantik dan segar, badanya berisi tapi tidak gemuk.


Radit yang ingat papanya ingin membangunkannya.


"mama, aku bangunin papa dulu ya"


"ngga usah nak, papanya masih bobo, kemarin kecapean, kasihan" tutur ester lembut memberi pengertian, padahal dalam hatinya dia takut judeo terganggu tidurnya.


"ohhh iya sudah ma"


Ketika ingin keluar ternyata jo sudah bangun.


"radit, ester, pada mau kemana? " tanya jo yang melihat mereka sudah pakai baju olah raga, ya jelaslah mau berolah raga.


"kita mau joging om, mau ikut ga? " radit menawari jo untuk ikut.


"gimana ya" jo bingung karena bosnya belum bangun.


"sudah ngga usah ikut kalau malas, jaga aja tuh bosmu" ucap aldo yang baru tiba dan bergabung di tempat itu juga.


"gimana ya" sejujurnya jo ingin ikut juga tapi gimana dengan pak judeo.

__ADS_1


"sudah om, olah raga di rumah juga sama aja, yang penting olah raga, iya ngga om aldo"


"betullll dit " ucap aldo asal sambil menarik tangan radit untuk melangkah keluar.


"olah raga di rumah aja bro sama bosmu itu" lanjut aldo tanpa menoleh sambil tertawa.


Jo masih bingung sebenarnya, akhirnya dia putuskan untuk membangunkan bosnya, siapa tahu bosnya tidak marah di ganggu , buat aja alasan di ajak radit.


Jo akhirnya masuk dan melihat bosnya masih tidur pulas. Dengan perlahan jo membangunkan bosnya.


"tuan,, tuan,, "


"uhhhh"


"tuan, tuan judeo" panggil jo lembut.


Akhirnya judeo membuka matanya perlahan dan mengamati sekitar.


"ada apa jo"


"maaf tuan, tapi radit mengajak kita joging bersama "


"radit, joging " tanyanya belum sadar penuh


"iya tuan"


"ayo" ucapnya karena kemauan radit.


"iya, kamu beli dulu"


"tapi akan butuh waktu tuan" jelas jo


"iya ya, sekarang mereka dimana"?


"sudah ngumpul di depan tuan"


"ya sudah begini aja"


"baik tuan"


Mereka pun keluar dengan pakaian bekas tidur. Judeo melihat disana sudah berkumpul pak ganda, ibu silvi dan juga supirnya. Sementara ester dan radit sedang berlari -lari kecil bersama aldo dan ibu pengasuhnya juga yang sengaja datang bergabung untuk joging seperti biasa.


Melihat itu judeo jadi kikuk sendiri. Dia merasa malu sama semua orang. Dia seperti bukan dirinya sendiri yang selalu percaya diri.


"selamat pagi pak, bu" sapa jo mencairkan kecanggungan itu.


"pagi jo, deo, kalian mau gabung juga, " sapa pak ganda dengan ramah membuat judeo makin kikuk.


Dia jadi sangat malu atas keramah tamahan keluarga ini, padahal dia sudah menunjukkan kearoganannya dari saat pertama bertemu.


"iya pak " jawab jo

__ADS_1


"ya sudah ayo, kita hanya joging sekitar sini doank" ucap bu silvi sambil menggandeng tangan pak ganda berjalan ke depan.


"papa, kakek, nenek, ayo cepatan, kita sudah kesiangan " teriak radit


"ayo dit, sini lomba sama kakek"


"siapppp kakek " ucap radit mendekati kakeknya.


Jadilah mereka berjalan santai menuju lapangan panti asuhan. Sepanjang jalan judeo dapat melihat kedekatan papinya dengan anaknya yang tanpa sengaja bertemu. Takdirlah yang mempertemukan mereka. Judeo juga melihat bagaimana dekatnya aldo dengan radit dan ester membuat hatinya sangat cemburu.


apahhhh, cemburu?


Tunggu dulu, benarkah aku cemburu, batin judeo. Tapi tak bisa dia bohongi hatinya, dia ngga senang sama aldo terlalu dekat sama ester dan radit.


"papa, apa papa pernah digendong begini" tanya radit yang sedang di gendong belakang pak ganda seolah -olah menunjukkan ke judeo betapa bahagiannya dia.


Judeo terkesiap mendengar celotehan anaknya. Benar kata radit dia tidak pernah di gendong begitu karena pasti langsung masuk mobil.


"papa sini, aku ingin di gendong papa kek" ucap radit kepada kakeknya.


"papamu kuat ngga" tanya pak ganda takut judeo tidak bersedia.


"kuatlah kek, turunin aku dulu" ucap radit


Akhirnya pak ganda menurunkan radit, lalu radit langsung berlari ke arah judeo.


"gendong pa" ucap radit sambil merentangkan kedua tangannya.


"oke boy" ucap judeo senang setelah melirik jo menanyakan pendapatnya, dan jo mengangguk sambil senyum.


Judeo langsung mengangkat anaknya dan menyilangkan kedua kaki anaknya dilehernya.


"sekarang pesawatnya mau terbang dit, bersiapppp" teriak judeo kepada anaknya sambil memegang kedua tangan radit dan mengangkatnya tinggi - tinggi.


Tentu saja semua orang bengong termasuk jo, orang terdekat judeo, karena itu bukanlah judeo yang biasanya.


Judeo sangat menikmati momen ini. Entah apa isi hatinya sekarang, yang pasti dia sangat bangga pada dirinya yang bisa menjadi seorang ayah yang menyenangkan anaknya, dan jo sudah pasti mengabadikan moment langka ini.


Bagi judeo moment ini lebih dari memenangkan tender miliarana bahkan triliunan. Karena ternyata kebahagiaan itu tidak butuh harta yang berlebihan yang bisa membuat kita lebih serakah dan tidak pernah puas.


Ternyata ajaran papinya menyadarkanya bahwa kebahagiaan bisa di dapat dalam kesederhanaan. Buktinya papinya hanya hidup sederhana tapi mereka sangat bahagia dan menikmati kebersamaan. Sementara judeo dan maminya yang terus ambisius malah sibuk terus mengejar dan mengejar untung yang nantinya malah judeo buang bagi wanita -wanita malam dan berfoya -foya sehingga duit itu terbuang sia-sia.


Hai semua


Jangan bosan ya


Dukung terus karya ini


Like, coment dan vote ya


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2