
Dan tidak sampai dua puluh menit, judeo dan Ester sudah tiba di rumah ibu citra.
Begitu turun dari mobil judeo dan Ester langsung naik ke kamar maminya.
"mami" panggil judeo
Ternyata karena masih pengaruh obat ibu citra masih tidur dan tidak menjawab judeo.
Judeo dan Ester mendekati kasur empuk ibu citra. Judeo mengambil tangan maminya lalu menciumnya, begitu juga Ester mencium tangan mertuanya. Merasa ada yang memegang tangannya membuat ibu citra ke bangun.
"ibu, ibu sudah bangun, ibu sakit apa" tanya Ester tapi malah membuat ibu citra menangis . Dia menangis karena Ester selalu baik padanya. Dan dia semakin merasa bersalah kepada Ester sekalipun Ester sudah memaafkannya.
"ibu kenapa menangis, apanya yang sakit Bu"? tanya Ester lagi
"tidak apa - apa nak, maafkan ibu, maafkan"
"ibu kenapa minta maaf, untuk apa Bu" tanya Ester lagi.
"dulu ibu sangat jahat" ucapnya membuat mereka lega. Syukurlah karena kejadian masa lalu, mereka takut ibunya berulah lagi.
"ohhhh itu, kita lupakan semua ya Bu, sekarang ibu jangan mikirin macam- macam, takutnya ibu tambah drop" ujar ester
"iya" ucapnya lemah
"ibu mau makan sesuatu" tanya Ester
"ngga"
"mi, apa mami lagi ada masalah di kantor" tanya judeo
"ngga nak, ibu nggada masalah"
" terus"
Ibu citra menatap langit - langit kamarnya, dan kembali air matanya menetes.
"ada apa mi"? tanya judeo sambil duduk di pinggir kasur maminya mengikuti istrinya yang sudah duluan duduk di kasur empuk ibu citra.
"mami sedih..." ucapnya terbata dan tidak sanggup meneruskan kata- katanya.
"sedih kenapa mi"? judeo makin gencar bertanya.
"malihat keluarga kalian dan juga Radit, mami jadi sangat kesepian. Mami ingin ada di antara kalian.Tapi mami ngga berani meminta kalian untuk ngumpul disini. mami sadar pernah berbuat salah dan sangat fatal" ucap ibu citra pelan. Dia sudah siap dengan penolakan judeo dan istrinya, tapi dia juga sudah tidak tahan untuk bicara.
Judeo menatap Ester yang sedang menatapnya juga.
__ADS_1
"mi, semuannya bisa dibicarakan nanti, sekarang mami istirahat dulu ya" ucap judeo.
"pagi ini aku ada meeting mi, aku titip istriku di rumah ini dulu, nanti aku balik ke sini jemput" ucap judeo yang disambut senang ibu citra. Karena hari ini dia ada teman di rumah.
"iya sudah, mami juga senang kok"
"nah sayang disini dulu ya, nanti aku jemput lagi" ucap judeo ke istrinya.
"iya mas" Ester Salim tangan suaminya begitu juga judeo mencium tangan maminya.
Sepeninggal judeo, Ester mengajak ibu mertuanya duduk.
"kalau kamu mau makan rujak, ada banyak di kulkas." ucap Bu citra, yang dua hari yang lalu sengaja belanja sangat banyak buah untuk menantunya.
"emang iya Bu"? tanya Ester
"hmmmm"
"kalau begitu nanti makan rujak di taman samping deh Bu"
"ya sudah ayo" ibu citra langsung semangat seolah sakitnya langsung sembuh. Memang benarlah kata orang bijak, hati yang gembira adalah obat mujarab.
Akhirnya Bu citra menyuruh artnya buat rujak di taman samping. Mereka terlihat sangat bahagia dan senang serta tidak ada jarak lagi. Ditambah lagi agak siang Radit sudah pulang sekolah dan jam makan siang judeo dan Jo juga datang. Jadilah rumah ibu citra rame dan penuh canda tawa.
"kenapa kalian tidak pindah aja deo" ucapnya saat Ester sedang ke kamar mandi.
