AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 9 HAL BARU


__ADS_3

Hari belum terlalu terang mobil yang membawa Ester sudah memasuki kawasan lingkungan apartemen mewah milik judeo.


Ester yang notabene anak pinggiran kota sangat terpukau, takjub sekaligus takut melihat bangunan-bangunan tinggi yang sangat menjulang tinggi dikiri kanan jalan.


Ester berpikir bahwa bisa aja dia akan menghadapi peristiwa seperti difilm-film yang mana dia disekap di gedung tinggi dan ngga bisa keluar dari gedung itu karena penjagaan yang sangat ketat oleh personil keamanan maupun secara teknologi.


"apa nanti dia melemparku dari gedung tinggi ini" batin ester


"apa nanti dia menyekap dan menjualku kepada laki-laki hidung belang atau dikirim menjadi pekerja malam" batin Ester lagi


"apapun itu Ester, lakukanlah dengan ikhlas, karena kamu bukan pada posisi memilih, Tuhan juga tahu isi hatimu" batinnya lagi


Begitu sampai di lobby bawah pengawal yang bersama Ester tadi terlihat menghubungi seseorang lewat handphone, ntah siapa, Ester tidak mau tahu dia hanya ikuti semuannya.


dddrrrtt ddrrrt


"hallo"


"pagi pak, kami sudah dibawah"


"bawa ke unit pak JUDEO dilantai 10"


"baik pak"


"ayo nona kita turun sekarang" ucap mereka berdua


"sini saya bawa tasnya nona" ucap salah satu dari pengawal itu


"tidak usah, saya aja, ringan kok"


"baiklah nona"


Begitu sampai didepan lift Ester benar-benar memperhatikan setiap detail yang dilakukan pengawal itu. Dari cara memencet nomor tujuan di lift itu, karena terus terang baru kali ini Ester ke bangunan setinggi ini.


Tiba dilantai sepuluh pintu lift terbuka, mereka bertiga keluar dari lift.


Lalu mereka memencet bel apartemen itu. Ester melihat itu semakin takut, tidak ada orang sama sekali terlihat, hanya satpam dibawah tadi. Apa gedung sebesar ini tidak ada orangnya.


ceklek


Terlihat pak Jo membuka pintu apartemen.


wowww sudah langsung terlihat kemewahan apartemennya.


"Kalian sudah sampai"?


"iya tuan , nona Ester sudah kami antar, kami mohon diri untuk istirahat" ucap mereka


"silahkan" ucap pak Jo kepada kedua pengawal itu.

__ADS_1


"masuklah" perintah pak Jo kepada Ester.


Lalu Ester melangkah masuk kedalam apartemen judeo dengan takut-takut. Apartemen ini sangat mewah, terlihat dari perabot dan juga luasnya. Terlihat ruang tamu yang sangat besar dan luas dengan sofa yang rapih, dengan hiasan yang besar-besar pula.


"duduklah dulu" ucap Jo


"terimakasih pak"


"sebentar lagi jam sembilan tuan judeo sudah tiba disini, saya harap kamu tidak melakukan kesalahan" ucap pak Jo


"apa yang harus saya lakukan pak"


"saya tidak tahu, nanti pak judeo sendiri yang mengatakan"


"apakah aku hanya jadi seorang pembantu"? tanya Ester serius menatap Jo, karena sebenarnya yang mau Ester tanyakan dia tidak akan menjadi budak nafsu cowok kejam itukan?


"maksudmu"


"maksud saya, saya hanya bertugas membersihkan rumahkan, tidak melayan..." ucapan Ester terputus karena dia ragu untuk bertanya.


"hahaha khayalanmu terlalu tinggi Ester, sepertinya tuan judeo tidak akan tertarik dengan tubuhmu", ucap Jo mentertawakan Ester membuat Ester sekejap malu dengan pertanyaannya yang sudah bisa ditebak tuan Jo, malu memang, tapi yang paling penting syukurlah tuan judeo tidak menginginkan tubuhnya.


"asal kamu tahu ya, ini adalah artis terkenal sela Yuna, artis terkenal , kalau kamu sering nonton televisi harusnya kamu mengenal ini, kamu sudah lihat penampilannya, dan inilah yang sekarang wanitanya tuan judeo, jadi kamu sudah mengerti maksudku kan dan kamu juga sudah bisa kira-kira menebak cewek seperti apa selera tuan judeo"? tutur pak Jo sambil menunjukkan handphone nya yang memperlihatkan foto-foto sela Yuna pacar judeo. Terlihat dia menahan senyum agak menertawakan Ester.


