AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 58 PUNYA ANAK


__ADS_3

Ester tidak punya pilihan lain selain ikut dengan tuan Jo. apalagi sekarang dia tahu bahwa dia ternyata bekerja di perusahaan judeo.


Ester berjalan mengekor dibekang Jo saat mereka menuju food court pusat perbelanjaan itu. Hampir sepanjang jalan dia menunduk merenungi, kenapa Tuhan mempertemukan mereka lagi.


"ini nona esternya tuan" ucapan Jo saat sudah berada di depan meja judeo membuyarkan lamunan Ester.


"hmmmm, duduk" ucapnya pura-pura dingin


"silahkan duduk nona" ucap Jo kepada Ester


"makasih pak Jo"


"sama-sama nona"


Ester lalu duduk di kursi dihadapan judeo, sementara Jo ingin berlalu untuk pesan makanan.


"anda mau pesan apa tuan"


"terserah kamu aja"


"baik tuan, dan nona Ester mau pesan apa"


"terserah pak Jo aja, saya masih kenyang" ucap Ester yang ditatap intens sama judeo.


"baik nona" Jo langsung memberi ruang kepada tuannya untuk berbicara dengan Ester. Dia sengaja menjauh dulu dari mereka dengan pura-pura pesan makanan.


Sepeninggal Ester bukannya bicara judeo malah bingung mulai darimana untuk ngomong. Entah kenapa dia jadi seperti orang bodoh yang gugup didepan lawan bicaranya. Sementara jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.


Sementara Ester diam karena takut, dia sudah membayangkan kalau judeo akan memarahinya habis-habisan, kenapa mereka bisa bertemu. Judeo pasti sangat marah gara-gara Ester masih hidup belum meninggal.


"kamu..kamu ternyata sembunyi disini" ucap judeo akhirnya memulai percakapan.


"kenapa tuan, anda berharap saya sudah mati"?


"maksudmu"?


"tuan pasti berharap waktu itu anak buahmu sudah membunuh saya dan membuang saya kan. Tapi Tuhan masih melindungi saya Tuan sekalipun saya dibuang kejurang" ucap Ester sambil airmatanya sudah menetes dipipinya. Kalau ingat masa lalunya dulu tetap aja hati Ester bergetar hebat mengingat setiap kejadian itu.


"siapa yang ingin membunuh kamu"?


"tidak usah basa Basi tuan, pura-pura ngga tahu"


"baik, tapi saya memang nggak tahu. terserah kamu percaya atau tidak, bukan urusanku. tapi yang pasti itu bukan aku tapi mamiku."


"lalu apa lagi yang tuan inginkan dariku" tanya Ester sendu membuat judeo melongo termangu ditempatnya.


"tolonglah lepaskan aku tuan, aku tidak akan meminta apa-apa, yang penting biarkan aku hidup tanpa bayang-bayang tuan dan nyonya."


judeo masih termangu diam ditempat duduknya menatap Ester.

__ADS_1


"kehidupan saya sekarang sudah berbeda tuan"


"apa yang berbeda, kamu tambah dewasa gitu" kecam judeo, padahal dalam hatinya judeo ingin memuji bahwa Ester sekarang tambah cantik dan tubuhnya tambah berisi, mungkin karena sekarang hidupnya tidak di bawah tekanan.


"bukan, bukan hanya itu tuan"


"terus, apa, kamu sudah menikah, gitu"? tanya judeo to the point lagi.


"kalau itu aku akan gugat, karena kamu masih istriku, sekalipun hanya diatas kertas" judeo mulai mengeluarkan sisi arogannya. Padahal sebenarnya dia tidak siap mendengar kalau sampai Ester sudah menikah dengan pria lain.


"tuan, kumohon lepaskanlah saya, kasihanilah saya" mohon Ester tanpa ragu-ragu. Karena Ester sangat tahu dia tidak akan sanggup melawan judeo sekalipun melibatkan orang-orang terdekatnya sekarang, yang ada malah orang-orang terdekatnya akan merasakan dampak dari perlawanannya. dan Ester tidak mau lagi itu terjadi, cukuplah dia yang menanggung semuannya.


"kamu bicara seolah-olah saya menyekap kamu"? ucap judeo kesal.


Saat judeo bicara dengan Ester tiba-tiba handphone judeo diatas meja bergetar menerima pesan dari Jo.


