
Pagi ini mereka menuju kantor dengan pikiran masing-masing. Jo masih sangat bingung dengan ester, kok berani sekali ya gadis itu minta dinikahi oleh tuan judeo? apa terjadi sesuatu?
Sementara judeo bingung dengan dirinya sendiri. Masak seorang judeo kalah sama gadis kampungan seperti Ester, yang bahkan masih anak kecil. Dan sekarang judeo menyetujui pernikahan ini, walaupun tidak membawa pengaruh apa-apa, tapi aku sudah kalah sama gadis itu.
Sampai di kantor Jo bukan langsung keruangannya sendiri seperti biasa, tapi malah mengikuti judeo masuk ke ruangannya.
"tuan, kira-kira gimana bentuk perjanjiannya" tanya Jo serius saat mereka berdua sudah duduk berhadapan.
"pernikahan hanya formalitas, aku tidak punya kewajiban apa-apa, termasuk nafkah untuk dia, ini hanya supaya tidak menimbulkan fitnah"
"baik tuan"
"Kalau aku bosan, kapan aja dia harus keluar dengan milik pribadinya saja"
"baik tuan" sepertinya Jo sudah mengerti bentuk surat perjanjiannya.
"lalu tuan ingin pernikahannya kapan"?
"secepatnya"
"baik tuan"
Jo langsung keluar dari ruangan judeo, dia ingin ketemu Ester di apartemen untuk menandatangani perjanjian ini. Tapi sebelum itu Jo harus segera buat surat perjanjiannya supaya lebih cepat.
Setelah selesai surat perjanjiannya, Jo ingin segera menuju apartemen judeo.
Diperjalanan judeo menghubungi seseorang yang sering mengurus masalah tuan judeo.
dddrrrrtt drrrtt
"hallo bro"
"hallo"
"tumben bro, masalah bosmu"
"iya, tolong bantu saya, siapin tempat dan pemuka agamanya, bos ingin menikah"
"hahahaha bosmu ingin menikah, kok tumben ngga langsung cari EO aja"
"ini hanya formalitas"
"ohhhhh"ucapnya yang sudah sering menghadapi masalah begini bagi orang kaya, kawin kontrak.
"bisa kamu urus" tanya Jo serius
"kirimkan data mereka"
"hmmmm"
"kapan rencananya"
__ADS_1
"secepatnya, lebih cepat lebih baik, tidak usah ramai"
"baiklah"
Urusan pelaksanaan pernikahan kelar, Jo yakin temannya itu bisa urus ini dengan sangat baik. Sekarang dia harus ketemu Ester, gadis kampung itu.
Begitu sampai apartemen sengaja Jo pencet bell, biarpun sebenarnya dia bisa aja langsung masuk. Maksudnya biar Ester sadar ada yang datang, soalnya tidak biasanya jo ada diapartemen jam segini.
"tuan Jo" ucap Ester saat buka pintu
"siang Ester"
"siang tuan Jo"
"boleh kita bicara" wajah tuan Jo sangat serius.
"tentu saja boleh tuan" ucap Ester sudah menebak, pasti ini tentang kejadian tadi malam. Tapi kenapa harus takut Ester, jangan takut karena rasa takutmu pun sudah tidak berguna sekarang, kamu hanya perlu mengikuti dan menjalankan.
"begini Ester" ucap Jo bingung mulai dari mana, Ester masih diam menunggu. Walau dia tahu kira-kira arah pembicaraannya tapi dia biarkan saja tuan Jo yang bicara.
"sebenarnya kenapa kamu minta dinikahi tuan judeo, apa tujuanmu" ucap Jo akhirnya.
"karena tuan Judeo ingin merebut kesucianku, dan aku bilang itu hanya untuk suamiku" ucap Ester enteng banget padahal Jo yang mendengar sudah sangat kaget.
"apaaa"?
"kenapa anda terlihat kaget? harusnya tuan judeo tidak menginginkan aku kan tuan, tapi tadi malam dia ingin memaksaku untuk memuaskannya. walaupun aku budaknya bukankah hanya budak kerja, bukan untuk melayaninya ditempat tidur" cerita Ester tenang.
