
Hampir sore hari rombongan judeo sampai di rumah kontrakan Ester. Radit masih tidur saat judeo mengangkatnya dari mobil.
"tidurkan disini pak" ucap ibu pengasuh radit sambil memasang kasur lantai tipis.
Judeo meletakkan radit di kasur tipis itu, kasur yang tidak layak menurut judeo karena sudah lusuh. Tapi ini nyata, darah daging seorang judeo Zack tidur dikasur tipis yang lusuh. Bahkan kasur tukang kebun di rumahnya kasurnya berkali lipat lebih bagus dari ini.
Walau hatinya menjerit judeo berusaha tenang.
'ini hanya tinggal sementara, Tinggal menunggu waktu ' batin judeo.
"kita pulang sekarang pak" tanya jo kepada tuannya.
Tapi judeo bukan menanggapi itu malah berpaling ke Ester, berharap Ester mau ikut dengannya ke hotel.
"kalian ikut aja ke hotel ya, saya ngga mungkin biarin kalian disini " mohon judeo ke Ester.
"pak judeo, kami sudah lama tinggal disini dan kami bisa hidup dengan baik " jelas Ester tapi sulit diterima judeo.
Dengan berat hati judeo harus meninggalkan mereka di sini.
"baiklah kami pulang ke Hotel dulu, titip radit " ucap judeo membuat ester tertawa ngakak.
"pak judeo , Pak judeo, radit itu anak saya dan tumbuh besar bersama saya, malah bapak bilang titip " ucap ester tertawa Lepas Karena merasa sedikit lucu.
melihat ester tertawa lepas hati judeo berbunga-bunga bahagia ,senang rasanya, entah kenapa sulit juga dia jelaskan.
"iya ya, aku sampai lupa itu"
"sudah gih kalau mau pulang, kami juga mau istirahat, besok bekerja" ucap Ester.
"kamu mengusir saya "? Tanya judeo serius
"iya", Ucap ester lagi masih ada sisa ketawanya.
Jo sudah takut tuannya tersinggung Ester mengusirnya walaupun dengan nada bercanda.
Tapi sungguh ajaib tuannya tidak tersinggung malah berucap dengan lembut.
"ya sudah, istirahatlah, besok aku yang antar kamu kerja dan radit sekolah "
"apa bapak tidak kerepotan "
"tidak "jawabnya cepat
Akhirnya judeo dan jo langsung keluar dari rumah kecil itu menuju hotel judeo menginap.
"jo, besok rumah itu harus bisa ditempati, lengkap dengan perabotnya, aku ngga mau tahu"
"baik pak "
"kalau perlu tambah orang untuk renovasi, tambah aja "
"baik pak , tapi kapan kita kembali ke Jakarta pak, nyonya sudah berkali -kali telepon "
"kita balik ke Jakarta minggu depan, clear dulu semua urusan ester dan radit"
"maaf tuan, maksudnya beres gimana ya"
__ADS_1
"mereka tinggal nyaman dan aman"
"baik tuan, jadi gimana dengan nyonya tuan, harus bilang apa"? tanya jo takut salah Karena ini menyangkut radit dan Ester.
Terlihat judeo menarik nafas yang dalam. Dia ingat pesan pak ganda bahwa judeo bisa aja menghadapi maminya tapi gimana dengan Ester, dia pasti akan mengalah.
"aku bingung jo"
"kalau menurut saya tuan, masih sama seperti kemarin, saya rasa lebih baik nyonya tidak tahu dulu, karena kita belum tahu gimana pendapat nyonya tuan" ucap jo lalu diam sejenak.
"bisa aja nyonya menerima radit sebagai cucunya tapi gimana dengan ester nyonya pasti tidak setuju" tutur jo
"papi juga berpendapat begitu jo, mami bisa melakukan apa aja bahkan memisahkan Ester dan radit"
"iya, saya yakin itu kecil bagi nyonya tuan"
"ya, dan kadang mami itu sampai tidak pakai logikanya "
"jadi saya rasa lebih baik biarkan begini aja tuan, ester dan radit hidup normal, tuan juga bisa memantau radit dan ester"
"iya sampai kita menemukan Cara terbaiknya"
"baik tuan"
Mereka akhirnya sudah sampai dihotel dan langsung menuju kamar judeo.
