AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 123 MAKAN MALAM


__ADS_3

Begitulah judeo dan Ester yang sibuk bersenda gurau di meja makan membuat iri siapa pun yang melihatnya.


Setelah selesai makan buah judeo mengajak istrinya ke taman samping rumahnya. Disana terdapat banyak bunga milik mami judeo.


"mas aku ganti baju dulu ya, ngga enak sama ibu, sudah di usahakan " ucap Ester mengambil paper bagnya.


"iya sudah sayang, ayo di kamar ini aja " ucap judeo lalu menarik tangan Ester masuk kamar tamu yang ada di bawah.


Setelah ganti baju barulah mereka keluar ke taman samping tempat taman bunga maminya.


Untuk pertama kalinya dalam hidupnya judeo ingin melihat taman samping rumahnya. Biasanya dia sedikit pun tidak tertarik untuk melihat taman bunga kecil milik maminya.


Tapi Sekarang , melihat Ester sangat senang dan antusias membuat judeo juga ikut antusias untuk melihat taman itu. Apalagi istrinya itu sedang hamil anak kedua mereka. Menurut judeo dengan melihat taman bunga ini mungkin bisa membuat hati Ester sedikit rileks dan tidak tertekan.


"bagus banget ya mas " ucap Ester sangat terlihat antusias.


"kurang tahu sayang, karena aku kurang faham sama bunga" ucap judeo cengengesan


"aku tahunya lihat bunga bank sayang, gimana bunga yang subur, gimana bunga yang kurus kering" ucap judeo senyum kecil


"mas deo hebat ya, usia muda sudah jadi pengusaha sukses "


"yang paling hebat kamu sayang, bisa meruntuhkan kesombongan seorang judeo yang terkenal arogan " ucapnya serius


"ahhhh mas deo emank paling bisa membesarkan hatiku ya" Ester jadi tersipu malu.


"tapi itu nyata sayang, Aku ngga tahu kenapa aku takut kehilangan kamu, padahal seumur hidupku aku belum pernah takut kehilangan perempuan, baru kamu sayang, gadis kampung yang polos , masih anak kecil" ucap judeo lagi mengacak sayang rambut istrinya.


Karena senang melihat - lihat bunga itu, tanpa mereka sadari sudah hampir satu jam mereka di sana. Dan saat ini hari sudah malam. Judeo yang biasanya pendiam jadi bercerita sepanjang di sana tentang taman bunga maminya.


Sementara di dalam ibu citra sudah Turun semenjak jam tujuh malam. Dia ingin melihat menu yang disiapkan asisten rumah tangganya. Hal yang seumur - umur belum pernah di lakoni oleh ibu citra juga. Hanya saja entah kenapa malam ini dia ingin menjamu anak dan menantunya dengan service terbaik. Dia ingin anak dan menantunya betah di rumahnya.


Setelah dirasa cukup, ibu citra menyuruh asisten rumah tangganya memanggil judeo dan istrinya untuk makan.


Kebetulan art yang di suruh ibu citra memanggil judeo tidak melihat bahwa judeo dan Ester pergi ke taman samping, alhasil dia mencarinya di kamar dan melaporkan bahwa mereka sudah tidak ada.


Mendengar laporan artnya ibu citra sempat merasa kecewa, tapi ibu sri art tertua di rumah ini yang melayani judeo dan Ester dari sore segera nimbrung.


"siapa yang sudah tidak ada nyonya"

__ADS_1


"deo sama istrinya"jawabnya singkat


"ada di taman samping nyonya, apa mau di panggilkan makan " ucap bi Sri membuat wajah ibu citra kembali sumringah


"iya bi, panggilkan mereka untuk makan"


"baik nyonya " bi sri melangkah ke taman samping.


Begitu melihat judeo dan Ester yang duduk di gazebo yang ada disana dengan Ester bersandar di dada judeo membuat bi Sri merasa sungkan.


