AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 116 PENGGANGGU


__ADS_3

Judeo segera berangkat menuju kantornya pagi -pagi sekali. Pagi ini mereka akan mengadakan rapat internal mengukur kira - kira seberapa kuat perusahaan jika maminya benar - benar mengambil semua miliknya. Termasuk orang - orangnya yang sangat kompeten di bidangnya yang dia tempatkan di CJ.


Baru aja judeo tiba di kantornya, dia langsung membuka handphone yang terhubung ke CCTV apartemennya. Terlihat istrinya sudah bangun. Dan judeo mengikuti setiap hal yang di lakukan istrinya begitu keluar kamar.


Judeo akhirnya menghubungi Ester yang terlihat mau masuk kamar kembali setelah mengambil handphonenya di sofa.


dddrrrrttt dddrrrrttt


"hallo "


"hallo sayang, sudah bangun"? padahal judeo sudah melihat dengan jelas


"iya, mas deo dimana"?


"di kantor "


"kok aku ngga di bangunin sih"


"kamu kayaknya pulas banget tadi, mas ngga tega "


"ohhhhhh"


"sarapanmu ada di meja, jangan keluar kalau tidak aku perintahkan"


"terus aku disini aja terus"


"ntar aku jemput agak siang, mandi dulu biar segar" ucap judeo


"kok mas tahu aku belum mandi" tanya Ester, padahal jelas aja deo tahu, ada di CCTV.


"ya..tau aja" jawab judeo gugup


"OH ya sayang, mandi terus sarapan ya, aku meeting sebentar"


"iya mas " ucap Ester lalu menutup panggilan itu.


Sementara judeo langsung mengadakan rapat internal dalam kantornya. Ternyata setelah di analisa oleh rekannya yang ahli dalam dunia bisnis sepertinya CJ memang tidak akan mampu berdiri normal kalau bu citra menarik semua asetnya dan juga orang - orangnya yang sangat berpengaruh dan memang kompeten di bidangnya.


"sepertinya kamu akan agak susah bertahan bro, ini bukan hanya dananya aja, masalahnya karyawan yang kompeten itu yang susah kamu temukan secara instan" ujar temannya yang pakar dan sekaligus pengamat bisnis.


"terus apa yang bisa saya lakukan "?


"sepertinya tidak ada bro, kecuali.. .. "


"kecuali apa"?


"kecuali kamu Minta maaf sama mamimu dan bicara baik - baik "


"ahhhhhhhh" ucap judeo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"sebenarnya aku tidak keberatan untuk minta maaf ke mami demi orang kantor ini bro , cuma sekarang saya sadar kalau saya turuti mami akan makin merasa di atas angin dan tidak sadar - sadar nantinya " ucap judeo lesu

__ADS_1


"yahhh aku tidak bisa ikut campur terlalu jauh bro, karena itu urusan keluarga juga" ucap temannya menyerah


"iya bro, aku tahu. "


"kalau begitu aku pamit dulu bro, aku masih ada kerjaan lain"


"oke bro, thanks ya"


"you are welcome bro" ucap temannya sambil menyalami judeo dan langsung melangkah keluar bersama jo sampai didepan ruangan judeo.


"Apa tidak sebaiknya tuan bicara baik - baik dengan nyonya tuan, siapa tahu nyonya kasih sedikit celah" saran jo takut - takut.


"saya bingung jo, saya harus gimana? kalau itu orang lain mungkin sudah saya lakoni jalan belakang, tapi ini mamiku sendiri jo" ujar judeo.


Jo jadi bingung juga mau ngomong apa lagi, karena dia juga tahu sekarang bosnya sudah banyak perubahan ke arah lebih baik.


Mereka berdua akhirnya terdiam dengan pikiran masing - masing. Tiba -tiba pintu ruangan judeo di buka tanpa mengetuk dulu.


tak tak tak tak suara sepatu ibu citra


Terlihat Ibu citra masuk dengan kesombongannya dan mendekati meja kerja judeo.


"Gimana deo, sudah kamu ukur kekuatanmu, masih berani melawan mami" tanya bu citra sombong.


Judeo menatap maminya malas, itupun hanya sekilas. Lalu dia menunduk Dan berdiri dari duduknya. Kedua tangannya di masukkan ke saku celanannya.


"untuk apa mami bertanya" tanya judeo datar


"sekarang sudah tahu"? tanya judeo lagi masih datar


"ya ngga lah, Mama mana sempat urus ini" ucap bu citra sangat sombong.


"jo, tunggu di ruanganmu" perintah judeo ke asistennya. Biar bagaimana pun judeo sedang bicara dengan maminya.


