AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 102 BERTEMU


__ADS_3

Setelah bicara panjang lebar dengan Ester, akhirnya Ester berkemas untuk mereka pulang. Sementara itu judeo telepon papinya dan bertanya keadaan di rumah.


"hallo Deo"


"hallo Pi, Radit dimana"?


"ini sama papi, Napa Deo"? tanya papinya mencoba menutupi kedatangan maminya.


"kami akan pulang sekarang Pi" ucap judeo


"lho, kok cepat banget, ngga jadi honeymoon" canda pak ganda, tapi dalam hati juga dia mengatakan pasti terjadi sesuatu.


"mami sudah menghancurkan semua nya"? ujar judeo tegas penuh sesal


"apahh, apa yang dilakukan citra sama kalian, Ester baik-baik aja kan"? pak ganda langsung reflek mengkhawatirkan Ester. Biar bagaimana pun emosi pak ganda cenderung lebih dekat ke Ester daripada judeo sekalipun judeo anak kandungnya.


"baik kok Pi, cuma tadi mami buat onar dengan teriak-teriak di hotel ini" ucapnya dengan nada sesal


"apaaa"


"ya sudah Pi, tolong jaga Radit, aku takut mami melakukan sesuatu, aku tahu mami Pi, nanti sore kami sudah sampai rumah"


"iya Deo, iya nak, tolong jaga Ester ya"


"iya Pi" ucap judeo lalu menutup panggilan itu. Judeo merasa gagal melindungi istri dan anaknya, buktinya sekarang mereka sampai merasa ketakutan.


Judeo mendekati Ester yang sedang bersiap untuk check out. Judeo tahu juga kalau sekarang Ester sangat mengkhawatirkan Radit.


"Ester, sekali lagi aku minta maaf ya, ngga bisa mencegah mami berbuat seperti tadi" ucapnya di dekat istrinya


"ngga apa-apa mas, aku kan sama mas Deo, aku hanya khawatir Radit" jelasnya ngga bisa bohong. Padahal mungkin sekalipun dia dekat Radit kalau ibu citra atau anak buahnya melakukan sesuatu pastilah Ester ngga bisa berbuat apa-apa. Tapi dengan bersama Radit ketika ada masalah Ester merasa sedikit lebih tenang.


"tenang aja, saya sudah telepon papi, aku yakin papi bisa mengatasinya."


"iya sih, aku juga yakin bersama papa Radit itu aman" jawabnya setuju. Ester sangat tahu betapa sayangnya pak ganda sama Radit.


Setelah semua beres judeo membereskan administrasi di bawah karena untuk hari ini dia tidak mau di urus oleh Jo.


Tidak sampai sepuluh menit mereka sudah tiba di lobby hotel menunggu supir.


"Mas kita langsung pulang"? tanya Ester memastikan


"emangnya kamu mau ke suatu tempat"?


"kalau bisa kita ke toko mainan dulu, kita sudah janji sama Radit, takutnya dia kecewa ngga di bawain oleh - oleh" jawab Ester yang selalu memenuhi janjinya kepada Radit.


"iya juga ya" jawab judeo baru ingat janji ke anaknya.


"ya sudah kita mampir ke mall sebentar" ucapnya sambil menggandeng tangan istrinya sampai masuk mobil. Bahkan di dalam mobil pun judeo tidak ingin duduk berjauhan. Judeo merasa takut dan bahagia menjadi satu.


"Sayang kamu harus janji ya, kalau setelah semua masalah ini kelar, kita harus bulan madu lagi"


"idihhh bulan madu apanya, ingat anak" jelas Ester

__ADS_1


"iya aku ingat kok, tapi kan kita baru aja menikah yang sebenarnya"


"ya ampun mas, bulan madu itu tidak harus kemana - mana baru spesial. Bahkan di kamar kita sendiri aja juga sudah spesial kalau kita bilang spesial" ucap Ester membuat judeo bengong sebentar seolah - olah sedang berpikir.


"benar juga" ucapnya sambil tersenyum mesum


"berarti nanti malam empat ronde ya, biar spesial" ucapnya agak berbisik ke telinga Ester.


"ihhhh mas Deo" teriak Ester tidak terlalu kencang karena di depan ada supir yang dengar.


"kenapa sayang, masih kurang? lima ronde juga oke"! goda judeo lagi.


