AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 113 JAKARTA


__ADS_3

Begitu sampai di bawah Ester disambut oleh kedua mertuanya dan juga aldo.


"kamu sudah siap" tanya Aldo bangkit berdiri. Melihat Ester sekarang dengan pakaian yang mahal membuat dia semakin terlihat tambah cantik dan elegan. Kalau saja judeo bukan abangnya mungkin saja Aldo akan berusaha merebut kembali Ester, tapi apa mau di kata Ester juga tidak menyambut cintannya membuat dia legowo untuk mundur.


"sudah kak"


"kalian langsung jalan aja, soalnya perjalanan ke bandara lumayan lama juga " ujar bu Silvia.


"hati -hati di sana nak, tetap kasih kabar ke kami" ucap pak ganda seperti melepas anak sendiri.


"iya pak, saya juga titip radit Ya pak bu"! ucap Ester


"kamu tenang aja, radit itu lebih berharga dari nyawaku sekalipun" ujar pak ganda meyakinkan .


"iyalah cucu kesayangan" ujar kak Aldo dengan mimik cemburu.


"kamu tuh, makanya buruan nikah biar punya anak dan cucu Papa makin rame" ucap pak ganda


"setuju pak" Ester ikut menimpali


"tenang aja pa, semua indah pada waktunya" Jawab Aldo malah nyeleneh


"huhhhh berusaha juga donk"


"ngga usah, buktinya Kak deo tidak mencari Ester sama radit, tapi di pertemukan di sini, jauh lagi dari jakarta" ucapnya ngga mau kalah


"huhhh nie anak ngga mau kalah, ya sudah berangkat sana, keburu Ester telat " ucap pak ganda akhirnya


"saya berangkat Ya pak bu"? ucap Ester sambil mencium tangan kedua mertuannya.


Aldo sudah lebih dulu memasukkan koper Ester ke bagasi mobil.


Akhirnya mereka berdua masuk ke mobil Dan langsung jalan menuju bandara. Supir yang ditugaskan di rumah Ester adalah asli penduduk daerah sehingga bisa sedikit memprediksi waktu untuk menuju bandara.


Begitu sampai di bandara Aldo memberitahu Ester banyak hal tentang penerbangan, karena jujur ini yang kedua buat Ester terbang dengan pesawat komersil. Dulu ketika dia dan Ibu silvia harus ke Jakarta ketika ibu else melahirkan.


Setelah memastikan Ester sudah masuk, Aldo belum langsung pulang. Dia menunggu pesawat Ester terbang menuju Jakarta.


Setelah pesawat yang membawa Ester terbang barulah Aldo menuju mobil dan pulang ke rumah Ester.


Setelah terbang lebih kurang tiga jam Ester akhirnya tiba di Jakarta. Dan kedatangannya benar sudah di sambut oleh ibu else dan suaminya serta anak mereka.


Karena hari sudah malam Ester memutuskan istirahat dulu malam ini. Barulah besok dia pergi ke kantor judeo.


"Ester mendingan sekarang istirahat dulu Ya, besok baru kita ke rumah atau ke kantor judeo" ibu else memberi saran . Ibu else sudah di beritahu bu Silvia dan pak ganda tentang keberangkatan Ester ke Jakarta, sekalian mereka minta tolong di jagain selama di sana.


"iya tante "


"ayo aku antar ke kamarmu " bu else lalu membawa Ester ke kamar yang dekat kamar anaknya.


"terimakasih tante "


"sama - sama "


Setelah mandi dan ganti pakaian Ester duduk dekat kasur di kamar itu.


ohhhh sekarang aku kembali lagi ke Jakarta!

__ADS_1


ingin rasanya aku ketemu mas judeo sekarang, tapi situasi tidak memungkinkan.


Sabar Ester, kok sekarang kamu jadi lebay sih, selalu ingin dekat judeo, sok manja tahu ngga' batin Ester sisi lain


Tapi semakin Ester tekan rasa rindunya malah membuatnya semakin ingin ketemu judeo.


Untunglah ibu else segera membuyarkan lamunannya.


tok tok tok


"Ester makan dulu yuk" ajak ibu else untuk makan malam


"iya tante, bentar saya keluar"


"oke "


Terdengar suara langkah bu else menjauh dari kamar Ester.


