
Setelah selesai makan malam, judeo dan Ester menyusul ibu citra ke ruang keluarga.
Mereka ingin mengikuti kemauan ibu citra dulu untuk mengademkan hatinya.
Begitu sampai di ruang keluarga ibu citra duduk di sofa besar dan mewah sementara judeo memilih duduk di sebrang ibunya berdekatan dengan istrinya.
Begitu mereka duduk sedikit terjadi ke kakuan di sana. Itu sangat bisa di maklumi karena judeo sendiri sudah sangat lama tidak ke rumah ini.
"mami ingin bicara apa sama kita" tanya judeo akhirnya memecah ke kakuan itu. Dan Sebenarnya judeo juga bukan orang yang suka basa basi.
"baiklah" ucap ibu citra akhirnya sambil memperbaharui duduknya. Sejujurnya Ibu citra juga adalah orang yang keras dan sangat kaku. Tidak suka bercanda dan berbasa - basi.
"mami to the point aja" ucapnya
Judeo dan Ester terlihat serius menanggapi, namun walaupun begitu tangan judeo tetap memegang tangan Ester.
"mami tidak akan ganggu CJ, asal kalian bersedia tinggal di rumah ini" ucap bu citra tegas menunjukkan wibawa kepemimpinannya walaupun yang dia hadapi adalah anaknya sendiri.
Judeo kaget juga mendengar keputusan maminya, tidak biasanya maminya bisa cepat merubah keputusannya. Biasanya biarpun keputusannya salah dan merugikan, maminya akan bertahan demi harga diri. Tapi ini ,tunggu ,belum Final keputusan tentang CJ maminya sudah merubah keputusannya.
'Tapi tunggu, syaratnya mereka harus tinggal di rumah ini. Sudah pasti istrinya tidak nyaman.'batin judeo lagi sambil menatap Ester.
"kenapa harus begitu"? tanya judeo datar
"ya begitu" jawab bu citra bingung kenapa.
"kalau kami ngga mau "?
"ya, terserah kalian " ucap ibu citra datar mulai sedikit kecewa. Tapi beda lagi dengan ester mendengar Ibu citra tidak akan mengganggu CJ dia berpikir untuk tinggal sementara, yang penting suaminya tidak harus pusing untuk memikirkan perusahaannya. Terserah apa niat ibu citra sebenarnya, yang pasti Ester yakin semuannya sudah atas rencana Tuhan. Apapun yang nanti dia alami di rumah ini Ester yakin sanggup untuk menjalaninya asal Tuhan bersama dia.
"ahhh iya bu, aku setuju" ucap Ester tiba-tiba sambil melirik suaminya yang lagi bengong. Judeo menatap Ester sangat intens seolah mencari jawaban, ketakutan atau keterpaksaan di sana, tapi judeo hanya melihat kejujuran di mata istrinya.
"kamu serius sayang"
Sambil mengangguk Ester mengatakan yakin untuk tinggal di rumah maminya judeo.
"iya mas, sudah hampir enam tahun kami dan raditya tanpa sengaja tinggal bersama bapak, sekaranglah waktunya raditya tinggal sama ibu juga." ucap Ester yakin. Mendengar jawaban Ester hati ibu citra sedikit tersentuh, karena setelah apa yang dia lakukan ternyata Ester masih memikirkan perasaannya.
"sayang tapi... " judeo terdiam Karena ragu untuk meneruskan ucapannya.
"tapi apa mas "? ucap Ester menatap lembut suaminya.
"kamu takut mami melakukan kesalahan lagi "? tanya ibu citra malah memotong, bicara masih datar membuat judeo jadi bingung harus menanggapi gimana. Jujur dia juga sebenarnya ngga ingin menyakiti hati maminya.
__ADS_1
"ya gimana Ya.. " judeo sampai garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal .
"mass" ucap Ester lembut sambil menyentuh jari tangan judeo lembut sambil tatapan memohon.
"baiklah, biarkan kami pikirkan dulu sampai besok mi, " ucap judeo bijak
"baiklah, besok beri mami jawaban " ucap ibu citra akhirnya, entah kenapa berhadapan dengan judeo dan Ester membuat ibu citra seperti seorang terdakwa yang kehabisan kata - kata.