"mi, Ester itu lagi hamil, pas lahiran pasti papi dan Tante Silvia akan datang. Apa mami izinin mereka datang ke sini, dan apa papi juga mau ke rumah ini" tanya judeo membuat ibu citra menunduk. Berat memang, selama ini Ester sudah sangat disayang oleh mereka, dan saat moment penting seperti lahiran mereka pasti ingin bersama Ester.
' Tapi bagaimana dengan aku, siapa yang perduli perasaanku, aku juga ingin bersama cucuku' batin Bu citra.
Saat mereka terdiam Ester sudah balik lagi dan heran melihat suami dan ibu mertuannya diam.
"ada apa mas sama ibu"
"ibu ingin kita pindah ke sini sayang, tapi gimana kalau nanti papi datang saat kamu lahiran" ucap judeo memegang tangan istrinya.
"ohhhh itu, ngga apa - apa mas kalau itu yang bikin ibu tenang, kita pindah aja. Nanti pas aku lahiran dan bapak datang ya tinggal di apartemen aja, iya kan, biar sama- sama enak" ucap Ester santai. Ibu citra langsung setuju dalam hati dengan idenya Ester itu, nanti mereka bisa pakai apartemen judeo.
"ya sudah terserah kamu sayang, tapi sekarang kita pulang dulu, besok kita ke sini lagi, ya mi"
"iya" ucap ibu citra sedikit lebih semangat.
Setelah pulang dari rumah ibunya, malam harinya judeo kembali bicara dengan istrinya, dan pendapat Ester masih sama, pindah aja demi kebaikan ibu mertuannya.
Akhirnya setelah istrinya tidur pulas, judeo telepon papinya. Dia ingin bicara berdua dengan papinya. Dan ajaibnya papinya sangat setuju mereka pindah ke rumah mami citra, karena menurut papinya sekarang yang terpenting pertumbuhan cucunya Radit dan juga calon cucunya satu lagi.
__ADS_1
Dan papanya berjanji akan ke Jakarta saat Ester melahirkan anak kedua bersama Tante Silvi dan Aldo.
Pembicaraan mereka sangat mencair, dan papinya menceritakan bahwa sekarang usaha Aldo belum begitu maju tapi sudah sedikit ada peningkatan, tidak stak ditempat lagi.
"Syukurlah pi, aku tahu papi bisa bantu dia" ucap judeo.
"kalau begitu, udah dulu ya Pi, mau tidur dulu, besok ke rumah mami dulu lagi baru kerja"
"iya nak, istirahatlah, oh iya deo usahakan jangan mengecewakan mamimu di hari tuannya, tapi jangan juga mengabaikan Ester istrimu. usahakan sejalan ya nak, Ester itu orang baik" ucap papinya tulus
"iya Pi, terimakasih"
Setelah selesai bicara dengan papinya judeo langsung ikut tidur di samping istrinya yang sudah pulas.
' selamat tidur sayang, papi benar, kamu adalah wanita pilihan untukku. hidupku berubah karena mu, padahal kamu bukan orang hebat, tapi mampu menjungkir balikkan duniaku, terimakasih sayang' ucap judeo sambil mengecup kening istrinya.
'anak papa di dalam jangan rewel ya, jangan nyusahin mama, oke' bisik deo di perut istrinya yang sudah buncit walaupun belum terlalu besar.
Hampir setiap malam judeo melakukan ini ke istri dan anaknya, karena dia ingin anaknya tahu bahwa judeo selalu ada di dekatnya. Setelah itu dia ikut tidur sambil memeluk istrinya.
Keesokan paginya Ester sudah bangun duluan, tapi hari ini dia tidak muntah dan mual. Dengan tenang dia mandi dan lalu minta di buatkan roti goreng.
"sayang kamu sudah cantik, ngga mual" tanya judeo yang baru bangun.
"iya mas ngga mual"
"mungkin anakku memang ingin juga kita pindah ya"
"iya kali mas" ucap Ester sambil senyum
"hari ini kita pindah ke rumah mami, aku sudah telepon papi tadi malam"
"oke mas"
Hallo pembaca setiaku
dukungannya donk
like
coment
vote
Terimakasih🙏
__ADS_1