
"terus apa rencanamu"? tanya pak ganda serius
"aku harus bicara serius sama mami" ucap judeo yakin
"iya deo, hal ini tidak boleh berlarut - larut, aku takut mamimu jadi salah paham dan melakukan sesuatu "
"iya pi, makanya saya sudah bilang Jo untuk undang mami nanti malam ke sini"
"tadi gimana reaksi mamimu lihat Ester" tanya pak ganda dengan mimik serius ingin tahu.
"mami belum ketemu Ester Pi, tadi Ester di dalam kamar saat aku bicara sama mami"
"ohhh jadi mamimu belum tahu istrimu itu Ester"? tanyanya setengah kaget, karena jujur dari tadi dia berpikir citra sudah bertemu Ester.
"belum Pi"
"ya sudah, berarti biar kita lihat dulu reaksi mamimu saat ketemu Ester. Aku yakin itu juga lumayan berpengaruh nantinya"
"iya Pi, kalau begitu kami pamit dulu Pi. mau mandi dan ganti baju dulu"
"Ya sudah sana"
Dan tepat di Jam tujuh malam citra sudah sampai di rumah judeo. Ibu Citra datang bersama Clara asistennya dan juga tiga pengawalnya.
Dia tidak disambut oleh siapa pun, langsung di persilakan masuk ke ruang tamu oleh pengawal judeo. Dengan sangat sombong dan percaya dirinya ibu citra masuk dan langsung menuju ruang tamu.
Ternyata disana sudah menunggu pak ganda dan istrinya ibu silvia, begitu juga jo asisten judeo.
"silahkan duduk citra" ucap Pak ganda ramah dan di sampingnya berdiri tante silvia istrinya.
Ibu citra langsung duduk tanpa mengucapkan apa pun. Jelas sekali disana kalau situasinya kurang rileks bahkan sangat kaku. Ibu citra langsung mengamati seluruh ruangan rumah itu karena enggan menatap pak ganda dan ibu silvia yang duduk bersebelahan di sebrang meja di hadapannya.
"jo tolong panggil judeo, maminya sudah datang" ucap pak ganda ke arah jo dengan lembut.
"iya pak " jo langsung menghubungi tuannya yang berada di kamar atas bersebelahan dengan kamar radit.
__ADS_1
Tidak berapa lama terlihat dari lantai atas judeo menuruni tangga bersama seorang wanita yang berjalan di balik punggungnya serta seorang anak kecil.
Ibu citra yang masih sangat marah sama judeo memilih memalingkan wajahnya menunggu judeo membawa wanita itu ke hadapannya.
Ibu citra berpikir bahwa judeo akan memperkenalkan istrinya itu kepadanya sekalian Minta maaf karena menikah diam-diam.
Tapi tebakan ibu citra salah, begitu Sampai lantai bawah judeo langsung mengajak istrinya duduk di dekat Pak ganda dan istrinya beserta anak kecil itu. Melihat pergerakan judeo bukan ke arahnya darah ibu citra kembali mendidih karena merasa tidak di hargai. Dia langsung memusatkan pandangannya kepada tiga orang yang baru datang itu. Dan...
Jedarrrrrrrrrr
Ibu citra melihat anak kecil yang sangat mirip dengan judeo waktu kecil. Hatinya susah di jelaskan melihat anak kecil itu. Mungkin memang benar bahwa darah itu pasti akan bisa di bohongi.
Dan tunggu mamanya anak ini, istri judeo... sepertinya saya sangat familiar tapi di mana Ya? batin ibu citra.
Yang tidak kalah terkejut adalah clara asisten bu citra. Dia masih ingat betul wajah Ester yang dulu tinggal di apartemen pak judeo, Biar pun jujur sekarang Ester jauh lebih cantik.
Selama ibu citra mengamati Ester dari ujung kaki ke ujung rambut, clara sang asisten membisikkan sesuatu membuat mata ibu citra melotot baru sadar.
'bu, itukan wanita yang dulu di bereskan kelompok Andi, yang katanya menikah dengan pak judeo ' bisik clara dekat telinga bu citra.
