
Sela yang tidak habis pikir dengan Bimbo karena tidak kunjung ada kabar merasa dibohongi, untung aja dia belum kirim bayaran ataupun DP-nya.
Sela berubah haluan, dia ingin mendesak judeo lewat Tante citra aja.
Sementara ibu citra yang tidak terbiasa santai alias selalu sibuk, hari ini dia menyempatkan diri meninjau butiqnya yang sudah lama tidak dia kunjungi. Dia bersama asistennya biasanya berkunjung ke boutiq ini.
Tanpa sengaja ibu citra bertemu dengan teman lamanya yang sedang belanja di boutiq ini juga.
"Hai cit, pa kabar kamu, makin cantik aja, awet muda" ucap ibu Hana
"ahhh bisa aja kamu, kamu sama siapa ini"?
"coba tebak, ini anakku Andreas"
"ohhhh sudah dewasa, tapi ngga pernah ketemu"
"iya cit, maklumlah, dia memilih jalanya sendiri, tidak cocok jadi pengusaha katanya. Dia masuk theologi dan sekarang dia sudah jadi pendeta"
"ohhhh hebat kamu Andre"
"iya Tante, dan aku kemarin ikut pernikahannya kak Deo lho Tante, tapi masih mendampingi pendeta doank, jadi ga sempat ngobrol."
"pernikahan siapa"? tanya citra masih biasa aja karena menganggap salah sebut
"kak Deo, judeo, kak judeo anaknya Tante ini kan Ma yang selalu dikawal bodyguard dulu kesekolah"
"iya Deo itu anak Tante citra, emank sudah menikah"?
"sudah ma, masa aku salah sih"
Ibu Hana dan ibu citra saling tatap.
'masa iya Andre salah orang, keknya ngga mungkin deh' batin Bu citra
'masa iya, judeo menikah citra ngga tahu, keknya ngga mungkinlah, sekalipun menikah karena kecelakaan atau hamil duluan, pastilah citra tahu, walaupun mungkin tidak ada restunya' batin ibu Hana.
"nak Andre, kapan dan dimana kamu lihat judeo menikah, karena Tante sama sekali ngga tahu lho malah" ucap ibu citra jujur
"masa iya Tante, waktu itu sih dia menikah di daerah selatan, pernikahannya juga kayaknya terkesan sederhana"
"kapan itu" ibu citra makin mencecar Andreas
"sekitar sebulan lah Tante, belum genap kali ya"
"kurang ajar anak itu kalau ini benar" ucap ibu citra sangat geram
"sabar citra, mungkin juga Andreas salah. Jangan emosi dulu sebelum kamu croscek sama Deo" bujuk ibu Hana.
"masa iya Deo menikah tanpa restu mamanya, kan kecil kemungkinannya. Atau apa pernah dia bawa pacarnya ke rumah tapi kamu kurang setuju"? tanya Bu Hana.
"ngga Han, dia belum pernah kenalin cewek samaku. Hanya saja beberapa Minggu yang lalu aku suruh dia menikah dengan sela, karena setahu aku ya, pacarnya sela, tapi dia tidak mau, katanya sela tidak cewek baik-baik"
"Dan kamu tahu alasannya ngga mau menikah Han, dia tidak ingin menikah, dia tidak mau dengan ikatan. Lha sekarang infonya dia menikah di depan altar, mana yang benar coba" ucapnya sambil mengangkat kedua bahunya karena bingung.
"ya sudah Tante, benar kata mama, coba kroscek dulu, siapa tahu aku yang salah. Tapi sepertinya sih ngga salah, itu Deo", ucap Andreas juga berpegang pada penglihatannya.
"okelah, nanti coba Tante cari tahu ya" ucap Bu citra akhirnya.
"Terus kalian ngapain ini, masih mau belanja, ayo borong yang banyak, ntar aku kasih diskon" ucap nyonya citra santai.
"makasih lho cit, aku memang ingin beli banyak nih" ucap Bu Hana
"yahhh silahkan, silahkan.." ucap Bu citra sudah bercampur bingung semenjak mendengar pernikahan Deo anaknya.
"Hana dan Andreas, saya duluan ya karena saya hanya kontrol doank tadi, silahkan belanja aja nanti saya kasih tahu mereka tentang disconnya, oke"?
"oke cit, hati-hati" ucap Bu Hana dan diangguki juga oleh Andreas.
