
Setelah urusan surat perjanjian selesai dengan Ester, Jo langsung meninggalkan apartemen menuju kafe MK. Disana sudah menunggu rekannya yang akan mengurus pernikahan tuan judeo.
"hai bro" sapa rekannya melihat Jo di pintu sambil mengangkat tangan
"hmmm"
"begini nih wajah asisten bos arogan, serius terus" canda rekannya mencairkan suasana.
"iya, jadi ikutan bos juga nih" balas Jo
"jadi gimana pernikahannya, kapan"? tanya rekannya serius
"lakukan besok pagi, karena jam dua belas tuan judeo ada meeting"
"baiklah, apa kalian ada saksi"
"ngga ada, kamu atur aja semua. pokoknya aku dan tuan judeo datang, bertemu mempelai wanita dan berjanji, setelah itu kami pergi meeting"
"masa langsung ditinggal pengantinnya bro"
"itu bukan urusan kita"
"baik bro"
"aku percayakan padamu, tolong pastikan tempatnya sebelum malam, saya ngga mau besok pagi pusing sendiri"
"asiap bro"
Setelah selesai merencanakan pernikahan mereka berdua keluar dari kafe MK dengan tujuan yang berbeda.
Jo langsung menuju kantornya untuk memberitahu hal ini sama tuan judeo.
tok tok tok
"hmmmm"
"siang tuan"
"mmmmm"
"semua sudah beres tuan, pernikahannya besok, teman saya sudah memastikan tempatnya"
"hmmmm"
"tuan sudah makan siang"?
"belum"
"mau dipesanin tuan"
"iya"
**
Sementara di apartemen, jam tiga sore ada beberapa orang tamu yang datang untuk merawat dan make over Ester.
"mungkin anda salah unit"? tanya Ester sama mereka yang terlihat sudah membawa banyak peralatan. Entah isinya apa, sudah pasti Ester tidak tahu.
"tidak nona, apakah anda nona Ester"
"iya benar, kami diperintah tuan Jo"
"maaf bukan aku tidak percaya pada kalian, tapi bolehkah kalian telepon tuan Jo untukku"
__ADS_1
"baik nona" ucap salah satu dari mereka
dddrrrrtt drrrtt dddrrrrtt
"hallo"
"hallo, selamat siang pak Jo"
"siang"
"pak Jo, kami sudah diunit apartemen tuan judeo, tapi nona Ester minta kami hubungi anda, bolehkah anda bicara dengan nona Ester"
"hmmmmm"
"nona Ester, ini bicaralah dengan tuan Jo" ucap karyawan salon itu menyerahkan handphonenya kepada nona Ester setelah merubah mode panggilannya menjadi video call.
Ester menerima handphone tersebut dan melihat di monitornya lalu bicara.
"tuan Jo"
"Ester, kamu mau di-make over dulu ya. mereka juga bawa beberapa stel pakaian, nanti kamu pilih aja lima yang kamu suka"
"banyak banget tuan"
"buat ganti kamu"
"baik tuan"
"saya mau bicara lagi sama orang tadi"
"mba ini tuan Jo mau bicara lagi" ucap Ester sambil menyerahkan handphonenya.
"iya pak Jo"
"hmmm kamu sudah tahu tugas kamu, buat dia secantik dan sewangi mungkin"
"baik tuan"
"baik tuan"
"bantu dia memilihkan baju yang kalian bawa, tapi tetap harus sesuai seleranya"
"baik tuan"
"saya matikan dulu"
"iya tuan Jo"
Sambungan telepon itupun terputus.
"nona Ester, mari kita mulai dari mandi berendam dan manicure dulu ya non"
"iya mba" Ester hanya pasrah dan menurut
Sekitar dua jam mereka melakukan perawatan kepada Ester. Harus terlihat fresh, wangi dan cantik.
"nona Ester, sekarang waktunya nona memilih pakaian untuk malam ini"
"maksudnya"
"nona mau pake baju yang mana malam ini"
"memang mau kemana"
__ADS_1
"tidak kemana-mana nona, cuma tuan Jo ingin malam ini anda cantik"
"baiklah"
Ester melihat-lihat baju yang mereka bawa, tapi dia tidak tahu sama sekali kalau baju-baju itu bernilai juta-jutaan. Dia pikir itu hanya baju yang biasa aja.
Pilihan Ester jatuh ke salah satu gaun yang menurut dia agak sederhana dan tidak terbuka. petugas kecantikan itu juga setuju dengan pilihan Ester, karena cocok juga dengan umurnya yang belum genap dua puluh tahun. dan merekapun mencoba baju itu ditubuh Ester.
