AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 20 MASA IYA


__ADS_3

Judeo sebenarnya membenarkan ucapan Jo bahwa Ester jadi terlihat cantik dan fresh seperti ABG yang akan kencan dengan pacarnya.


"tugas kami sudah selesai tuan, jadi kami mohon pamit dulu" ucap mereka


"ohhh silahkan mba, besok pagi tolong rias nona Ester, jam setengah sembilan harus sudah rapi"


"baik tuan"


"pembayarannya sekalian besok atau yang ini dulu" tanya judeo


"sekalian aja besok tuan"


"ya sudah" ucap Jo mengantar mereka kedekat pintu.


Sementara judeo masih menatap Ester yang masih berdiri kaku, dia bingung, takutnya tuan judeo tidak menginginkan kehadirannya. Tapi untuk beranjak pun dia tidak berani, takut tuan judeo marah.


"maaf tuan, apa saya sudah boleh kedalam" tanya Ester, bersamaan dengan Jo yang kembali bergabung.


"Ester, jangan masuk dulu, kita perlu bicara sebentar, tuan judeo, kamu dan saya. kamu tidak usah takut, kita hanya bicara" ucap Jo tenang sambil mengajak duduk disofa itu. Sementar judeo masih mencuri-curi pandang kearah Ester.


"baik tuan"


"Ester, begini, seperti saya bilang tadi siang, besok kamu dan tuan judeo menikah jam sembilan pagi" ucap Jo tenang, sementara Ester dan judeo pemeran utama diam aja.


"tapi saya harap kamu jangan berharap banyak dengan pernikahan ini, saya ngga mau nama tuan judeo jelek kedepannya, jadi kalau terjadi sesuatu akibat pernikahan ini kelak, akulah orang pertama yang harus kamu hadapi, karena ini hanya formalitas, jadi jangan main perasaan" jelasnya lagi.


"Besok setelah pernikahan kamu kembali keduniamu seperti biasa, oke"


"apa kamu ada pertanyaan" tanya Jo serius


"tidak tuan, saya sudah paham, saya sudah bersyukur dinikahi oleh tuan judeo"


"Baiklah, saya anggap kamu sudah paham semua, jadi kedepannya harus pada posisi masing-masing"


"iya tuan"


"bagaimana tuan judeo, apa ada yang ingin tuan tambahkan"


"tidak, saya rasa cukup jelas. Hanya menikah tanpa harus tanggung jawab, ingat itu"


"baik tuan" Ester makin menunduk.


"ya sudah Ester, sekarang kamu boleh istirahat, apa kamu sudah makan malam"?


Ester menggelengkan kepalanya, bagaimana mau makan, hari inikan dia tidak bekerja.


"kamu mau makan apa, jangan sampai besok kamu kurang fit"

__ADS_1


"terserah tuan Jo aja"


"ya sudah nasi goreng aja ya"


"iya tuan"


"tuan judeo mau makan apa"?


"mie goreng aja" judeo memang pecinta makanan mie dengan segala olahannya.


"baik tuan"


Tuan Jo akhirnya memesan makan malam untuk mereka bertiga. menunggu sekitar setengah jam Ester sangat kikuk duduk diantara judeo dan Jo. Tapi untuk pamit ke belakang juga dia tidak berani, apalagi dia lihat kadang-kadang tuan judeo meliriknya dengan tatapan yang Ester ngga tahu maksudnya.


"oh ya tuan, menunggu makanannya, ini tadi pekerjaan yang saya bawa pulang" ucap Jo menyerahkan satu map.


"mana"


"ini tuan, mereka menawarkan ini dan ini, jadi keuntungan kita sekitar ini" jelas Jo


"ambil aja"


"baik tuan"


Mereka lanjut berbincang-bincang tentang pekerjaan kantor. Sementara Ester sudah seperti cacing kepanasan duduk bergabung dengan mereka, sama sekali tidak ada kenyamanan.


"tuan Jo, apa saya boleh makan di kamar saya aja, saya takut merusak suasana hati pak judeo"


"sebaiknya jangan, malam ini kamu makan disini aja, tidak akan merusak mood tuan judeo kok"


"baiklah tuan"


Akhirnya mereka duduk bertiga di meja makan yang besar itu.


Kembali Ester merasa kurang nyaman, tapi tetap harus bergabung. Jo menyiapkan keperluan tuan judeo sendiri, dia takut Ester melakukan kesalahan.


