
Judeo dan pak ganda melihat mereka sedang menikmati rujak buatan ibu Silvia.
"Serius banget sih makannya, sampai nggak ngajak - ngajak" ucap pak ganda
"ehhh papa"
"ehhh mas deo', bapak, enak nih buatan mama" ucap Ester sambil melap mulutnya yang sedang kepedasan.
"enak sih enak sayang, jangan terlalu pedas" ujar judeo mendekati istrinya dan membantu melap keringatnya.
"makasih mas"
"kenapa tidak di bawa ke depan sih ma" tanya pak ganda kepada istrinya.
"tadinya mau di bawa pa, tapi ibu hamilnya sudah keburu duduk dan menikmati rujaknya" jawab Bu Silvia senyum - senyum.
"ya sudah, sekarang kita pindah ke depan Yo"
"ayo"
Mereka berempat menuju teras depan. Ibu Silvia sibuk menyiapkan semuanya karena Ester lagi hamil.
Judeo merasakan kehangatan keluarga yang luar biasa. Bahkan kemarin juga di Jakarta hanya karena rujak istrinya dia akhirnya bisa bicara dengan maminya, bicara dari hati ke hati.
Ketika mereka masih asyik menikmati rujak buatan ibu Silvia, Radit pulang dari sekolah.
"mama, papa", teriaknya begitu turun dari mobil karena supir sudah beritahu kalau mama dan papanya sudah pulang.
"Radit" teriak Ester juga sambil bangkit
Setelah lama berpelukan, Ester dan Radit melepas pelukannya dan gantian dengan judeo yang sudah menggerutu.
"kayaknya sama papa ngga kangen ya" ucapny pura - pura sedih
"kangen papa, " jawab Radit lalu beralih memeluk judeo.
Judeo memeluk putranya sangat erat, begitupun sebaliknya. Sementara pak ganda yang menyaksikan putranya dan cucunya berpelukan sangat terharu dan bahagia. Walau ada sedikit rasa khawatir di hatinya setelah mendengar keinginan judeo tadi, ingin membawa cucu dan menantunya ke Jakarta.
"Ya ampun, sudah donk, pergi juga baru beberapa hari sudah kayak setahun aja" ucap ibu Silvia ngeledek cucunya.
__ADS_1
"iya nih kakek jadi tidak di rindukan nih" ujar pak ganda juga pura- pura sedih juga.
"kakek, mana begitu" ujar Radit sambil mengurai pelukannya dari judeo.
"iya kakek tahu, kakek cuma becanda sayang, sekarang ganti baju gih', biar kita makan siang" ujar pak ganda mengusap kepala cucunya yang ganteng.
"oke kek"
Kembali pak ganda tersentuh, nanti pasti dia tidak bisa begini lagi, kalau Ester dan Radit sudah di bawa ke jakarta.
Sementara ibu Silvia yang belum tahu rencana judeo, dia masih tenang untuk menyiapkan makan siang mereka.
Judeo dan Ester juga masuk kamar mereka dulu untuk istirahat sejenak. Tapi ternyata hanya Ester yang istirahat karena Radit langsung menjemput papanya di kamar untuk merakit mainan barunya.
Setelah makan siang tersaji mereka semua ngumpul di meja makan. Mereka langsung menikmati makan siang bersama. Mereka makan dalam diam satu sama lain. Hati dan pikiran mereka masing - masing bekerja sesuai hatinya.
Ester yang sedang hamil merasa sangat bahagia, karena sekarang dia hamil anak kedua di dampingi suami dan juga keluarga yang sangat menyayanginya, walaupun dia belum yakin dengan ibu citra, tapi dia berharap suatu saat akan menikmati moment seperti ini dengan mertuannya itu, moment penuh kehangatan keluarga.
Judeo beda lagi, dia yang terbiasa makan sendiri sesuka hatinya, sekarang harus ada aturan, setidaknya sebelum makan harus berdoa. karena kalau tidak dia akan di tegur oleh anaknya. Dan sekarang di meja makan tidak pernah sendirian lagi, selalu bersama keluarganya semua atau minimal bersama istrinya.