"mba saya boleh pilih ini aja, yang lain sangat terbuka, saya kurang nyaman" setelah mencoba.
"baik non, kita coba pakai dulu yang benar , supaya bisa kita cocokkan warna make up-nya" ujar mereka hampir berbarengan.
"iya mba" Ester hanya manut-manut aja, karena dia juga ngga tahu mau dibawa kemana nantinya. Soalnya menurut tuan Jo tadi pernikahannya adalah besok.
Para penata kecantikan itu mulai me make over wajah Ester, bahkan mereka sedikit minta izin untuk memotong rambut Ester supaya terlihat makin fresh. Lagi-lagi Ester hanya manut dan setuju aja.
"lakukan aja kalau menurut mba baik" ujarnya pasrah.
"baik non, pasti nanti terlihat cantik kok non. karena saya lihat wajah non Ester ini masih sangat alami, jadi sentuhan sedikit aja pasti langsung mengubahnya lebih cantik" puji penata rias itu.
Ester hanya bisa tersenyum, dia tidak tahu itu pujian atau apalah, yang jelas dia ikut ajalah.
Setelah di make over sekitar satu jam, pukul enam lewat Ester sudah rapi dan terlihat sangat cantik. Tapi baju dress yang dia pilih malah membuat dia semakin cantik dan muda banget bagai remaja tujuh belas tahun.
pukul enam tiga puluh sore itu judeo sudah sampai di apartemen. Jo sengaja memundurkan jadwal tuannya sore ini, setidaknya dia ingin bicara serius dengan tuannya dan Ester.
Dia akan bicara bertiga dengan mereka sebagai penengah supaya suatu saat tidak terjadi masalah kepada tuannya, tetap yang dia jaga adalah tuannya kedepan.
"selamat sore tuan" ucap salah satu penata busana itu melihat kedatangan Jo dan judeo di apartemen.
Terlihat mereka sedang membereskan barang-barang dan juga peralatan mereka yang habis dipakai. Sementara Ester sedang ke dapur karena katanya tadi ingin minum.
"siapa mereka Jo" tanya judeo yang bingung melihat beberapa orang wanita serta perlengkapannya di apartemennya.
"mereka adalah penata rias dan penata busana yang saya minta untuk make over nona Ester tuan" jelas Jo
"selamat sore tuan, kami sudah selesai mengerjakan tugas dan hasilnya sangat bagus, tuan-tuan bisa lihat nanti" ucap salah satu dari mereka yang terlihat seperti ketua mereka.
"oh ya, terus dimana nona Ester"
Mereka saling tatap sebentar lalu memandang kearah dapur.
"ada didapur lagi minum tuan" ucap salah satu bergegas kedapur.
"ohhh" ucap Jo sementara judeo masih sedikit bingung dengan rencana Jo yang dia tidak tahu. tapi biar aja Jo pasti sudah tahu kemauannya.
"nona Ester, mari kedepan, kami sudah ingin pamit", ucap salah satu penata rias itu sopan
"iya mba" Ester berjalan tenang tanpa memperhatikan kalau diruang tamu itu sudah ada judeo dan Jo.
Judeo dan Jo sangat terkesima dengan Ester, gadis yang biasanya pakai baju tidur rumahan atau daster, sekarang tampil memakai gaun mahal yang jutaan, serta diberi sedikit polesan jelas mengubah Ester sangat banyak. Dia terlihat seperti ABG kota yang keren.
'Gadis kampung ini kok jadi cantik banget, tapi terlihat seperti ABG yang baru pertumbuhan, gila, dia memang masih ABG Deo, sadar, sadar, kamu menginginkan bocah tahu ngga, apa kamu pedofil deo', batin judeo
'Gila tuan judeo memang memiliki cara pandang yang tajam, pantas aja dia menginginkan gadis ini. Ternyata disentuh sedikit aja sudah bisa mengalahkan kecantikan sela yang penuh polesan. Walau ini terlihat sangat kecil' gumam Jo dalam hati sambil senyum.
Judeo yang kebetulan melihat Jo heran, Jo bisa tersenyum begitu.
"kenapa kamu senyum"
"ternyata dipoles dikit Ester bisa cantik banget tuan, walau terlihat seperti anak kecil" ucap Jo jujur namun mengubah mimik wajah judeo, entah apa dalam hatinya.
"maaf tuan, "
__ADS_1
"biasa aja" ucapnya malu mengakui ucapan Jo.
Hai pembaca setiaku, tetap dukung karya ini ya, supaya bisa up date lebih rajin. Dukung author ya🙏