AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 141 MEMBUJUK


__ADS_3

Dan disinilah mereka sekarang, disebuah restoran mewah yang menyajikan semua jenis makanan seafood.


Judeo kembali sibuk mengurus makanan Ester, sementara Radit sibuk dengan Omanya. kalau ada yang Radit tidak bisa, dia akan minta tolong Omanya, dan ibu citra juga sangat senang dengan kegiatan barunya.


Dengan telaten judeo mengupas udang untuk Ester, karena Ester terlihat sangat lahap. Begitu juga menyuapi bermacam - macam buah untuk istrinya itu.


Ibu citra sebagai maminya judeo malah merasa kalau anaknya ini sangat banyak berubah. Bahkan dari dulu judeo membawa beberapa pacarnya saat ada moment tertentu ke rumah, judeo biasa aja cuek, tapi sekarang lihatlah, dia sangat memanjakan Ester.


Setelah selesai makan siang judeo ingin mengajak Ester mampir ke kantor sebentar, sementara maminya, dan Jo mengantar Radit dan susternya ke apartemen.


Setelah sore ibu citra pamit pulang dari apartemen judeo. Asistennya sudah menunggu di parkiran bersama supirnya. Kembali ibu citra merasa kesepian hidup sendiri di rumahnya yang sangat besar.


'coba aja Ester dan judeo tinggal di rumah ini, suasananya pasti akan berbeda' batin ibu citra sedih.


'kapan mereka mau pindah ke sini ya' batinnya lagi.


'aku harus sabar, aku tidak mau memaksa mereka lagi, aku sudah sangat berdosa kepada Ester. Dia memaafkan aku saja sudah bersyukur' batin ibu citra.


Ibu citra langsung masuk ke kamarnya untuk mandi dan bersih- bersih. Setelah mandi niatnya ingin minum teh dulu di balkon rumahnya lantai dua. Tapi bukannya bisa menikmati teh mahalnya, pikirannya malah melayang kemana - mana. Dia ngebayangi kalau mereka minum teh rame - rame terus di gangguin oleh cucunya. Atau juga bisa aja bermain ular tangga seperti yang katanya kemarin mereka lakukan di apartemen judeo yang dimenangkan oleh cucunya.


Ibu citra tersenyum kecil ngebayangin cucunya Radit menang, lalu akan joget - joget riang sambil ngasih bedak wajah ayahnya.


"Ibu, apa saya boleh ganggu" ucap Clara sang asisten yang melihat bosnya tidak seperti biasanya.


"iya, ada apa cla" ucap Bu Clara lemas kayaknya.


"apa ibu kurang sehat" tanya Clara, takutnya ada yang kelewat yang dia tidak tahu tentang Bu Clara. Soalnya hampir semua tentang Bu Clara dia tahu.


"ngga cla, cuma saya merasa kesepian, saya sepertinya ingin banget judeo dan keluarganya pindah ke sini" ucap Bu citra lesu.


"mungkin ibu harus membujuk istrinya pak judeo Bu, karena saat ini saya lihat keputusan pak judeo sangat tergantung suara istrinya" ucap Clara sesuai kenyataan.


"iya cla, tapi sepertinya dia belum bisa percaya sama saya"


"itu sih bisa di maklumi Bu, kita di maafkan aja atas kejadian dulu sudah sangat bersyukur" ucap Clara lagi sesuai dengan keadaan nyata.


"iya cla, makanya saya tidak pede untuk membujuknya, saya merasa tidak pantas" ucap Bu citra lesu.


"sabarlah Bu, saya yakin ibu Ester itu sangat baik orangnya. hanya tinggal menunggu waktu Bu, pasti dia akan maafin dan percaya lagi sama ibu" ujarnya


"ya, semoga aja cla"


"apa kita bisa bicara kerjaan bentar Bu" ucap Clara takut- takut


"iya, ada apa"?


"ini hasil meeting kemarin Bu, sudah saya rampungkan Bu, biar ibu bisa cek dan pelajari lagi"

__ADS_1


"ohhh nanti aku cek dulu ya, ambil besok pagi, ingatkan saya"


"iya bu"


Clara akhirnya mohon diri untuk masuk ke kamarnya dan istirahat.