Sementara pak ganda sedang diliputi rasa galau, jujur dia belum siap ditinggal oleh Ester dan Radit, walaupun itu hanya pindah kota. Tapi dia juga ngga mau egois sama menantu dan cucunya itu, mereka harus bahagia.
Setelah makan siang, pak ganda, judeo dan Radit menuju teras depan sementara Ester memilih istirahat sebentar.
Ibu Silvia menyuruh art untuk menyiapkan kopi untuk suaminya dan juga judeo.
Begitu mereka bertiga duduk, karena Radit harus tidur siang, judeo mulai membicarakan hal yang tadi.
"Pi, kalau bisa nanti malam suruhlah Aldo nginap di sini" ujar judeo menatap papi dan Tante Silvia.
"memangnya ada apa deo"? tanya Bu Silvia merasa mulai ngga enak. Judeo dan pak ganda saling pandang, yang akhirnya pak ganda menganggukan kepalanya.
"ma, judeo ingin bawa keluarganya ke Jakarta"! ujar pak ganda membuat ibu Silvia lumayan terkejut.
"maksudnya Ester dan Radit ikut ke Jakarta"? tanyanya polos
"iya ma, Ester itu kan lagi hamil, jadi ngga bagus jauh dari suami, sementara judeo ngga bisa ninggalin kerjaannya lama - lama ma"
"tapi kan judeo bisa atur waktu weekend pa" ujar Bu Silvia yang kurang rela Ester dan Radit pindah ke Jakarta.
__ADS_1
"iya ma, tapi Ester lagi hamil, dia itu butuh suaminya setiap waktu" ujar pak ganda
"tapi waktu Radit...." ucapan ibu Silvia langsung di potong pak ganda.
"itu karena keadaan ma, sekarang kan sudah beda. judeo juga pasti tidak ingin ketinggalan lagi moment penting dalam pernikahan mereka" ucapnya
"berarti nanti ngga bisa ketemu Radit lagi donk" ucap Bu Silvia sedih
"bisa Tante, Tante tinggal bilang biar kami ke sini atau Tante yang ke Jakarta" kali ini langsung judeo yang jawab.
"yahhh gimana lagi, kalau itu keputusan kalian" ucap Bu Silvia sedih.
"maaf tan, bukan aku egois seenaknya bawa mereka. Tapi yang papi bilang itu benar. Aku ngga mungkin kehilangan moment - moment kehamilan Ester kali ini, tapi aku juga ngga bisa ninggalin tanggung jawab kerjaku Tan, makanya, solusinya mereka harus ada di dekatku." ujarnya mantap.
"Tapi bagaimana dengan ibu citra"? tanya Bu Silvia yang belum tahu kabar terakhirnya.
"itu nanti akan kami hadapi sama - sama Tan" ucap judeo yakin.
"yang penting jangan sampai citra berbuat sesuatu sama mereka deo" tegas pak ganda juga.
Judeo sangat terharu mendengar pembelaan papinya dan juga istrinya terhadap Ester dan anaknya. bahkan judeo yang anak kandung papinya merasa di nomor sekiankan.
Tapi apapun itu sekarang mata judeo sudah terbuka kalau papinya ternyata sangat menyayanginya. Dan judeo merasa bersyukur Ester dan Radit di rawat oleh keluarga papinya.
Judeo berjanji dalam hati bahwa dia akan menjaga keluarga kecilnya ke depan, terutama anak - anaknya.
Dan judeo juga sudah bertekad akan menjamin hari tua papinya dan istrinya. dia juga akan membantu adiknya Aldo untuk maju dan lebih berhasil lagi.
Oleh sebab itu judeo nanti malam akan kumpulkan keluarganya disini
Karena dia ingin menyerahkan semua usahanya di sini kepada Aldo adiknya beda ibu. Dengan harapan hasilnya untuk masa tua ayahnya dan istrinya.
Hai semuanya, jangan bosan - bosan ya
Dukung terus tulisan ini
like, coment dan vote.
Terimakasih🙏
__ADS_1