"Anda pasti tidak percaya kan tuan Jo, apalagi saya. Dia yang sangat kaya dan sombong dan arogan itu masa menginginkan saya yang kampungan, kenapa dia tidak meminta ke pacarnya, apa karena saya gadis desa jadi dia pikir bisa dibuat sesuka hatinya tanpa perduli perasaan, sementara pacarnya dia pasti sangat menyayanginya kan, jadi dia takut pacarnya tersinggung?" ucap Ester kembali meneteskan air mata.
Ucapan Ester ini malah buat Jo tambah bingung, bagaimana tidak, sela pacar bosnya pasti dengan sangat rela melayani bosnya, tapi kenapa tuan judeo malah melirik Ester, apa seleranya mulai menurun.
Tapi kalau dipikir-pikir, mungkin tuannya punya pandangan sendiri sama Ester. buktinya aja sekarang tuannya sedikit lebih peduli, dan ini tuannya menyetujui pernikahan ini, padahal komitmen adalah hal yang paling dia benci selama ini.
"baiklah Ester, saya memang agak kurang percaya tadinya, tapi mendengar ceritamu mungkin tuan judeo punya pandangan sendiri dan dia setuju untuk melakukan pernikahan ini, tapi dengan berbagai syarat" ucap Jo
"apa aja syaratnya tuan, akan saya penuhi dengan sekuat hati saya yang penting saya tidak semakin menambah dosa dengan berbuat zinah" ucap Ester yakin
"oke, lihatlah ini" ucap Jo menyerahkan beberapa lembar kertas yang berisi data-data.
"tapi yang utama dan harus kamu ingat, ini hanya pernikahan formalitas aja, karena tidak menggunakan perasaan, jadi jangan bilang tuan judeo kejam kalau sewaktu-waktu atau bahkan besok dia sudah tidak menginginkanmu lagi, dan mengusir kamu keluar dari sini", ucap Jo to the point.
"baik tuan"
"Dan lagi pernikahan ini tidak merubah apapun keadaanmu di apartemen ini, kamu tetap harus kerja untuk dirimu sendiri, pernikahan ini hanya untuk menghindari zinah kalau sewaktu-waktu tuan judeo menginginkanmu"
"baik tuan"
"dan untuk pernikahan ini hanya didepan altar dan para saksi, tidak ada keramaian, dan tidak ada yang tahu selain kamu, tuan judeo, dan para saksi"
"baik tuan"
__ADS_1
"Tuan judeo tidak menyiapkan mahar apapun itu, jadi jangan berharap"
"baik tuan, saya dinikahi aja saya sudah bersyukur, berarti saya tidak berbuat zinah dan saya tidak melakukan perzinahan"
"baiklah, nanti akan ada orang yang datang kesini untuk membawamu perawatan. Kamu ikut kalau saya sudah telepon kamu"
"baik tuan"
"besok pagi bersiaplah, karena besok akan dilaksanakan pernikahannya jam sembilan pagi, karena jam sebelas tuan judeo harus meeting dengan klien penting, jadi jangan mengulur waktu"
" baik tuan"
"Sekarang kamu sudah paham semua kan, apa ada yang ingin kamu tanyakan" tanya Jo sebelum menyuruh Ester tanda tangan.
"sudah tuan"
"kalau begitu, coba kamu baca ulang dan tanda tangan disini" perintah Jo
Tanpa pikir panjang dan baca lagi Ester langsung tanda tangan dikertas itu. Dia sudah membaca semua tadi saat tuan Jo menjelaskan satu persatu.
"ternyata kamu sudah yakin akan semuannya"
"iya tuan" ucap Ester asal
"baiklah, saya tinggal dulu. nanti sore kamu diantar perawatan dan nanti malam tidak usah kerja dulu. karena besok harus benar-benar fresh"
"baik tuan"
Jo mengumpulkan semua berkas yang berkaitan dengan pernikahan besok. karena dirasa sudah lengkap Jo langsung telepon temannya yang mengurus pernikahan ini.
dddrrrrtt drrrtt
"halo"
"halo, Lo dimana, bisa ketemu sekarang"
"boleh, dimana"
"posisi terdekatmu dimana"? balik tanya Jo
"di cafe MK "
"boleh, saya langsung kesana"
"sampai disana" sambungan telepon itupun diputus Jo.
Jo keluar dari apartemen judeo bersama supir kantor.
"kita ke cafe MK pak"
"Baik tuan"
__ADS_1
Hai hai hai, readers setiaku, tetap like, coment dan vote ya.🙏