AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 47 AKHIRNYA TERJADI


__ADS_3

Ibu citra akhirnya memutuskan untuk mendatangi apartemen judeo langsung. tapi ditengah jalan dia disadarkan oleh asistennya yang selalu memiliki cara pandang hampir mirip dengannya.


"maaf Bu, kalau boleh tahu ibu ingin langsung mengusir wanita itu"? tanya Carla asistennya


"hmmmm"


"tapi saya lihat pak judeo belum sepakat tentang itu, maaf Bu, itu aku dengar dari pembicaraan ibu dan pak judeo."


"iya, justru itu, saya lihat dia berubah"


"terus ibu sudah yakin menyuruh wanita itu pergi"


"sangat yakin"


"kalau begitu kenapa tidak ibu suruh orang kita aja. Kalau ibu yang kesana sementara tuan judeo belum sepakat, dia bisa marah sama ibu. Karena kita juga belum tahu isi hati pak judeo tentang wanita itu."


"maksudmu"


"jangan kotori tangan ibu, buat seolah-olah wanita itu yang pergi dengan sendirinya" ibu citra tampak berpikir sebentar.


"hmmmm betul juga kamu, gimana kalau judeo ngga setuju mengusirnya, bisa-bisa dia marah besar sama aku, tidak, tidak, itu tidak boleh terjadi" ucap nyonya citra


"makanya Bu" Carla meyakinkan


"kalau begitu, kita ke restoran hotel aja dulu"


"baik Bu"


"pak, kita ke restoran hotel CJ dulu"


"baik Bu" jawab sang supir


Akhirnya mereka duduk dulu direstoran hotel CJ sambil minum kopi dan kue kecil.


"saya telepon Ben dulu"


"baik Bu"


dddrrtt dddrrtt


"hallo Bu bos"


"ada tugas buat kamu"


"jelaskan bos" ucap Ben to the point


"kamu bawa seorang wanita dari apartemen Deo anak saya. terserah gimana caranya, yang penting jangan bawa nama saya"


"terus, dihilangkan"


"terserah, tapi mungkin tidak usah hilangkan, cukup kirim kedaerah terpencil. Nanti di bandara sudah ada pesawat menunggu, tinggal kasih kabar"


"kedaerah mana buangnya"


"ke daerah timur, yang jarang ada proyek kesana"


"baik Bu, laksanakan. kirimkan kami foto kalau ada atau alamat lengkap apartemen anak nyonya, biar jangan sampai salah alamat. atau sebutkan ciri-ciri wanita itu."


"apartemen yang di daerah T dengan nomor unit sekian. wanita itu kecil, tidak terlalu tinggi dan wajahnya agak polos. dia pembantu di apartemen anakku"


" baik Bu, ibu tinggal nunggu kabar aja"


"harus bersih, jangan ada jejak apalagi sampai sebut namaku"


"pasti Bu"


"satu lagi, anakku pasti akan cari tahu tentang ini, dan dia banyak anak buah dilapangan, jadi berhati-hatilah"


"baik nyonya"


Ibu citra langsung memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak.


"kita tinggal menunggu kabar Ben, aku yakin dengan cara kerja Ben" ucap nyonya citra sambil memasukkan handphone ke dalam tasnya.


"apa ibu mau makan atau ngopi dulu"

__ADS_1


"ngopi aja"


"baik Bu"


Carla langsung memesan kopi kesukaan nyonya citra, dia sudah faham karena hampir setiap hari nyonya citra ngopi.


Setelah memesan makanan kecil dan kopi mereka, Carla mulai membicarakan pekerjaan. Akhirnya mereka bekerja di restoran hotel milik keluarga Bu citra.


Setelah sekitar dua jam mereka bekerja dari restoran itu, Ben menghubungi nyonya citra.


dddrrtt dddrrtt dddrrtt


"hallo Bu bos"


"hallo, gimana"?


"kami sudah eksekusi, sekarang sudah dimobil, kami akan langsung ke bandara, terpaksa sedikit kami bius karena sedikit banyak pertanyaannya"


"terserah kalian, atur aja dilapangan"


"kami akan membawanya keluar daerah"


"hmmmm, buang sejauh mungkin ke pedalaman"


"baik bos"


"apa pesawat sudah stand bye"


"hmmmmm sudah"


"baik bos, langsung kami eksekusi"


"bagus, ingat, yang rapi"


"baik bos"


Ben dan kawanannya membawa Ester dimobil mereka. Hal itu seperti menarik perhatian seorang anak buah judeo, mereka langsung naik menuju unit judeo dan segera telepon Jo.


dddrrtt dddrrtt


"oh iya"?


