AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 133 UNGKAPAN PERASAAN


__ADS_3

Setelah mereka selesai makan rujak, mereka masih berbincang di sana sambil santai. Ibu citra jadi tidak ingat pusing kepalanya, bahkan dia sepertinya masih enggan bergerak dari teras rumahnya itu.


"mi, seharusnya rumputnya itu ganti kali jangan yang ijo semua ya" tunjuk judeo ke pojok halaman depan.


"iya kali ya," ujar bu citra seperti kurang percaya diri atau memang mengulur waktu ya. Tapi judeo juga entah kenapa peduli dengan keadaan halaman, selama ini dia hanya penikmat tanpa ikut memberi saran atau permintaan.


Sementara Ester hanya diam tidak menanggapi ucapan anak dan ibu itu. Karena bagi dia memberikan coment tentang taman dan halaman dia tidak pantas karena dia sama sekali ngga punya keahlian untuk itu, bahkan kegiatan itu hampir belum pernah dia lakukan.


Daripada komentar tentang halaman mendingan lah dia menanyakan keadaan mertuannya yang tadi agak pusing.


"apa pusingnya sudah berkurang Bu"? tanya Ester


Ibu citra sedikit gugup menjawabnya, karena jujur sekarang dia sudah sangat merasa fresh.


"iya, sekarang sudah lebih tenang" ucapnya


Ibu citra sendiri bingung, kenapa sekarang berkumpul dengan anak dan menantunya disini menjadi hal yang membuatnya tenang.


"mas sudah sore, aku mau mandi dulu" bisik Ester kepada judeo. Terlihat judeo menganggukkan kepalanya.


"mi, kami masuk dulu, sudah sore, Ester mau mandi" ucap judeo. Tapi mendengar itu Ester kurang setuju dengan suaminya.


"mas temanin ibu aja dulu disini, aku aja yang mandi dulu" ujar Ester.


"ohhhh ya sudah sayang, mandi gih" ujar judeo mengelus kepala istrinya.


"aku masuk dulu Bu, mau mandi" ucap Ester sopan kepada mertuannya.


"iya sama gih' ucap ibu citra sambil mengangguk.


Ester berlalu masuk ke dalam rumah. Judeo dan ibu citra awalnya sama - sama diam sampai judeo mulai pembicaraan lagi.


"mi, besok kami harus kembali ke kota T"


"terus? maksudku berapa lama nanti kalian disana?"

__ADS_1


Terlihat judeo menarik nafas panjang dan membenarkan posisi duduknya.


"aku sih terserah Ester mi, dan lagi Radit masih sekolah. Apa mami juga yakin ingin kami pindah ke sini"? tanya judeo serius membuat maminya menunduk sedih.


"iya," jawabnya pendek.


"mami sudah makin tua deo, selama ini mami kesepian nggada yang perduli" ucapnya sedih


"mami seperti orang terhukum deo"


Terlihat judeo menarik nafas panjang lagi. Lalu dia menatap maminya. Tumben maminya bisa melankolis. biasanya maminya sangat tegar dan keras seperti baja. Kenapa sekarang sepertinya menggunakan perasaan.


"mami jangan bicara begitu, itu hanya perasaan mami aja. kami sangat menyayangi mami." ucap judeo tulus


"iya, istrimu ini sedikit banyak telah mengubah cara pandang mami. Mami jadi sangat peka padahal tadinya mami sudah membentengi hati mami"


"sudahlah mi, yang lalu biarkanlah berlalu, mulailah mami menikmati hidup, tidak usah lah terus menumpuk harta" ucap judeo lagi


"selama ini mami pikir dengan banyak harta, apapun bisa mami lakukan kepada orang lain. Dan itu berarti orang lain akan sangat segan dan takut sama mami" ucap mami citra sedih.


"iya, kesederhanaan dan keras kepalanya Ester membuatku gila" ucap ibu citra juga.


