AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 76 BERBEDA


__ADS_3

Judeo merasa sangat malu dengan kebersamaan keluarga papinya. Terlihat sekali kalau mereka saling menyayangi satu sama lain. Tidak seperti dia dan maminya yang kalau ketemu pun tidak pernah ada canda tawa.


Judeo jadi malu, dia yang terbiasa dilayani dari hal-hal kecil sampai urusan kantor, sementara disini saling melayani. akhirnya sepanjang di meja makan itu dia melarang Jo melayaninya.


"tidak usah Jo" ucap judeo ketika Jo ingin menyiapkan makanannya.


Ester yang tahu bagaimana kebiasaan judeo dan juga gimana pak Jo bekerja sangat mengerti, tapi dia juga tidak ingin menjatuhkan judeo disini, didepan anaknya dan juga keluarga lain karena apa-apa dilayani. Akhirnya Ester berdiri dan punya inisiatif untuk menyiapkan makanan pak judeo. Ester merasa paling cocok menyiapkan makanan pak judeo atas nama istri walau hanya mantan mungkin.


"pak Jo, ini makanan pak judeo ya"


"iya" jawab Jo bingung


"biar aku siapin ya pak, aku tahu pak judeo ngga bisa makan pedas" ucap Ester asal.


Akhirnya dia menyiapkan semua makan judeo dan minumnya, lalu dia kembali duduk di tempatnya tadi.


Judeo menatap Ester menyiapkan makananya dan dia merasa sangat tersanjung, dia dilayani oleh Ester, istrinya dan ibu dari anaknya. Hatinya sangat berbunga-bunga dan bahagia.


"tidak usah sungkan Deo, kalau ada yang kurang berkenan, aku tahu kamu kurang biasa dengan keadaan begini" ucap pak Sanjaya.


"iya" jawab judeo asal


"iya kek, papa biasanya makan di restoran mewah" celetuk Radit.


Sejujurnya judeo mengakui bahwa papinya juga cukup memahaminya, begitu juga Ester.


Hari ini hati judeo sangat bahagia yang sesungguhnya, hanya karena hal-hal kecil di keluarga ini membuatnya seperti mendapatkan proyek triliunan banyaknya.


Setelah selesai makan judeo kembali disuguhi pemandangan yang lain. Semuanya saling membantu untuk sekedar mengangkat piring kotor dan membersihkan meja, kecuali papinya.


Dirumah ini terlihat sekali memang kalau papinya sangat dihargai. Tidak seperti di rumahnya dulu papinya selalu dimarah-marah maminya.


Jo ingin ikut membantu tapi dilarang oleh Ester.


Setelah selesai semua,judeo dan yang lain kembali duduk di ruang depan. mereka mulai asyik bercerita yang diawali oleh celotehan Radit.


"om Aldo, Radit punya mainan baru, bagus bangetttt" pamer Radit ke Aldo


"oh iya, dari mana? emang mama sudah gajian"


"bukan, dari papa om. papa duitnya banyak banget"


"oh iya"


"iya om, kami aja makan di restoran mahalll buangettt" cerita Radit dengan mimik lucu.


mereka semua senyum samar mendengar celotehan Radit. Sementara pak ganda langsung menarik cucunya, kembali dia terpikir bagaimana Tuhan memberikan keadilan. Radit cucu kandungnya bisa bersamanya, dia besarkan, dia rawat dari kecil. Siapa yang menyangka, selama ini bahkan hanya untuk bertemu anaknya judeo aja dia tidak bisa.


"sini sayang, cucu kakekkk, kakek kangen bangetttt"


"yaaa kakek pikun ya, tadi baru datang kan sudah peluk"


"tapi kakek kangen lagi"


"ohhhh"

__ADS_1


"aku juga kangen sama kakek, ayo kek kita main catur" ajak Radit


"nanti kamu kalah"


"ya nggalah"


"yang menang dapat apa emang"? tanya kakeknya pura-pura


"yang menang dapat mainan pesawatku"


"benarkah" karena pak ganda tahu Radit sangat sayang sama mainan-mainanya apalagi masih baru.


