AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 6 BERANGKAT


__ADS_3

Hai readers setiaku, dukung terus author ya.


selalu minta like, coment dan votenya


Sementara tadi pagi di apartemen Judeo, Judeo bangun karena dibangunkan oleh asistennya Jo. pagi ini Judeo akan berangkat ke Eropa untuk urusan bisnis maminya.


Tok tok tok


tok tok tok


"iya ya ya" Judeo sudah bangun dari tidurnya. Ini adalah salah satu kelebihan Judeo dari kecil, dia tidak pernah susah dibangunin, bahkan ketika tidur biasanya dia akan langsung kebangun jika kamarnya ada yang ngetok.


"pagi tuan, maaf, tapi jam tujuh pesawat tuan akan terbang, tuan berangkat bersama ibu Clara" cerita Jo


"udah disiapkan semua"?


"sudah tuan, pakaian anda untuk dua hari"


"disana sudah disiapkan"


"sudah tuan, karena disana tuan hanya ikut pameran lalu besoknya ketemu dengan salah satu suplier nyonya"


"hmmmm"


"mau dibantu bersiap tuan"


"hmmmm"


"tapi nona sela tuan" tanya Jo ragu


"dia masih molor" jawabnya sambil berlalu masuk kamar mandi.


Sebenarnya Jo sungkan masuk kamar tuannya jika masih ada sela, tapi kalau dia tidak bantu takut tuannya ketinggalan pesawat. Mau ngga mau dia harus masuk.


"berarti tuan tidur di sofa, masa iya" gumam Jo


"ahhh tapi gua kepo banget sih" gumamnya senyum sendiri.


Dia langsung masuk ke ruang ganti tuannya dan menyiapkan pakaian tuannya.


Setelah selesai Judeo langsung naik mobil tanpa sarapan.


"apa tuan tidak sarapan dulu"


"tidak bi, tidak sempat lagi"


"ohhhhh"


"pak tolong agak cepat sampai bandara" ucap Jo kearah supir Judeo.


"baik pak"


Tidak sampai tiga puluh menit mobil sudah masuk kawasan bandara.


"Jo, ingat tugasmu kemarin"


"baik tuan"


"aku pulang, dia sudah harus kerja di apartemen"


"baik tuan"


"handle kantor"

__ADS_1


"iya tuan"


Di bandara ternyata sudah menunggu ibu Clara asisten sang mami. Begitu Judeo datang mereka langsung cek in. Sementara Jo langsung meluncur menuju kantor CJ.


Begitu sampai kantor Jo langsung menyusun rencana untuk eksekusi Ester.


**


Keesokan harinya Ester berangkat kesekolah seperti biasa. hari ini adalah hari terakhir dia pakai seragam putih abu-abu. karena besok dia bukan berstatus murid lagi.


"halo Ester" sapa temanya yang hendak masuk kelas juga


"hai Rara, aku sedih besok kita sudah susah ketemu" ucap ester


"iya Ra, makanya jangan lose kontak ya, kasih kabar tetap, kamu akan lanjut dimana"?


"belum tahu, tapi papi sih menyuruhku masuk kedokteran"


"ihhh enak kamu Ra, bisa langsung kuliah"


"kamu rencananya ngga kuliah Es"


"kayaknya sih nunggu dulu, aku cari kerja dulu baru kuliah"


"'sabar ya say, jangan kecil hati"


"iya Ra, aku ngga kecil hati kok,"


"ayo kita masuk, tinggal satu pelajaran"


"betul, kita pasti bisa" ucap mereka semangat


Benar saja setelah ujian terakhir selesai mereka langsung aksi coret-coret baju putih sebagai kenang-kenangan.


Mereka terlihat heboh seperti anak remaja pada umumnya.


Ester pulang diantar oleh Rara sampai depan rumahnya. Dan ternyata disana ada dua orang yang tidak dia kenal berdiri tegak, seperti pasukan penjaga..tunggu.. jangan-jangan ada orang kaya yang sombong itu di dalam.


'pasti masalah lagi nih' batin Ester


Ester mendekat ke pintu rumahnya, terlihat bapaknya sedang bicara serius dengan seorang laki-laki, tapi Ester belum kenal wajahnya karena dia dudu ditukar membelakangi pintu.


"bapak ibu" panggil Ester


Dia menatap kedua orang tuannya yang terlihat sedih dan berlinang air mata. jangan-jangan sudah terjadi masalah dari tadi.


"nak, duduk dulu ya" bujuk ibunya


"Bu, bapak ngga kenapa-napa kan"? tanya Ester takut bapaknya diganggu


"ngga nak, bapak ngga apa-apa"


"terus..ini..." tanya Ester melirik laki-laki tadi dan astaga diakan orang kemarin.


"bapak ada apa kesini" tanya Ester kearah Jo


Jo yang masih ingin jangan ada kekerasan melirik kedua orang tua Ester, meminta mereka menjelaskan.


