
Setelah selesai telepon judeo pak ganda papi judeo jadi kepikiran dengan anaknya. Karena tanpa judeo ceritakan pun papinya sudah sangat tahu karakter ibu citra. Pak ganda berjalan mondar mandir di teras samping tempat biasanya mereka main catur.
'tapi apa yang bisa aku lakukan Tuhan, bahkan aku tidak punya apa - apa untuk membantu judeo 'batin pak ganda.
Pak ganda sedang berpikir serius ketika bu silvia istrinya datang.
"sedang mikirin apa pa"? tanya bu Silvia
"aku lagi mikirin judeo ma" ucapnya agak lemah.
Sementara Ester yang berniat mengantar kopi untuk pak ganda karena permintaan ibu silvia tadi, jadi berhenti sejenak sambil menguping pembicaraan yang sudah dia anggap orang tuanya itu.
Mendengar nama judeo disebut, Ester diam ditempatnya di balik pintu sehingga pak ganda Dan bu Silvia tidak tahu keberadaannya.
"emank deo kenapa pa, lagi ada masalah ya" tanya bu Silvia masih di dengar Ester sangat jelas.
"iya ma, maminya mengancamnya"! ucap pak ganda membuat Ester kaget, pantas aja tadi mas deo kayaknya lagi galau, ternyata maminya mengancamnya. Tapi mengancam gimana Ya?
"Apa, mengancam gimana pa"
"yahhhh , begitulah citra ma, dia ternyata belum berubah masih sangat arogan dan menggunakan ke kuasaannya. Dia akan menghancurkan CJ, perusahaan judeo yang sahamnya sebagian besar milik citra" ucap pak ganda
"maksudnya"
"deo belum cerita detailnya ma, tapi dari suaranya aku tahu dia sedang pusing ma, masalahnya pasti berat, dia tertekan " ucap pak ganda jelas
"terus, apa yang bisa kita lakukan pa"?
"huhhh nggada ma, kita tidak memiliki apa - apa untuk membantu judeo, paling kita hanya bisa berdoa semoga judeo kuat dan tabah" ucap pak ganda.
Mereka berdua akhirnya terdiam beberapa saat, hanya pikiran mereka masing - masing yang bekerja.
"apa benar - benar Nggada yang bisa kita bantu pa"? tanya bu silvia
"kita bisa bantu apa ma, kita tidak memiliki apa -apa " ucap pak ganda lemas.
Karena tidak sabar akhirnya Ester keluar juga membawa kopinya.
"ini kopinya pa, ma" ucapnya
"iya nak, makasih "
"maaf pa, sebenarnya tadi aku dengar cerita mama sama papa" ucap Ester minta penjelasan.
Pak ganda dan bu Silvia saling pandang, bingung harus cerita atau tidak, tapi toh Ester sudah mendengar juga.
Akhirnya bu Silvia mengangguk mengatakan untuk cerita saja.
"iya nak Ester, tadi ketika mendengar ceritamu kalau di kantor judeo ada sedikit masalah, papa sudah tebak pasti tentang maminya" ucap pak ganda akhirnya.
__ADS_1
"terus memangnya apa yang di lakukan ibu citra pa" tanya Ester makin penasaran.
"dia menarik semua asetnya di perusahaan judeo, sehingga perusahaannya goyah"
"apah "
"iya nak, citra memang karakternya begitu, kalau kemauannya tidak di ikuti" ucap pak ganda.
"memangnya apa keinginan ibu citra pak"
"bapak belum tanya detail tadi nak, hanya saja maminya akan menarik semua sahamnya dari kantor judeo, Dan pasti itu akan menghancurkan usaha yang di kembangkan oleh judeo, yang sangat dia banggakan " ucap pak ganda
'pantas aja tadi wajahnya sangat kusut, ternyata maminya yang akan menghancurkannya' batin ester.
"kasian mas deo pak" ujar Ester
"iya sih, tapi percayalah judeo pasti bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik" ucap pak ganda berusaha mengurangi ke khawatiran Ester menantunya.
"iya pak, semoga aja" ucap Ester akhirnya.
