AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 132 AKU KESEPIAN


__ADS_3

Ibu citra dan Clara sudah tiba kembali di kantornya. Dan mereka kembali ke pekerjaan masing - masing yang tadi tertunda.


Ibu citra terdiam di meja kerjanya. Entah kenapa tadi dia langsung reflek pulang begitu mendengar Ester ketiduran di mobil, padahal selama ini ibu citra sama sekali ngga perduli dengannya.


'Sejak kapan aku perduli dengan gadis itu ya'' batin Bu citra


'apa karena dia sedang mengandung cucuku' batinnya lagi


'semoga dia selalu bahagia dalam kehamilannya' batin Bu citra lagi.


Wanita itu memang sangat unik, dengan kepolosan dan kesederhanaannya dia meminta restuku. Padahal dia sudah tahu sikapku.Tapi dia tetap berusaha dan ngotot meminta restuku. Apa sebegitu berarti restuku baginya, padahal anakku sendiri cuek aja akan hal itu.


Seandainya dia wanita kaya pastilah dia sudah memanfaatkan judeo untuk minta restu maminya, karena judeo sangat mencintainya. Mami citra pasti berpikir ulang untuk menolak judeo, apa lagi kemarin judeo tidak takut kehilangan perusahaannya demi ester. Tapi Ester bukan gadis seperti itu, gadis yang suka memanfaatkan keadaan.


Sepertinya memang dialah yang pantas untuk judeo, apalagi sekarang mereka akan memiliki dua anak. Judeo yang dulu cuek juga sekarang perduli dengan hal - hal kecil yang normatif.


Benar juga kata judeo, dia ngga butuh wanita mandiri, dia ngga butuh wanita kaya, dia ngga butuh wanita cantik, karena dengan duitnya kecantikan duniawi bisa dia dapatkan, tapi kecantikan bathin sangat sulit mencarinya. Dia hanya butuh Ester menjadi ibu dari anak - anaknya.


Batin ibu citra masih bergolak dalam dirinya sehingga dia tidak mendengar panggilan Clara yang lembut sampai tiga kali.


"ibu, ibu, ibu"? akhirnya Clara berdiri dan menuju meja bosnya


"ahhh iya, ada apa Clara"


"maaf Bu, sepertinya ibu lagi mikirin sesuatu"


"ahh iya" jawabnya asal


"kita harus jalan untuk meeting di restaurant x Bu"


"ohhhh baiklah, ayo" ucapnya sambil meraih tas nya yang ada di atas meja.


Begitu di dalam mobil biasanya ibu citra akan bertanya tentang apa yang akan mereka meetingkan. atau paling tidak data tentang orang yang menjadi koleganya yang akan dia temui. Tapi hari ini ibu citra hanya diam dan memandang keluar mobil.


"maaf Bu, apa ada sesuatu? saya lihat dari tadi ibu tidak seperti biasa"?


"Clara, bagaimana pendapatmu mengenai istri judeo"


"maaf Bu, sebenarnya saya merasa tidak pantas untuk menilai. Tapi kalau ibu tanya pendapat saya, saya akan ungkapkan bahwa istri pak judeo itu orangnyang baik dan tulus. Dan yang paling utama Bu, dia bukan wanita ambisius, dia bisa hidup dengan segala keadaan" ucap Clara mantap.


Ya, itu benar, bahkan sudah di buang tanpa identitas pun dia masih mampu untuk bangkit, pikir ibu citra.

__ADS_1


"maaf lagi Bu, kalau menurut saya biarkanlah pak judeo menjalani bersama ibu Ester, saya lihat itu membawa pengaruh positif kok sama pak judeo. Dia sekarang lebih terlihat ramah dan care"


"aku masih bingung"


"biarlah seiring berjalannya waktu Bu" ucap Clara akhirnya.


"tapi walau begitu, aku ingin secepatnya mereka pindah ke sini, aku rindu suasana rumah yang rame cla" ucap Bu citra sendu


"tapi semua kan tidak bisa instan Bu, biarlah pelan - pelan seiring waktu" ujar Clara bijak


"iya" ucap Bu citra terlihat masih lesu.