__ADS_1
Akhirnya ibu citra meninggalkan boutiqnya setelah bicara dengan salah satu spgnya untuk memberikan diskon kepada ibu Hana.
'Aku harus cepat-cepat selidiki mengenai deo' batin Bu citra.
"Carla kita balik"
"baik Bu" ucap sang asisten
dddrrtt dddrrtt
"iya nyonya"
"tolong kamu selidiki tentang anakku Deo"
"kenapa nyonya"
"ada yang bilang dia sudah menikah"
"haaaaa"
"makanya kamu selidiki dulu"
'baik nyonya"
"katanya mereka menikah di daerah selatan"
"baik nyonya, "
"beri saya laporan secepatnya"
"baik nyonya"
Ibu citra langsung menutup panggilannya dan melangkah menuju mobilnya.
"kita kekantor CJ"
"pak kita ke kantor pak judeo ya" perintah Clara ke supir.
"baik Bu"
Begitu mobil memasuki lobby kantor CJ, Ibu citra buru-buru keluar. Dia ingin segera menanyakan ini ke judeo.
"selamat siang Bu" sapa semua karyawan CJ
"Hmmmm siang"
Ibu citra langsung menuju lift khusus ruangan judeo.
"selamat pagi Bu" sapa sekretaris judeo
"hmmmm, Deo ada"?
"ada Bu" ucapnya sambil mempersilakan masuk. Sementara asistennya Carla memilih duduk disofa diruang sekretaris judeo, karena dia pikir ibu citra ingin bicara secara privacy dengan judeo.
brakkk
"Deo" panggil mami citra agak kencang
"mami" gumam judeo bengong dan kaget dalam sekejap.
"ada apa mami kesini, tumben"? tanya judeo sudah sedikit bisa menguasai diri.
"mami mau bicara sama kamu" ucapnya sambil berjalan kearah sofa ruangan judeo.
'ada apa ini, kayaknya urgent, jangan-jangan laporan sela lagi aku bengkok' batin judeo.
"bicara apa mi" tanya judeo setelah duduk disofa bersama maminya.
__ADS_1
"apa benar kamu sudah menikah"? tanya mami citra to the point.
jedarrrrrrrrr
Ini baru hal yang membuat judeo kaget, darimana maminya tahu tentang pernikahannya.
"maksud mami"?
"kamu bukan orang bodoh, jelas kamu tahu maksud mami. apa karena itu kamu tidak mau menikah dengan sela"?
"apa sela yang bilang ke mami"
"bukan"
"terus"
"kamu tidak perlu tahu siapa yang bilang ke mami, tapi yang mami tanya, kamu benar sudah menikah,?" tanya mami citra tajam
"hahhhh mami tahu kan prinsip hidupku, aku tidak ingin terikat. tidak ingin ada ikatan apa pun karena pasti akan saling menyakiti"
"tapi ada yang melihat kamu menikah didaerah selatan"
"itu hanya formalitas, tanpa surat-surat apa pun" jawab judeo cepat.
"untuk apa"?
"just have fun mom"?
"kenapa harus menikah"
"aku ingin selama denganku dia hanya milikku, tapi bukan untuk selamanya"
"apa benar begitu"
"iya, itu yang sebenarnya"
"anak siapa dia, atau apa dia butuh kamu"
"dia hanya gadis kampung yang bodoh"
"jangan kamu bilang bodoh tapi suatu saat kamu bisa dimanfaatin"
"tidak akan" jawab judeo agak ragu karena sekarang pun dia sudah banyak berubah karena gadis itu. Tapi kalau dia cerita maminya pasti akan marah dan tidak suka.
"mami pegang janjimu" ucap mami citra tegas
"iya" ucap judeo
"mami tetap berharap kamu segera menikah dan punya anak, setelah itu terserah kalian"
"aku belum kepikiran untuk serius"
"harus, mami butuh penerus" tegas mami citra.
"aku pikirkan nanti"
"jangan kelamaan, mami pikir sela itu sudah cocok. karena dia juga bukan orang yang ingin ikatan itu. Dia hanya butuh buat kariernya"
"Saya akan pikirkan, tapi bukan sela" tegas judeo lantang.
Hai semua, maaf ya lama baru up
Lagi banyak hal nih yang menghambat
Tapi akan rajin up date lagi
Ikuti terus ya
__ADS_1
Terimakasih, like, koment dan votenya.🙏🙏