"mami mau ke ruang kerja, silahkan kalian nikmati santai di rumah ini" lanjut ibu citra sambil bangkit berdiri mau naik ke ruang kerjanya.
Sebelum ibu citra berlalu, judeo ingin menanyakan maminya suatu hal.
"mami" panggil Ester sehingga ibu citra terdiam sejenak di tempatnya.
"izinkan saya dan Ester serta raditya serta calon anak kami hidup normal tanpa tekanan, kami akan tetap tinggal di rumah ini" lanjut judeo
"Ester tidak akan menikmati kekayaan mami, kalau mami tidak rela atau takut, mami bisa buat surat wasiat. Saya masih bisa menghidupi anak dan istriku mi. Saya hanya tidak akan memilih mami atau memilih Ester dan juga anak dan istriku, karena kalian semua sangat aku sayang" jelas judeo akhirnya membuat hati ibu citra kembali tergetar mendengar ucapan anaknya.
"mami lihat dulu" ucapnya menatap langit - langit rumah dan berlalu ke atas
"sudahlah mas, jangan di paksa, ibu juga pasti masih punya hati dan perasaan" ucap Ester menenangkan judeo suaminya.
"iya sih sayang " ucap judeo kembali menatap lembut istrinya. "aku sangat kagum sama kamu sayang, kamu selalu bisa tenang memikirkan masalah" ucapnya sambil mengusap rambut istrinya.
"ahhh mas bisa aja "
"iya sayang, kamu tahu ngga, kamu itu sangat hebat, jarang mami itu merubah keputusannya apa pun alasannya selain alasan yang dia ajukan" ucap judeo
"Setiap manusia itu pasti punya sisi baik Dan sisi buruk mas. Sejelek - jeleknya manusia pasti masih memiliki sisi baik, begitu juga sebaliknya sebaik - baiknya manusia pasti memiliki sisi buruk " jelas Ester sangat bijak.
"kamu memang hebat sayang" puji judeo lagi sambil memeluk istrinya dan mengusap perutnya."semoga anak Papa ini nanti jadi anak hebat seperti papanya dan bijak seperti mamanya " tuturnya.
"amin" balas Ester cepat
"sayang kita ke taman di halaman yo, cari udara segar" ujar Ester
"ayo " judeo mengajak istrinya ke taman samping lagi menikmati pemandangan taman bunga milik maminya.
"sayang, kamu jangan marah ya" ucap judeo perlahan
"kenapa mas "?
"kamu tidak ingin ketemu kedua orang tuamu" tanya judeo perlahan, tapi cukup membuat Ester mematung di tempatnya. Biar bagaimana pun Ester berusaha melupakan kedua orang tuannya tapi begitu disinggung oleh judeo tetap aja hatinya bergetar.
__ADS_1
"tumben mas deo tanya begitu"? ucap Ester
"kalau kamu ingin ketemu kapan - kapan kita kesana menemui mereka" ucap judeo
"apa mas judeo yakin" tanya Ester antusias
"yakin sayang "
"tapi mereka masih sehat ngga ya" ucap Ester seketika ingat kedua orang tuanya dulu sudah sakit - sakitan.
"mereka sehat - sehat" tutur judeo
"mas deo tahu darimana"?
"saya pernah kesana beberapa kali" ucapnya jujur
"ngapain"
"aku pikir kamu akan pulang ke sana cepat atau lambat" ucapnya jujur
"apa bapak sudah sembuh"
"sudah, dulu justru ibu yang kurang sehat saat aku ke sana " tutur judeo
"ibu sakit mas " tanya Ester kepada judeo panik
"sudah sembuh, beberapa hari berikutnya anak buahku kesana untuk mengecek keadaan Ibu sekalian ngantar kebutuhan mereka "
"benar mas"
"benar sayang, makanya kapan - kapan kita ke sana ya" ujar judeo kembali memeluk istrinya
"iya mas, makasih ya mas sudah bantu ibu sama bapak selama ini"
"iya sayang, sama -sama. aku juga selalu punya keyakinan hati kalau kamu akan kembali untukku "
"aku dan radit sangat bangga punya pelindung sekarang" ucapnya sambil merebahkan kepalanya ke dada judeo dan judeo menyambutnya dengan pelukan hangat.
Hai readers
dukung terus Ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih