AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 136 LANJUTKAN


__ADS_3

Setelah perbincangan siang sampai sore hari itu, semua orang di rumah judeo merasa sedikit sedih, karena Ester dan Radit akan ikut ke Jakarta. pasti mereka yang disana semua merasa kehilangan. karena selama ini walaupun bukan keluarga kandung tapi kehadiran Ester dan Radit sudah seperti keluarga kandung di rumah itu.


Radit yang belum tahu apa - apa masih ceria mengajak kakek dan papanya untuk bermain catur. Sementara Ester dan ibu Silvia sedang menonton sinetron.


Pukul enam lewat Aldo sudah tiba di rumah judeo.


"hallo semua" sapa aldo


"kamu sudah datang nak" sambut pak ganda sama anak bungsunya


"iya pa, tadi agak cepat kerjaanku kelar" ucap Aldo sambil menyalami judeo juga.


"kak judeo kapan sampai"?


"tadi siang"


"ohhh, kalau begitu aku ketemu mama sama Ester dulu" ucap Aldo enteng. Tapi begitu judeo mendengar Aldo mengucapkan nama Ester dengan tenang dia sedikit kurang terima. bukannya apa - apa dia takut wanitanya itu berpaling, apalagi Aldo adalah cowok tampan dan baik, bukan seperti dirinya tampan memang tapi perilakunya tidak ada yang bisa di banggakan. Sementara Ester juga bukan wanita yang gila harta, malah cenderung menilai hati. Itulah yang membuat judeo kurang nyaman.


"Ester lagi istirahat kayaknya" ujar judeo cepat


"ohhhh" Aldo tetap melangkah masuk menemui ibu Silvia.


Begitu Aldo masuk terlihat Ester dan mamanya sedang serius menonton sinetron.


"mama" teriak Aldo


"Aldo" gumam Bu Silvia


"kak Aldo" gumam Ester


Setelah berpelukan dengan ibunya dan menyalami Ester, mereka berbincang sebentar saling menanyakan kabar. setelah itu Aldo langsung mandi.


Malamnya semua orang sudah ngumpul di meja makan. Mereka makan malam lengkap semuannya.


Setelah selesai makan malam, judeo mengajak pak ganda dan Aldo ke ruang tamu. Sementara Radit Dan pengasuhnya langsung belajar dulu, baru nanti bisa main sebentar dengan kakeknya.


"ada apa kak deo" tanya Aldo yang penasaran kenapa mereka bertiga sepertinya ingin bicara serius.


"sepertinya sangat serius" lanjut Aldo


Terlihat judeo menarik nafas berat lalu membenarkan posisi duduknya lalu menatap papinya.


Aldo semakin yakin kalau ini ada pembicaraan serius. Sementara pak ganda tetap terlihat tenang dan diam.

__ADS_1


"begini do," ujar deo akhirnya memulai pembicaraan. Terlihat Aldo dan pak ganda serius menunggu ucapan judeo.


"Ester itu sedang hamil, sedangkan aku tidak mungkin meninggalkan kerjaanku di Jakarta. Jadi aku ingin mengajak Ester dan Radit ke Jakarta." ucapnya pelan lalu dia menatap keduannya bergantian sambil menunggu reaksi mereka.


"Aku tahu, kalian pasti berat melepas mereka. Dan tadinya aku juga tidak mau egois untuk langsung membawa mereka ke Jakarta. Tapi ini beda lagi kenyataannya, aku tidak mungkin membiarkan Ester menjalani kehamilannya sendiri tanpa suami, aku ingin selalu di dekatnya" tutur judeo serius


Aldo terlihat sedikit bingung dan ngga ngerti mau bilang apa. Karena hal ini memang cukup mengagetkan baginya. Hal ini masih tidak terpikirkan sama sekali sebelumnya.


"Apa Ester sudah setuju"? tanya Aldo serius


"sudah" jawaban judeo sangat pendek


"huhhhh" terlihat Aldo menarik nafas dalam dan membuangnya lagi. Terlihat dia kurang setuju dengan keputusan Ester, tapi mau gimana lagi kalau sudah keputusan Ester, ya ikutin aja.


"ya kalau Ester sudah setuju, apa hak kami melarangnya" ujar Aldo bingung sendiri dengan ucapannya.


