AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 65 BAHAGIA


__ADS_3

Melihat keseriusan judeo berbicara, hati Ester sedikit luluh. Lagian mungkin semua sudah nasibnya, harus ia jalani dengan ikhlas. Toh dulu di apartemen Judeo sudah mulai memperlakukannya dengan baik.Judeo juga tidak salah sepenuhnya, karena bisa aja dia memang ngga tahu sama sekali.


"siapa nama lengkapnya"


"Raditya Suganda"


"nama yang bagus" ucap judeo sekilas ingat nama ganda, nama papinya.


"itu nama pemberian bapak dan ibu yang sudah menyelamatkan kami, aku dan anakku"


"ohhhhh, aku jadi ingin berkenalan dan berterima kasih sama mereka" ucap judeo sementara Ester hanya diam sesaat sebelum cerita tentang pak Ganda.


"Mereka orang-orang kiriman Tuhan untuk menolongku. Mereka benar-benar support aku, apalagi Radit. Bapak itu membuat Radit seperti cucu kandungnya, semua untuk Radit" ceritanya.


"Belum lagi Aldo anak mereka, dia sangat sayang sama Radit. Tiap dia ada waktu senggang pasti akan mengajak Radit jalan-jalan. Pokoknya disini kami dicintai dan disayangi"


Ucapan Ester membuat hati judeo sedikit sedih, malah orang lain yang sayang sama anaknya.


Untuk beberapa saat mereka berdua jadi terdiam sampai akhirnya Ester memberanikan diri untuk bertanya.


"pak judeo, apaaaa bapak..." Ester takut untuk meneruskan pertanyaannya. Ester melirik wajah judeo, dia takut kalau judeo jadi marah tiba-tiba.


"kenapa Ester, kamu mau tanya apa" tanya judeo lembut, membuat Ester berani bertanya lagi.


"apa pak judeo sudah menikah dan punya anak" tanya Ester pelan lalu menunduk.


Judeo menatap Ester intens sampai akhirnya dia menjawab. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.


"iya, saya sudah menikah dan punya anak." Ester terdiam tidak tahu sedih atau bagaimana. Tapi ada rasa yang tak rela dalam hati kecilnya.


"istri saya kamu dan anak saya Radit" ucap judeo lagi, membuat Ester sedikit merasa lega.


'kenapa hatiku sepertinya plong mendengarnya ya, apa aku berharap jadi istrinya atau aku senang karena dia sebut aku istrinya? apa aku mencintainya?' batin ester


"kamu tahu Ester, setelah kepergian kamu hidupku tambah hancur. aku ngga tahu, kenapa aku sekehilangan itu.Padahal tadinya bagiku kamu hanyalah bonekaku, yang ingin kupermainkan dan kubuat pusing, tapi ternyata salah malah akulah yang lebih pusing." ucap judeo terlihat sangat serius.


"aku semakin tidak butuh pernikahan, aku bisa menikmati wanita tanpa menikah, itulah prinsip ku dulu, hanya kamu wanita yang minta dinikahi tanpa minta ini itu" ucapnya lagi


"tapi setelah aku coba berpetualang malah aku tambah jijik dengan wanita, aku seperti alergi, aku benci, sampai aku melihatmu di mall itu tadi pagi. Aku seperti berubah tiga ratus enam puluh derajat. jauh dilubuk hatiku, hatiku bergetar, sangat bahagia kamu masih hidup, ditambah lagi begitu melihat wajah Radit, aku seperti melihat foto-foto kecilku di rumah" ucap judeo serius.

__ADS_1


Di puji dan dihargai judeo sedemikian membuat Ester menjadi salah tingkah.


"ahhh pak judeo sebaiknya ganti baju dulu, biar saya tunggu disini, takutnya nanti kemaleman" ucap Ester akhirnya.


"iya, saya akan ganti baju, kamu tunggu disini, ngga usah kemana-mana, bodyguard bersama kamu" ucap judeo melirik body guardnya. Ester juga mengikuti lirikan judeo dan benar aja disana ada orang yang duduk di meja security.


Judeo masuk ke kamarnya sementara Ester masih setia duduk disana sambil memikirkan semua perkataan judeo tadi.


'apa nanti tuan judeo memaksa kami ikut ke Jakarta' batin ester


Saat judeo masuk untuk ganti baju, Ester menggunakan waktunya untuk chat dengan Aldo.


