AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 69 KEBERSAMAAN


__ADS_3

Begitu masuk restoran terlihat Judeo sangat bahagia dan antusias. Sepanjang jalan wajahnya sangat berseri. Jo sebagai orang terdekatnya sangat paham dengan keadaan bosnya.


"maaf pak, apa bapak tidak malu membawa saya ke restoran mewah begini sementara saya masih menggunakan seragam kerja" tanya Ester setelah mereka duduk berhadapan. karena sepanjang jalan tadi Ester lebih banyak menunduk.


"kenapa harus peduli, dan kenapa harus malu. kamu cantik dan berwibawa kok" jawab judeo spontan membuat Ester agak kaget. pasalnya judeo yang dia kenal jarang dan bahkan mungkin tidak pernah mengakui kelebihan orang.


"ayo duduk santai aja, nikmati makan siang ini" ucap judeo mulai memesan makanan.


"Radit pulang sekolah jam berapa"?lanjut memulai cerita tentang radit judeo.


"ini dia pasti sudah di rumah, tapi berangkat les lagi sampai sekitar jam duaan"


"ohhh jangan terlalu diforsir, kasih waktu bermain"


"saya nggak forsir kok pak, biasanya pulang kerja kami suka jalan kok ketaman hanya sekedar beli gulali"


"kamu hebat merawat dia" ucap judeo tulus


"Tuhan yang membuatku hebat pak"


"ya, kamu sangat punya kelebihan dalam kasih sayang"


"hanya itu yang aku punya pak, aku akan melakukan apapun kalau demi kebaikan Radit"


"benarkah"


"dia adalah hidupku dan nafasku"


"kalau begitu, mari menikah lagi"


jedarrrrrr


Ester kaget secepat itu judeo mengajaknya menikah lagi. Sebenarnya apa isi hati judeo, apa tujuannya.


"apa pak"???


"kamu dengar dengan baik kok dan kamu juga tahu yang aku ucapkan, mari menikah lagi", ucap judeo tenang membuat Ester jadi salah tingkah.


"aku tidak tahu cara merayu wanita Ester, karena biasanya wanitalah yang merayu aku. Tapi yang pasti aku tahu, kamu tidak pernah menikah lagi setelah meninggalkan apartemenku. Dan aku juga belum menemukan seorang wanita pun yang membuatku takut kehilangan. aku takut kamu tidak percaya lagi samaku, apalagi setelah aku melihat Radit, aku semakin takut kehilangan kalian." ucap judeo serius.


"aku tidak pernah setakut ini Ester. kehilangan proyek triliunan juga bukan masalah buatku. tapi kamu dan Radit beda, aku sangat takut kalian tidak percaya padaku."


Ester hanya terpana mendengar ucapan-ucapan judeo. Hari ini dia melihat sisi lain dari judeo.


"Ester, kita dulu sudah menikah karena perjanjian, tapi sekarang ayo kita menikah yang sebenarnya. apalagi kita sudah punya Radit.."


"maaf pak judeo, aku tahu mungkin bapak bisa aja berubah cara pandang bapak. Dulu bapak ingin memberi pelajaran buat aku dan ingin melihatku tersiksa. Tapi begitu bapak melihat wajah Radit, bapak merubah semua cara pandang itu. Tapi kita sangat sulit untuk menyatu pak. Dunia kita jauh banget bedanya. pak judeo dilangit ketujuh sementara kami dijurang yang dalam."


"kenapa" protes judeo


"karena itu kenyataannya pak"


"kenyataan apa, saya tidak perduli, siapa pun yang menghalangi akan saya berantas , karena kamu dan Radit harus jadi milikku."

__ADS_1


"apa bapak tidak kasihan sama Radit"


"kasihan kenapa, justru saya sangat sayang dia"?


"dia belum tentu diterima dikeluargamu"


"harus diterima" ucapnya mantap


"kenapa anda sangat yakin"


"aku selalu yakin dengan perkataan ku"


"baiklah, mungkin Radit bisa diterima dikeluarga anda, tapi Radit itu tidak bisa jauh dari saya"


"justru karena itulah kita harus menikah lagi"


"tapi aku sudah ditolak keluargamu. Saya rasa bapak tidak lupa, bagaimana saya terlempar sejauh ini dari Jakarta, itu karena penolakan ibu anda"


"sekarang aku punya hidupku sendiri, mami tidak bisa intervensi"


"terserah anda pak, saya hanya tidak ingin anakku tertolak"


"itu tidak akan terjadi" ucap judeo sangat yakin.


