
Sementara di Jakarta, pertemuan dengan pak Yosef tiga bulan lalu makin memperkeruh hubungan judeo dengan maminya, nyonya citra. Disalah satu acara bergengsi bertemu dengan pak Yosef teman dekat pak ganda Sujono.
flashback on
"halo pak judeo, apa kabar? Sudah lama saya ingin bertemu dan berbincang dengan anda" tutur pak Yosef waktu itu.
"maaf, bapak siapa ya? tahu saya"? tanya judeo bingung dan terlihat menuntut penjelasan karena pak Yosef terlihat sudah setengah baya, jadi bukan seumuran judeo.
"hehehe lebih tepatnya saya sangat kenal papimu pak ganda Sujono. Dulu kamu masih kecil" ucap pak Yosef santai tapi sangat mengganggu dan mengalihkan perhatian judeo.
"maksud bapak, bapak teman pak ganda"? judeo memastikan, tapi tidak mengatakan papi atau papa tapi pak ganda, nama papanya langsung.
"hmmmmm iya pak judeo, sebenarnya dulu saya selalu memanggilmu nak judeo, waktu kamu masih kecil. tapi sekarang kamu sudah sangat hebat dan luar biasa, saya ngga mungkin memanggilmu nak lagi" ucap pak Yosef senyum dan tetap tenang.
"hmmmm ya begitulah" balas ucap judeo dengan angkuhnya. Entah kenapa dia sangat benci semua yang berhubungan dengan pak ganda atau papinya.
"iyahhh, saya ikut senang kamu sesukses ini. pak ganda juga pasti sangat senang dan bangga sama kamu, walaupun hanya dalam doannya" ucap pak Yosef agak sendu.
"apahhh, bangga sama saya dalam doannya, keknya anda salah, karena bagi pak ganda pelakor itu adalah segalanya" ucap judeo emosi mengingat papinya yang menurut maminya pargi karena seorang pelakor.
"hmmmm cobalah cari tahu yang sebenarnya pak judeo, supaya tidak salah menilai orang. Saya bilang begitu bukan karena saya teman pak ganda atau membenarkan pernikahannya dengan sekretarisnya itu. Tapi yang saya tahu pak ganda orang baik bahkan sangat baik, sampai dia rela kehilangan semua asetnya demi kebahagiaan anda, karena dia sangat sayang sama anda." ucap pak Yosef sendu mendengar kebencian judeo kepada papinya.
Pak yosef segera menarik tangan istrinya untuk berlalu dari tempat itu sebelum dia emosi melihat kesombongan judeo.
"ayo Bu, kita kesana gabung sama yang lain, kita ngga pantas ngobrol sama pak judeo" ucap pak Yosef geram tapi penuh tekanan.
"lho maksud bapak gimana ya, bapak sengaja cari gara-gara sama saya. jelas-jelas bapak yang menyapa saya duluan"? ucap judeo mulai terpancing.
"iya benar, karena tadinya saya kangen teman saya. Tapi ternyata sifat dan sikap temanku itu tidak dia turunkan ke anaknya" ucap pak Yosef juga sedikit terpancing.
"ya, saya tidak akan seperti pak ganda" geram judeo.
Pak Yosef hanya diam dan berlalu dari hadapan judeo. Judeo terlihat sangat tersinggung dengan ucapan pak Yosef.
__ADS_1
"tunggu" teriak judeo
"ada apa pak judeo"
"aku yakin anda sudah punya rencana dengan ucapan anda tadi. Tapi apapun tujuanmu, itu tidak akan berhasil dan kamu tidak akan dapat apa-apa dariku, bahkan bisa aja usahamu akan aku hancurkan" ucap judeo penuh ancaman.
Pak Yosef hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil senyum kecil.
"Ternyata sifatmu persis nyonya citra, dominan dan kejam, semua hanya diukur dari materi, tidak perduli perasaan orang lain. Saya bersyukur pak ganda lepas dari kalian, jadi walaupun hidup sederhana dia sangat bahagia bersama istrinya" ucap pak yosef tenang tapi penuh penekanan.