'kak Aldo kami lagi di hotel ini bersama ibu dan radit'


Terlihat belum dibaca karena masih centang dua doank.


"lagi sibuk ya kak"


"kak Aldo tahu ngga, kami ketemu papanya Radit"


"ternyata dia yang mengelola mall tempat aku kerja sekarang"


"tapi sepertinya dia sudah berubah"


Itulah bunyi chat Ester sama Aldo, yang ternyata sedang agak sibuk.


Sementara judeo yang ingin ganti baju ke kamarnya merasa berbunga-bunga dan senang seperti orang yang sedang jatuh cinta. Beberapa kali dia senyum sambil mengeluarkan pakaiannya dan kadang juga sedih kalau ingat betapa menyedihkan kehidupan anaknya selama ini, hidup tanpa seorang ayah. Tapi dalam hati dia berdoa.


'Untuk pertama kali aku mengucap syukur kepadamu Tuhan, sudah sangat lama hal itu tidak aku lakukan. Dan untuk pertama kali aku mohon dengan tulus jagalah anak dan istriku, jangan biarkan aku kehilangan mereka lagi. Aku tahu aku bukan orang baik, aku tidak patuh dan aku tidak layak untuk memohon kepadaMu, tapi dengan segala ketulusanku aku mohon satukan kami, biarkan kami bahagia Tuhan' amin


Kali ini Judeo benar-benar tulus dan takut kehilangan anaknya dan Ester. Lalu dia segera ganti baju dan menemui Ester diluar.


Tidak berapa lama judeo sudah tampil dengan pakaian lebih santai, kaos kerah dengan celana lev.s polos.


"ayo kita susulin Radit di atas"


"baik pak"


Mereka pun akhirnya masuk kedalam kotak lift yang akan membawa mereka sampai ke lantai paling tinggi, atau kalau di hotel bintang atau bangunan bagus sering disebut rooftop.

__ADS_1


Sepanjang naik lift mereka berdua sama-sama canggung dan grogi. Seorang Judeo yang biasanya sangat percaya diri berhadapan dengan siapapun, untuk kali ini dia tidak sepercaya diri itu mendekati Ester.


Begitu sampai atas judeo dan Ester langsung menemui Radit dan asistennya yang sibuk foto-foto dan sesekali mereka menunjuk pemandangan indah dibawah sana.


"seru banget ya" ucap Radit


"seru ya, apa kita sudah bisa turun" tanya judeo mengalihkan perhatian mereka.


"sudah om, ayo kita turun, saya sudah banyak foto" jawab Raditya


"ayo" judeo langsung menggamit tangan raditya, untuk dia gandeng. Terlihat Raditya juga sangat welcome dan senang. Jadilah mereka berjalan bergandengan.


Judeo merasa sangat bahagia bisa menggandeng tangan anaknya. kebahagiaan ini mengalahkan kebahagiaan judeo saat memenangkan tender miliaran.


"kamu senang" tanya judeo sambil berjalan


"sangatttt senang" jawab Radit antusias


"kapan-kapan kita jalan-jalan lagi ya"


"oke om, tapi bilang mama dulu ya"


'Kamu anak yang sangat baik, sementara aku tidak pernah semenurut kamu dari kecil' batin judeo sambil menatap kepala Radit.


Ester yang melihat interaksi antara judeo dan Radit pun sangat terharu. Mungkin ikatan darah diantara mereka membuat mereka gampang menerima satu sama lain. Ester tahu Radit bukan orang yang gampang akrab dengan orang baru. Begitupun judeo bukan orang yang suka anak kecil, bukan penyayang anak kecil, tapi lihatlah sekarang, siapapun yang melihat interaksi dan wajah mereka pasti tahu mereka papa dan anak.


'Semuannya aku serahkan kedalam tanganmu Tuhan, karena rencanaMu selalu indah pada waktunya' doa Ester dalam hati.


Selama didalam lift Radit selalu dipeluk judeo di depannya, sambil melingkarkan kedua tangannya di bahu Radit.


Begitu sampai di lantai dasar, supir dan mobil sudah menunggu mereka di lobby.


Dengan sigap supir itu membuka pintu untuk Judeo dan juga Radit. begitu juga Ester dan pengasuh Radit.


Hati judeo benar-benar senang dan bahagia. Ini sangat susah dijelaskan kepada orang lain, hanya bisa dirasakan.


Hai readers yang setia


jangan bosan ya

__ADS_1


tetap like, coment dan vote


terimakasih


__ADS_2