"baik tuan " jo berlalu dari ruangan judeo


Ibu citra melihat sekeliling ruangan judeo dengan tatapan yang sulit di artikan. Bahkan sejujurnya ibu citra juga mulai goyah melihat kekerasan hati anaknya.


"Untuk apa mami kesini, kan mami sudah bisa tahu semuanya dari kantor mami" ucap judeo lagi masih sangat datar


"apa kamu tidak ingin memikirkan permintaan mami " tanya maminya


"permintaan yang mana, untuk meninggalkan istri dan anakku"? tanya nya dengan tawa hambar


"meninggalkan istrimu iya, tapi Kalau anakmu tidak, bawa dia ke rumah, nanti mami yang urus" ujar maminya dengan santai dengan keyakinan bahwa judeo akan setuju.


Judeo kaget mendengar ucapan maminya yang tidak masuk akal, judeo tidak menyangka bahwa maminya masih berpikir berbuat semaunya kepada Ester.


"hehhh sayangnya saya tidak setuju sama sekali " ucap judeo datar


"berarti kamu sudah siap hancur" ancam maminya

__ADS_1


"iya, karena yang ingin menghancurkan aku adalah seorang ibu yang tidak memiliki anak, sehingga tidak punya hati nurani. Seperti aku bilang kemarin juga, Kalau Tuhan mengizinkan CJ hancur, berarti itulah lambang dari hancurnya kesombonganku selama ini. Aku akan mulai hidup dari awal seperti papiku. Dan semua asetku akan aku sumbangkan untuk semua karyawanku" ucap judeo lemah tapi jelas.


Ibu citra bear - benar melongo mendengarnya.


"kamu sudah gila deo"


"ya, aku memang sudah gila, sangat gila menghadapi mamiku yang arogan. aku juga ngga tahu dia itu mamiku apa bukan "


"baiklah kalau itu sudah benar - benar maumu. Kamu tunggu aja" ucap bu citra lagi sudah malu sendiri.


Bu citra sudah kehabisan akal untuk mengancam anaknya, sepertinya judeo memang sudah ikhlas kehilangan CJ. Hal ini membuat ibu citra sekarang malah takut nantinya dia benar - benar kehilangan anak semata wayangnya.


Lalu apa yang dia dapatkan, kehancuran CJ tidaklah memberi keuntungan apa - apa buatnya, justru dia akan mengalami kerugian juga. Sementara mengambil alih CJ jelas dia tidak sanggup untuk memegangnya, karena tanpa CJ aja dia sudah sangat Cape dan kehabisan waktu.


"bahkan sekarang pun aku sudah siap. aku akan pergi ke suatu tempat dan hidup nyaman bersama anak dan istriku " ucap judeo ngga kalah sengit.


"Pesan Dan doa saya, tetaplah bahagia dan semoga mami selalu bahagia dengan semua harta dan kekayaan mami" tutur judeo kembali duduk dan membereskan beberapa file di mejanya.


Ibu citra benar - benar mati kutu di buat anaknya. Dia bingung dia harus bagaimana sekarang. Tapi untuk mundur membujuk anaknya gengsinya terlalu tinggi. Saat ibunya masih diam berdiri tiba - tiba ada yang mengetok pintu ruangan judeo.


tok tok tok


"masuk" jawab judeo yang yakin itu jo


ceklek


Judeo masih sibuk di balik meja kerjanya tanpa memperhatikan siapa yang datang . Tapi tidak dengan Ibu citra, dia sampai meyakinkan penglihatannya tentang siapa yang datang, karena kurang percaya.


"kamu.. " ucapnya geram


"selamat siang bu" ucap Ester berusaha tenang dan sopan


Mendengar suara istrinya jelas aja judeo kaget bukan main. Apa lagi situasi dengan maminya sedang sangat tidak enak.


"sayanggg" teriak judeo kaget dan langsung berdiri dan berjalan ke arah istrinya setengah berlari. Judeo langsung memegang kedua lengan istrinya dengan rasa khawatir.


"kenapa ngga nunggu aku" ucap judeo hanya perduli istrinya


"Karena kata pak jo lagi ada ibu, jadi mungkin mas ngga bisa jemput" jelas Ester


"apa aku mengganggu ya mas " tanya Ester


"ti... " ucapan judeo belum sempat selesai mengatakan tidak, ibu citra sudah memotongnya.


"kamu baru sadar kamu pengganggu, kamu membuat semuannya hancur " teriak ibu citra berapi - api.


Hai semua pembaca setiaku


dukung terus ya


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2