AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 82 JANGAN TOLAK


__ADS_3

Keesokan harinya judeo bangun lebih cepat dan tidak menunggu jo datang untuk berkemas. Dia langsung mandi dan mempersiapkan keperluannya sendiri.


Ketika jo datang dia lumayan kaget, ternyata bosnya sudah siap. Biasanya Jam segini dia masih harus membantu bosnya bersiap.


"Tuan sudah siap"


"hmmmm"


"apa schedule ku"


"hari ini sudah saya kosongkan tuan "


"bagus"


"kita antar radit sekolah Dan antar Ester kerja, setelah itu antarkan saya ke rumah itu. kamu carikan radit sekolah yang bagus, terus mobil dan supir yang berpengalaman. Tarik aja dari kantor bila perlu"


"baik tuan"


"sekarang kita ke rumah ester"


"tuan tidak sarapan dulu"


"nanti aja bareng mereka "


"baik tuan"


"carikan tempat sarapan yang dekat -dekat"


"baik tuan"


Mereka akhirnya turun menuju mobil dan berangkat menuju rumah Ester.


Begitu mereka sampai ternyata radit Dan ester sedang makan nasi goreng bersama.


"kenapa kalian sarapan ngga nunggu aku"


"iya pak, aku ngga tahu bapak belum sarapan " ucap ester


"sini aja pa, masih ada nasi gorengnya" ajak radit


"ohhhh buat kamu aja sayang" ujar Ester, karena dia tahu judeo tidak akan makan sembarangan.


"Papa nanti beli aja nak di restoran, ini juga nanggung tinggal dikit, buat radit aja" lanjutnya membuat judeo melirik padanya.


Tapi Ester yang paham dengan lirikan judeo malah menyuruh radit buruan takut telat sekolahnya.


Akhirnya drama sarapan selesai, judeo akhirnya mengantarkan Radit sekolah dan setelah itu mengantar Ester kerja.


"daah papa " teriak Radit ketika masuk gerbang sekolahnya bersama pengasuhnya.


"hati-hati nak" ucap judeo bangga dengan panggilan nak nya, ternyata benar sekarang aku seorang papa.


Lalu mereka berempat, judeo, Jo, Ester dan supir meninggalkan sekolah Radit.


"Jo, aturkan izin Ester"


"baik pak"


"tapi kenapa harus izin" tanya Ester bingung


"hari ini aku free, aku ngga mau sendiri harus ditemani. kamu kan karyawan tokoku juga" menggunakan kekuasaannya lagi.


"kan ada pak Jo" jawab Ester asal

__ADS_1


"hari ini Jo sangat sibuk"


"benar Bu Ester, hari ini banyak sekali yang harus aku beresin, jadi ngga bisa bersama tuan seharian"


"kenapa harus aku"?


"karena kamu


"aku ngga enak sama supervisor aku pak, takutnya aku malah di pecat" ucap Ester seperti tidak sadar bahwa dia sedang bersama bos diatas bos dan diatas bosnya lagi alias owner.


"kamu tenang aja, saya yang akan minta izin ke bosmu"


"ya sudah baiklah pak Jo" ucap Ester akhirnya


"sekarang kita sarapan Jo"


"baik tuan"


Akhirnya mereka berhenti di salah satu tempat makan yang lumayan favorite di daerah itu.


"katanya disini makanannya enak tuan"


"oh iya, benar ngga" tanya judeo ke arah Ester


"tapi mahal pak" ucap Ester yang sudah tahu bahwa harga bukan masalah buat judeo.


judeo hanya tersenyum mendengarnya membuat Ester sedikit terkesima, belum pernah dia lihat judeo tersenyum seperti ini hanya karena masalah kecil.


Judeo makan satu meja dengan Ester, sementara jo satu meja dengan pengawal judeo.


Setelah selesai sarapan judeo dan rombongan segera melaju menuju rumah baru Ester dan Radit.


Rumah lantai dua yang terletak di komplek perumahan mewah daerah itu.


"ini rumah siapa pak" tanya Ester sambil memandangi rumah mewah itu.


