AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 16 INGIN DIA


__ADS_3

Sepanjang makan di restoran judeo tidak banyak bicara. Dia hanya menikmati makan siangnya.


Sementara sela yang merasa misinya gagal bingung mau ngapain lagi. apalagi kalau dia harus bayar sekian ratus juta , dia sepertinya tidak rela, tapi apa yang harus dia lakukan sekarang? judeo sepertinya sedang tidak ingin hal-hal yang dia bayangkan.


Tadinya dia berpikir judeo akan mengajaknya check-in di hotel ataupun ke apartemennya atau malah ke apartemen judeo sebagai pengganti uang ratusan juta itu.


"aku harus segera kembali, kerjaanku lagi banyak" ucap JUDEO saat karyawan resto itu sedang mengangkat piring bekas makan mereka.


"cepat banget sayang"


"aku sudah bilang, kerjaanku banyak"


"tapi kan, kita belum..."


"belum apa" tanya judeo datar


"sayang, sekarang kok begitu sih"


"begitu kenapa"


"ngga asyik" jawab sela manja


"sejak dulu aku ngga asyik"


"tapi sayang..." sela sok makin manja


"kalau kamu ingin nambah, nambah aja, ntar aku yang bayar, tapi aku harus jalan" ucap judeo


"terus yang pinjaman kemarin"


"Jo yang akan mengurusnya"


"kok Jo sih sayang"


"karena kemarin juga Jo yang kirim" ucap judeo tenang membuat sela tidak ada celah lagi untuk merengek.


"ihhhh" sungut sela


"sekarang saya jalan dulu" ucap Judeo sudah bangkit berdiri dan keluar dari sana.


"ya sudah saya ikut" ucap sela akhirnya dan ikut bangkit mengikuti judeo.


Saat judeo melakukan pembayaran, kedua karyawan yang melayani mereka tadi sudah ketakutan. Tapi ternyata tidak seburuk yang mereka bayangkan judeo hanya melirik mereka dan jadi ingat lagi sama Ester.


'apa gadis kampung itu juga setakut ini kalau ada kesalahan' batin judeo.


'gila dari tadi kok aku ingat gadis kampung itu terus sih' batin judeo protes.


"Terimakasih atas kunjungannya pak Bu, semoga anda puas atas layanan kami" ucap pegawai kasir itu sambil menyerahkan kartu judeo sambil tersenyum.


"hmmmm"


Dan itu sukses membuyarkan lamunan judeo tentang gadis kampung itu. Mereka langsung berangkat melaju menuju kantor CJ.


Begitu sampai kantor CJ judeo memerintahkan supirnya untuk mengantarkan sela kemana kata gadis itu.


"antarkan sela ke tujuannya" ucap judeo sebelum buka pintu mobil


"baik tuan"


"Deo, aku ingin ikut kamu" ucapnya manja


"aku lagi sangat sibuk"


"huhhh kerja terus" ucap sela sok menggerutu, padahal dia hanya ingin merayu judeo lagi untuk menganggap lunas hutang itu.

__ADS_1


Tapi judeo lagi tidak mood, dia langsung keluar dan menutup pintu mobil membuat sela makin meradang. biasanya kiss bye kek, cipika cipiki kek.


Tapi judeo sudah melangkah masuk kantornya tanpa menghiraukan gerutuan sela.


"Jo" panggil judeo begitu sudah duduk di mejanya


"iya tuan" ucap Jo disebrang interkom itu sambil langsung bangkit berdiri


tok tok tok


"hmmmm"


"tuan sudah kembali rupanya" ucap Jo begitu masuk ruangan judeo.


"apa acaraku sore ini" tanya judeo tanpa menoleh sedikitpun.


"tidak ada tuan, hanya Minggu kemarin tuan ingin ketemu dengan kepala bagian perencanaan, lihat rencana bulan depan"


"hmmmm, panggil sekarang"


"baik tuan" ucap Jo berlalu dari ruangan judeo


Sore ini akhirnya judeo bertemu dengan karyawannya bagian perencanaan. Setelah semua selesai judeo langsung menuju apartemennya. Tapi di jalan maminya ibu citra telepon judeo.


dddrrrt dddrrrt dddrrrt


"hallo"


"Deo kamu hari ini ke rumah ya"


"kenapa mi"


"ngga, mami cuma kangen"


"ya sudah, mami pulang"


Sambungan telepon itu langsung dimatikan oleh judeo.


"kita ke rumah mami"


"baik tuan"


"pak kita kerumah nyonya besar" ucap Jo kepada supir judeo.


Ternyata nyonya citra ingin makan malam bersama judeo karena ingin merayakan proyeknya yang terbaru yang tembus diluar kota.


"Dan kamu tahu apa yang lebih menyenangkan"? tanya ibu citra kearah judeo.


