AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 43 NYONYA PENASARAN


__ADS_3

Mendengar penjelasan dari judeo mami citra langsung ingin pulang dari kantor judeo. Tapi dalam hati dia bertekad, dia harus menemukan wanita yang dinikahi judeo. Walaupun katanya hanya untuk have fun mami citra tidak mau kecolongan mendapatkan wanita yang pura-pura baik tapi licik.


Begitulah penilaian mami citra tentang pernikahan. Dia menilai orang semuannya dari kekayaan dan harta semata. Kalau ketemu orang susah walau baik, dia akan mengatakan itu pura-pura.


Rasa percaya kepada cinta sudah tidak ada sama sekali.


Setelah keluar dari ruangan judeo ibu citra masih berniat untuk langsung bertemu dengan wanita itu. Jangan ditanya kenapa, keahliannya di dunia bisnis sedikit banyak mengajari dia tentang karakter banyak orang hanya dengan tatapan mata dan salaman tangan.


Makanya dia ingin melihat langsung wajah wanita yang dinikahi judeo itu.


"Carla apa jadwal saya" tanya Bu citra ke asistennya


"masih sangat padat nyonya, sebenarnya kita sudah ditunggu di cafe xm oleh pak Kris yang dari Singapura. cuma karena tadi nyonya sedang bicara dengan pak judeo saya minta undur satu jam"


"terus"


"sore nyonya ke arisan mawar"


"hmmmmm, itu harus hadir"


"iya nyonya"


"terus"


"makan malam dengan pimpinan Sabana grup sekitar jam tujuh tiga puluh nyonya di restoran hotel HU."


"itu juga harus"


"iya harus nyonya"


"baiklah, sekarang konfirmasi kita ketemu dengan pak Kris"


"baik nyonya" Carla langsung menghubungi sekretaris pak Kris untuk memastikan pertemuan itu.


Setelah memastikan semuanya Carla mematikan sambungan teleponnya.


"semua sudah Bu, tiga puluh menit lagi pertemuan di mulai, perjalanan kita sekitar dua puluh lima menit"


"hmmmm" ucap Bu citra yang masih memikirkan judeo.


"nyonya apa masih memikirkan pak judeo"?


"iya, saya bingung sekarang"


"pasti pak judeo punya alasan untuk itu nyonya, dia tidak mungkin memutuskan sesuatu tanpa memikirkannya terlebih dahulu"


"tapi tetap saya ingin kenal wanita itu"


"kalau itu saya sependapat nyonya, apa kelebihan wanita itu sampai pak judeo menolak non sela yang sangat cantik dan berkelas"


"justru itu" ucap Bu citra sambil turun dari mobil karena mereka sudah sampai ditempat tujuan.


Sementara judeo, sepeninggal maminya dia memanggil Jo sang asisten.


tutttt tuttttt


"Jo kesini sekarang"


"baik tuan"


tok tok tok


"masuk"


"iya tuan, ada apa"?


"tadi mami kesini"!


"nyonya besar kesini, kapan tuan, dalam rangka apa"? Karena Jo juga tahu nyonya citra orang yang sangat sibuk, bahkan kesibukannya jauh lebih banyak dari tuannya judeo.


"hmm, justru itu, mami menanyakan tentang pernikahan itu" jelas judeo ngambang.


"pernikahan? maksudnya pernikahan tuan dengan non sela"? tanya Jo yang belum tahu duduk perkaranya.

__ADS_1


"bukan, pernikahanku dengan Ester"


dorrrrrrrrr


Jo sangat kaget mendengar ucapan judeo. Pernikahan mereka kan sangat private, tidak ada yang tahu selain Jo dan juga pendeta yang di urus oleh temannya Jo. Terus siapa ya yang memberitahu nyonya?


"kok nyonya bisa tahu tuan, siapa kira-kira yang bocorin"


"ya ngga tahu siapa yang beritahu, tapi apa sih mami tidak tahu. Dia bisa menyelidiki segalannya bahkan kelobang semut. Orang-orangnya juga bekerja sangat professional"


"terus gimana tuan"


"justru aku bingung, kalau menghadapi mami aku bisa, tapi bagaimana kalau mami menyerang Ester" ucap judeo terlihat cemas


"apa perlu diperketat penjagaan tuan"


"mungkin perlulah, aku tahu mami, dia harusengetahui yang dia curigai"


"iya tuan" Jo makin melihat bahwa seorang judeo lebih mengkhawatirkan gadis itu dibandingkan dengan dirinya sendiri.