Lalu mereka mulai makan hidangan yang telah disusun oleh karyawan restoran itu.


"oh ya Ester nanti malam kita pergi cari rumah buat tempat tinggal kalian ya"


"harus, kalian tidak boleh tinggal di kontrakan sempit begitu. tidak baik untuk perkembangan Radit. kamu boleh memikirkan untuk menikah denganku tapi tumbuh kembang Radit adalah yang utama", jelas judeo


"Bertahun-tahun dia hidup dalam kemiskinan dan ketidak mampuan. Sekarang izinkan aku untuk memberikan fasilitas untuk anakku Ester"


"terserah bapak"


"aku tahu kamu cukup tangguh untuk mengurusnya, tapi mulai sekarang tolong izinkan aku untuk terlibat dalam urusannya, minimal aku sangat mampu untuk memfasilitasinya."


"oh ya, kalau kamu mau berhentilah bekerja, fokuslah urus Radit. dia pasti sangat membutuhkan ibunya."


"aku masih bisa melakukannya sambil bekerja"


"iya aku tahu, tapi kalau kamu berhenti waktumu bisa lebih banyak sama Radit"


"untuk saat ini, seperti ini juga sudah lebih dari cukup pak"


"baiklah, saya ikut aja, yang penting kalian senang dan kalau kamu kewalahan bilang sama aku"


"hmmmmm"


"setelah makan ini, aku masih harus meeting. ntar sore kalian jangan kemana-mana, nanti kita jalan ke pantai. kata pak Willy dekat sini ada pantai yang bagus"


"iya pak"


"oh iya, biasanya Radit ingin mainan apa atau permainan yang kayak gimana? misalnya wahana air atau wahana yang lapangan seperti main layangan atau pesawat-pesawatan"

__ADS_1


"biasanya sih dia ngga milih-milih, tapi aku juga ngga tahu. kalau aku ajak wahana air seperti berenang sih dia oke aja, terus ajak main lari-larian aja ditaman juga dia senang aja. bisa jadi itu karena dia ngga punya pilihan, saya ngga tahu"


"kalau makanan dia suka makanan apa"? tanya judeo serius


"sepertinya sih kalau makanan ada miripnya sama bapak, semua jenis olahan mie. tapi karena kita orang susah ya seringnya mi instan"


"kedepannya kalian tidak usah mikirin materi. aku tahu bukan orang baik, tapi membiayai hidup kalian aku masih sanggup"


"mengalir ajalah pak"


"iya aku tahu kamu masih butuh waktu, tidak apa-apa. aku juga memperpanjang waktu kunjunganku kok kedaerah ini, kita harus bisa mendapatkan keputusan bersama yang terbaik"


"hmmmmm"


"sekarang kamu ikutin jawaban hmmmm ku" canda judeo membuat Ester baru tersadar malu


"maaf pak"


"ga usah kaget, biasa aja"


"baik pak"


"sekarang kita kembali bekerja, nanti sore baru jalan"


"hmmmmm"


"Jo" panggil judeo yang ada di meja lain


"ya tuan"


"kita sudah, sekarang kita kembali ke kantor Willy, tapi antar Ester dulu. saya naik taksi aja, kalian naik mobil kantor seperti tadi."


"baik tuan"


"ayo Ester, kita kembali ke mall"


Ester bangkit berdiri mengikuti judeo melangkah turun kebawah.


Mereka berdua akhirnya meninggalkan restoran itu.


Di depan sudah menunggu satu taksi online yang akan mengantar Ester dan Judeo kembali ke mall.


Judeo mengantar Ester sampai dekat pintu karyawan, setelah itu dia masih memerintahkan satu pengawal memastikan kalau Ester sudah masuk bekerja lagi dengan aman.


Setelah pengawal itu melapor barulah judeo meninggalkan tempat itu dan naik ke mobil perusahaan.


Judeo sangat antusias menyelesaikan semua kerjaannya. Dalam bayangan dia nanti sore akan seru bisa bermain bersama anaknya Radit.


Hai semua


jangan lupa, like, coment dan vote ya


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2