AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 66 DIA PAPAMU


__ADS_3

Melihat keakraban antara bosnya dan anak laki-lakinya itu, Jo merasa bahwa ternyata ada sisi lain dari diri bosnya. Baru hari ini Jo melihat sisi lain dari judeo, judeo bisa menghandle anak kecil, Bisa sabar menghadapi cara berpikir anak kecil yang masih polos dan sederhana.


Jo sebenarnya sangat senang melihat sikap bosnya yang begini, sikap yang ramah dan bersosialisasi dengan orang lain. Mungkin ini lah yang namanya ikatan darah, sangat kental dan tak bisa di bohongi.


"tuan, apa kita langsung menuju restoran" tanya Jo kepada judeo begitu mereka duduk di mobil.


"hmmm" jawab judeo tanpa menoleh ke arah Jo, mata dan perhatiannya tetap kepada Radit.


Radit yang masih bocah terlihat sangat bahagia naik mobil perusahaan judeo.


"mobilnya bagus om, dingin, iya kan ma" celotehnya yang duduk diantara judeo dan Ester.


"hmmmm, kamu senang Radit" tanya judeo


"senang banget om, tadi kita sudah foto-foto dihotel sekarang naik mobil bagus" celotehnya


"kalau mobil om Aldo juga bagus sih, cuma lebih bagus mobil ini dikit" ucapnya lagi sambil senyum


"mobil siapa? om Aldo! siapa itu Radit" tanya judeo penasaran, padahal Ester sudah cerita kalau Aldo yang dulu menyelamatkanya, hanya saja judeo ngga fokus-fokus banget saat itu.


"om aldoku, dia baik banget, dia sering ngajak jalan-jalan kalau libur" cerita Radit tapi judeo sudah tidak terlalu fokus. Ada rasa cemburu dalam hatinya kepada aldo atas pujian Radit.


"siapa dia" tanya judeo menatap intens Ester ada rasa cemburu dalam hatinya.


Tapi masa iya seorang Judeo bisa dilanda rasa cemburu kepada perempuan?


Tapi apa ini, judeo kok jadi agak gelisah melihat Radit sangat memuji aldonya itu.


"kan saya sudah cerita tadi siang pak, dia anak ibu dan bapak panti yang dulu menolong saya. Dia memang sangat baik dan lembut, apalagi kalau sama Radit" jelas Ester membuat hati judeo tambah panas. Tapi judeo tahan dulu, dia sadar mereka baru saja bertemu dan ada Radit, dia tidak mau Radit menilainya galak atau kejam.


"ohhhhh" ucap judeo setengah ikhlas.


Tanpa terasa mereka sampai di salah satu restoran yang lumayan besar. Kalau untuk daerah ini, restoran ini sudah sangat bagus sekali.


Radit tiada hentinya berdecak kagum. Dia merasa hari ini sangat menyenangkan buatnya. Masuk hotel mewah dan restoran mewah, itu versi Radit.


Radit bertanya tentang setiap makanan yang dihidangkan oleh waiters restoran itu. Dan sesekali judeo ketawa melihat tingkah Radit. Judeo juga tidak lupa menjelaskan setiap menu makanan yang mereka pesan.


Saat acara makan itu membuat suasana menjadi sedikit mencair. kadang pertanyaan Radit yang lucu membuat judeo dan Ester ketawa bersama.


Ingin rasanya judeo menghabiskan malam ini bersama anaknya, tapi apa daya, namanya juga anak kecil, setelah selesai makan terlihat Radit sudah sangat mengantuk.


"Sebaiknya kita pulang dulu pak, ini sudah jam tidurnya Radit. besok dia harus sekolah" ucap Ester akhirnya.


"ohhhh, ya sudah, ayo kita pulang. besok lagi aja kita lanjutkan"


Jo langsung tanggap ingin menggendong Radit, tapi ditepis oleh judeo. Judeo ingin menggendong Radit kemobil.


Akhirnya Jo hanya bisa mengikuti bosnya sambil menyuruh supir stand by.


Begitu masuk mobil, judeo masih memangku Radit.


"Ester menginap di hotel aja, ajak Radit sama ibu pengasuhnya " bujuk judeo mengingat rumah sempit Ester tadi. apalagi tanpa pendingin ruangan, hanya ada kipas angin.


"tidak pak, kami pulang aja. lebih nyaman di rumah" jawab Ester

__ADS_1


"masak nyaman di rumah sesempit itu"


"kami nyaman kok pak" balas Ester


Merasa ga berguna memaksa Ester, judeo akhirnya mengalah.


"kita antar mereka pulang Jo"


"baik tuan"


Akhirnya mereka jalan menuju kostan Ester yang kecil itu menurut judeo.


