AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 51 HIDUP BARU ESTER


__ADS_3

Nyonya ganda sampai menarik nafas sangat dalam mendengar cerita Ester. Dia memang tidak tahu kisah sebenarnya, yang dia tahu Ester sepertinya orang baik dan polos.


Setelah selesai bercerita dengan nyonya ganda atau ibu Silvi, Ester ingin masuk ke dalam dan membereskan dapur panti itu. Memang ada sih orang yang bekerja untuk itu, tapi Ester ingin berguna selama tinggal disini. Dia ingin memulai hidup baru dan mencari pekerjaan didaerah sini. Dia tidak ingin kembali ke Jakarta, karena tuan Judeo maupun maminya pasti bisa menemukannya dengan cepat.


Setelah selesai mencuci piring, Ester ingin istirahat di kamar sebentar, tapi kepalanya sangat pusing sehingga dia pingsan dan jatuh.


Ester segera dilarikan ke Puskesmas terdekat. Dan begitu sampai puskesmas dia langsung masuk ruang pemeriksaan. Dan yang membuat Ester lebih shock ketika dokter mengatakan dia hamil. Dia bingung senang apa sedih. Disatu sisi dia senang karena anak adalah anugrah Tuhan, tapi disisi lain gimana dia menghidupinya sementara dia sendiri belum jelas.


"sudahlah nak, ini berkat, kamu harus syukuri biarpun suamimu kurang menginginkannya. Justru mungkin Tuhan akan menolong kamu lewat anak ini"


"terimakasih ya Bu, selalu menguatkan saya" ucap Ester sedih


"nak, tadi ibu sudah cerita sedikit sama bapak tentang kisahmu. bukannya bapak nggak percaya sama kamu, tapi boleh ngga kamu kasih tahu alamat suamimu, mungkin bapak bisa bantu untuk bicara" ucap pak ganda serius. Tapi hal itu malah membuat Ester sedih dan menangis.


"kenapa nak, apa kamu keberatan" tanya pak ganda.


"pak, Bu, terimakasih sudah mengurus saya selama ini. Saya tahu sudah sangat merepotkan. Oleh karena itu saya akan pergi mencari hidup sendiri Bu, pak, ...tapi aku mohon jangan beritahu suamiku tentang apapun. Mungkin ini cara Tuhan aku bebas dari genggaman mereka pak" mohon Ester berurai air mata.


"nak Ester, jangan salah faham. bapak sama sekali ngga keberatan kamu dipanti, tadinya bapak hanya ingin membantu biar kelak anakmu punya orang tua yang lengkap, bukan seperti anak-anak di panti." jelas pak ganda tulus


"sepertinya mendingan dia hanya punya saya, daripada setiap hari nantinya dia menderita dihina dan dihina pak karena ibunya orang susah" ucap Ester lebih tenang


"itupun kalau mereka membiarkan dia hidup pak, bagaimana kalau dia juga akan di lenyapkan oleh mereka, lebih sakit jatuhnya pak" lanjutnya.


"baiklah nak Ester, kita tidak akan bahas itu lagi. kamu boleh tinggal dipanti selama kamu mau. kamu sudah kami anggap anak perempuan kami" ucap pak ganda mantap


"iya nak Ester, jadi jangan sedih lagi, tidak boleh banyak pikiran, ingat kamu lagi hamil, semua yang kamu lakukan akan berpengaruh ke bayimu" ucap Bu Silvi tulus sambil mengelus kepala Ester.


"makasih Bu"


"iya sayang, semangat ya"


Jadilah mereka berpelukan erat seperti seorang ibu kandung kepada anaknya.


Setelah pulang ke panti ibu Silvi segera bicara dengan pak ganda suaminya.

__ADS_1


"ada apa Bu"?


"pak, aku ngga tahu apa pikiranku ini salah menurut bapak, tapi bagaimana kalau kita angkat dia jadi anak kita pak, kita masukkan dia ke Kartu keluarga kita" ucap Bu Silvi saat duduk bersama suaminya setelah memastikan Ester sudah tidur.


