
Sampai jam sepuluh malam ternyata judeo belum pulang ke apartemen, Ester yang bingung mau ngapain sudah bingung dari tadi. mana perutnya sudah sangat lapar, karena tadi siang dia makan sekitar jam sebelasan dan sampai sekarang dia belum makan lagi.
Sebenarnya masih ada duitnya kalau hanya beli nasi warteg, tapi dia kan ngga boleh turun. sementara dikulkas tuannya tidak ada apa-apa yang bisa diolah jadi makanan.
Jam sebelas tiga puluh barulah judeo nyampe di apartemennya. Ester yang masih melek seratus persen dan sedang berada di balkon belakang apartemen itu, tempat jemuran basah. Dia takut judeo melihatnya pasti akan kena marah lagi, tapi bagaimana caranya supaya dia bisa bicara dengan tuan Jo, supaya dia bisa keluar sebentar.
Ester mengintip dari balik pintu, apakah tuan judeo sudah masuk ke kamarnya. Ternyata tuan judeo dan Jo masih berbincang diruang tamu, Ester tidak mendengar apa yang mereka ucapkan.
"tuan, saya yakin nona Ester belum makan, bagaimana kalau dia pingsan"
"peduli banget kamu sama tuh cewek"
"bukan begitu tuan, tapi makhluk hidup kalau ngga makan pasti akan lemas dan bisa jadi mati perlahan"
"memang itu tujuanku, biar tahu rasa tuh cewek" ucap judeo datar.
"baiklah tuan, kalau begitu saya pamit pulang dulu"
"hmmmm"
Jo melangkah kearah pintu saat tuan judeo memanggilnya lagi.
"belikan dulu makan wanita itu, takut bau busuk dan horor unitku ini kalau dia langsung mati" ucapnya bangkit dan berlalu ke kamarnya.
"baik tuan" ucap Jo akhirnya bernafas lega, biar bagaimana pun dia masih manusia biasa mana mungkin tega melihat orang tidak makan.
"Ester" panggil Jo kearah dapur
"iya tuan" Ester tiba-tiba sudah ada dihadapan Jo.
"lho kamu cepat banget, dari tadi kamu dimana"?
"anu tuan, saya dibalik pintu, tapi saya tidak menguping kok. saya hanya ingin bicara sama tuan kalau tuan judeo sudah masuk kamar" ucapnya polos
"ada apa" Jo curiga
"anu tuan, saya lapar, boleh ngga saya beli makan kebawah sebentar"
"kamu punya duit"?
"masih ada tuan Enam puluh lima ribu lagi, tadi siang kan tuan yang traktir" ucap Ester
Jo yang melihat kepolosan Ester sampai geleng-geleng kepala. Masa gadis ini hanya punya duit enam puluh lima ribu. Melihat Jo geleng-geleng kepala hati Ester sudah menciut menahan lapar.
"kamu mau makan apa"
"yang murah aja tuan, yang penting kenyang, pake telor aja" ucap Ester
"disini ngga ada menu begitu, paling nasi goreng atau mie goreng"
"ohhhh nasi goreng berapa tuan"
"saya yang bayar"
"masa saya ditraktir terus tuan"
"ya ngga terus juga"
"iya tuan saya ngga enak, makanya saya juga ingin tanya sama tuan, kalau kerjaan saya disini sudah selesai boleh nggak ya saya kerja diluar buat makan saya aja" tanya Ester serius
"emank kamu berani ngomong sama tuan judeo"
__ADS_1
"ngga" Ester menggelengkan kepalanya pelan.
"tuan judeo tidak mau bertemu saya kan tuan, kalau bertemu saya harus ngumpet, gimana mau ngomong"
"makanya itu, jangan aneh-aneh"
"baik tuan" ucapnya lesu
Jo langsung memesan nasi goreng porsi jumbo, dia tahu Ester sudah sangat lapar. Jo akhirnya duduk disofa dulu menunggu pesanan itu datang.
'oh iya, aku suruh aja gadis ini yang nunggu, aku kasih duitnya seratusan, biar besok dia bisa makan lagi' batin Jo lalu membuka dompetnya.