"nak, bapak ini adalah pak Jo, asisten dari pak Judeo" tutur pak Sarman


"aku sudah tahu pak, tapi dia disini ngapain"


"dia ingin..." ucap bapaknya terhenti karena tidak kuat menjelaskan.

__ADS_1


"maaf nona, mungkin anda akan kaget atau tidak terima, tapi kalaupun tidak terima saya yakin anda dalam masalah sangat besar. Saran saya mendingan ikuti"


"tapi pak anak saya masih kecil, bawa saya aja" ucap ibunya Ester


"maaf Bu, saya yakin kalian sudah tahu siapa pak JUDEO dan gimana karakternya, tidak ada orang yang bisa mengubah keputusannya, bahkan ibunya sendiri tidak bisa" tutur Jo


"emank apa keputusan tuan raja siapa tadi Deo Deo Judio" ucap Ester setengah meledek


"tuan Judeo nona"


"apa keputusan tuhanmu itu, aku memang sudah menebak karakternya dari masalah kemarin" ucap Ester judes


"dia ingin anda bekerja di apartemennya"


"untuk apa"


"untuk bekerja, tanpa ada pembantu lain"


'ohhhh kirain tadi mau dijual, kalau hanya jadi pembantu ya tidak masalah lah, sudah biasa' batin Ester


"kalau aku tidak mau"


"seperti aku bilang tadi nona, anda pasti akan sangat menyesal, karena bukan hanya anda tapi kedua orang tua anda juga bisa habis ditangannya"


"benar-benar iblis"


"makanya berhati-hatilah nona"


"kalau aku ikut kesana, gimana kedua orang tuaku" tanya Ester akhirnya sendu.


"maaf nona itu bukan urusan saya, anda nanti bisa tanyakan sama tuan Judeo.


"kapan"


"hari ini tuan Judeo sedang keluar negri, besok baru kembali, tapi saya akan coba hubungi, apa permintaan nona, karena sepertinya setelah disana anda tidak akan bisa ketemu bapak dan ibu anda setiap waktu.


"obatin sakit bapak dan ibuku, setelah itu renovasi sedikit rumah tinggal mereka ini, supaya mereka bisa nyaman dihari tuannya."


"Ester, tapi kamu belum tahu siapa tuan Judeo" ucap pak Sarman sedih tidak bisa membayangkan kehidupan Ester disana. Kalau hanya pembantu biasa pak Sarman yakin Ester sanggup, tapi ini Judeo yang kejam.


"pak, bapak sama ibu sudah banyak berkorban buat aku, sementara aku belum ada berkorban buat bapak sama ibu. Kalau kalian sembuh, kalian akan bisa bekerja dan hidup layak. bapak jangan takut, anggap aja aku sudah budak pak Judeo, yang penting hidup bapak dan ibu harus berubah"


" Ester kami tidak butuh itu, kamu lebih penting" ucap ibunya Ester


"tapi masalahnya kita tidak ada dalam pilihan Bu, ibu dan bapak setuju atau tidak dia akan membawaku, jadi kenapa ngga kita lakukan dengan kesepakatan" ucap Ester membuat kedua orang tuannya tertunduk lesu.


'pintar juga nih orang kampung' batin jo


"pak Jo, sampaikan pada tuhanmu, kalau bisa sebelum aku pergi itu permintaanku, obatin orang tuaku dan renovasi rumah ini"


"baik, akan saya coba sampaikan"


"Ester" teriak ibunya memeluk Ester erat.


"Bu, jaga ayah dan jaga kesehatan, kalau Tuhan izinkan kita pasti masih bisa ketemu Bu, tapi kalau memang tidak ketemu lagi ibu dan bapak tidak boleh sedih berlebihan ya" ucap Ester yang merasa bahwa disana dia tidak akan baik-baik saja memang.


"maafkan bapak dan ibu nak, tidak bisa melindungimu" ujar ibunya lagi sambil sesenggukan.


"nak, apa ngga sebaiknya kita lari aja dari sini, kita ke kampung wakmu yang di desa, mereka pasti tidak bisa menemukan"


"Bu, orang seperti Judeo itu bisa melakukan semua hal, termasuk mencari kehutan sekalipun. sudahlah Bu, saya tidak ingin berontak lagi biar ibu dan bapak jangan banyak pikiran. Toh hidup ini hanya sementara Bu, cepat atau lambat kita juga harus berpisah" tutur Ester pelan.


"aku hanya ingin, sedikit berguna buat bapak dan ibu, apalagi dihari tua kalian" ucap Ester memeluk ibunya.

__ADS_1


Sementara Jo terlihat keluar dari rumah itu ke halaman depan, meninggalkan keluarga yang lagi sedih itu.


Hai readers, jangan lupa like, coment dan vote ya. terimakasih


__ADS_2