"maaf den deo, ganggu, di panggil ibu untuk makan malam" ucap bi sri sambil menunduk


"iya, kami datang" ucap deo sementara Ester hanya diam karena dia belum begitu akrab dengan mereka semua di sini.


" ayo sayang kita masuk dulu, sudah mau makan katanya" ucap judeo sambil menuntun Ester untuk turun dari gazebo itu.


Ester tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya.


"ohhh iya sayang, kita belum tahu apa yang akan di bicarakan oleh ibu. Semoga sih ibu sedikit melunak. Tapi apa pun itu harapanku kamu jangan berubah, kita harus berjuang bersama seperti katamu. Kamu sudah menunjukkan keberanianmu tadi minta restu ibu, teruslah maju, hangman goyah ya, Karena aku juga akan tetap memperjuangkan rumah tangga kita sayang" mohon judeo serius takutnya maminya tadi agak baik supaya bisa bicara sama mereka berdua doank.


"iya mas " ucap Ester


Mereka memasuki rumah itu sambil bergandengan tangan. Judeo langsung membawa istrinya ke meja makan yang besar itu.


"iya mi" judeo yang langsung menjawab sementara Ester hanya senyum kecil.


"bu, terimakasih untuk bajunya, saya jadi tidak harus pake baju mas deo" ucap Ester memberanikan diri karena dia biasa akan berterima kasih untuk setiap hal yang kecil atau besar.


"hmm itu hanya stock di lemari" ucap bu citra yang menganggap itu hal yang Sangat kecil.


"ayo kita makan dulu " lanjut bu citra


Judeo mengajak Ester yang masih takut - takut untuk duduk. Sementara ibu citra pura - pura tidak melihat dan memperhatikan supaya Ester tidak merasa canggung.


Judeo duduk di samping Ester. Ester bingung harus bagaimana sekarang. Biasanya dia akan langsung melayani judeo tapi sekarang ini di rumah besar, Ester takut ibu citra mengira Ester cari muka.


Syukurlah judeo tanggap dengan keadaan Ester.


"aku mau ayam asam manis itu sayang" ucapnya kepada istrinya.

__ADS_1


"ohhh iya mas" dengan cekatan Ester menyiapkan ayam asam manis yang di minta judeo.


"kamu ambil satu juga buat kamu" ujar judeo yang sudah mencoba ayam asam manisnya.


"iya mas "


Akhirnya Ester mengambil satu ayamnya juga lalu menaruh di piringnya. Sebelum makan tidak lupa Ester berdoa dulu sebentar. Karena yang lain sudah pada makan tanpa berdoa.


Hal yang Ester lakukan mulai dari melayani judeo dan juga berdoa sebelum makan tidak luput dari perhatian ibu citra. Sedikit dia salut juga sama wanita ini.


Sepanjang acara makan malam itu mereka tidak banyak bicara . Mereka semua makan dalam diam.


"makan banyak kamu, wanita hamil itu butuh nutrisi ganda" ucap bu citra kepada Ester yang duduk di sebelah judeo.


"iya bu " jawab Ester singkat


"kalian jadi menginap di sini kan" tanya nya menghabiskan suapan terakhir nasinya.


"iya mi" judeo yang menjawab


Ibu citra sebenarnya senang mendengarnya. Tapi tidak terlalu dia tunjukkan, gengsinya masih agak di tinggikan.


"kalau begitu setelah makan mami ingin bicara dengan kalian" ujarnya sambil meraih gelas minumnya.


Judeo dan Ester hanya mengangguk dan saling pandang.


"makan banyak dulu sayang, biar anak kita sehat, ngga kurang gizi" ujar judeo lagi.


"iya mas"


Ester masih makan dengan tenang di tungguin judeo dan ibu citra. Setelah merasa kenyang barulah Ester sudahi makanya.


"kita bicara di ruang keluarga " ujar bu citra ke arah judeo dan istrinya


"iya mi "


Hai readers


dukung terus ya

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih?


__ADS_2