
"Sepertinya tidak ada gunanya sekarang mami bicara sama kamu, saya sarankan kamu lihat dulu email kantor CJ" ucap ibu citra makin sombong.
Judeo melirik maminya dan melirik jo asistennya. Dengan cekatan jo membuka email kantor CJ dan melihat Email kiriman ibu citra. Disana tertera data saham judeo dan maminya di CJ(CITRAJUDEO).
Jo masih bingung arah pembicaraan dari nyonya citra dengan mengirimkan data data itu.Akhirnya dia membisikkan kepada judeo. Sejenak judeo juga bingung arah pembicaraan maminya, sampai maminya bicara cukup jelas dan tegas.
"mami akan cabut semua milik mami dari CJ kalau kamu memilih berkhianat" ucap bu citra jelas dan tegas.
Judeo kaget sejenak, bukan karena takut usahanya mandek atau bangkrut tapi lebih kepada tidak percaya dengan kenekatan maminya. Demi gengsinya dia harus mengorbankan anak semata wayangnya? Judeo benar -benar tidak salah langkah menilai papinya lagi yang katanya dulu di miskinkan oleh maminya.
"ohhhhhh, itu doank, kirain ada apa mami"! ucapnya santai tapi hambar
"huhhhh kamu masih pikir mami main - main deo " ujarnya senyum meledek
"kamu tidak bisa mengancam mami dengan masalah cewek kampung itu, Karena mami tidak ada sangkut pautnya" ucapnya lagi merasa yakin. Karena sebelumnya nyonya Citra sudah menyuruh orangnya untuk mencari orang yang dulu bertugas melenyapkan Ester, ternyata orangnya sudah tiada tertembak ketika di kejar polisi pada kasus lain.
"oke, " ucap judeo tenang membuat ibu citra bingung, bahkan judeo tidak perlu waktu berpikir untuk memutuskan.
"mami ingin tarik semua saham mami di CJ kan, tarik aja " ucapnya lebih tenang. Sementara jo sudah merasa takut, apa sebenarnya yang sudah di rencanakan oleh tuannya ini. Karena jo tahu kalau nyonya menarik sahamnya semua, gimana CJ kedepannya. Memang judeo ada beberapa hotel dan pusat perbelanjaan, tapi yang menjadi induk dari semuannya adalah CJ.
"kamu masih sombong deo, kamu pikir CJ bisa bergerak tanpa mami, CJ akan hancur" ucap ibu citra sambil memperagakan tangannya ke udara dengan penuh kesombongan.
judeo menatap ke langit - langit sejenak, lalu menarik nafas panjang.
"ya, bisa jadi sih, tapi Kalau pun itu terjadi aku tidak menyesal, " ucapnya akhirnya dengan mantap.
"apa" ibu citra yang melongo sekarang
Judeo bangkit dari kursinya Dan mundur ke belakang selangkah lalu merapatkan kursinya lagi.
"Aku memang tidak ingin CJ hancur, karena dia adalah kebanggaanku. Tapi kalaupun mami menginginkan itu terjadi, mungkin itu terjadi , dan berarti saatnya aku berpikir di gimanakan karyawanku. supaya mereka bertahan hidup. karena selama ini saya terlalu bangga dengan kebesaran CJ, dan itu adalah kesombongan terbesarku." ucapnya
__ADS_1
"kamu, kamu benar -benar sudah gila ya Deo" ibu citra makin geram di buatnya
"ngga juga, justru saat ini aku lagi sadar banget, Se sadar - sadarnya. Karena CJ itu emang lambang kesombongan kita kan, asal berhadapan dengan CJ orang sudah berpikir dulu matang - matang." ucapnya sangat tenang
"justru itu membuat kita di takuti orang, tetapi kita bukan mitra buat orang. sekarang aku tidak butuh yang begitu, aku hanya butuh bekerja lalu dapat keuntungan yang wajar" ujarnya langsung berlalu dari tempat maminya.
"baik kalau itu pilihanmu, berarti kamu juga belum tahu seberapa nekat mami ini. kamu pikir kamu bisa tenang di daerah itu, tidak akan terjadi" ucapnya penuh kemarahan sambil berdiri juga.
