AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 138 KE JAKARTA


__ADS_3

Setelah makan siang tadi, mereka masih berbincang sampai sore. Dan disinilah mereka sekarang, di rumah judeo, berkumpul untuk mengantar mereka ke bandara.


Mereka akan naik pesawat pribadi ibu citra bukan pesawat komersil, karena judeo tidak mau istrinya tidak leluasa di pesawat.


Sebelum berangkat pak ganda mendoakan anak, mantu dan juga cucunya serta calon cucunya yang di perut ester.


Sungguh suasana sangat mengharukan, apalagi bagi judeo. Ini kali pertama dia betangkat di doakan oleh orang tua. Selama ini dia hanya berangkat aja tanpa perduli orang lain karena tidak ada juga yang perduli seperti saat ini.


Beda lagi dengan ester dan keluarga pak ganda. mereka saling menyayangi satu dengan yang lain. Dan setiap ada yang akan melakukan perjalanan mereka pasti berdoa bersama dan saling mendoakan.


Dan tepat jam lima sore mereka semua dua mobil menuju bandara, dan nanti sekitar jam delapan malam mereka akan terbang ke jakarta.


Di dalam perjalanan ke bandara syukurnya kehamilan ester tidak banyak drama. Dia sangat tenang dan santai. Tadinya judeo sudah khawatir takutnya ester sampai muntah - muntah di jalan.


Dan tepat jam delapan malam, mereka bertiga akhirnya terbang ke jakarta. Walaupun pak ganda dan ibu silvia menangis, tapi ini adalah tangis haru dan kebahagiaan. Mereka tidak mau egois juga, ini demi masa depan radit.


Sepulang dari bandara mereka langsung menuju rumah judeo. Mereka semua menginap disana sampai pagi. Sementara judeo dan ester juga baru tiba di apartemen judeo tengah malam. Judeo langsung mengurus ester dulu karena anaknya radit sudah tidur dan di tidurkan di ruang tamu tadi oleh judeo.


Sedikit drama mulai terjadi pukul setengah dua dini hari kala bumil sedang lapar. Ester mencari ke dapur, dan membuka kulkas. Ada banyak sayuran disapa dan ester ingin masak dulu. Tapi baru aja dia mau ambil sayur judeo sudah mengagetkannya.


"sayang, kamu disini, aku sudah khawatir tadi" ujar judeo memeluk istrinya.


"aku lapar" ucap ester lemah tapi cukup keras untuk judeo. Dia yang belum biasa menghadapi ibu hamil.


Ternyata aku ngga bisa jadi suami dan calon bapak yang baik, masa anak istriku sampai kelaparan. Suami macam apa aku ini, batin judeo.


"maaf ya sayang, aku ngga tahu, aku masih kurang peka, lain kali tolong bangunin aku aja"


"mas deo cape banget kayaknya"


"tidak ada kata cape untuk istri dan anakku" ucapnya yakin


"iya lain kali aku bangunin"


"sekarang mau masak apa, atau mau beli di luar "


"emang masih ada jam segini mas"


"masihlah, mau apa sayang"


"mau bakso yang pedas"


"ohhh sebentar" judeo langsung masuk kamarnya dan mengambil handphonenya lalu memencet nomor jo.


dddrrrrttt dddrrrrttt


"hallo pak"


"jo, carikan bakso pedas"


"baik pak"


"jangan lama "


"iya pak"


Judeo langsung menemui istrinya yang sedang makan biskuit yang ada di kulkas.


"sebentar ya sayang, jo sedang membelinya"


"iya mas " ester masih asyik makan biskuit itu. Melihat itu hati judeo kembali teriris, anak dan istri seorang judeo sampai kelaparan.

__ADS_1


Judeo mendekati istrinya dan ikut menemani istrinya makan biskuit.


"enak kayaknya" tanya judeo sambil mengambil sekeping.


"oh ya sayang, mau susu ngga, cuma bukan susu hamil. besok baru kita beli susu hamil dan makanan ringan, kita lengkapi semua ya" ujar judeo mengelus kepala istrinya.


"iya mas"


Judeo melangkah ke kulkas dan mengambil susu yang ada disana lalu dia seduh.