"ini duitnya, kamu tunggu nasi gorengnya datang"
"harganya berapa tuan, mahal banget"
"kembaliannya pegang aja, aku sudah ngantuk"
"baik tuan"
Tidak berapa lama pesanan Ester tiba, lalu dia bayar lalu kembaliannya dia ambil.
"syukurlah malam ini masih bisa makan" ucap Ester senang karena sudah lapar.
Saat Ester ingin makan, dia berpikir lagi besok pagi sarapan apa. akhirnya dia punya ide, nasi gorengnya dia bagi dua. setengah malam ini, setengah lagi besok.
Setelah selesai makan Ester ingin minum. Tapi baru aja dia ingin minum dia mendengar langkah kaki kearah dapur. Diapun ngumpet dibalik pintu padahal judeo sudah tahu dia disana.
"ngapain kamu disitu" bentaknya
"maaf tuan"
"maaf tuan" ucap Ester lagi sambil berjalan kearah dapur, padahal dia sudah berusaha untuk tidak terlihat.
"buat mood rusak aja Lo"
Ester akhirnya mundur dan berlalu kebelakang dengan sangat sedih.
'Tidak apa-apa Ester, itu mah kecil, ngga usah tanggapin' batin Ester menguatkan hatinya.
Ester akhirnya tidak jadi ambil air minum, dia masuk lagi ke kamarnya. Dia ingin tidur aja. Tapi tengah malam Ester dikejutkan dengan suara menggelegar judeo mengetok pintunya.
tok tok tok
"bangun kamu kampungan" teriak judeo
"iya tuan" Ester hanya sedikit membuka pintu
"masakin saya mie goreng" teriaknya lagi
"iya tuan" ucapnya. judeo lalu pergi dari tempat itu. Esterpun ingin ke dapur masak mie goreng, padahal sebenarnya dia ngga yakin bisa.
Saat Ester ingin masak, dia ingat dikulkas tidak ada apa-apa. lalu dia cari mie goreng dimana?
'aduh bagaimana ini, nanyanya gimana? tamat deh gue' batin Ester sudah takut.
'tidak ada jalan lain harus kasih tahu, pasti kena marah, yang penting harus hadapi, tidak boleh ditunda-tunda' batin Ester
tok tok tok
"tuan"
__ADS_1
ceklek
"berani sekali kamu, sudap siap mi gorengnya" ucap judeo
"anu tuan, mienya di kulkas tidak ada"
"apaaa" teriak judeo dengan tatapan mematikan.
Tangan kiri judeo sudah menarik rambut Ester.
"kenapa baru ngomong sekarang, gobl.k" geram judeo.
"maaf tuan"
"apa maafmu bikin aku kenyang"
"tidak tuan"
"terus kenapa kamu omongin" lalu melepas rambut Ester dengan kasar. Ester berdiri gemetar dan menangis, tapi tidak berani beranjak dari depan kamar judeo.
'kuat Ester, kuat' batinnya
"dasar wanita ngga berguna, kedapur kamu" ucapnya kesal lalu mengambil handphonenya.
ddrrrt ddrrrt
"Jo, pesankan saya mie goreng"
"baik tuan"
sambungan telepon itu pun terputus oleh judeo. Tidak berapa lama Jo sudah ada diunit judeo lagi dengan piyama tidurnya.
"tuan belum tidur" tanya Jo
"kamu lihat, sudah belum" terlihat jelas kalau dia lagi emosi.
"maaf tuan,..."
"maaf, maaf, kalian selalu minta maaf. saya lapar. kenapa kulkas kosong" tanya judeo gusar.
Barulah Jo sadar, kulkas itu memang kosong karena unit ini jarang sekali ditempati oleh judeo, kalau dia bersama pacarnya sela selalu diapartemen yang lain.
"Besok akan saya isi tuan"
Ting tong
Pesanan Jo sudah datang untuk judeo.
"mau saya siapkan tuan"
"hmmmm"
Jo berlalu kedapur, dan betapa kagetnya dia melihat Ester berdiri disana dengan sisa airmata.
"kamu tidur aja, saya yang siapin makan tuan judeo"
"baik tuan"
'Kasian banget gadis ini, kena apes berurusan sama tuan judeo' batin jo
Terimakasih like, coment dan votenya ya.🙏
__ADS_1