Tidak sampai setengah jam mereka sudah tiba. Judeo masih setia menggendong Radit.


"tunggu sebentar pak, saya pasang kasur dulu" ucap pengasuh Radit begitu mereka sampai dalam rumah.


Judeo melihat bagaimana ibu itu membentangkan kasur lusuh tipis dilantai, lalu menaruh bantal boneka.


"taruh sini aja raditnya pak" ucapnya setelah selesai


"hmmmm"


Ester yang masih berdiri sudah merasa cape. Jujur hari ini sangat melelahkan sekaligus menyenangkan baginya.


"terimakasih untuk hari ini pak, sudah melakukan banyak hal. terimakasih ya pak Jo" ucap Ester juga sama pak Jo


"sama-sama nona" ucap Jo sambil agak membungkuk


"besok tidak usah kerja, cari rumah yang lebih besar" perintah Judeo seenaknya.


"ya untuk tinggal lah, disini perkembangan Radit kurang bagus" ucapnya sangat dominan.


"tapi kami nyaman kok tinggal disini"


"tapi saya tidak nyaman kalian disini" ucap judeo


Akhirnya Ester hanya menurut dan pasrah. Toh dia sadar tidak ada gunanya melawan judeo, tidak akan berhasil.


"tapi saya tetap harus bekerja dulu, itu salah satu tanggung jawab saya"


"ya sudah, kerja aja. pulang kerja kalian harus pindah"


"lihat besok aja, sekarang kami ingin istirahat. Radit juga sudah tidur, besok aja lagi di bahas" ucap Ester akhirnya.


"ya sudah kami pulang, ayo Jo"


"mari nona"


"silahkan pak Jo"


Sepeninggal judeo Ester mulai membersihkan diri ke kamar mandi dan berganti pakaian.


"Ester, maaf ya kalau ibu bertanya, soalnya ibu penasaran"


"nanya apa Bu"

__ADS_1


"sebenarnya siapa sih laki-laki itu"


"bos di mall itu Bu, sekaligus pemilik mall itu"


"ohhh tapi saya lihat dia sayang banget sama Radit"


"sepertinya iya"


"apa mungkin dia ingin mendekati kamu"?


"ya ngga lah Bu, itu hanya karena Radit anak dia"


"apaaaaaahhh" ucap ibu itu kaget


"kenapa Bu, ibu sekaget itu"


"ngga ngga nak, jadi dia itu papanya Radit" ucap pengasuh itu lagi.


karena teriakan si ibu membuat Radit yang tadinya sudah tidur malah ke bangun dan duduk.


"siapa papanya Radit Bu? tanya Radit tiba-tiba kepada pengasuhnya.


Ester kaget melihat anaknya kebangun dan bertanya siapa ayahnya. padahal dia belum siap untuk menjelaskannya sekarang.


Tidak hanya Ester, pengasuh Radit juga merasa bersalah jadinya, kenapa tadi bertanya begitu. Tapi mau gimana lagi, tidak ada niat mereka apa-apa , mungkin jalannya harus begitu.


Ester juga tidak ingin menyembunyikan masalah ini lama-lama. Dia tidak mau anaknya terus bertanya.


"Radit, kok bangun nak" tanya Ester lembut


"iya ma, Radit kebangun tadi"


"ya sudah bobo lagi gih"


"tapi siapa dulu papa Radit ma, tadi aku dengar ibu bilang jadi dia papanya Radit, gitu, siapa Bu"? tanya Radit berbalik ke pengasuhnya.


Ibu itu bingung mau jawab apa, tidak mungkin dia jelasin siapa yang dia maksud. Lagi pula dia belum tahu isi hati Ester untuk lelaki itu.


"Radit, apa Radit ingin sekali tahu siapa papanya Radit, apa kasih sayang mama kurang untuk Radit"? potong ester


"bukan ma, mama sudah sayang banget sama Radit. tadinya saya hanya ingin tahu papaku aja, tapi kalau mama ngga boleh ngga apa-apa ma." ucap Radit akhirnya.


"sayang, bukan mama ngga boleh, ibu hanya takut kamu ditolak" ucap Ester agak sedih.


"tapi walaupun kamu tahu papamu, kamu tidak boleh berubah, harus tetap rendah hati ya nak" lanjutnya


"iya ma, janji" ucap Radit yakin. Ester menatap serius anaknya sebelum menjawab.


"pak judeo adalah papamu"


Hai readers, jangan bosan ya


dukung terus, like, coment dan vote


Terimakasih

__ADS_1


I love you all๐Ÿค—๐Ÿ™


__ADS_2