"benar kek"


"ayo"


"om Aldo, ajarin aku ya, biar jangan kalah, nanti mainanku diambil lagi"


"kamu kenapa kasih mainanmu jadi taruhan, ya harus maulah, laki-laki harus sportif",


"iya ya, ya sudah deh, ngga jadi ajarin"


"begitu donk, sportif"


"tapi om jangan ajarin kakek juga ya"


"yeeeee kenapa ngga boleh, kakek kan papaku"


"ahai, aku ada ide, aku sama papaku aja" dia berbalik kearah judeo diikuti mata semua orang.


"bisa Sih, tapi sudah lama papa tidak main"


"ayo pa coba lagi, biar mainanku aman"


"ya sudah ayo"


Sekarang malah Aldo yang cemburu kepada judeo. Kenapa Radit bisa selengket itu sama orang baru, ya walaupun kata Ester lewat chat itu papanya.


Mereka menuju teras samping dimana biasanya kakek ganda main catur.


Akhirnya permainan itu di mulai, antara bapak dan anak. Bisa ditebak siapa yang kalah, pasti kakek ganda, karena dia mengalah demi anaknya dan cucunya.


Radit yang merasa menang karena kerjasama mereka ayah dan anak, tersenyum bahagia dan berjoged-joged didepan mereka semua.


"aku menang, aku menang, yes yes yes" kira-kira seperti itulah lirik lagu asal-asalan Radit sambil berjoget.


Melihat tingkah anaknya tanpa sadar judeo tersenyum dan tertawa lepas.


"papa, kita menang" ucapnya sambil toz telapak tangan dengan judeo


"iya" jawab judeo singkat, dia tahu ayahnya sangat mengalah.


Melihat bosnya tersenyum Jo sangat senang. Hampir tidak pernah bosnya tertawa sesantai dan serileks ini. Biasanya pasti kepura-puraan didepan klien dan rekan bisnisnya.


Setelah deal dengan bermain catur, dan grup raditlah pemenangnya, Radit sudah ngantuk.

__ADS_1


"pa, kek, tidur yuk, ngantuk nih"


"kamu ngantuk" tanya judeo


"ayo" ucap kakek ganda sambil berdiri.


"oh ya, saya bobo in Radit dulu, kalau kalian mau main lagi main aja" ucap pak ganda sudah berjalan dibelakang Radit.


"dit, ingat pipis dulu, jangan ngompol" goda aldo dari tempat duduknya


"siap komandan, aku sudah besar" jawab Radit asal sambil berlalu.


Tinggallah Aldo, judeo dan Jo diruangan itu. Sementara ibu Silvia dan Ester sedang menyiapkan kopi dibelakang.


"oh iya, saya dengar kamu papanya Radit, benar begitu" tanya Aldo memulai pembicaraan.


"iya, saya papanya"


"untuk apa kamu muncul lagi"


"maksudmu" tanya judeo heran dan agak tersinggung.


"iya, apa tujuanmu menemui mereka sekarang, mau menghancurkan mereka lagi, atau membuang lebih jauh" ucap Aldo santai


Terlihat judeo kurang senang dengan kata-kata Aldo, tapi sekejap dia sadar dimana dia sekarang berada. Dan Aldo pun memperhatikan perubahan mimik judeo itu.


"jangan tersinggung, Ester sudah cerita semua masa lalunya. kalian tidak menginginkan dia dan Radit"


"itu salah paham doank"


"salah paham kok bertahun-tahun"


"kamu tidak mengerti dan jangan terlalu banyak ikut campur" ketus judeo


"saya ikut campur karena saya tidak mau Ester dan Radit terluka lagi dan disingkirkan oleh keluargamu. orang kaya kan bisa berbuat apa saja"


"Aldo, itu tidak akan terjadi pada radit, dia adalah cucu papa, nyawa papa pun akan papa kasih jadi taruhannya."


"apa papa bisa melawan keluarganya, papa ingat bahkan membuang Ester dari Jakarta mereka menyewa pesawat pa, coba, betapa hebatnya mereka"


"tidak"


"terus"


"tidak ada kekuasaan dunia yang tidak bisa Tuhan patahkan, kalau Tuhan mengizinkan" ucap pak ganda pelan dan mantap.


Jo hanya bisa jadi pendengar setia, dia tahu pak ganda tidak akan bisa melawan bosnya apalagi nyonya citra, tapi pak ganda terlihat orang yang sangat baik dan juga realistis.


Jo belum tahu itu papi judeo yang sebenarnya.


Hai readers, jangan bosan ya


Dukung terus tulisan ini


like, coment dan vote.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2