"dia sampai berlutut meminta restuku ketika di kantormu kemarin, dan bilang supaya buat wasiat bahwa hartaku tidak akan jatuh ke tangannya. Yang penting mami merestui kalian" cerita maminya akhirnya.


"emank dia mengatakan itu mom"?


"iya, dan walaupun aku tidak mengiyakan, tapi aku sedikit melihat bahwa dia wanita yang baik, tidak seperti sela dan yang lainnya, yang hanya bisa foya- foya" ucapnya lalu terdiam sebentar.


"kamu benar deo, kita ngga butuh istrimu yang kaya, karena kita sudah kaya, kamu ngga butuh istri yang super model tapi tidak ada setiap waktu untukmu. Ester bahkan datang kesini hanya karena tahu kamu lagi pusing. Dia ingin menemanimu pulang kerja" cerita ibu citra.


"iya, aku sangat beruntung ketemu dia lagi mom. Ditambah sekarang dia hamil anakku lagi, padahal melihat Raditya aja aku sudah sangat bangga, ehhhh malah langsung di tambah lagi oleh Tuhan" ucap judeo tersenyum


"iya deo kamu benar" ibu citra ikut membenarkan ucapan judeo


"mami tahu ngga, selama aku di kota T, aku merasakan kehangatan keluarga mi. Saat aku bawa Radit jalan - jalan, saat aku dilayani Ester makan dan semua keperluanku, itu hal yang paling aku rindukan mi. Dan aku mendapatkannya disana." kenang judeo

__ADS_1


"iya, mami yang salah" ucap mami citra lesu


"ngga mi, mami ngga salah total. memang dulu keadaanya begitu. Tapi sekarang kalau boleh mi, lepaskan beban dendam itu, karena mami sudah membawa penyakit itu bertahun- tahun mi, berat banget" ujar judeo.


"mami ngga tahu, mami ngga tahu" ucapnya sudah berlinang air mata. Melihat maminya sedih akhirnya judeo mendekat dan memeluk maminya.


"judeo dan Ester serta anak - anak nantinya akan selalu ada untuk mami" ucapnya tulus membuat hati ibu citra kembali terharu dan sedih.


"terimakasih sayang, terimakasih. Sepertinya sekarang mami tidak merasa sendiri, pelukanmu ini memberi mama banyak kekuatan. maafkan mami juga, terutama untuk Ester, mamilah orang yang paling bersalah" ucapnya sudah meneteskan air mata.


"iya mi, Ester orang yang sangat baik kok, aku yakin dia memaafkan mami." ucap judeo masih memeluk maminya.


Judeo juga merasa menjadi anak yang tidak berguna, tidak bisa membahagiakan maminya. Tapi disisi lain dia juga merasa kekurangan kasih sayang ayahnya karena sikap maminya. Tapi apapun itu kedepannya mereka harus sama - sama dan berkumpul bersama.


Kedepannya judeo ingin mami dan istrinya menjadi dekat. Begitu juga Raditya anaknya.


Sementara ibu citra merasa menjadi orang yang paling bahagia di sore hari ini. Karena dia bisa menjadi ibu yang memeluk anaknya sendiri dan juga mendapatkan pelukan dari anaknya.


Biarlah begini dulu sejenak, ada rasa saling membutuhkan di antara mereka, bukan hanya butuh materi, tapi juga cinta dan kasih sayang.


Akhirnya ibu citra melepas pelukan mereka, dan ingin masuk juga untuk mandi.


"Kamu lihat dulu istrimu, takutnya kepeleset atau gimana, kehamilan trimester pertama itu sangat riskan deo" ujar ibu citra.


"ohhh iya mi, deo masuk dulu kalau begitu mari" ujarnya


"ayo, mami juga mau mandi dulu, sudah gerah" ujarnya senang seolah baru meletakkan beban yang sangat berat yang ada di pundaknya tadinya.


Hai semua


Dukung terus ya


Like , coment dan vote


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2