"ini sayang mau ga, masih hangat" tawar judeo


"makasih mas"


Ester langsung minum susu itu sampai habis lalu makan biskuit lagi.


Tidak berapa lama bell apartemen judeo bunyi.


'Jo sudah datang'batinnya


Dengan segera judeo membuka pintu dan terlihatlah disana jo dengan piyama tidurnya membawa dua bungkus bakso.


"ini pak" sambil menyodorkan bungkusan itu.


"iya, kamu istirahat lagi"


"baik pak"


Judeo buru - buru membawa bungkusan bakso itu ke istrinya.


"ini sayang baksonya " ujar judeo sambil menaruh bungkusan itu di atas meja lalu dia mengambil mangkuk dan sendok.


"ehhh cepat juga, makasih mas"


Seolah tidak sabar ester langsung makan baksonya.


"pelan - pelan sayang, enak banget ya" ucap judeo


"hmmmm" ester terus aja makan baksonya seolah - olah ngga sabar. Melihat itu judeo sebenarnya sangat senang dan bahagia melihat istrinya suka makan. Dia senyum sendiri melihat istrinya itu.


Sementara ester, dalam sekejap bakso semangkok habis ludes sampai kuah - kuahnya.


"masih mau sayang, masih ada semangkok lagi " ucap judeo


"hahhh benar " ucap ester tidak percaya. Dia tersenyum malu menatap suaminya. Judeo sangat gemes melihat tingkah istrinya itu, ingin rasanya dia gigit bibirnya yang penuh minyak bakso itu.


"iya benar, masih. ini" ucap judeo lalu ingin menuangnya lagi ke dalam mangkuk.


Ester sangat antusias melihatnya, tapi ia malu, takut di bilang rakus.


"itu buat mas deo aja"


"ngga, aku ngga lapar. buat anakku aja"


"benaran"


"hmmmm" judeo dengan telaten menuang baksonya ke dalam mangkok bekas ester tadi.


Ester kembali menikmati baksonya dengan sangat lahap. Tidak butuh waktu lama dua mangkok bakso ludes dalam sekejap.


setelah kenyang ester masih enggan untuk berdiri, mungkin faktor kekenyangan juga.

__ADS_1


Judeo dengan sabar menunggu istrinya disana.


"mas bobo aja gih, besok harus kerja"


"ngga lah, ada jo kok"


"tapi mas udah berapa hari ngga ke kantor" ujar ester


"tenang aja sayang, kalau urusan kantor kamu ngga usah khawatir, percaya sama saya semua bisa saya atasi. Yang saya khawatirkan sekarang adalah anak dan istri saya. " ujarnya jujur


"loh kita kan sudah bersama disini mas"


"iya aku tahu, tapi aku masih sangat takut kalian meninggalkan aku lagi"


"ya tidak lah mas, mau kemana kami. aku akan selalu bersamamu dan bakal merepotkanmu" ujar ester senyum.


"aku senang itu sayang" ucapnya sambil kembali memeluk istrinya.


"kita ke kamar lagi yo" ajak judeo


"ayo mas"


Mereka akhirnya tidur lagi sampai pagi dan kebangun saat judeo mendengar panggilan radit.


"mas deo, radit noh" ucap ester yang baru bangun bareng judeo.


"ahhh iya" judeo baru sadar kalau hari sudah siang.


ceklek


"mama papa" teriak radit


"ahhh iya sayang, kenapa?"tanya judeo memeluk anaknya.


"radit lapar ma" tangis radit lagi


"ya ampun" kembali judeo menepuk jidatnya. Anaknya sekarang jelas kelaparan.


dddddrrrtt dddddrrrtt


"jo, carikan sarapan sekarang"


"baik tuan"


"nasi goreng aja"


"baik tuan"


Judeo langsung mendekati anaknya, lalu mengusap kepalanya.


"maaf ya sayang, bentar lagi sarapannya datang, sekarang kamu mandi dulu, oke"


"iya pa" radit langsung masuk kamarnya lagi dan mandi sendiri.


Judeo baru aja bernafas ketika dari kamarnya terdengar ester muntah - muntah.


Ya ampun anak satu lagi, batin judeo menepuk jidatnya.


Hai semua jangan bosan ya


dukung terus

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih


__ADS_2