AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 117 KEBAHAGIAANNYA


__ADS_3

"mamiii" teriak judeo melindungi istrinya


"kenapa? benarkan? "


"mami boleh hancurkan perusahaan ini, boleh ambil semua hartaku tapi jangan sekalipun ganggu orang yang aku sayangi lagi. cukup dulu aku kehilangan papi, tapi sekarang tidak akan lagi" ucap judeo penuh tekanan dengan tatapan tajam kepada maminya.


"prok prok prok" Ibu citra tepuk tangan.


Dengan segala kemarahannya ibu citra masih mempertahankan egonya, apalagi judeo mempermalukannya di depan wanita yang dia anggap hina seperti Ester.


"hebat hebat hebat " ibu citra teriak geram ke arah wajah Ester sangat geram.


"jika mami sudah mendapatkan yang mami mau sebaiknya mami pergi dari ruangan saya" judeo sudah sangat geram juga, maminya sudah kelewatan. Judeo yang sedang berusaha mendapatkan keercayaan istrinya lagi malah di hancurkan oleh maminya sendiri.


"apahhh, kamu pikir ini masih ruanganmu, ngga sadar kamu kekuatanmu tadi "? ledek bu citra lagi tetap masih sombong.


Judeo sudah sangat geram, kalau saja bukan maminya mungkin dia sudah menyeret ibu citra ke luar. Tapi lagi - lagi judeo di ingatkan oleh istrinya ketika dia lihat tangan judeo mengepal di bawah pertanda dia lagi sangat emosi.


Judeo melirik istrinya yang juga sedang meliriknya.


"oke oke silahkan mami berbuat sesuka mami, silahkan. Ambil dan hancurkan semuannya sampai mami puas " ucap judeo menarik istrinya mendekati mejanya dan mengambil barang - barangnya. Tapi selama mencari barang - barang miliknya tangan judeo satu tidak lepas memegang tangan Ester.


"biarkan saya bicara dengan wanita itu" ucap bu citra membuat judeo terdiam sejenak, lalu dia meneruskan aktifitasnya menyusun barangnya yang ada di atas meja.


"Dia tidak tahu apa - apa, jangan libatkan dia" judeo sama sekali tidak setuju, dia sudah yakin maminya akan menekan istrinya ini.

__ADS_1


Tapi Ester malah menggamit tangan judeo membuat judeo menatapnya dan mengangguk minta persetujuan untuk bicara dengan Ibu citra.


Sejujurnya Ester sangat takut untuk berbicara dengan ibu citra, tapi dia harus berani minimal menyampaikan apa yang ada dalam hatinya, tak lupa dia berdoa dalam hati semoga Tuhan melindunginya.


Judeo menatap istrinya serius, seolah - olah meyakinkan' kamu yakin untuk bicara dengan mami '.


Tapi kembali Ester mengangguk, untuk meyakinkan suaminya bahwa dia siap untuk bicara dengan ibu citra.


"Sayang untuk apa bicara lagi, percuma mami itu sudah buta Karena hartanya" ucap judeo dengan sengaja biar di dengar oleh maminya.


"masss" ucap Ester lemur membuat judeo mengalah akhirnya.


"oke oke, tapi anda jangan mimpi bisa menekan istri saya " ujar judeo menatap ke arah istrinya.


"sayang, saya ada di luar, kalau kamu tidak nyaman keluar aja" ucap judeo lalu melepaskan pegangan istrinya.


"apa yang kamu inginkan, harta, duit, saya akan berikan, asal pergi dengan suka rela Dari judeo dan tinggalkan anak itu. judeo akan mengurusnya dengan baik dan hidupnya akan enak " ujar bu citra setengah yakin karena sudah pasti wanita ini akan menolak karena dia pikir judeo sudah di pihaknya.


Ester kaget mendengar permintaan ibu itu yang lumayan mendadak.