"saya sih setuju aja Bu, sepertinya Aldo juga tidak akan keberatan Bu, nanti coba saya konsultasi dengan pak RT ya Bu"


"iya pak, tapi apa menurut bapak orang yang membuang dia itu masih disekitar sini"


"kita tidak tahu Bu,.kan kita tidak kenal mereka. Sebaiknya Ester jangan terlalu banyak keluar dulu"


"iya pak, bapak benar"


Sore harinya saat Aldo pulang, pak ganda langsung bicara sama anaknya tentang rencana ibunya mengangkat anak Ester. Tidak lupa menceritakan keadaan Ester yang sebenarnya.


Aldo sih setuju aja, dia tidak masalah dengan rencana kedua orang tuannya. karena dia juga melihat bahwa Ester itu sepertinya orang baik. Apa yang terjadi padanya sekarang bukan karena kesalahannya tapi karena keadaan yang memaksanya.


Keesokan harinya pak ganda sudah berkonsultasi dengan pak RT setempat. Pada dasarnya pak RT tidak melarang, yang penting jangan sampai menyebabkan hal-hal yang kurang baik buat warganya.


Seiring proses pembuatan identitas baru Ester sebagai anak angkat pak ganda, kehamilannya sudah bertambah besar. Tapi memang sungguh ajaib kehamilan Ester sama sekali tidak merepotkan, bahkan ngidam pun hampir tidak ada.


Ester sangat bersyukur, disetiap penderitaannya selalu Tuhan selipkan setitik kebahagiaan karena perhatian orang-orang sekitarnya.


Saat tiba waktunya melahirkan Ester ditemani pak ganda dan Bu Silvi serta Aldo berangkat ke kota karena didesa mereka hanya ada puskesmas.


Tiga hari pasca melahirkan Ester kembali ke panti bersama pak ganda, Aldo dan Bu Silvi.


"Nak Ester, kamu kan belum kasih nama, boleh ngga bapak sama ibu nyumbang nama buat siganteng ini"


"boleh Bu"


"iya pak, boleh"


"kami kasih nama Raditya nak" ucap pak ganda.


"dulu saya sempat hamil anak kedua, tapi Tuhan berkata lain, janin saya pergi saat usiannya belum tujuh bulan. Padahal kami sudah siapin nama. Tapi maaf ya nak, Raditya adalah nama yang kami siapin waktu itu. Jadi aku ingin anakku sudah hidup kembali, apa kamu keberatan nak"?

__ADS_1


"tidak pak Bu, saya tidak keberatan, namanya bagus, sudah itu aja"


"ngga ingin kamu tambahin"


"ngga Bu, itu aja sudah bagus"


"baiklah nak, cucu kita namanya Raditya pak" ucap Bu Silvi senang sambil senyum sumringah ke arah suaminya.


"tapi ada satu permintaan saya pak Bu, boleh"?


"apa sayang,"


"jangan cerita apapun sama Raditya nanti tentang asal usulnya yang tidak diinginkan keluarga dan ayahnya, biarlah suatu saat saya yang ceritakan"


"ohhh baik sayang, klo mengenai itu"


"terimakasih pak, Bu"


"sama-sama nak" ucap pak ganda yang sangat sayang sama Raditya. Entah kenapa menurut pak ganda Raditya itu mirip sama judeo waktu kecil, tapi Bu Silvi bilang kalau bayi memang banyak mirip.


Semakin hari tingkah Raditya semakin lucu dan menggemaskan. Bayinya sangat cerdas dan murah senyum. Setiap hari Bu Silvi dan penghuni panti pasti berebut untuk menggendong Raditya atau hanya sekedar untuk bermain dengan Raditya.


Setelah usia Raditya satu tahun Ester berniat cari kerja, dan Aldo yang sudah bekerja sebagai manager operasional salah satu mall memasukkan Ester sebagai SPG di salah satu pakaian anak-anak.


Ester yang tadinya tidak pernah dandan akhirnya dituntut untuk dandan. Karena seorang SPG harus dandan sesuai kebutuhan.


Karena agak jauh, dan terlalu capek untuk pulang setiap hari akhirnya Ester juga ngekost dekat kost Aldo, hanya beda gang.


Aldo banyak membantu Ester dalam hal pekerjaannya. Sampai Ester terpilih menjadi SPG teladan di tahun kedua dia bekerja.


Semua berjalan baik, Raditya juga dijaga oleh ibu Silvi dengan sangat baik, sementara Ester akan pulang ke panti sekali seminggu.


Hai semua, masih mengikuti kah


terimakasih ya

__ADS_1


jangan lupa like, coment dan vote


__ADS_2