"Aku hanya berharap kak judeo bisa menjaga Ester dan Radit dengan sangat baik. karena kalau tidak kami akan menariknya kembali dan tidak akan kami izinkan untuk ditemui" ujar Aldo serius


"aku akan menjaga mereka dengan baik" ujar judeo pasti.


"aku pegang kata - katamu" ucap Aldo akhirnya.


"terus kapan kalian pindah" tanya pak ganda akhirnya karena dari tadi dia hanya jadi pendengar tanpa banyak bicara. Sejujurnya dia belum siap jauh dari Radit, tapi mau bagaimana lagi, perkembangan anak itu juga harus yang utama.


"mau ngurus apa saja, siapa tahu ada yang bisa saya bantu" kali ini Aldo yang menawarkan bantuan.


"yah iya do, justru itu saya mau bicara serius sama kamu"


"katakanlah" ujar Aldo menatap kakak nya itu


"do, kamu kan tahu saya sudah lama tidak merasakan kasih sayang seorang papi, ehhh begitu ketemu malah harus berpisah lagi." jawab judeo


"terus apa tujuan ucapanmu"


"kakak sudah pikirkan baik - baik, kakak punya usaha disini pusat perbelanjaan itu sama pengembangannya yang sedang berlangsung, saya minta tolonglah kamu pegang itu, untuk masa tua papi" ucap judeo serius.


"saya pasti ngga mampu untuk itu"


"nanti aku akan kirim orang untuk membimbingmu" ucap judeo lagi.


Pak ganda menatap judeo sangat dalam, ingin mencari tujuan di mata anaknya itu. Tapi dia tidak menemukan apa - apa disana dia hanya melihat ketulusan.


"kenapa kakak serahkan itu samaku"

__ADS_1


"daerah ini butuh penanganan khusus Aldo supaya bisa maju. Sementara aku harus fokus di Jakarta dan sama Ester nantinya. Pasti waktuku akan sangat kurang ke sini sampai Ester lahiran" ucap judeo


"anggap aja proyek ini yang akan membawamu maju jadi pengusaha lagi. Aku yakin papi juga masih punya ilmu untuk itu." lanjut judeo.


Pak ganda terlihat manggut - manggut walau dia belum tahu bisa apa tidak dia melakukan itu semua.


"deo, bukannya papi tidak setuju dan meragukan kemampuan Aldo, tapi papi harus ikut campur karena ini adalah usaha besar bukan biaya kecil" tutur pak ganda.


"Pi, saya sebenarnya ingin berikan ini sama papi karena sudah merawat Radit dan Ester selama ini, tapi aku pikir sudah waktunya papi istirahat, makanya aku serahkan ke aldo dan hasilnya untuk hari tua keluarga papi" ujar judeo panjang lebar.


Pak ganda terlihat terharu mendengar anaknya masih memikirkan hari tuannya.


"Rumah ini adalah milik Radit, jadi silahkan papi tempati sampai suatu saat Radit dewasa dan sudah tahu mengelolanya, itu aku akan kembalikan ke Radit. Tapi sampai Radit dewasa papi tinggallah disini dan jangan kembali ke panti"


"tapi pantinya gimana" ucap pak ganda


"kalau menurut saya tutup aja Pi, yang masih ada disana kan sudah ada beberapa orang yang mandiri, selebihnya berdayakan aja buat menjaga panti itu" ujar judeo


"kalau mengenai panti saya setuju kak judeo Pi, nanti akan saya pikirkan mereka ke depannya"


"bagus Aldo, tapi kamu juga harus tinggal di rumah ini, untuk jaga papi dan Tante Silvia."


"iya, kalau itu akan aku pikirkan, tapi mengenai perusahaan aku belum tahu" ujar Aldo jujur


"baiklah untuk sementara akan di pegang oleh Jo, sampai kamu bisa baru dia lepas"


"mengenai biaya operasional jangan takut, saya sudah alokasikan dananya, yang penting kamu bisa mengelola dulu"


"akan saya usahakan" ujar Aldo akhirnya


"belajarlah sama pakarnya ini" jelas judeo menunjuk papinya dengan dagunya.


"saya akan bantu sebisa saya do" ucap pak ganda akhirnya.


"nahhh syukurlah" ucap judeo


Hai semua


Dukung terus ya


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2