'syukurlah' batin Ester lagi


"baiklah kamu ikut saya" ucap Jo berlalu ke arah dapur.


"ini dapur tuan Jo, dia tidak suka yang berantakan, ingat dia orangnya perfect dan teratur" ucap Jo menunjukkan dapurnya yang sangat rapih.


"sekarang coba kamu kerjakan, mana yang mau kamu tanyakan, coba buatkan saya kopi" ucap Jo


"baik pak Jo"


"kopi dan gulanya disini" sambil menunjuk rak kopi dan gula


"bagaimana menyalakan kompornya pak"


"begini". ucap Jo menunjukkan caranya lalu dicoba oleh Ester.


"menghidupkan dan menyalakan kran begini dan BLA BLA BLA" banyak yang diajarin oleh Jo di dapur.


"sekarang kita ke kamar tuan judeo"


Pak Jo membawa dia ke kamar tuan JUDEO.


Ester sangat terpukau dengan kamar itu yang sangat lebar.


"ini kamar tidur tuan judeo, harus selalu rapi, kalau dia nginap sekali dua hari spreinya harus ganti, harus warna putih, tuan Judeo penyuka warna putih"

__ADS_1


"nah, ini ruang ganti tuan Judeo, ini di tengah pakaian-pakaian di rumah, dan yang ini berjejer pakaian kerja tuan judeo. Setiap kali tukang loundry datang tolong suruh kesini menyusunnya"


"dan kalau tuan judeo mau mandi, siapkan handuknya di kamar mandi, dia ngga mau pakai handuk sampai dua kali ingat itu"


"nah ini ruang kamar mandinya, handuk siapin disini, ini air panas dan ini air dingin, tolong kamu siapin sesuai perintahnya"


'busyet kamar mandinya aja lebih besar daripada rumahku dikampung' batin Ester di satu sisi.


'fokus Ester, fokus, nyawamu masih diujung tanduk, belum waktunya mengagumi sesuatu, itu tidak ada artinya dihidupmu' batin Ester lagi disisi lain.


"apa kamu sudah mengerti semua" tanya pak Jo serius


"Sepertinya sudah tuan, semoga nanti saya bisa tidak melakukan kesalahan" ucap Ester tulus.


"harus"


"tapi bagaimana membersihkan rumah ini tuan Jo" tanya Ester karena itu juga pasti pekerjaan rutinnya.


"sebenarnya biasanya tuan Judeo sudah membayar orang untuk membersihkan ini, karena dia tidak mau barang-barangnya hancur, tapi siapa tahu nanti harus kamu yang kerjakan, maka aku ajarin kamu" tutur Jo


Jo mulai menjelaskan cara membersihkan pajangan sampai membersihkan lantai dengan alat yang ada disana, termasuk membersihkan kamar tuan judeo dan kamar mandi.


"saya harap semua sudah saya jelaskan, karena saya harus ke bandara sekarang menjemput tuan judeo"


"baik pak, saya akan berusaha kerja dengan sebaik mungkin"


"harus, karena hidupmu akan semakin sulit kalau ada kesalahan sekecil apapun"


"iya tuan saya mengerti"


"ingat ruangan ini dipenuhi cctv, jadi jangan macam-macam. sekarang ayo saya bawa ke kamar belakang" ucap Jo menunjukkan kamar pembantu. Tapi biarpun kamar pembantu kalau menurut Ester sudah sangat bagus. terdapat kasur busa lantai dan satu lemari kecil tempat pakaian.


"nah disini kamarmu"


"baik pak Jo"


"jangan keluar dari apartemen ini tanpa izin, kalau kamu mau hidupmu tidak semakin dipersulit"


"baik tuan"


Sepeninggal Jo Ester merenung sejenak akan hidupnya kini.


Terimakasih Tuhan masih bisa melihat semua keindahan ini, batin Ester yang berusaha melihat dari sisi positifnya.


Gara-gara masalahnya dengan tuan judeo dia jadi punya kesempatan untuk melihat hal-hal mewah begini, sekalipun mungkin besok dia sudah tidak bernyawa.


Hai readers, terimakasih masih setia


like coment dan vote ya.🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2