**


Keesokan harinya ibu citra sudah mengosongkan jadwalnya. Dia ingin mengetahui wanita yang sudah dinikahi judeo walaupun hanya have fun, tapi kenapa sampai menikah?


Saat ibu citra baru selesai mandi handphonenya berbunyi.


dddrrtt dddrrtt


Bagas calling...


"handphonenya yang nomor pribadi bunyi, dari pak Bagas nyonya, mau diangkat atau tidak nyonya" tanya Carla


"Bagas, saya angkat aja"


"ini Bu" Carla menyerahkan handphone ibu citra itu ke tangannya.


"hallo"


"pagi, langsung aja, kamu sudah dapat infonya"


"sudah nyonya, lengkap"


"bisa kamu sampaikan disini"?


"bisa nyonya"


"katakan"


"tuan judeo menikah tanggal sekian, didaerah selatan, dengan gadis bernama Ester. Gadis dari kampung C dekat pabriknya. Mereka menikah bukan karena cinta, tapi karena tuan Judeo kesal dengan gadis itu, sehingga ingin menjadikannya budaknya. Mereka menikah hanya untuk jaga-jaga saja dari lingkungan setempat. Dan mereka juga membuat surat perjanjian nyonya. Jadi kesimpulannya pak judeo hanya ingin memberi pelajaran gadis itu karena kesalahannya melawan tuan dan akan membuangnya kapan saja tuan mau tanpa kewajiban apa-apa" jelas Bagas singkat sangat padat


"dimana gadis itu"


"diapartemen pak judeo di daerah T"


"itu aja"


"iya nyonya"


"oke, bayaranmu nanti sekitar dua puluh menit"


"baik nyonya"


'Katanya judeo tidak cinta tapi ngapain judeo menempatkannya di apartemen mewah' batin Bu citra


'terus kenapa harus menikah, kalau dia ketangkap pak RT pun saya dengan gampang mengurusnya'


'sepertinya gadis itu tidak punya niat terselubung tapi tetap aku harus ketemu'


'ohhh iya, apa sekarang judeo sering pulang ke apartemen itu'


'coba tanya Bagas deh'


dddrrtt dddrrtt

__ADS_1


"iya nyonya"


"apa sekarang judeo sering ke apartemen itu"


"hampir tiap hari nyonya"


"haaaa"


"iya nyonya, tiap hari tuan judeo pulang ke apartemen itu"


"baiklah, cukup dulu"


"baik nyonya" ibu citra sudah memutuskan sambungan telepon mereka.


"Carla, hari ini kita keliling" perintahnya ke asistennya


"lihat nanti di lapangan, kamu sudah pastikan kerjaan kantor sudah ke handle kan"?


"sudah nyonya"


"sekarang tolong telepon sela, bilang saya mengajaknya kesuatu tempat"


"baik nyonya"


Tidak berapa lama sela telepon balik ibu citra.


dddrrtt dddrrtt


"hallo Tante"


"halo sela, kamu bisa kesini"


"maaf Tante, saya lagi kerja ini. ngga mungkin ditinggal, gimana kalau besok-besok Tante biar saya kosongkan jadwal saya dulu"


"ya sudah kalau begitu"


"memangnya mau kemana Tante"


"mau lihat istri Deo"


"istri" tanya sela bengong


"iya, katanya gadis kampung dengan professi pembantu"


"ya ampun Deo, mbo ya liat latar belakangnya dikit"


"justru itu, aku takut Deo terjebak"


"iya betul Tante, apapun dilakukan orang sekarang demi uang" ucap sela sok polos padahal dia sendiri sedang tidur dengan laki-laki dengan bayaran satu apartemen.


munafik!! banyak orang seperti itu.


"Kalau Tante udah liat dan ga sreg, usir aja Tante tanpa sepengetahuan Deo, pasti dia juga ngga akan marah"


"iya Tante pikir juga begitu. Aku yakin gadis itu hanya butuh duit Deo aja"


"iyalah Tante, level kita dan mereka yang dibawah pasti sudah beda. Mereka hanya butuh duittttt. Nah kalau kita kan udah beda Tante, duitma masih ada"


"iya kamu betul"


"oke Tante aku kerja dulu ya" ucap sela padahal karena laki-laki yang sedang bersamanya sudah tidak tahan. Benar sih dia mau kerja cuma kerja apa dulu?


"ya sudah, oke"


"bye Tante, see you"


"see you later sela" ucap Bu citra mematikan sambungan telepon itu.


Hai semua


Tetap dukung ya, like, coment dan vote.


Terimakasih, i love you all 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2