AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 21 PERNIKAHAN


__ADS_3

Keesokan paginya Ester sudah bangun seperti biasa. Dia sudah selesai dengan tugasnya membereskan apartemen judeo. Saat dia berdiri dibalkon belakang, entah kenapa dia jadi ingat bapak ibunya.


'apa kabar bapak sama ibu ya, apa mereka sehat, apa mereka sudah berobat' batin Ester


"Semoga kalian disana selalu bahagia pak, Bu, aku yakin kalian juga akan mendoakan aku. Hari ini aku menikah pak, Bu, walaupun tidak seperti pernikahan yang aku mimpikan, tapi aku tetap bersyukur bisa menikah dan nantinya yang aku layani adalah suamiku, bukan laki-laki yang tidak jelas" ucap Ester.


"Kalian doakan aku ya, biar aku kuat. aku ingin selama aku jadi istri, aku berbuat sebagai seorang istri. Setidaknya aku tidak berdosa dihadapan Tuhan" ucap Ester sudah menangis sambil memandang mentari pagi yang baru menyapa.


"Jika memang aku harus menjalani pernikahan ini, mudahkanlah ya Tuhan, tapi jika tidak harus berikan petunjuk mu" doa Ester dalam hati.


Ting tong


Bunyi bell apartemen membuyarkan lamunan Ester.


"selamat pagi nona Ester"


"selamat pagi mba"


"kami ingin merias nona Ester dulu"


"tapi ini masih pagi mba"


"soalnya menurut tuan Jo, jam delapan anda harus sudah siap"


"baiklah, lakukan aja"


"terimakasih kerjasamanya mba"


Ester membawa para perias itu keruang tengah yang dekat ruang keluarga.


"mungkin disini juga boleh non" ucap salah satu dari mereka.


"ya sudah disini aja"


Mereka mulai menata peralatan mereka yang akan digunakan selama merias Ester.


Sementara mereka sedang sibuk menata peralatan mereka, Ester sudah mengganti bajunya di kamar menjadi pakaian jubah yang disiapkan oleh tim penata rias.


Ester terlihat biasa aja, bukan wajah orang yang akan menikah. Dia sangat datar dan kurang antusias malah kalau dibanding calon pengantin pada umumnya dia termasuk paling sedih.


Sekitar pukul tujuh kurang tuan Jo sudah berada di unit judeo. Dia ingin memastikan persiapan singkat judeo dan juga Ester.


"selamat pagi semua" sapa Jo ditengah-tengah kesibukan mereka


"pagi tuan Jo"


"tolong pastikan jam delapan, nona Ester sudah siap ya"


"baik tuan"

__ADS_1


"oke, lanjutkan"


Tuan Jo langsung melangkah pergi ke kamar tuan judeo. Judeo ternyata sudah bangun dan sedang di kamar mandi.


Akhirnya Jo punya inisiatif untuk menyiapkan pakaian tuan judeo. Pilihannya jatuh kepada kemeja putih dan jas yang berwarna hitam senada celana. Sepintas terlihat biasa aja tapi Jo tahu pakaian ini sangat spesial, tuan Jo hanya memakainya di moment spesial seperti ulang tahun keluarga.


Tidak berapa lama judeo keluar dari kamar mandi. Dia langsung melihat Jo yang sudah berada di kamarnya. dan tanpa protes dia langsung memakai pakaian yang disiapkan oleh Jo.


"Jo, pagi ini kita langsung kemana"


"kita ke pernikahan tuan dulu di daerah selatan"


"kenapa jauh kesana"?


"yang dekat tidak ada, karena buru-buru tuan"


"hmmmm"


Setelah selesai memakai pakaiannya judeo melangkah keluar dari kamarnya. Dia keluar menuju ruang depan, tapi matanya menangkap beberapa orang yang sedang sibuk di ruang keluarga.


"ngapain mereka"


"lagi merias nona Ester tuan" jawab Jo


"hmmmmm"


"kita duluan aja, saya belum sarapan"


"baik tuan" ucap Jo dan langsung telepon supir judeo untuk mengantar Ester ke alamat yang ntar dia kasih.


"tuan mau sarapan dimana" tanya Jo begitu mereka keluar dari parkiran apartemen.


"kita sarapan di resto terdekat aja"


"baik tuan"


Jo langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang di atur oleh temannya. begitu masuk wilayah itu Jo mencari resto terdekat.


"tuan sarapan disini ya tuan"


"hmmmm"


Akhirnya Jo langsung mencari parkir buat mereka. Setelah keluar mobil mereka berjalan menuju restoran salah satu hotel.


Judeo dan Jo masih sempat sarapan dengan santai.


