
Serasa dunia lambat berputar bagi judeo, karena dia ingin segera jam lima sore, supaya Ester pulang dari bekerja. Aneh memang judeo sang penguasa bisnis itu tidak bisa membawa ester pergi sesuka hati padahal perusahaan tempat Ester bekerja adalah milik judeo .
Karena Sayangnya Ester bukan orang yang mau memanfaatkan keadaan, dia selalu berpikir jauh ke depan. Dia belum ingin teman-temanya tahu hubungan masa lalunya dengan pemilik pusat perbelanjaan ini.
Tapi untuk saat ini Judeo belum bisa memaksa Ester seperti biasa. entah kenapa setiap judeo ingin memaksa Ester dia takut anaknya Radit marah. Dia takut Radit membencinya karena dianggap membuat mamanya tidak nyaman.
Jadilah dia sekarang dengan sabar menunggu jam pulang kerja Ester.
Saat Ester keluar dari pintu karyawan mall itu, hati judeo langsung berbunga-bunga. Dia seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta.
Dari jauh terlihat pengawal Judeo meminta Ester naik ke mobil tuan judeo. Ester hanya bisa menurut karena dia juga yakin bahwa orang ini hanya menjalankan perintah.
"maaf pak lama" ucap Ester begitu duduk disamping judeo.
"iya sih sangat lama, syukurnya aku lagi senang, jadi tidak apa-apa menunggu lama" jawab judeo santai dan senyum kecil.
Ini bukan seperti judeo yang Ester kenal. biarpun dulu hanya sebentar tinggal bersama, tapi dia cukup tahu tabiat dari tuan judeo.
Apa tuan judeo benar-benar berubah, batin Ester.
"kenapa kamu bengong, terpesona sama aku" ucapnya narsis. Kalau itu sih masih ada miripnya, masih sangat percaya diri.
"tidak pak, maaf, aku hanya merasa tidak enak" ucap Ester tenang
"biasa aja, ayo jalan pak" ucapnya kepada supir taksi itu.
"baik pak, kita kemana ini pak"
"kita ke jalan xx,"
"baik pak"
Ester hanya diam mendengar semua perintah Judeo. ke jalan xx berarti menuju rumah kontrakannya.
Jarak dari mall ke rumah Ester memang sangatlah dekat, bahkan kalau jalan kaki mungkin tidak sampai lima menit.
Begitu sampai gang, ternyata Radit dan ibu pengasuhnya sudah menunggu dengan pakaian rapi. Judeo langsung memerintahkan supir itu untuk mendekati anaknya.
"Radit" teriak judeo membuka kaca mobil
"papa"
"ayo langsung naik"
"oke"
Radit langsung naik ke taksi yang membawa judeo dan Ester, sementara pengasuhnya diarahkan naik mobil kantor.
Jadilah judeo satu mobil hanya dengan keluarga kecilnya. Walaupun mobilnya bukan mobil mewah, tapi judeo sangat senang. Dia merasa keluarga yang harmonis ada istri dan anak.
"kita mau kemana pa"? tanya Radit ngga sabaran begitu mobil mulai melaju mengikuti mobil kantor yang dinaiki Jo dan yang lain.
__ADS_1
"kamu mau kemana, mau bermain wahana air atau wahana bebas, maksudnya di alam bebas"? tanya judeo sambil mengusap punggung Radit.
"yang mana aja pa, aku belum pernah. om Aldo jarang ajak ke wahana air juga"
om Aldo lagi, batin judeo seperti kurang senang.
"ya sudah kita kepinggir pantai, kata om Jo lokasinya sangat bagus"
"oke pa"
Sepanjang jalan Radit banyak bertanya kejudeo tentang yang dia lihat. Dan judeo dengan senang hati menjawab semuanya seperti seorang tour guide.
Tanpa mereka sadari Ester yang sudah capek bekerja ketiduran sepanjang jalan.
"ehhhh mama ketiduran Radit"
"biarin aja om, kasihan mama cape kerja"
"iya ya" ucap judeo pura-pura mengerti.
"iya, ntar kita bangunin kalau sudah sampai"
"oke sayang"
Tidak terlalu lama mereka sudah tiba disalah satu pantai yang agak indah memang kalau sore hari.