"pak bu aku ingin tidur duluan sama radit" Ester akhirnya pamit masuk
"iya nak tidur gih, besok radit sekolah"
Akhirnya Ester berlalu dari tempat itu, dia bingung Sekarang, entah apa yang harus dia pikirkan dan lakukan.
Sampai di kamar radit, dia melihat radit sudah tertidur pulas. Sementara Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat.
'kalau aku telepon mengganggu ngga ya'?
Karena sangat penasaran akhirnya Ester telepon dari handohonenya sendiri.
dddrrrrttt dddrrrrttt
"Hallo sayang" ucap judeo antusias di seberang.
"aku kirain mas udah tidur, pengen tes doank tadi " ucap Ester malu
"video call ya" ucap judeo di sebrang.
"hmmmm"
Terlihatlah di layar handphone judeo wajah Ester yang cantik dan adem banget.
"syukurlah kamu telepon, aku kangen sayang"
"ya ampun mas, baru sehari doank" ucap Ester padahal sebenarnya kalau boleh jujur Ester juga sangat kangen sama judeo. Entah kenapa sekarang ini Ester selalu ingin dekat judeo.
"kamu ngga kangen aku apa"? malah balik tanya judeo membuat Ester gelagapan, mau jawab kangen juga dia malu, mau bilang ngga takut judeo tersinggung.
__ADS_1
"yahhhh.. kangenlah mas, tapi kan sekarang mas lagi kerja, jadi harus bisa menguasai dan mensyukuri keadaanlah mas" ucapnya
"iya sayang, cerita sama kamu selalu membuat hati damai "
"ahhh mas deo lebay"
"ngga lebay sayang, kamu selalu membawa kondisi damai " ucap judeo nematode nafas panjang, andai ibunya tahu betapa baiknya Ester dan berartinya Ester buat judeo. Judeo selalu merasa berharga dan dihargai dengan tulus ketika bersama keluarga kecilnya.
"oh iya mas, tadi ngga sengaja aku dengar bapak teleponan sama mas deo, katanya ibu menarik semua saham dan asetnya dari perusahaan mas deo "
"ohhhh itu kamu ngga usah pikirin, aku bisa selesaikan, kamu jaga radit aja untuk saya"
"iya mas, tanpa mas minta pun aku akan jaga radit dengan nyawaku"
"nah begitu donk"
"tapi apa mas ngga mau cerita sama aku kenapa ibu melakukan itu" tanya Ester masih penasaran walaupun sebenarnya sudah dia tebak pasti ini berhubungan dengan dirinya dan radit.
"tenang aja sayang bisa aku atasi kok"
"kemarin mas bilang kita harus saling terbuka" pancing Ester. Dia benar - benar penasaran apa yang menjadi permintaan ibunya.
Judeo terlihat berpikir sejenak sampai akhirnya dia pikir memang suami istri haruslah saling terbuka.
"iya sayang, mami ingin aku melepaskan kamu dan mengambil radit, dan juga harus memutuskan hubungan dengan papi dan keluarga barunya. "
"terus mas deo jawab apa"?
"yahhh kamu nanya, yaahh ngga mungkinlah aku tinggalin kalian dan papi yang baru aku temukan. Kalian adalah harapan baruku"
"tapi usahamu gimana mas, Kalau perusahaan goyah gimana dengan karyawanmu mas" tanya Ester
"kamu ngga usah pikirin, kamu percaya aku bisa mengatasinya kan"? ucap judeo penuh keyakinan
"percaya mas, aku percaya mas deo mampu menyelesaikannya " ucap Ester berusaha ceria.
"nah begitu donk, sekarang kita tidur, besok kamu urus radit sekolah "
"ohhhh oke mas, mas juga tidur ya, jangan lupa berdoa sebelum tidur biar besok bangun dengan harapan baru" tutur Ester membuat judeo tersadar kembali dengan Kata doa.
Judeo yang dulu hampir tidak pernah Ada yang mengingatkannya untuk berdoa sampai dia merasa bahwa hidupnya karena kehebatan dan kepintarannya .
"iya, terimakasih sayang sudah di ingatkan"
Halo readers
apa kabar semua
Jangan bosan ya
__ADS_1
Dukung terus, like, coment dan vote
Terimakasih