
Akhirnya Jo mengajak tuannya naik ke unit judeo. Mereka harus berpikir tenang untuk menyusun strategi.
"terimakasih untuk semua bantuannya pak, kami akan naik dulu ke unit tuan judeo" ucap Jo kepada manager itu. Karena dia sadar tidak sepenuhnya salah dari manager itu, bahkan itu sudah diluar kemampuannya.
"sama-sama pak, kami juga minta maaf, akan kami tingkatkan lagi pelayanan kami untuk kedepannya"
"mari tuan kita naik dulu"
Judeo dan Jo berlalu menuju lift unit judeo diikuti beberapa anak buahnya.
"Tuan kok sepertinya saya sedikit yakin kalau ini ulah nyonya atau sela. soalnya kerjanya sangat rapi dan professional. Sebaiknya tuan mendekati mereka"
"saya tidak akan tinggal diam kalau sampai mami melakukan ini tanpa persetujuanku. selama ini aku selalu patuh sama mami"
"maaf tuan saya baru menebak, dan kalau tuan langsung marah-marah bisa jadi nyonya akan tambah nekat. bukankah tuan tahu sifat nyonya" tutur Jo mengingatkan judeo
"hmmmm" judeo dalam hati juga membenarkan ucapan Jo.
"terus menurutmu gimana"?
"mungkin lebih baik tuan tanya baik-baik sama nyonya, tapi jangan tunjukkan kalau tuan peduli dengan nona Ester"
"maksudmu"
"sepertinya nyonya kurang suka dengan nona Ester yang polos dan sederhana tapi orang susah tuan. Terus terang aja, kita semua tahu motto hidup nyonya, semuannya diukur dengan duit, sementara nona Ester sama sekali tidak memiliki itu."
"tapi dia bisa membuatku senang Jo"
"iya aku tahu tuan, tapi nyonya kan tidak sependapat dengan kesenangan tanpa uang"
"aku harus jelasin ke mami"
"bagaimana kalau justru itu buat nyonya tambah marah tuan. Dengan berusaha menjelaskan bahwa anda masih butuh nona ester bukankah menunjukkan kalau anda peduli pada nona Ester, dan itu yang nyonya ngga suka, bagi dia sayang itu mustahil tanpa duit tuan"
"tapi Ester beda"
"justru itu tuan, tuan sebenarnya sudah jatuh cinta sama nona Ester, karena nona Ester memang layak dicintai, tapi aku yakin nyonya ngga suka itu"
"apahhh"
"maaf tuan saya lancang"
"iya kamu itu asal ngomong"
"maaf tuan, tapi saya lihat setelah anda menikah dengan nona Ester banyak perubahan positif sama diri tuan. Bahkan setiap hari tuan semakin banyak perubahan dan lebih rileks tuan"
"iya itu menurut saya doank tuan, maafkan saya"
'Tapi kamu benar Jo, sekarang setelah Ester pergi kenapa serasa hidupku hampa tanpa tujuan dan tanpa semangat.' batin Jo
"Jo saya ingin istirahat dulu, nanti malam kayaknya kita ke markas juga, aku akan tetap cari Ester"
"baik tuan, apa tidak apa-apa tuan sendiri"
"ngga apa-apa"
"baik tuan" Jo melangkah kepintu untuk pulang ke unitnya didepan unit judeo.
Diluar dia memerintahkan bodyguard judeo untuk berjaga dan makan secara bergantian.
"kalian belum pada makan kan, makan secara bergantian, harus ada yang standbye disini"
"baik tuan" ucap mereka
Sepeninggal Jo judeo dengan malas melangkah ke kamarnya Ester. Lama dia bengong mengamati sekeliling kamar itu.
Lalu dia membuka lemari plastik tempat baju Ester, ternyata masih ada baju-bajunya disana.
__ADS_1
Judeo membuka satu-satu baju Ester yang selalu dia katain buluk itu.
brukkkk
saat judeo mengambil satu baju Ester ada satu bungkusan yang jatuh dan ternyata amplop berisi uang. Uang yang kemarin dikasih judeo dan juga uang makannya yang dikasih Jo.
'bahkan uang ini belum sempat kamu gunakan ester' batin judeo. Entah kenapa membayangkan Ester disingkirkan maminya membuat batin judeo ikut menangis.
'dimana kamu ester' gumamnya sedih
Lalu dia keluar dari kamar kecil judeo. Dia melirik kebalkon yang dibelakang dimana biasanya Ester menunggu judeo.
