AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 75 KELUARGA


__ADS_3

"iya bagus nak, bagus banget. ada pesawatnya lagi" ucap judeo membesarkan hati anaknya.


"itu dari om Aldo pa"


"om Aldo"


"iya, bentar lagi juga om Aldo pulang"


"ohhhhh"


"papa mau mandi, ayo Radit tunjukin kamar mandinya" ucapnya penuh keceriaan.


"iya nak"


"ini pakai handuk Radit aja" sambil mengambil handuk bersihnya dari antara lipatan bajunya.


Untuk pertama kalinya judeo bersedia memakai barang orang lain, sekalipun orang terdekatnya, apalagi ini sudah bekas dipakai oleh Raditya.


Tapi entah kenapa, judeo dengan senang hati menerima handuk tersebut. Padahal pak Jo sudah menyiapkan semuanya di mobil.


Radit dengan senang hati menuntun papanya ke kamar mandi di bagian belakang. Rumah ini memang tidak terlalu luas, apalagi kalau menurut judeo yang punya rumah seperti istana tapi penghuninya hanya art kadang-kadang.


Setelah selesai mandi judeo memakai kembali celananya tapi tidak dengan bajunya karena sudah lecek. Niatnya menunggu Jo pulang dari cari makan.


"papa ngga punya baju, mau ngga pakai baju kakek" tanya Radit


"ngga usah dit, bentar lagi juga om Jo datang"


"ngga apa-apa pa, kakek pasti kasih kok bajunya dipake" ucapnya sudah berlari meninggalkan judeo.


Judeo sangat terharu dengan sikap peduli anaknya. Dia yang dibesarkan oleh maminya dengan sangat kecukupan tidak pernah berbagi sesuatu dengan orang lain, apalagi berbagi pakaian.


"ini pa" ucapan Radit sudah kembali membuyarkan lamunan judeo , terlihat Radit sangat senang memberikan sepotong kaos ke tangan judeo.


Judeo menatap baju itu dengan perasaan campur aduk, tapi tidak ada perasaan jijik sama sekali.


"kalau kamu sungkan, nanti tunggu Aldo aja, dia mungkin ada pakaian yang baru. itu sudah bekas papi pake. Radit terlalu senang tadi minta baju saya, saya pikir untuk siapa" jelas pak ganda yang ternyata mengikuti Radit ketika meminjam bajunya tadi.


Judeo menoleh sekilas ke pak ganda lalu menoleh ke Radit lagi, terlihat ketulusan membantu di mata anak itu.


"ngga apa-apa, bentar lagi juga Jo pulang, ada pakaian di mobil"


Pak ganda senang, judeo sudah lebih banyak bicara tidak sesingkat-singkat tadi.


Saat mereka sedang berdebat mengenai baju, diluar terdengar suara mobil yang Radit tahu itu suara mobil om Aldo.


"ahaaaa om Aldo pulang" ucap Radit sambil berlari kedepan diikuti judeo dan pak ganda.


Terdengar teriakan Radit yang sudah duluan kedepan.


"om Aldo"


"halo boy"

__ADS_1


"om, coba tebak Radit datang sama siapa"? tanya Radit penuh semangat.


Aldo yang lagi menenteng tas yang dia keluarin dari mobilpun bingung dulu. Radit menyalami dan mencium tangan Aldo seperti biasa.


"dengdengdeng Radit pulang bersama papa" jelas Radit menunjukkan papanya yang sedang berdiri dengan pak ganda.


Walaupun bingung Aldo tersenyum juga kepada Radit.


Aldo segera menggandeng tangan Radit masuk rumah.


"pa" ucap Aldo sambil cium tangan papanya


"ini papa Radit om, kenalin" ucap Radit semangat menunjuk judeo. Mau ngga mau Aldo pun menyalami tangan judeo.


tapi tunggu kenapa aku merasa ada sesuatu ya pada diri laki-laki ini, apa karena aku cemburu dia dekat dengan Radit?


Atau aku ngga suka kalau dia mengambil Ester dan Radit dari kehidupan kami?


atau aku takut kehilangan Ester?


Berbagai pertanyaan muncul di benak Aldo tentang laki-laki ini.


"do, kapan pulang"? tiba-tiba Bu Silvia dan Ester sudah bergabung disana.


"barusan ma" ucap Aldo sambil cium tangan mamanya dan Bu Silvia mengusap kepala anaknya.


"Masih capek ya"?


Drama apa lagi ini, batin judeo


Bahkan mami tidak pernah mengusap kepalaku dan bertanya kamu pasti cape? batin judeo.


"ngga ma, biasa aja"


"kak Aldo mana ada capenya Bu" celetuk Ester juga santai


"enak aja emang robot" canda Aldo menjulurkan lidahnya ke arah Ester.


"ya kan kata kak Aldo mau jadi Milioner" balas Ester sangat ceria dan akrab.


"itu hanya keinginan, jika Tuhan mengizinkan, hayo, pingin juga kan", ucapnya menyodorkan satu kantong ke Ester dan dia ingin bersih -bersih dulu di kamarnya.


"apa ini" tanya ester


"katanya kemarin ingin makan pisang goreng Krispy, tuhhhh"


"ehhh kak Aldo beli yang di gang itu bukan?


tanya ester.


"iya, tenang aja. martabaknya buat mama noh, aku mandi dulu lepek nih" ucap Aldo sudah masuk kamar.


"asyik asyik nek kita makan martabak" teriak radit

__ADS_1


"iya nak, ayo kita eksekusi lagi" ucap Bu Silvia sangat hangat dan gembira lalu mengajak duduk di meja makan yang lebar menurut mereka tapi kecil menurut judeo.


"ayo pak judeo, kita ke meja makan"


"hmmmm" dalam hati judeo merasa sangat cemburu dengan kedekatan antara Aldo dan Ester serta Radit.


tapi untuk saat ini judeo tidak bisa berbuat apa-apa. karena anaknya sangat dekat dengan Mereka. Akhirnya dia mengikuti aja ke meja makan. Tapi baru ingin melangkah terlihat Jo sudah datang.


Tidak Berapa lama Jo datang bersama pengawal dengan membawa makanan. Jo kaget melihat penampilan tuannya yang menggunakan entah pakaian siapa? Biasanya tuannya tidak akan mau memakai pakaian yang bukan miliknya.


Tapi ini lihatlah, tuannya terlihat santai dan tidak risih dengan yang dia gunakan.


"tuan, makanannya sudah datang" ucap Jo akhirnya


"bawa ke meja makan" Perintah judeo


"baik tuan"


Jo diarahkan oleh ester menuju meja makan yang sederhana. meja makan kecil dan hanya sederhana menurut Jo, karena biasanya yang dia lihat dirumah judeo adalah meja makan yang sangat besar dan bagus, walaupun penghuninya hanya dua orang.


"taroh disini aja pak Jo" ucap Ester


"baiklah"


Akhirnya pak ganda sekeluarga duduk di meja makan itu bersama-sama.


Kembali judeo menyaksikan hal yang belum pernah dia lihat. Disana berkumpul satu keluarga yang melayani satu sama lain. Setelah semua piring makan siap, mereka berdoa bersama. itulah yang belum pernah dilakukan judeo di rumah mewahnya.


Terlihat jelas ibu Silvia sangat telaten melayani suaminya dan juga anak-anaknya termasuk Ester dan Radit.


Pantas aja Radit sangat sayang sama mereka, ternyata di rumah ini memang penuh dengan kasih sayang dan kebersamaan.


Judeo sangat merasa kecil diantara kegembiraan keluarga ini.


Apa yang bisa judeo banggakan kalau melihat keluarga ini?


kasih sayang, bahkan judeo ngga memilikinya sama sekali.


Cinta, kasih sayang dan canda tawa, bahkan judeo hampir tidak pernah tertawa selepas mereka ketawa sekarang.


Duit, harta, jabatan, apa yang bisa judeo banggakan. bahkan kalau judeo tinggal didesa ini sekarang apa yang bisa duit lakukan untuk membahagiakan judeo.


Bisakah hartanya membeli kasih sayang papinya yang belum pernah dia rasakan?


Bisakah hartanya membeli keadaan seperti sekarang ini, kebersamaan dan kehangatan keluarga?


Ternyata tidak bisa!


Hai readers jangan bosan ya


Tetap dukung karya ini dengan


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih


I LOVE YOU ALL🙏🤗


__ADS_2