'tuan, saya baru dapat info kalau nona Ester itu sudah punya seorang anak. Dia janda ditinggal suaminya demi wanita lain.' itulah isi pesan dari Jo membuat mata judeo menyipit menatap Ester. Antara marah karena Ester pernah disentuh laki-laki lain dan rasa iba karena Ester sekarang janda yang ditinggal suaminya demi wanita lain. Pasti itu sangat menyakitkan.


"kamu sudah punya anak"? tanya judeo to the point membuat Ester sangat terkejut. Darimana judeo tahu tentang anaknya. Tapi itu hanya sekejap , menit berikutnya Ester sudah sadar siapa tuan judeo dengan segala kekuasaannya.


Percuma saja dia tutupi tentang apapun, karena pasti tuan judeo sudah menyelidikinya sendiri. Mungkin lebih baik sekarang dia berterus terang tentang semuannya, tentang siapa Raditya dan siapa ayahnya.


"sudah tuan, saya sudah punya anak" Judeo terdiam mendengar ucapan ayu.


"Tuan, sebenarnya apa yang tuan inginkan lagi dengan hidupku, tolonglah lepaskan aku Tuan, aku sekarang harus menghidupi anakku yang belum tahu apa-apa. dia butuh biaya hidup" ucap Ester memelas.


"Harus perduli tuan, karena apa, karena harimau sekalipun tidak akan membiarkan dan menyengsarakan anaknya, dia akan melindunginya" ucap Ester gemetar saking geramnya mendengar jawaban Judeo. Kalau aku tetap memelas dia tidak akan perduli karena dia tidak punya simpati, tapi bagaimana jika itu anaknya, darah dagingnya, masihkah dia tidak perduli. sekalipun dia tidak perduli Ester sudah siap, toh dia juga ngga bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa berdoa semoga selalu dilindungi Tuhan.


"apa maksudmu"


"tanya aja hati tuan sendiri, itupun kalau tuan masih punya hati"


"jangan berbelit-belit, saya ngga suka"


"siapa yang berbelit-belit, saya hanya bilang tuan harus peduli sekalipun tuan tidak suka. setidaknya lepaskan kami. Kami tidak menuntut apa-apa, hanya ingin hidup normal. Kenapa susah sekali bagi tuan melepaskan kami"


Judeo menatap Ester intens yang di balas juga oleh Ester walaupun sudah berlinangan airmata yang susah dia bendung.


"kemana suamimu"


"dia sudah tidak butuh aku"


"terus"


"dia membuang ku"


"berapa orang anakmu"


"satu orang"

__ADS_1


"sudah berapa umurnya"


"lima tahun lebih"


"apahhhhh, berarti kamu langsung dapat laki-laki setelah pergi dari apartemenku"


"aku tidak pergi, tapi dibuang"


"siapa yang membuangmu"


"anak buah tuan judeo"


"jangan asal ngomong kamu"


"itu yang mereka ucapkan, tuan judeo sudah tidak membutuhkanku bahkan pasti hanya akan merepotkan saja. makanya dia segera membunuh dan membuangku ke hutan di sini dengan naik pesawat"


"Tapi tidak apa-apa tuan, saya sudah melupakan semua itu, karena mungkin dengan begitulah cara saya lepas dari tuan. Tapi kenapa begitu saya berdamai dengan masa lalu tuan datang lagi" tanya Ester yang dengan setia ditemani airmatanya.


"saya tidak pernah membuangmu"


"itu bukan inti masalahnya lagi tuan sekarang, yang kami butuhkan sekarang lepaskanlah kami, hiduplah dengan kehidupan tuan dan kami hidup dengan standard hidup kami"


"boleh saya bertemu anakmu" tanya judeo, entah kenapa tiba-tiba dia kepikir untuk bertemu anak Ester.


"untuk apa"


"yaaa kalau kamu keberatan ngga usah" ucapnya malu,


'oh iya kenapa aku ingin ketemu anak Ester,' batin judeo.


Ester diam sejenak untuk mempertimbangkannya. Sejujurnya dia sangat takut kalau judeo memisahkannya dengan anaknya. Tapi apapun itu Ester harus siap, tidak boleh takut. Serahkan aja semuannya sama Tuhan.


"baiklah pak, kami akan menemui bapak nanti"


"sekarang aja"


"dia sekolah"


"setelah makan ini kita jemput"


"baik tuan"


Akhirnya judeo telepon Jo untuk mengeluarkan menu makanan pesanan mereka. Dan selama mereka makan siang Ester lebih banyak diam begitu juga judeo dan Jo. Hanya pikiran mereka masing-masing yang bekerja.


Hai hai hai semua


Dukung terus ya, like, coment dan vote ya


Terimakasih 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2