'Semua tempat disini membuat aku teringat sama kamu' batin judeo
Entah kenapa judeo sangat sedih sekali. belum pernah dia alami sesedih ini. Dia sampai meneteskan airmata karena sedih.
Judeo melangkah malas ke kamarnya. Kamar mewah yang jadi saksi bisu dimana dia mengambil kesucian Ester hanya dengan syarat menikah. Hal yang sangat lucu menurut judeo waktu itu, tapi sekarang dia sadari betapa mulianya hati Ester.
Dia tidak menginginkan harta benda, hanya tidak ingin memberikan kesuciannya kepada yang bukan suaminya.
'kamu adalah istriku Ester, aku akan tetap mencari kamu. aku baru sadar ternyata aku sangat butuh kamu, aku tidak butuh wanita hebat dan wanita karier, aku hanya butuh kamu' ucap judeo masih meneteskan airmata memandang kasur empuknya.
'aku harus telepon mami, aku harus memperjuangkan Ester, dia istriku' batinnya
Tapi sudah pasti mami akan menentangnya. mami merasa orang susah itu baik karena ada maunya doank.
'Aku harus mencari tahu ini sendiri, tanpa sepengetahuan mami' batin judeo
Akhirnya dia telepon temanya yang sangat jago dalam melacak keberadaan orang.
dddrrtt dddrrtt dddrrtt
"halo"
"hallo Vin"
"iya bro, gua butuh bantuan Lo"
"ohh iya apa itu yang bisa kulakukan"
"panjang ceritanya, sekarang Lo di indo kan"?
"iya, saya masih stay di indo"
"bisa ketemu"
"bisa, dimana"
"dimana lokasi terdekatmu"
"di plaza S diresto gua"
"oke sharelok aja, saya kesana"
"sepertinya penting nih"
"iya"
"wanitamu" karena Calvin tahu gimana gaya hidup judeo selama ini.
"istriku" jawabnya mantap
"wahhhh Lo diam-diam Lo ya" ucap Calvin meninggi
"nanti aja ceritanya"
"oke, langsung otw"
__ADS_1
Sambungan telepon mereka sudah terputus, dan judeo langsung telepon Jo.
dddrrtt dddrrtt
"hallo tuan"
"kita jalan sekarang"
"baik tuan"
Tidak sampai lima menit Jo sudah sampai diunit judeo.
"kita mau kemana sore ini tuan"
"ketemu Calvin"
"Calvin"
"iya, aku yakin dia bisa melacak keberadaan Ester, setidaknya dibawa kearah mana"
"baik tuan"
Judeo dan Jo langsung turun menuju lantai dasar. Mereka langsung menuju plaza S tempat restoran Calvin.
"hallo bro, makin gagah aja Lo" sapa Calvin sambil adu kepalan tangan dengan judeo
"ahh biasa aja" ucap judeo sambil melihat sekeliling restoran Calvin
"jadi kamu usaha resto sekarang" tanya judeo masih melihati sekeliling.
"iya bro, gua ngga bisa lagi hura-hura. anak dan istri gua butuh makan. Tiga mulut yang mangap bro. Lagian sudah waktunya serius bro, apalagi kalau lihat anak gua ketawa, gua ingin kerja lebih keras lagi"
"ucapanmu seolah-olah Lo kekurangan aja"
"kurang sih ngga ya, saya bersyukur untuk itu. Tapi saya ingin memanjakan istriku yang sudah merawat dua anakku yang lucu-lucu."
"jadi anakmu sudah dua"
"iya bro, kalau sudah lihat mereka sudah lupa lapangan" ucap Calvin
"ngomong-ngomong lapangan bro, itu tujuan utama kesini" ucap judeo sambil duduk
"oh iya gimana ceritanya"
"istriku pergi dari apartemen, tapi aku sih curiga dia diculik, karena dia tidak bawa apa-apa"
"hmmmmm"
"aku tidak mau asal tuduh, tapi aku curiga ini kerjaan mami sama sela"
"siapa sela"
"cewek yang dijodohkan mami buatku"
"lha kamu bilang udah nikah"
"panjang ceritanya, mami tidak setuju"
"ohhh seperti sinetron aja"
"justru itu bro, coba lacak keberadaannya"
"oke" Calvin langsung mengambil laptop pintarnya.
Hai readers, jangan lupa like dan coment ya
Terimakasih
__ADS_1