"Maaf bu, sekarang justru saya yang ingin bertanya sama ibu, sebenarnya apa mau ibu dari saya, karena jujur saya tidak inginkan apapun dan saya sudah cukup bahagia dengan anak saya dan keluarga saya" ucap Ester tenang setenang mungkin


"huhhhh kamu sudah merasa cukup bahagia, lalu untuk apa kamu dekatin judeo lagi"? tanya ibu citra pedas


"jujur bu, setelah aku di buang ke daerah itu, aku sudah pasrahkan semuanya sama Tuhan. Karena aku pikir aku sudah akan mati, tapiiii Tuhan berkata lain, aku di tolong oleh orang baik yang ternyata akhir - akhir ini aku tahu itu adalah papinya mas deo. Merekalah yang merawatku dan menyemangatiku saat terpuruk. Dan azaibnya lagi ternyata aku hamil, dan kehamilanku itu sangat kuat sehingga biarpun aku di lempar ke jurang dia tetap bertahan " Ester terdiam sejenak sementara ibu citra mendengar cerita Ester sedikit terpengaruh.

__ADS_1


Mungkin cara bicara Ester yang selalu lembut membuatnya malah ikut hanyut mendengar cerita Ester.


"Kalau ibu pikir aku mendekati mas deo untuk sesuatu , Ibu salah. tadinya aku juga tidak bermimpi untuk bertemu mas deo lagi bu, aku Dan anakku sudah nyaman di sana. Tapi siapa yang tahu rencana Tuhan bu, ternyata pemilik baru Mall tempatku bekerja adalah mas deo. Dan akhirnya hidupku sedikit jadi berubah lagi. " cerita Ester tenang walaupun sebenarnya dia takut jawaban ibu citra nantinya, setidaknya dia sudah mengutarakan maksud hatinya.


"Dan sekarang ibu meminta saya untuk meninggalkan mas deo, apa ibu yakin itu membuat mas deo bahagia? terus Ibu mau ambil radit anakku, itu tidak akan terjadi bu, dengan nyawaku pun akan aku pertahankan radit " ucap Ester sudah mulai ketakutan.


"Kalau ibu mau kami berpisah seharusnya ibu bicara dari hati ke hati dengan mas deo, jangan meminta saya menjauh bu. Karena sejauh apapun saya pergi mas deo pasti menemukan saya. Jadi menurutku lebih bermanfaat kalau ibu minta mas deo untuk meninggalkan aku, Karena aku pasti ngga punya daya untuk mengejarnya. " tutur Ester jujur dari hatinya.


'Benar juga kata perempuan ini, percuma menyuruh dia pergi kalau judeo masih mengharapkannya, dia pasti akan mencarinya sampai ketemu' batin ibu citra


Melihat ibu citra yang masih diam, Ester memberanikan diri untuk memohon kepada ibu mertuannya.


"bu, bukankah ibu ingin mas deo bahagia, berikan dia kesempatan menentukan sendiri kebahagiaannya bu, izinkan saya untuk membahagiakannya semampu saya. Saya akan belajar mencintainya, apalagi sudah ada radit anak kami. " ucap Ester yakin


"jangan mimpi kamu " ucap Ibu citra tapi tidak segarang tadi.


"saya mohon bu, jangan hancurkan mas deo, izinkan dia bahagia, selama ini dia sudah kesepian dan hilang arah, sehingga dia jadi pemberontak cari perhatian ibu. Kalau Ibu tidak menerima saya dan radit tidak apa - apa, anggap aja kami ngga ada, yang penting biarkan kami bersama bu" ucap Ester sudah berlutut di lantai.


Ibu citra mulai goyah sekarang, 'benarkah selama ini anaknya kesepian dan hilang arah sehingga dia jadi pemberontak. Dan sekarang seharusnya aku bisa bersama cucuku tapi itu belum bisa aku gapai Karena ego ' batin bu citra.


"Kalau Ibu takut aku dan radit akan menginginkan harta ibu, ibu tidak usah khawatir bu. Saya bukan orang yang menginginkan lebih atau agak serakah. Dan saya rasa ibu sangat bisa untuk membuat surat atau apalah yang menyatakan bahwa kami bukan ahli waris ibu, kami tidak akan menuntut apa pun" ujar Ester santai dan tenang.


Ibu citra menatap Ester dengan intens. Sebenarnya dia menemukan sebuah kejujuran di sana. Bahkan kalau boleh mengaku tanpa malu sejujurnya Ibu citra salut sama ester


Hai semua pembaca setiaku

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimskasih


__ADS_2