
Happy reading guys
Ibu citra terlihat bingung sekarang, apalagi Ester masih bersimpuh di kakinya.
Sejujurnya dia akui ,sekarang judeo terlihat lebih bahagia memang dan ibu citra tahu juga kalau selama ini judeo banyak menghabiskan duitnya di Club malam dan dengan wanita - wanita kurang jelas.
Sementara sekarang judeo ingin berubah baik dan setia kepada istrinya, kenapa dia malah tidak mengizinkan.
'Dia wanita baik - baik citra, wanita yang sederhana dan polos' batin ibu citra dari satu sisi
'dia orang miskin citra'batinnya dari sisi lain
Ibu citra masih berdiri bengong dengan perang batinnya sementara Ester masih menunduk di kakinya. Sepersekian detik Ester merasa pusing lalu brugggg ,,,ternyata dia sudah tidak sadarkan diri atau pingsan.
Ibu citra yang merasa Ester sampai menyentuh kakinya mengangkat kepalanya seperti gayanya biasanya dan belum sadar kalau Ester sudah pingsan.
"bangun kamu" ucapnya. Tapi sampai menit berikutnya Ester tidak bangun juga bahkan ibu citra tidak merasakan pergerakannya.
"bangun kamu " ucapnya sambil menarik kakinya membuat tubuh Ester terguling sehingga Ibu citra mau ngga mau harus melihat ke bawah.
"hei bangun kamu," ucap bu citra mulai khawatir.
'kenapa kamu bisa pingsan, apa kamu terlalu tertekan atau ada penyakitmu ' batin bu citra
Judeo pasti akan menuduhnya membuat wanita ini pingsan. bagaimana ini, biar bagaimana pun judeo pasti menuduhnya?
Ibu citra jadi blenk sendiri, kenapa jadi begini.?
"deo deo " teriak bu citra
Tapi bukan judeo yang datang malah sekretarisnya judeo dan clara yang duduk di Depan mendengar teriakan ibu citra.
"ibu " teriak clara
"panggil dokter " teriak bu citra
Dengan cekatan Sekretaris judeo memanggil dokter perusahaan untuk datang ke ruangan judeo. Lalu Dia berlari ke ruangan jo untuk memanggil pak judeo.
brakkkk
"pak " ucapnya masih ngos - ngosan
"kenapa " judeo sudah bangkit dan melangkah. dia sudah yakin terjadi sesuatu dengan Ester. Dengan langkah sangat cepat judeo langsung menuju ruangannya yang tidak jauh.
Pintu ruangannya terbuka lebar sehingga dari luar saja judeo sudah melihat istrinya tergeletak Dan sedang berusaha di angkat oleh clara asisten maminya.
"apa yang kalian lakukan " teriak judeo langsung meraih tubuh istrinya dan mengibaskan tangan clara. Dia langsung mengangkat tubuh istrinya ke sofa ruangan itu.
"jo, panggil dokter " teriaknya
"sudah pak sedang menuju ke sini" ujar sekretarisnya
"apa yang mami lakukan sama istriku, apa mi, sampai kapan mami menyakitiku, sampai kapan mami menyiksaku mi,"? ucap judeo masih mengelus pipi istrinya tanpa menoleh ke maminya dan air matanya sudah menetes di pipinya.
Ibu citra baru ingin menjawab saat jo langsung mendekat.
"pak, dokter datang" ujar jo
"permisi " ucap dokternya
Judeo langsung bergeser sedikit untuk memberi ruang untuk dokter itu memeriksa Ester. Judeo sangat geram dengan maminya saat ini, karena menurut judeo maminya pasti telah melakukan sesuatu kepada istrinya.
'kalau terjadi sesuatu dengan istriku, aku tidak akan memaafkan mami ' batin judeo geram
__ADS_1
Beda lagi dengan Ibu citra, dia seperti seorang tersangka tunggal yang menyebabkan wanita ini pingsan. Yang paling menyedihkan alam seolah mendukung ibu citra jadi tersangkanya. Karena di ruangan ini hanya mereka berdua.
Sementara asistennya clara juga bingung harus gimana, dia juga punya keyakinan kalau bosnya ini telah melakukan sesuatu kepada Ester istri dari anaknya sendiri.
Terlihat dokter yang menangani Ester mengerutkan keningnya. lalu masih memegang pergelangan tangan Ester sambil melihat alat di tangannya.