Ester menarik nafas panjang lalu ikut turun ke bawah ke meja makan.


Baru aja selesai makan handphone Ester yang selalu Dia bawa - bawa berbunyi.


dddrrrtt dddrrrrttt dddrrrrttt


Dan tertera di layar handphonenya nama mas deo calling...


"angkat aja dulu panggilannya" ucap bu else


"maaf ya tante, om"? ucap Ester sopan lalu berdiri dan keluar ke teras depan. Hatinya kini berbunga - bunga judeo meneleponnya.


"hallo mas "


"lagi sama bapak sama ibu mas "


"kamu lagi di kamar kita "? tanya judeo membuat Ester gelagapan untuk menjawab.


"hmmm iya mas "


"video call ya " ucap judeo sudah mengubah panggilannya ke video.


"ntar dulu ya mas " jawab Ester gugup


"kok tumben, kamu lagi ngapain sih" judeo makin penasaran kenapa Ester tidak mau video call.


"buka videonya sekarang " terdengar suara judeo di sana, membuat Ester reflek menggeser warna biru itu, dan terlihatlah Ester tidak sedang di kamar tapi di tempat lain, entah dimana ini judeo tidak tahu.


"dimana kamu " tanya judeo


"dimana radit "


"kamu ngga lagi di rumah ya"?


Banyak pertanyaan judeo membuat Ester belum sempat untuk menjawab.


"jawab Ester sayang, kamu dimana ini, jangan buat saya emosi, saya lagi pusing ini" ucap judeo tetap mengamati background Ester video call itu.


"aku... " Ester sangat gugup

__ADS_1


"baik kalau kamu ngga mau jawab, bisa aku cari tahu sendiri " ucap judeo marah


"ngga ngga aku kasih tahu" airmata Ester sudah menetes mendengar bentakan judeo barusan.


Terlihat judeo juga kesal di sebrang sana melihat Ester meneteskan air mata. Dia mengusap wajahnya dengan kasar.


"aku di Jakarta " ucap Ester pelan tapi bagai petir untuk judeo.


"apa "???


"di Jakarta "???


Terlihat di layar handphone Ester menganggukkan kepalanya.


"sekitar dua jam yang lalu saya nyampe" ucapnya lagi pelan


"ngapainnn... bukan.... " judeo juga jadi bingung apa yang mau dia tanyakan lagi. Dia juga bingung sedih atau marah atau senang sekarang. Jujur aja dia memang lagi kacau, bisa bersama Ester sejenak pasti bebannya akan berkurang, tapi kenapa istri kecilnya itu bertindak sendiri tanpa persetujuannya.


Sementara di layar handphone terlihat Ester mengusap airmatanya.


"terus dimana kamu sekarang, jangan menangis oke " ujar judeo melunak


"aku di rumah tante else "


"siapa itu"


"adiknya ibu Silvia "


"dimana "


"jauh, besok aja kita ketemu " ujar Ester memberi saran karena sekarang menurut Ester sudah malam, mungkin dia lupa ini Jakarta, orang Di sini beraktifitas dua puluh empat Jam.


"aku cuma nanya Dimana "? tekan judeo akhirnya


"aku belum tahu alamat lengkapnya "


"kirimkan shareloknya "


"hmmm "


Panggilan itupun terputus, tapi ada kebahagiaan di hati Ester, karena dia sudah teleponan dan melihat wajah judeo.


Ester kembali ke meja makan untuk bicara sama bu else dan suaminya.


"maaf tante, tadi mas deo yang telepon, dia sudah tahu aku di sini, mungkin malam ini juga aku sudah di jemput"


Bu else dan suaminya saling Pandang sejenak.


"apa tidak apa - apa Ester, soalnya menurut kak silvi justru mereka takut mertuamu itu"


"iya sih tante, tapi mas deo sudah bilang mau jemput, aku ngga bisa bilang apa lagi, nanti lihat pendapat mas deo aja tante "


"ohhh ya sudah kalau menurutmu begitu" ujar bu else akhirnya dan di angguki juga oleh suaminya.


Hai semua pembaca setiaku


dukung terus ya

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih


__ADS_2