"apa maksud anda dia hidup sederhana, apa wanita selingkuhannya itu sudah menghabiskan hartanya.? tanya judeo tertawa sinis. Pak Yosef yang hendak berlalu jadi terdiam sejenak lalu berbalik ke judeo.
"nak judeo, ijinkan aku memanggilmu begitu kali ini. cobalah tanya nyonya citra atau lawyernya apa yang disisakan ibu citra buat pak ganda maupun ibu Silvi. Tidak ada, semua diambil Bu citra dengan alasan buat masa depan kamu. apa kamu tahu bahkan rumah peninggalan kakekmu dari pak ganda dialihkan atas nama kamu sehingga pak ganda terusir dan terlunta-lunta di kota ini. Lalu apa kabar kamu dan Bu citra, kalian hidup mewah bergelimang harta tapi masih merampas harta orang miskin, termasuk pak ganda yang nota Bene adalah papi kamu" ucap pak Yosef
"itu tidak mungkin"
"kenapa kamu tidak cari tahu"
"karena aku tidak ingin lagi berhubungan dengan laki-laki yang telah menelantarkan anaknya demi wanita lain"
Judeo menarik nafas panjang dan mendongakkan kepalanya ke atas. entah kenapa dia sangat terpengaruh dengan ucapan pak Yosef kali ini, satu-satunya orang yang berani menegor dia dan menjelaskan tentang sifat papinya.
Apa benar papinya pernah berkorban untuknya, dan apa benar papinya orang baik, lalu kenapa dia meninggalkan judeo yang masih kecil dengan maminya demi untuk sekretarisnya itu.
"anda tidak apa-apa tuan" tanya Jo hati-hati
"ngga, saya ngga apa-apa. ngapain harus terpengaruh dengan ucapan laki-laki itu. bisa aja kan dia disuruh penghianat itu untuk mempengaruhi aku karena hidupnya sudah sengsara." Deo menarik nafas sejenak.
"ya habislah, pasti istri keduannya itu menghabiskan semua hartanya, lalu meninggalkannya" lanjut ucap judeo tertawa sumbang.
"maaf tuan, saya kurang paham. maaf kalau saya lancang, pak ganda itu siapa ya pak"? tanya Jo takut-takut.
"laki-laki yang harusnya aku panggil papi" jawab Deo enteng
__ADS_1
Walaupun sedikit kaget, Jo tidak mempertanyakan lagi lebih lanjut karena dia sudah tahu sedikit tentang silsilah keluarga judeo yang broken home.
"ohhhh," ucap Jo
"tapi tuan, sepertinya bapak Yosef tadi orang yang baik dan tulus. Saya pikir dia tidak berniat jahat. Apa tuan tidak ingin memikirkan ucapannya" ucap Jo memberanikan diri
"maksudmu"?
"maksud saya apa tuan tidak ingin tahu keadaan tuan besar sekarang"
"untuk apa, apa untungnya buat saya"
"kadang dalam hubungan darah susah kita jelaskan untung dan ruginya tuan. Tapi dari ucapan bapak tadi apa tuan tidak ingin tahu tentang rumah orang tuannya tuan yang diberikan kepada tuan itu benar atau tidak"
"mami ngga pernah bilang apa-apa"?
"justru itu tuan, dulu nyonya dan tuan bercerai kan saat tuan judeo masih kecil, belum mengerti apa-apa. apa tuan tidak ingin tahu dulu pangkal persoalan mereka"
"saya sudah tahu, laki-laki itu selingkuh dan pergi memilih selingkuhannya itu. akhirnya mamiku memilih cerai, itu yang terbaik"
"tapi itu kan hanya menurut nyonya tuan, bagaimana cerita papinya tuan, perasaannya"
"jadi kamu menuduh mami saya bohong"
"ngga tuan, maaf" ucap Jo tidak ingin tuannya marah.
"baiklah tuan kalau begitu, anggap aja pertemuan tadi tidak pernah terjadi. sebaiknya kita gabung kedepan tuan" ucap Jo kepada tuannya.
Terimakasih, maaf ya lama tidak up
Sekarang lagi kurang fit
jangan lupa like, coment dan vote ya.
__ADS_1
Terimakasih🙏