"tidak boleh ada orang yang berkhianat kepadaku hidup tenang, tidak bisa" ujarnya dengan muka merah.
Judeo juga terpancing kemarahannya karena maminya sudah menyinggung tentang tempat tinggal anak dan istrinya. berarti benar juga maminya sama sekali tidak berubah.
Kali ini judeo tidak akan kecolongan lagi, dia harus jadi pelindung buat anak dan istrinya.
"Kalau begitu lakukan yang anda mau nyonya citra yang terhormat, dalam kamus hidup anda memang hanya ingin menghancurkan orang lain. asal anda ingat di atas kekuasaan anda ada kuasa Tuhan yang tidak bisa di pengaruhi siapa pun." ucap judeo marah dengan tidak memanggil mami lagi, tapi nyonya citra.
Nyonya citra semakin terpaku di tempatnya, bukannya menciut ternyata judeo malah makin menjadi-jadi bahkan tidak memanggilnya mami lagi.
"Lihatlah nyonya rumah besar anda ini, sangat dingin, tidak seperti rumah papi yang kecil tapi penuh gelak tawa" lanjutnya
" Dan Ingat nyonya, tidak ada kejahatan yang sempurna, pasti ada jejakmu yang tertinggal" ucap judeo panjang lebar, lalu tanpa menoleh sedikitpun dia melangkah panjang dari rumah maminya. Dia takut semakin emosi mendengar maminya selalu menyudutkan dan menghancurkan orang lain.
Ibu citra juga terpaku di tempatnya berdiri.
Apa yang sudah aku lakukan?
Apa yang sudah aku ucapkan?
Judeo pasti akan semakin marah samaku?
Lalu apa lagi yang bisa ku lakukan?
__ADS_1
Dan apa katanya tadi, apa lagi yang ku miliki sekarang? Benar, judeo benar, aku sudah tidak memiliki apa - apa? Rumahku besar tapi hampa, tiada canda dan gelak tawa.
Ibu citra jadi linglung tanpa ada pegangan lagi, bagaimana ini, bagaimana hidupnya kedepan. Lalu apa arti hartanya yang banyak ini, mengapa judeo seolah tidak ingin jadi pewarisnya disaat banyak anak yang menunggu warisan orang tuannya.
"ibu, ibu tidak apa - apa"? tanya Clara yang khawatir dengan keadaan bosnya. Clara langsung menuntun ibu citra untuk duduk di kursi meja makan itu.
Ibu citra masih terlihat bengong sampai beberapa waktu. Lalu dia bicara perlahan kepada Clara asistennya.
"hancurkan semua" ucapnya dengan tatapan marah ke satu titik di depannya.
"sebaiknya ibu tenang dulu, besok baru kita bicarakan ya" ucap Clara yang tahu banget posisi bosnya sekarang.
"tidak, mereka harus hancur" ucapnya tetap kekeh sudah sambil berurai air mata. Tapi terlihat banget kalau hati ibu citra sekarang sedang hampa dan kosong.
"baik Bu, sekarang sebaiknya ibu ke kamar ya. apa ibu makan dulu sedikit"? Clara khawatir bosnya sakit, apalagi tadi makan malam belum jadi malah sudah berdebat hebat.
"ngga, " ucapnya lemah
Akhirnya Clara mengajak bosnya ke kamarnya, dan menyiapkan keperluan bosnya.
Clara memang orang kepercayaan ibu citra yang sudah dianggap seperti anak oleh ibu citra. Clara adalah janda tanpa anak yang di tinggal suaminya dengan wanita lain. Kesamaan latar belakang itu membuat Clara dan Bu citra awet bekerja sama.
Clara sudah memutuskan untuk membiayai hidup keponakannya yang sudah dia anggap anak.
Sejujurnya Clara juga kasian dengan ibu citra, tapi menghancurkan anaknya juga bukan pilihan tepat.
Terimakasih ya
Sudah like, coment dan vote
Happy reading🙏
__ADS_1