Ibu citra sudah merasa rumahnya hidup dua hari ini, karena kehadiran judeo dan istrinya. Bagaimana kalau mereka pergi lagi, pastilah rumah ini akan sepi lagi, batin ibu citra.


Jujur dari hatinya yang paling dalam Bu citra sebenarnya sangat kesepian. Dia hanya bertemu dengan Clara atau pembantunya di rumah itu setiap hari setelah cape bekerja seharian.


Dan ketika melihat judeo dan istrinya serta papinya di kota T kemarin itu, ibu citra merasa sangat kesepian. Kalau boleh di bilang dia sangat iri dengan papinya judeo. Mereka bisa tersenyum bersama dan bercengkrama bersama penuh canda tawa sekalipun harta ibu citra berpuluh kali lipat lebih banyak dari mereka. Tapi mereka hidupnya penuh makna, tidak di atur oleh kerjaan.


"setelah ini kita kemana lagi"


"nanti ada acara makan malam Bu dengan perusahaan pak Dody"


"kalau bisa di wakilin kamu aja, aku ingin pulang, istirahat" ucap Bu citra membuat Clara kembali bingung.


"baik Bu"


Tidak berapa lama mereka tiba di tempat yang telah di tentukan. Meeting sekitar setengah jam ibu citra minta langsung di antar pulang.


"tolong langsung antar saya pulang" perintahnya kepada Clara saat mereka turun menuju lobby


"baik Bu" ucap Clara


Mobil ibu citra langsung melaju menuju rumahnya. Dan benar aja, ternyata di pekarangan rumahnya sudah ada judeo yang baru tiba juga.


Mereka duduk santai sambil bercengkrama, dan ternyata judeo membeli rujak untuk istrinya, dan mereka menikmatinya bersama sambil santai.


Melihat mobil ibu citra masuk, Ester langsung bangkit berdiri mendekat.


"ibu sudah pulang"? sapa Ester, sedangkan judeo yang mengikuti istrinya berdiripun menyambut maminya juga.


"mami dari mana, tadi katanya sudah pulang"? sapa judeo dengan senyum sangat rileks dan alami. Dan ibu citra baru melihat anak kandungnya itu senyum setulus itu, tidak kaku dan pura - pura.

__ADS_1


"iya, mami baru kelar meeting" jawab Bu citra rileks memberikan punggung tangannya di cium anak dan menantunya.


"ohh ya Clara, kamu langsung siap - siap aja" perintahnya kepada asistennya


"baik Bu"


"mau pergi lagi mi" tanya judeo


"Clara mau mewakili mami, karena mami ingin istirahat" jawab Bu citra agak terlihat lemas.


"apa ibu sakit"?


"iya, kepala ibu rasanya sedikit pusing"


"ya sudah ayo Bu, istirahat dulu" ucap ester sambil mendekati mertuannya. Hal ini malah membuat ibu citra makin sedih. Seumur ini baru Ester lah yang menanyakan kesehatannya. Biasanya tidak ada orang yang perduli, dan ibu citra pasti telepon dokter sendiri.


Tapi dapat perhatian yang tulus dari Ester sepertinya membuat hati ibu citra terharu. Ester memang tidak pintar berpura - pura, dia apa adanya, dan itu membuat ibu citra sangat senang dalam hati.


"mas bawa ibu ke kamar dulu, nanti aja kita makan rujaknya lagi" ucap Ester kepada judeo


"ahhh tidak usah, ibu bisa sendiri. emank kalian lagi makan rujak"? tanya Bu citra sambil melangkah mendekati tempat mereka duduk tadi.


"iya mi" jawab Ester malu - malu.


Ibu citra langsung duduk dan melihat rujaknya yang terlihat sangat segar.


Dia mengambil garpu dan langsung ikut mencicipi rujaknya. Ester kembali duduk di tempatnya tadi dan judeo duduk di sebelahnya.


"kamu beli dimana deo"


"di SC mami, Jo yang searching di goo.le"


"enak dan segar ya Bu" ucap Ester


"hmmmm"


Saat ini tidak ada jarak di antara mereka, sangat membaur satu sama lain.


Hai semua


Terus dukung ya

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih


__ADS_2