"ini terlalu besar dan mewah pak, kami tidak butuh yang seperti ini. yang penting nyaman dan aman sudah cukup buat kami"


"aku tahu, aku tahu juga bahwa kamu akan menolak, tapi ini semua milik Radit dan harus diterima tidak ada pilihan lain, tidak boleh menolak"


"tapi ini terlalu mewah pak. masak seorang SPG tinggal di rumah semewah ini"


"siapa yang SPG"?


"ya, sayalah"


"kamu sekarang owner dari gedung itu"


"apa"


"kamu owner gedung itu, apa perlu di perjelas lagi"


"tidak pak, jangan, saya nggak bisa" jelas Ester


"saya ngga butuh jawaban kesanggupanmu"


"terus"


"ayo sebaiknya kita masuk dulu"


"iya pak"


"Ester, boleh ngga panggilanmu itu di rubah" tanya judeo menatap Ester

__ADS_1


"terus aku panggil apa"?


"terserah kamu"


"mas judeo"


"boleh juga" ujar judeo melangkah masuk


Begitu masuk rumah itu, Ester merasa seperti di alam mimpi. ini benar ngga sih, dia dan Radit akan tinggal di rumah sebesar ini?


"mas, benar deh ini terlalu besar bang, kami hanya butuh rumah yang biasa aja mas" ucapan Ester membuat judeo ketawa


"emang rumah ini luar biasa apa, perasaan biasa aja" ucap judeo sambil senyum.


"iya mas, kegedean"


"mendingan kamu lihat-lihat dulu ke dalam, kamarnya, dapurnya juga. Kamu tidak bisa menolak, hanya bisa menjalani"


"mas Deo masih pemaksa aja" gerutu Ester tapi masih di dengar oleh judeo membuat dia senyum-senyum sendiri karena Ester sudah berani menggerutu.


"iya, aku memang pemaksa" ucapnya mendekat ke Ester.


"kamarnya banyak banget mas"?


"kata Jo ada delapan kamar atas bawah"


"banyak banget"


"takutnya teman-teman kalian dari panti ingin nginap"


"kami bisa tidur dimana aja kok mas"


"tapi aku yang tidak bolehin kamu tidur di mana aja"


Ester kembali mengitari rumah besar itu, lalu naik ke atas yang ada balkonnya. Dari sana Ester bisa melihat pemandangan yang sangat bagus juga, bukan seperti kota Jakarta yang hanya terlihat atap-atap rumah padat penduduk.


"gimana, baguskan"? tanya judeo sambil mendekati Ester


"iya mas, bagus banget, tapi sepertinya kami tidak layak, ini seperti mimpi"


"kenapa tidak layak es"?


"karena selama ini kami hanya orang kecil mas, bisa hidup dan makan tiga kali aja sehari sudah bersyukur. jadi menurutku ini berlebihan" ucapnya menunduk


"Ester, aku kan sudah bilang sama kamu, semenjak kamu pergi aku mencarimu, tapi mami bilang orang suruhannya sudah menghabisimu. Hidupku hancur, belum pernah aku merasa kehilangan selama ini setelah dulu aku pernah kehilangan sosok ayahku, tapi setelah itu tidak pernah lagi. Dan aku investasi di daerah ini juga hanya mengikuti kata hati tanpa perduli untung rugi. Dan kamu tahu ternyata disini aku temukan semuannya, semuanya, semua kebahagiaanku. aku menemukanmu yang malah menemukan anakku juga dan papiku. Betapa bahagianya aku."


"sebenarnya mas Deo sungguh beruntung, sekalipun tanpa kasih sayang seorang papi mas Deo masih memiliki mami yang sayang dan perhatian"


" iya tapi mami sangat arogan, mami tidak pernah memelukku seperti papi, mami hanya ingin nilaiku bagus dan juara kelas minimal"


"itu karena dia tidak ingin mas Deo jadi orang bodoh"


"bukan, tapi demi gengsinya terhadap teman-teman dan koleganya"


"tapi hasilnya mas jadi pintar kan"?


"iya, pintar, hebat, tapi tidak punya perasaan dan kasih sayang"


"perasaan itu dari hati kita sendiri mas"


"iya, tapi dipengaruhi oleh lingkungan yang membentuknya" ucap judeo datar membuat Ester tidak bisa bicara lagi.


Hai readersku

__ADS_1


jangan lupa like, coment dan vote ya


Terimakasih


__ADS_2