"apa" judeo bertanya asal, karena tembus proyek sudah sering banget buat judeo.


"aku bertemu Daddy dan pelakor itu"


jedarrrrrrrrr


Daddynya memang sudah menghianati maminya dan meninggalkan judeo dari kecil demi pelakor itu mantan sekretarisnya. Tapi entah kenapa jauh dilubuk hati judeo dia merindukan daddynya, Daddy yang dulu sering mengajaknya melakukan permainan-permainan kecil.


"terus"


"ya ngga apa-apa, mami juga sudah sangat puas kok, kamu tahu mereka hidup bersama di panti kecil didaerah itu"


"apaaaa, kok bisa" judeo tidak percaya daddynya hidup dipanti dengan wanita itu. Terus untuk apa dulu wanita itu merebut Daddy kalau bukan demi uang.


"ya pasti bisalah, pasti uangnya sudah dikuras pelakor itu, jadi makin susah deh" ucap maminya berapi-api, padahal sebenarnya semua harta daddynya sudah diambil mami citra.


Tapi entah kenapa hati kecil judeo memiliki rasa iba kepada daddynya.

__ADS_1


Setelah selesai makan dan bercerita sebentar judeo rebahan di kamarnya. Tadinya dia ingin menginap tapi jam sepuluh malam dia ingin pulang aja.


"Jo pulang aja"


"baik tuan" ucap Jo siap-siap. Jo memang sudah punya kamar sendiri juga dirumah orang tua judeo, karena mereka suka tiba-tiba nginap.


Begitu sampai di apartemen sudah sekitar jam dua belas, judeo melirik tempat kerja Ester yang terlihat sedang siap-siap untuk tutup. Tapi dia tidak melihat Ester disana lagi.


"kamu langsung pulang aja, aku ingin langsung tidur" ucap judeo kepada Jo


"baik tuan" padahal Jo masih ingin melihat Ester sebenarnya, apa gadis itu baik-baik aja.


Jo langsung melangkah keluar dari apastemen judeo, dan judeo langsung masuk kamarnya. Tapi ternyata dia tidak bisa tidur, dia malah ingin melihat Ester dulu.


ceklek


JUDEO membuka kamar Ester yang tidak dikunci. Dia mengamati kamar itu dengan seksama, ada beberapa mi instan diatas meja dan disebelahnya ada duit recehan lima ribuan dan dua ribuan.


JUDEO mengamati Ester dengan seksama.


'apa dia sering makan mie instan, kan tidak bagus' batin judeo.


judeo melihat Ester tidur ditutupi sarung kecil merasakan suatu getaran.


Ingin sekali dia untuk menyentuh gadis itu. Dia lalu melangkah mendekat dan mendekat ke wajah Ester.


deg


'gila, aku memang gila' batin judeo berdiri tegak, sementara entah kenapa Ester langsung terbangun.


"tuan" ucapnya kaget luar biasa melihat tuan judeo di kamarnya.


"kamu tidur kaya kebo" ucap judeo menutupi perasaannya tapi reaksi tubuhnya makin menjadi saat melihat Ester ternyata tidur hanya pakai daster bunga-bunga tipis.


"maaf tuan, apa tuan butuh sesuatu"


"ya"


Ester langsung bangkit dari kasur tipis itu dan berdiri.


"apa yang harus saya lakukan tuan" tanya Ester tenang.


judeo sudah tidak tahan, benar-benar reaksi tubuhnya sangat berlebihan. Dia langsung menarik Ester dan menciumnya brutal.


"tuan, jangannnn...tuan" Ester berteriak, dia sadar dalam bahaya sekarang. pasti dia akan kehilangan segalanya, mana bisa dia menolak tuan judeo.


Tuan judeo masih menyerang Ester tanpa peduli jeritannya.


"tuan, ingat nona sela tuan,pacar anda sangat cantik, jangan jadi penghianat" ucap Ester tetap berusaha lepas.


Mendengar nama sela judeo langsung lemas, entah kenapa sekarang ini nama itu tidak berpengaruh apa-apa sama judeo, hanya malas.


judeo melepas bibir Ester dan menatapnya intens.


"jangan sebut nama orang lain kalau aku lagi menginginkanmu" ucap judeo tegas


"tapi perjanjiannya saya hanya jadi pembantu anda tuan, bukan melakukan hal lain" Ester berusaha menjelaskan lagi.


"akulah aturannya, tidak ada yang bisa melawan aku apalagi menolak aku" ucapnya kesal.


Ester makin takut, dia ternyata harus melayani tuan judeo, inilah yang dia takutkan dari dulu. Lalu apa yang harus dia lakukan sekarang?


Terimakasih pembaca setiaku


Like, coment dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2