"pak, sebaiknya ibu ini di bawa ke klinik bawah" ucap dokternya
"kenapa dia, apa ada yang serius" judeo langsung menyela
"iya pak, sebaiknya saya cek dulu untuk memastikan"
"baiklah, ayo " ujar judeo langsung mengangkat tubuh istrinya dan langsung masuk lift.
Begitu sampai di klinik, Ester langsung diletakkan oleh judeo di ranjang pasien.
Judeo sangat setia menunggu Ester yang belum sadar. Judeo melihat setiap hal yang dilakukan dokter kepada istrinya.
Ketika dokter mengangkat baju istrinya, dia tidak mengizinkan.
"mau di apain itu " Tanya judeo
"mau dilakukan usg, untuk memastikan pak" Lalu dokter itu menyuruh suster untuk mengolesi perut Ester dengan sesuatu seperti gel.
Dokter itu langsung menggeser - geser alatnya di sekitar perut yang di olesi gel. Dan tidak lama dia langsung meletakkan alatnya kembali.
"gimana istri saya " dokter itu kaget ketika judeo bilang wanita itu istrinya, tapi dia tidak berani bertanya karena dia cukup tahu siapa judeo.
"tidak ada apa - apa pak, istri bapak hanya sedikit tertekan mungkin, dan Karena Dia sedang mengandung. selamat ya pak janinnya berusia sekitar tiga minggu " jelas dokter
"apa dok, istriku lagi hamil"?
"iya pak, janinnya sekitar tiga minggu"
Terharu karena dia akan dikaruniai seorang anak lagi. Tapi dia sedih karena melihat istrinya sedih dan terbaring tak berdaya di tempat tidur itu.
Sekitar tiga minggu, berarti itu sejak awal judeo kembali bersama Ester.
"tapi kenapa dia belum sadar dok"
"itu hanya sebentar pak, nanti juga akan sadar, kita tunggu aja " ucap dokter itu sambil merapikan alatnya.
Judeo dengan setia menunggu istrinya sadar di ruangan itu. Sementara jo ketika melihat dokter keluar dia pun menghampiri tuannya di dalam.
"gimana nona Ester tuan " tanya jo melihat tuannya hanya bengong memandangi tubuh Ester yang terbaring.
"dia ternyata hamil jo, hamil, aku mau punya anak lagi jo " cerita judeo sambil meneteskan airmata.
"ohhh syukurlah tuan " jo ikut senang mendengarnya.
"iya jo, aku senang tapi juga takut sama wanita itu" ucap deo lagi
"tapi sepertinya nyonya citra juga khawatir kok tuan, sepertinya Nona Ester pingsan bukan Karena nyonya "
"terus "
"soalnya nyonya juga sampai mengikuti tuan dan nona Ester ke bawah ini"
"dimana dia "
"ada di luar "
"aku keluar dulu jo, kamu jagain istri saya, panggil saya kalau dia bangun" ujar deo
__ADS_1
"baik tuan"
"saya titip istri saya sus, kalau ada sesuatu segera kabari saya"
"iya pak " ucap sang suster
Judeo melangkah keluar dari ruang rawat pasien di klinik itu. Diluar dia sudah melihat sekretarisnya, clara dan juga maminya.
Ibu citra terlihat salah tingkah, mau bertanya dia ragu karena egonya.
Sementara judeo melihat keresahan maminya, dan Judeo melangkah mendekati maminya.
"jangan sampai aku tahu mami membuat istriku pingsan"
"aku tidak melakukan apa - apa"
"semoga begitu, karena kalau itu terjadi mami akan benar - benar kehilangan aku. Karena aku tidak mau anakku kenapa - napa " ujar judeo
ceklek
"tuan nona Ester sadar" panggil jo membuat judeo langsung melangkah masuk ke ruangan istrinya.
"masss" panggil Ester
"sayang, kamu sudah bangun "? tanya judeo
"sudah mas, ibu mana"? tanya Ester mulai ingat kejadian terakhir sebelum pingsan
"apa dia menyakitimu"? tanya judeo
Ester menggelengkan kepalanya.
"terus "
"aku minta restunya "
"apah"
"aku minta restu ibu mas"
"ngapain, percuma, dia keras kepala "
"ibu hanya kangen mas deo"
"apah "
"iya mas, sebenarnya ibu itu terlalu sayang mas deo, hanya saja caranya salah"
"kalau sayang tidak mungkin menghancurkan"
tukas judeo
Hai semua
Jangan lupa ya
like
coment
dan vote
Terimakasih
__ADS_1