"kamu langsung pulang aja, besok kita pagi sekali mengantar radit sekolah dulu "
"baik tuan "
Jo langsung menuju kamarnya di sebrang kamar judeo.
dddrrrrttt dddrrrrttt
"hallo "
"hallo , kamu sudah tidur"? judeo sangat canggung dengan situasi ini.
Biasanya ceweknya sudah merayunya dan bicara sok manja padanya. Tapi ini beda, ester hanya bicara seperlunya membuat judeo sangat canggung.
"belum pak, kan lagi angkat telepon bapak" jawab ester yang sejujurnya.
Judeo seperti orang bodoh jadinya. Apalagi Ester menjawab alakadarnya.
"iya, sekarang kamu tidurlah, istirahat, besok kerja "
"iya pak "
"OH iya, besok kalian menempati rumah barunya "
"maksudnya "
"kemarin jo sudah cariin kalian rumah dan sudah ketemu. Tapi kemarin perlu sedikit renovasi, besok sudah clear" jelas judeo
Ester hanya diam tidak menjawab lagi, karena dia juga bingung mau jawab apa.
"kamu setuju kan"
__ADS_1
"kenapa harus begitu, sebenarnya hidup kami sudah nyaman walaupun tidak berlebihan" jelas ester
"itu milik kalian, kamu dan radit, jangan ditolak "
"terserah bapak aja"
"Saya akan beri fasilitas terbaik buat radit, karena mungkin kasih sayang saya kurang mampu memberikannya "
"kenapa bapak bicara begitu"
"yaa, aku tahu kamu dan radit saling menyayangi walaupun Kekurangan. Sementara aku tidak memiliki kasih walaupun sangat kaya " ucapnya jujur sambil menunduk. Judeo merasa sangat kecil dan tak bernilai di mata Ester.
"tidak begitu juga pak, hidup ini harus seimbang pak"
"ya, dan aku akan belajar itu dari kalian"
"sekarang bapak sudah suka becanda ya"
"ini tidak becanda tapi realita ter"
"yahhh terserah pendapat bapak aja"
"oke, besok kita bisa cerita banyak di rumah itu, sekarang tidurlah "
"iya pak "
"selamat malam "
"malam pak "
Judeo menutup panggilan itu walaupun sebenarnya dia masih enggan. Kasihan ester besok harus ngurus anak dan juga kerja.
Judeo akhirnya naik ketempat tidurnya yang mewah, tapi hatinya malah teringat radit yang tidur di kasur lusuh dan tipis.
Untuk pertama kali judeo merasa sangat bersalah terhadap anaknya dan Ester, apalagi mendengar cerita papinya yang sungguh kebetulan atau keajaiban Tuhan.
Kenapa bisa aldo yang menemukan Ester?
Kenapa anak buah maminya buang Ester ke daerah ini?
Kenapa bisa papinya yang sangat dia benci Malah mengurus anaknya dengan baik?
Apa Tuhan mau menghukum aku dengan mami, dengan menunjukkan bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan yang sesungguhnya, uang hanya bisa membuat kebahagiaan semu.
Buktinya aku dan mami, memiliki rumah seperti istana, tapi jarang ada tegur sapa di dalamnya, rumah itu juga lebih sering di huni art dan para supir.
Dan kalaupun Ada tegur sapa, paling berakhir dengan perdebatan dan pemaksaan kehendak maminya.
"Ya Tuhan, ampunilah dosaku yang telah membuat hidup ester menderita dan anakku jauh dari Aku. Aku ternyata bahkan lebih buruk dari papiku yang selalu aku anggap jahat menyia-nyiakan aku" ucap judeo dalam doanya yang tulus dari hati.
"Beri aku kesempatan untuk menebus kesalahanku Tuhan, amin "
Setelah berdoa dalam hatinya judeo merasa sedikit lebih plong. Dia ingin tidur dan besok pagi mengantar radit ke sekolah dan setelah itu mengantar Ester kerja.
'Radit Papa akan membahagiakanmu, apapun caranya ' gumam judeo sampai akhirnya Tidur.
Hai semua jangan bosan ya
__ADS_1
tetap like, comment dan vote
Terimakasih