Ya jelas aja bu citra kaget dan khawatir, apalagi kemarin judeo bilang pegang semua data penghilangan Ester waktu itu, ternyata dia masih hidup dan istrinya judeo.
Tapi bukan ibu citra kalau tidak gengsi. aku tidak boleh kalah sama cewek ini, kamu bisa aja lolos dulu, tapi kali ini tidak, judeo itu anakku, aku harus bisa mengendalikannya lagi.
Dan anak ini mungkin aja anak judeo, sewaktu mereka dulu tinggal bersama.
Kalau itu benar aku akan merebut hak asuh anak ini, dia harus aku siapkan untuk menjadi generasi penerusku., batin ibu citra.
Sementara pak ganda mempersilakan anak dan menantunya itu duduk dan memanggil cucunya untuk mendekat.
"Ayo deo duduk, Ester duduk dulu, radit sini sayang sama kakek nenek" ucap pak ganda.
"iya kek, pa radit sama kakek ya? " tanya radit minta persetujuan judeo, judeo hanya mengangguk.
Radit langsung berlari ke dekat kakeknya Dan duduk di antara pak ganda dan ibu silvia, sementara judeo menuntun Ester yang seperti takut berhadapan dengan ibu citra untuk duduk di dekatnya.
__ADS_1
Untuk sementara keadaan jadi sangat kaku, semua terdiam dengan pikiran masing - masing. Melihat kekakuan itu ibu silvia punya inisiatif untuk mengajak radit main di kamarnya.
"radit, Papa sama kakek mau bicara urusan orang dewasa, gimana kalau kamu sama nenek dulu di kamar nenek. Kita bermain sama nenek, mainan baru kamu tadi " ajaknya karena merasa bahwa suaminya dan judeo harus bicara dulu dengan serius.
"ma" ucap pak ganda, karena bingung kenapa tiba - tiba istrinya itu mengajak radit masuk tidak ikut bicara. Pak ganda takut ibu silvia tersinggung atau merasa tersisih.
"Pa, papa dan judeo harus bicara serius yang radit dan saya tidak terlibat, jadi kami di kamar aja dulu ya, tenang aja aku percaya papa " jelas bu silvia ke suaminya dengan senyuman manis.
"ya sudah ma" ucap pak ganda akhirnya mengerti juga jalan pikiran istrinya. Dan dia tidak keberatan istrinya membawa cucunya masuk lagi.
Tapi baru aja bu Silvia ingin bangkit berdiri by citra sudah menyela.
"tunggu" perintahnya dengan suara meninggi membuat semua orang kaget.
"kenapa kamu ingin masuk, kenapa tidak ingin disini? kamu takut keburukanmu terbongkar? Dan anak itu anaknya siapa kenapa bisa memanggil judeo papa " ucap bu citra berapi - api.
Mereka semua yang disana saling pandang dan bingung. Tapi judeo langsung mencegah maminya bertindak lebih jauh Karena ini bukan di rumahnya di Jakarta.
"Cukup mami, jangan bertingkah seolah - olah mami tuan rumah di sini, tahulah etika bertamu" ucap judeo dingin menahan marah.
"Tante Silvia bawa aja radit masuk, dan kamu jo Dan Clara tunggulah di teras atau di ruangan lain, ini urusan keluarga " perintahnya tanpa memandang mereka.
Ibu citra melengos mendengar ucapan judeo, jelas sekali disini kalau dia tidak punya power karena ini bukan rumahnya. Dan mengenai wanita pelakor itu kenapa judeo jadi membelanya?
Ibu silvia mengajak radit ke kamarnya, sementara jo menunggu di ruang makan sambil bekerja, begitu juga clara memilih menunggu di mobil sambil bekerja.
Sementara di dalam rumah persisnya di ruang tamu keadaan sangat kaku. Pak ganda bingung untuk memulai dari mana karena dia takut nantinya membenturkan judeo dan maminya.
"Sekarang tolong jelaskan mi, apa maksud mami datang ke sini"?
"untuk membuka mata mami tentang persekongkolan kalian" ucapnya senyum penuh ledekan.
Hai readers,
Terimakasih tetap setia
__ADS_1
like, coment dan vote ya
Terimakasih 🙏