Radit sangat senang bermain dilapangan di sana, dan bisa juga main pasir di pantai sebelum gelap.
"bisa nak"
"tapi mamanya belum bangun pa, Radit turun nunggu mama bangun deh, kasian" ucap Radit.
"tidak usah nak, main sama sama om Jo dan ibu, mama biar papa yang nunggu" ucap judeo karena Jo dan ibu pengasuh Radit sudah mendekati mobil judeo dan Ester.
"ohhh ya sudah deh pa"
"hati-hati mainnya ya"
"oke papa" Radit langsung melompat turun diikuti Jo dan pengasuh Radit.
"tuan tidak ikut" tanya Jo
"nunggu dia bangun dulu" sambil dagunya menunjuk Ester.
"baik tuan kami kesana dulu"ucap Jo mengerti.
Tuan judeo sudah benar-benar jatuh cinta sama nona Ester. dia bersedia menunggu nona bangun. coba kalau wanita-wanitanya di Jakarta, pasti sudah tugasku untuk menunggu itu, pikir Jo sambil menjauh pergi dari mobil itu.
"iya jagain Radit"
"baik tuan"
__ADS_1
Jo dan pengasuh Radit berlalu dari tempat itu menuju pantai. Radit terlihat sangat senang menikmati perjalanannya kali ini.
Dia mendekati pantai lalu mencoba main pasir.Jo dan pengawal menjaga Radit dan kadang bermain dengan Radit.
Judeo bisa melihat semua itu dari dalam mobil taksi itu. Dia merasa terharu dan tidak kebayang sudah punya anak sebesar Radit.
Ya Tuhan, betapa bahagianya hatiku ini, padahal inilah liburan yang paling tidak bermodal, ke pantai, gratis, batin judeo.
Tapi liburan kali ini aku menggunakan hati untuk menikmatinya, bukan melihat fasilitasnya seperti biasa.
Judeo menoleh ke Ester yang masih tidur disebelahnya. Terlihat wajah Ester sangat cape tapi tetap cantik dan tidak berlebih.
Kamu wanita luar biasa Ester, kamu membuatku sadar bahwa hartaku tidak bernilai sama sekali jika tidak bisa berguna buat orang lain terutama orang terdekat,' batin judeo.
Kamu bisa membuatku tidak berkutik dan mengalah untuk menunggumu, padahal itu tidak pernah ada dalam kamusku, batinnya lagi.
Kepolosanmulah membuatku tidak bisa melupakanmu, bahkan ketika kamu pergi. padahal kamu hanya gadis biasa yang tidak bisa ngapa-ngapain dan tidak berusaha cantik paripurna, hanya jadi dirimu yang sebenarnya, masih batin judeo.
Keikhlasanmu dan kepolosanmu telah meruntuhkan keegoisanku dan aroganku, batinnya lagi.
"enngghh" Ester menggeliat dan membuka matanya perlahan
Ester menoleh ke sisi kanannya dan melihat judeo sedang tersenyum padanya.
"tidurmu pulas banget kayaknya, apa kecapean"?
"ahh ngga pak"
"noh Radit sangat senang main pasir, mau ikut ngga" sambil menunjuk Radit yang sedang dibibir pantai itu.
Ester baru sadar mereka ada dimana. ternyata tadi dia ketiduran di mobil pak judeo.
"maaf pak, saya sudah lama ya ketiduran"
"lumayanlah sampe iler kamu beberapa kali aku lap" ucap judeo berusaha tenang menyembunyikan senyum gelinya.
"masa sih"
"kamu ngga percaya"
Ester jadi merasa malu . Dia tersenyum malu sambil menunduk. Entah kenapa candaan judeo seperti itu membuatnya jadi salah tingkah.
Ester takut kalau dia lupa diri lalu berharap lebih tapi akhirnya tercampakkan. Ester tidak ingin hal itu terjadi lagi. Dia harus membentengi dirinya dari sikap arogan judeo dan maminya. Apalagi sekarang ada Raditya.
Hai semua
jangan bosan-bosan ya.
Jangan lupa like, coment dan vote.
terimakasih
__ADS_1