Sementara Ester juga bingung mau nyiapin atau tidak untuk tuan judeo. Dia takut tuan judeo tidak mau kalau dia yang menyiapkan alat-alat makannya.


Tuan judeo lain lagi, matanya masih suka mencuri-curi pandang Ester, yang malam ini terlihat sangat cantik menurutnya. Hanya dipoles sedikit ternyata Ester bisa lebih unggul kecantikannya di banding gadis-gadis kota.


Selama makan mereka bertiga tidak ada yang bersuara. Baik Jo, judeo dan Ester sibuk dengan pikiran masing-masing.


Setelah selesai makan tuan Jo dan tuan judeo meninggalkan meja makan. Sementara Ester akan membereskan piring kotor. Sebelum beranjak Jo berpesan lagi untuk Ester.


"setelah selesai membereskan meja makan, tidurlah, besok jam delapan kamu sudah harus siap-siap" ucap Jo agak pelan


"baik tuan" Ester mengangguk pelan.

__ADS_1


Setelah Jo dan judeo melangkah pergi dari meja makan, barulah Ester bisa bernafas lega. Barulah dia bisa menarik nafas sebanyak-banyaknya.


Setelah selesai membereskan meja makan Ester melangkah menuju kamarnya.


'hahhhhh senangnya bisa bebas dari mereka, walau cuma sebentar' gumam Ester sambil merebahkan dirinya di kasur lantai di kamarnya.


Ester tidak ingin memikirkan apa-apa lagi, dia hanya ingin istirahat dan tidur. Mengenai pernikahannya besok biarlah terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan, dia tidak ingin ribet memikirkannya. Karena semakin dia pikirkan akan semakin banyak pertanyaan dalam hatinya yang tidak bisa dia jawab, jadi dia pasrahkan saja.


Karena terlalu lelah seharian esterpun langsung ketiduran, tanpa mengunci pintu kamarnya.


Sementara Jo sudah kembali ke unitnya dan judeo juga sudah berganti pakaian rumahan. Judeo sudah menggunakan piyama tidurnya yang mahal-mahal.


Karena tidak bisa tidur judeo melangkah keluar dari kamarnya, dia ingin minta dibuatin kopi sama Ester.


Tapi Ester ternyata sudah sangat pulas, sudah tidak mendengar apa-apa saat judeo memanggil namanya.


"apa gadis ini sudah tidur, cepat banget, perasaan baru selesai makan" ucap judeo sambil melangkah ke kamar Ester.


ceklek


judeo membuka pintu kamar Ester dengan agak kasar, supaya Ester menyadari kehadirannya. Tapi nihil Ester masih tidak bergeming, dia masih tidur dengan telentang dan kedua tangannya diatas kepala.


Gaun bagian bawah Ester yang berbentuk circle sudah tersingkap keatas membuat judeo harus menelan salivanya. Tidak hanya itu reaksi dari tubuh judeo sudah langsung menegang sekarang.


Tanpa judeo sadari dia sedang mengamati Ester dari bagian kepala sampai bagian kakinya yang masih kecil tapi sangat menggoda.


"gila, gadis ini benar-benar bisa membangunkannya disana dengan cepat" gumam judeo lagi.


"apalagi posisi tidurnya seperti ini, dengan gaunnya yang pendek begini, ini benar-benar membuatku gila" gumam judeo


"sikat judeo, dia itu budakmu" kata hati judeo dari sisi yang lain


"jangan judeo, gadis itu ingin kamu nikahi dulu, tinggal besok judeo" kata hatinya dari sisi yang lain


"arrrgghhh" judeo jadi kesal sendiri


"masa iya, aku senafsu itu sama gadis kecil ini, gadis yang bahkan pertumbuhan bagian-bagian tubuhnya belum seratus persen" batin judeo sambil menggaruk tengkuknya.


Karena takut tidak bisa mengendalikan dirinya, judeo langsung melangkah keluar dari kamar Ester dengan perlahan. Begitu sampai di kamarnya dia langsung masuk kamar mandi dan berendam disana sambil menuntaskan segalanya.


Tapi dia benar-benar masih bingung, masa iya gadis kecil ini bisa memporak porandakan hatinya.


Terimakasih masih setia mengikuti karyaku


selalu like, coment dan vote ya


Terimakasih🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2