"iya tuan, keknya mencurigakan"


"baik saya cek dulu"


Jo langsung menghubungi nomor handphone Ester. Sekali dia hubungi nyambung tapi tidak diangkat dua kali tiga kali dan seterusnya juga tidak diangkat.


Jo buru-buru beritahu bosnya, takutnya bosnya nanti marah kalau lama tahunya.


tok tok ceklek


Jo langsung buka buru-buru.


"Jo, kenapa kamu" tanya judeo agak bingung


"anu tuan, nona Ester tidak bisa di hubungi"


"ngapain kamu hubungi dia tanpa saya suruh" judeo sedikit ketus karena kesal


"anu tuan, orang lapangan kita sedikit curiga tadi sama sekelompok orang, tapi mereka takut salah orang, makanya mereka minta saya hubungi nona Ester apa baik-baik aja" tutur Jo sudah terlihat gugup.


"apa, terusss"


"ya itu tuan, saya hubungi tidak diangkat, tapi saya cek gprs handphone nona masih di apartemen tuan"


"terus mereka diam aja"


"mereka lagi didepan unit tuan"


"minta mereka cek ke dalam bersama security"


"baik tuan"


dddrrtt dddrrtt

__ADS_1


"halo tuan Jo"


"hallo tuan, apa nona baik-baik aja"


"teleponnya tidak diangkat, sekarang kalian tolong masuk bersama security, cek keadaan nona Ester di dalam, bentar lagi tuan judeo bicara sama manager"


"baik tuan"


Akhirnya bodyguard itu mencari security untuk meminta acces masuk ke apartemen judeo.


Dan benar saja, apartemen itu tidak pada posisi terkunci, hanya tertutup saja. Sementara nona Ester mereka tidak ada disetiap ruangan. Dan di kamar belakang juga tidak ada nona Ester mereka, hanya saja handphonenya ada disana.


Tidak berselang lama judeo dan Jo tiba di unit judeo. Bersamaan dengan itu datang juga beberapa security dan juga manager dilantai itu.


"kami mohon maaf atas kekurang nyamanan ini pak judeo, tapi ini jarang bahkan belum pernah terjadi. karena sistem keamanan disini semua bagus dan berlapis." tutur sang manager membuat judeo seperti baru tersadar


CCTV


"dimana ruang cctv" tanya judeo tiba-tiba


"di ruang sana tuan,mari saya antar" tutur penanggung jawab ruangan itu


Saat mereka semua hendak berbalik, bodyguard judeo yang menjaga Ester menyerahkan handphone Ester yang mereka temukan di kamar belakang.


"tuan, apakah ini handphone nona Ester"? sambil menyerahkan handphone itu kepada judeo.


Judeo menatap handphone itu, dan Meneliti handphone yang dia berikan sama Ester.


"iya, ini handphonenya" ucap judeo pasrah sudah. Dia membuka handphone itu dan melihat siapa aja yang telepon Ester hari ini.


Ternyata tidak ada yang telepon, selain miscal beberapa kali dari Jo dan judeo tadi.


"kita periksa cctvnya"


"mari tuan"


Mereka beriringan memasuki ruangan cctv, lalu dengan cekatan penanggung jawab ruangan itu membuka semua sisi dari cctv lantai unit judeo. Tapi sekejap dahinya berkerut dan bingung.


"kenapa" tanya sang manager


"sepertinya ada kerusakan pak"


"kok bisa"


"ini sekitar jam sekian sampai jam sekian ini dia blurrr pak, lalu waktunya langsung begini" ucapnya menunjukkan ke manager itu.


"kok bisa sih"?


"saya juga ngga tahu pak" ucap pegawai itu.


Tapi Jo yang sudah sering menghadapi klien dari tuannya yang sangat pintar IT, dia sudah tahu kalau ada orang yang sengaja membuat cctv itu tidak jelas.


"tuan, sepertinya hilangnya nona Ester sudah terencana" bisik Jo


"maksudmu"


"mereka bukan orang asal-asalan tuan, sudah sangat lihai dibidang ini" jelas Jo.


"lalu apa motif mereka"


"sebaiknya kita cari tahu dulu tuan siapa mereka"


"hmmmm, benar juga"


"tapi maaf tuan, apa mungkin ini nyonya besar bersama sela"


jedarrrrr


Judeo seperti tersadar, bisa aja ini ulah maminya ataupun sela. Hanya mereka yang punya acces besar dengan orang-orang lapangan.


Terimakasi ya


Tetap like, coment dan vote


I LOVE YOU ALL🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2