AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 68 BAHAGIA


__ADS_3

Akhirnya malam itu Ester tidur di kamar judeo , karena dia tidak ingin mengganggu tidur anaknya. Sementara pengasuh Radit yang sudah dibukain kamar oleh Jo tidur sendiri di kamar depan kamar Jo.


Ester hampir tidak bisa memejamkan matanya, begitu juga judeo. Dia tidur di sofa yang ada di kamar itu. Sebenarnya judeo tidak tega sama Ester tapi tadi Ester menolak tidur dikasur dan dia takut Ester ngga mau tidur bareng di kasur.


Eits tunggu dulu, judeo takut, sejak kapan dia takut ya?


Ya itulah judeo entah kenapa sekarang dia takut banget Ester tidak percaya padanya.


Hampir tengah malam judeo masih melihat Ester bergerak gerak, yang tandanya dia belum tidur.


Judeo akhirnya memberanikan diri turun dari ranjang dan membangunkan Ester.


"Ester, tidur diatas aja , dekat Radit, aku tidak akan ganggu" ucap judeo


"ga usah, disini aja ngga apa-apa"


"ngga apa-apa gimana, kamu belum bisa tidur"


"ntar lagi pasti tidur"


"ngga ayo tidur di atas aja, ini perintah"


Akhirnya Ester bangun dan menuju ranjang empuk judeo. Ester tidur disebelah kanan Radit sementara judeo disebelah kirinya.


Tidak berapa lama, sambil memeluk Radit Ester sudah tertidur. judeo pun senang melihatnya.


Ada rasa bahagia yang susah dilukiskan dihati judeo. rasa yang belum pernah dia miliki selama ini.Melihat wajah anaknya yang ganteng dan mirip dirinya tidur tenang dipelukan ibunya, dan juga melihat Ester yang sudah tidur pulas.


Entah sejak kapan dan sudah berapa lama judeo memandangi mereka berdua. Sampai pagi hampir subuh barulah judeo bisa tidur.


Ester yang terbiasa bangun pagi sudah bangun jam lima subuh. biasanya dia akan langsung menyiapkan keperluan Raditya sekolah. Tapi berhubung ini sedang ada dihotel, Ester jadi bingung mau ngapain.


Saat Ester duduk bingung Raditya terbangun dan minta ke kamar mandi. Ester dengan sigap mengajak anaknya ke kamar mandi hotel itu.


Begitu keluar dari kamar mandi Raditya ingin sarapan. biasanya pagi begini dia memang sudah sarapan nasi goreng ataupun mie goreng bikinan mamanya.


"ma sarapan nasi goreng Yo"


"tapi ini bukan dirumah kita sayang, mama juga belum tahu dimana pesan nasi goreng"


"kita pulang dulu ma"


"tapi nanti kalau kita dicariin"


"iya ya, tapi lapar ma"


"ya sudah bentar, kita bangunin papamu dulu, baru kita pamit" ucap Ester sambil mendekat kearah tempat tidur judeo.

__ADS_1


"pak,,pak,," ucap Ester sambil menggoyang pelan tangan judeo


"hmmmmm" judeo membuka matanya pelan karena masih ngantuk. Kalau yang bangunin ini Jo sudah pasti akan dimarahin, tapi berhubung ini adalah Ester judeo langsung bangun.


"ohhh kalian sudah bangun"? tanyanya polos


"iya pa, Radit lapar, biasanya sudah sarapan. Radit mau sarapan nasi goreng, kita mau beli"


"hahhhhh" lagi-lagi judeo merasa telah membuat anaknya kelaparan. Dia merasa ngga pantas jadi seorang bapa.


"sebentar, papa pesanin nasi goreng"


"pesan dimana pa, aku ikut boleh"?tanya Raditya polos.


"sama petugas restoran nak"


"ohhhh" walaupun dia belum sadar benar. Judeo langsung pencet nomor kontak paling populer di handphonenya, Jo.


dddrrrttt dddrrrttt


"halo tuan , selama..."


"pagi, pesankan sarapan nasi goreng ke kamar"


"baik tuan"


"sudah dipesan dit, bentar ya. kamu mau nonton dulu"


"tapi aku juga mau sekolah pa"


Judeo tidak bisa menjawab pernyataan Raditya. Akhirnya dia melirik Ester untuk minta persetujuan anaknya untuk libur. Judeo ingin seharian bersama anaknya, menjadi seorang papa.