Sementara Ester sudah lapar sebenarnya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya mengikuti semua yang disarankan penata rias.


Selesai dirias Ester langsung dipakaikan pakaian kebaya yang terlihat agak sederhana. Bagi Ester itu sudah sangat cantik. Ester terlihat sangat cantik dengan pakaian pilihan pihak salon itu. Sepertinya mereka benar-benar sudah ahli menyesuaikan pakaian sesuai postur tubuh orang.

__ADS_1


Jam delapan tepat, Ester sudah selesai dan siap dijemput supir. Supir itu menjemput Ester ke unit tuan judeo, dan begitu mau turun Ester didampingi seorang penata rias sampai ke mobil.


Tanpa hiasan mobil yang membawa Ester melaju di jalan. tidak seperti mobil pengantin pada umumnya, mobil yang membawa Ester sangat sederhana dan tanpa hiasan bunga.


Jam sembilan kurang akhirnya Ester tiba ditempat pernikahan yang telah disiapkan.


Begitu melangkah masuk mendekati altar hati Ester sudah sangat tersentuh dan ingin menangis, apalagi diiringi lagu-lagu rohani yang membuat hati tersentuh dan kembali sedih.


"Tuhan, hari ini aku mungkin datang ke altarmu atas kemauan orang lain, sesuai kemauan tuan judeo, tapi aku yakin semua terjadi atas kehendak mu, maafkan segala dosa yang aku lakukan, yang aku sengaja atau pun tanpa aku sengaja" doa Ester dalam diam karena dia sadar tujuan pernikahannya sudah ditentukan tuan judeo.


"Bu, pak, sekarang anakmu sudah didepan altar Bu, tapi sayangnya kalian tidak ada disini. Tapi kalian pasti mendoakan aku dari jauh kan. Aku juga tidak tahu berapa lama berstatus istri, tapi selama jadi istri aku akan berusaha untuk berbakti kepada suami walaupun suamiku tidak menghargainya. Toh aku akan melakukannya untuk Tuhan" doa Ester lagi.


Mendekati altar seorang Pemuka agama sudah berdiri didepan.


"pak judeo tolong sambutlah pengantin anda"


Judeo mendekati Ester dengan hati berdebar-debar, entah kenapa lagi-lagi dia mengalami hal-hal diluar dugaannya saat bersama gadis kampung ini. Seorang judeo hampir bisa dipastikan tidak pernah gentar berhadapan dengan siapapun, bahkan berhadapan dengan pemimpin daerah dimana dia membangun pabriknya, hatinya tidak pernah ada sedikitpun rasa deg-degan atau rasa grogi.


Tapi kenapa hanya menikah palsu dengan gadis kampung ini hatinya sangat deg-degan. Bahkan saat ini judeo terlihat sangat gugup, dan itu diperhatikan oleh sang asisten setia Jo.


"apa tuan baik-baik aja"? bisik Jo


"hmmmm"


"apa tuan mau minum dulu, tuan terlihat gugup"? bisik Jo membuat hati judeo makin galau. berarti asisten nya ini juga sampai tahu kalau dia grogi.


"ngga usah"


Lalu mereka terlihat melangkah mendekati altar dan duduk dengan posisi berdiri mendengarkan hal-hal yang diucapkan oleh pemuka agama itu.


Sampai pada titik pengucapan janji pernikahan judeo semakin gugup saat disuruh duduk berlutut, tapi syukur masih bisa lewat walau dengan susah payah.


Seorang judeo Zack sudah berkeringat dingin saking gugupnya, baru kali ini terjadi. Berbeda dengan Ester yang terbiasa hidup sederhana dan sudah sering menyaksikan pernikahan. Ester terlihat lebih tenang walau terlihat sedih, tapi masih bisa mengucapkan janji pernikahan ya dengan sungguh-sungguh. sambil memberanikan diri menatap mata judeo Ester berjanji.


'Saya ester, saya menerima engkau judeo sebagai suamiku yang sah dan satu-satunya, dalam susah dan senang, dalam sehat maupun sakit bla BLA bla' Ester


mengucapkannya dengan lantang sampai selesai, walau dia tahu mungkin janji itu hanya untuk waktu tertentu bahkan bisa jadi besok dia sudah jadi janda, tapi biarlah semuannya terjadi karena kehendak Tuhan.


Judeo yang tidak pernah tersentuh kasih sayang sangat tersentuh dengan kata-kata janji Ester, apalagi ini dihadapan altar Tuhan.


Hai readers, maaf ya telat up


Lagi kurang fit ini bodynya


Ikutin terus ya,


like coment


dan vote

__ADS_1


__ADS_2