"kalau begitu apa saya sudah boleh masuk kamar saya Bu"?


"iya, istirahat sana" ucap Bu citra.


Kembali ibu citra merasa sendirian setelah Clara keluar dari kamarnya.


Dengan perlahan ibu citra rebahan di kasur empuknya, kasur yang selalu menjadi tempatnya merenungkan banyak hal setelah seharian capek bekerja.


Sepintas ibu citra teringat masa lalunya ketika judeo masih kecil sampai remaja. Selalu dia paksa mengikuti maunya, harus belajar dan belajar serta selalu di kawal sehingga judeo hampir tidak pernah bergaul dengan dunia luar. Lalu beranjak remaja dia selalu bikin masalah, dan sekarang dia sudah bahagia bersama keluarga kecilnya , tapi bahkan susah untuk di jangkau oleh ibu citra. Bahkan hanya untuk tinggal di rumah ini aja ibu citra bingung untuk memintanya.


Tanpa di sadari ibu citra meneteskan air mata. Hal yang tidak pernah Bu citra lakukan selama ini, karena air mata adalah kelemahan Menurut ibu citra. Tapi hari ini, dia benar - benar lelah dan ingin menangis karena merasa kesepian.


Mungkin karena terlalu cape menangis, lewat tengah malam akhirnya ibu citra ketiduran.


Pagi harinya ibu citra merasa berat untuk bangun dari tidurnya, walaupun asistennya sudah bolak balik membangunkannya.


"kepalaku pusing cla" ucapnya


"ibu sakit, aku telepon dokter Ina ya Bu"


"iya" jawabnya lemas masih tiduran


Tidak berapa lama dokter Ina sudah tiba dan langsung memeriksa ibu citra.


"gimana ibu dok"


"tidak apa - apa mba, ibu hanya perlu istirahat. mungkin sekarang ibu sedikit tertekan atau ada beban pikiran" ucap dokter Ina.


"tolong kasih obat ini dan vitamin ini aja nanti, terus istirahat dulu ya cla"


"baik dok"


Ibu citra kembali tidur setelah minum obat. Sementara Clara jadi bingung harus bagaimana, karena ibu citra sangat jarang sakit begini. Kalau masalah kerjaan mungkin Clara bisa handle tapi kalau sudah bicara perasaan jelas aja Clara ngga bisa ngapa- ngapain.


'tapi aku harus telepon pak judeo' batin Clara


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo"


"selamat pagi pak judeo"

__ADS_1


"pagi, ada apa Clara"


"maaf pak, bukan maksudku mengganggu. tapi ibu lagi sakit, mungkin bapak dan ibu eater bisa mengunjungi ibu pak, karena pagi ini saya harus gantikan ibu untuk meeting"


"mami sakit apa"


"badannya lemas, kata dokter Ina Sih mungkin banyak beban pikiran"


"emank mami lagi mikirin apa cla"


"sepertinya sih ingin pak judeo dan keluarga tinggal di sini, tapi ibu takut mau bilang"


"maksudnya"


"akhir - akhir ini ibu selalu merasa sendirian dan kesepian pak, apalagi kemarin sepulang dari rumah pak judeo, ibu sampai menangis." tutur Clara.


"ohhh kok bisa"?


"saya kurang tahu pak, mungkin sebaiknya bapak dan ibu bicara dari hati ke hati"


"ya sudah bentar lagi kami ke rumah"


"terimakasih pak"


Judeo bingung dengan ucapan Clara bahwa maminya ingin mereka tinggal di rumahnya dan akhir - akhir ini maminya merasa sendirian. Bukankah dari dulu maminya sudah sendirian, hanya dengan Clara dan para art.


"telepon siapa mas" tanya Ester membuyarkan pikiran judeo


"Clara sayang, asisten mami"


"ada apa katanya"


"mami sakit, kita kesana sebentar ya" tanya judeo


"ohhh iya mas ayo" ucap Ester antusias.


"kamu ganti baju gih'"


"iya mas"


Hallo semua


beri dukungannya ya


like


coment

__ADS_1


vote


terimakasih🙏


__ADS_2