Tapi Ester malah menggelengkan kepalanya.


"dia harus sekolah pak, saya juga harus kerja, sepulang sekolah aja kita jalan lagi"


Dengan berat hati judeo akhirnya mengiyakan.


"ya sudah Radit, kita sarapan dulu, setelah itu kamu kesekolah, ntar sore kita main lagi"


"oke papa"


Tidak berapa lama sarapan untuk mereka dan ibu pengasuh Radit sudah datang. Radit senang karena bisa menikmati nasi goreng di hotel. Makan sarapannya sangat lahap.


Setelah selesai sarapan Ester dan juga ibu pengasuhnya pamit untuk sekolah. Sebenarnya judeo berat melepas mereka, tapi mengingat pesan Jo, diapun melepaskan mereka.


Jo berpesan untuk mendekati anak kecil jangan sampai memaksa, biarkan mengalir biasa aja, lagipula biarkan mereka beraktifitas seperti biasa dan judeo juga mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


Judeo dan Jo mengantar mereka bertiga kerumah kontrakan Ester. Jo langsung meminta orang disana untuk mengawasi Raditya dari jauh.


Setelah mengantar Raditya dan Ester judeopun kembali ke hotel untuk berganti pakaian.


Jam sembilan pagi terdapat banyak kesibukan di mall tempat Ester bekerja. itu semua karena kunjungan dadakan judeo beberapa hari ini.


Judeo melangkah pasti menuju ruangan pak Willy untuk rapat dengan team perencanaan dan pengembangan. Setelah itu dia harus lagi mengevaluasi keuangan dari mall tersebut.


Mendengar rencana team pengembangan judeo langsung setuju dengan membangun tempat wisata di belakang mall. Judeo sekarang sangat bersemangat membangun daerah ini, karena daerah ini memiliki kenangan dan kebahagiaan buat Judeo.


Sepanjang rapat itu judeo terlihat sangat antusias dan bahagia. Dia sangat gampang mengambil keputusan.


Sebelum pukul dua belas siang rapat judeo sudah kelar dengan team perencanaan pengembangan. Judeo sangat senang karena waktunya makan siang bersama Ester.


"pak judeo, kami sudah menyiapkan jamuan makan siang dengan bapak dan pak Jo" ucap pak Willy sebagai pimpinan mall.


"ohhh tidak usah pak Willy, terimakasih, saya dan pak Jo sudah ada planning lunch dimana, mungkin besok-besok kita atur waktunya." ucap judeo


"benar pak Willy, mungkin besok-besok kita atur waktunya. pak judeo masih beberapa hari lagi disini, tapi untuk hari ini sudah ada planning." jelas pak Jo mendukung pak judeo, karena dia yakin bosnya itu ingin makan siang dengan Ester.


"ohhh begitu, baiklah pak"


Judeo dan Jo berlalu keluar dari ruangan itu bersama pengawal yang dari Jakarta beserta pengawal dari perusahaan.


"aku ingin makan siang bersama Ester, tolong aturkan" bisik judeo kepada Jo


"baik tuan" ucap Jo yang sudah menebak sebelumnya.


Judeo langsung masuk ke dalam mobil dan menunggu dulu disana. Jo langsung menuju lantai tempat Ester bekerja dan menyuruh pengawal menyamar sebagai keluarga Ester dan minta izin untuk pulang karena urusan keluarga.


Tidak ada yang sulit, hanya sebentar terlihat Ester sudah keluar dari pintu karyawan. Ester langsung menuju taksi yang sudah ada judeo di dalamnya. karena judeo yakin Ester tidak akan mau naik mobil petinggi perusahaan.


Selama menuju restoran Ester hanya sibuk menikmati pemandangan, sementara judeo sibuk perang batin gimana caranya biar bisa bicara banyak sama Ester.


"kamu ingin makan apa, seafood atau masakan luar"


"terserah aja pak, saya tidak Mantang apa-apa"


"baiklah, pak kita kerestoran ini" judeo menunjukkan handphonenya kepada supir taksi yang diikuti oleh mobil perusahaan dibelakangnya.


Hai readers, sory lama baru up lagi


Sedang sakit batuk dan demam


jangan bosan ya, tetap dukung karya ini


like, coment dan vote

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2