"ahhh susah ngomong sama mas Deo, nggada normalnya, otaknya mesum"


"sama istri sendiri kok" ujarnya membela diri


Ketika mereka sedang menuju toko mainan terdengar handphone Ester berdering. Karena handphone judeo di pegang oleh asisten Jo.


"halo Jo"


"apa handphone tuan di antar supir aja kesana, takut perlu menghubungi nyonya" jelas Jo.


"tidak usah, kami sudah mau pulang. ini lagi di toko mainan, buat oleh-oleh Radit"


"ohhh baik tuan" jawab Jo


"tapi kalau mami telepon buat aja janji untuk ketemu, undang ke rumah aja"


Benar aja baru aja telepon itu terputus handphone Jo sudah berbunyi lagi.


dddddrrrttt dddddrrrttt


"hallo nyonya"


"Jo, kasih tahu judeo untuk bicara sama saya begitu sampai Jakarta"


"Tuan Deo mengundang nyonya nanti malam ke rumahnya"


"apahhh rumahnya, tempat lelaki brengsek pengkhianat itu. ngga Sudi saya" ucap Bu citra berapi-api


"baik nyonya akan saya sampaikan. Tapi yang pasti tuan masih lama untuk balik ke Jakarta nyonya"


Nyonya citra berpikir benar juga, judeo pasti masih lama di daerah ini. Gimana nanti kalau dia tidak balik ke Jakarta dalam waktu dekat.


"baiklah, saya akan ke rumahnya" ucapnya akhirnya


"baik nyonya"


Judeo dan Ester memilih mainan untuk Radit, mainan yang tidak terlalu mewah tapi mendidik.


"ini doank" tanya judeo ketika Ester hanya memegang satu mainan ke meja kasir padahal mereka sudah pilih-pilih dari tadi.


"iya mas, satu aja dulu. Radit itu harus di biasakan hidup sederhana. sesuai pesanan dia aja, dia sudah lama ingin mainan ini",

__ADS_1


"kamu lupa Radit itu sekarang anak siapa"? canda judeo


"tapi tetap harus belajar mas sederhana mas",


"terserah kamu deh, aku yakin kamu mampu kalau masalah pengurusannya Radit"


"sama-sama kita mas, karena tiap bimbingan orang tua itu ada maknanya"


"oke sayang" ucap judeo tetap tersenyum


Akhirnya menjelang malam judeo dan Ester sudah tiba di rumah.


"mama" teriak Radit sambil berlari melihat mama dan papanya datang. Radit diikuti kakek dan neneknya menuju pintu.


"radittt, lagi ngapain sayang"


"main sama kakek sama om Jo"


"oh iya, lihat papa beli mainan pesananmu" Ester menyodorkan paper bag yang dia bawa dari toko tadi.


"oh iya, terimakasih papa" ucapnya girang


"sama-sama sayang"


"nah Radit coba dulu mainanya di dalam sama om Jo ya, papa sama kakek mau bicara dulu" bujuk pak ganda, dia ingin bicara serius dengan judeo dan Ester sebentar.


"oke kakek"


Radit dengan lompat - lompat berlari ke dalam membawa mainanya diikuti oleh Jo karena pengasuhnya lagi di dapur.


"ayo masuk dulu Deo, nak Ester" ucap pak ganda mengarahkan ke ruang tamu.


"gimana ceritanya bulan madu kalian di ganggu sama citra" tanya pak ganda serius


"ngga tahu Pi, tahu - tahu mami berdiri aja dekat pintu kamar hotel ku" jelas judeo


"kalau itu ngga usah kaget, citra kan bisa melakukan apa aja, kalau hanya mencari alamatmu kecil baginya" ucap pak ganda serius.


Mereka semua terdiam sejenak. apa yang di ucapkan pak ganda sangat benar adanya, apalagi judeo yang paling lama hidup dengan ibu citra.


"terus apa rencanamu sekarang Deo"? tanya pak ganda setelah terdiam sejenak.


"justru itu aku ingin minta pertimbangan papi, ini tidak bisa lagi di tutupi Pi, mami sudah terlanjur tahu. mau ngga mau kita harus ceritakan dan pastikan mami tidak mengusik anak dan istriku"


"iya Deo" ucap pak ganda yakin


hai semua


dukung terus ya


like, coment dan vote


Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2