AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 72 KE PANTI


__ADS_3

Judeo senang akhirnya bisa ikut kepanti asuhan dimana selama ini anaknya dan Ester diterima dan dirawat. Judeo memang bukan orang baik bahkan jauh dari kata baik, karena dia sangat arogan, tapi begitu bersinggungan dengan anaknya, ternyata dia bisa juga berubah sikap.


"Jo, besok kamu atur biar kita bisa selesai kerja jam tiga sore."


"baik tuan"


"padatkan aja jadwalnya, ga usah ada yang kosong"


"baik tuan"


"memangnya tuan ada planning khusus tuan"?


"hmmmm kan kita mau ke panti tempat Radit dibesarkan. aku ingin tahu kakek kebanggan Radit itu, sepertinya sayang banget sama Radit"


"sepertinya tuan sangat sayang sama den Radit"


"iya Jo, entah kenapa, entah sejak kapan, aku sangat, sangat sayang sama tu anak. aku takut dia kecewa samaku dan tidak percaya sama aku. dalam hidup belum pernah aku setakut ini",


"mungkin itulah ikatan darah tuan"


"mungkin Jo," ucapnya menurut untuk pertama kali.


"tuan, sebelumnya saya minta maaf, karena telah lancang. tapi saya pikir ini penting untuk tuan, makanya saya lakukan"


"ada apa"


"ini tuan" ucap Jo sambil menyerahkan selembar surat yang berisikan hasil tes DNA tuannya dengan Radit.


"apa ini"


"test DNA tuan dan Radit tuan"


"maksudmu" judeo agak bingung, soalnya judeo tidak pernah menyuruh Jo untuk test DNA segala.


"maaf tuan, waktu melihat wajah Radit aku yakin itu adalah darah daging tuan. dan aku pikir tuan akan menolaknya atau Ester akan bohong, makanya diam-diam saya lakukan test DNA untuk kepastian dan siapa tahu suatu saat penting."


"terus"


"hasilnya sembilan puluh sembilan persen cocok tuan" ucap jo


"ya iyalah, sudah kelihatan begitu mirip banget"


"iya tuan"


"biarpun aku tidak suruh, tapi terimakasih Jo"


"sama-sama tuan"


"Saya senang kalau tuan senang"


"kamu bisa aja"


"tapi hebat juga rencana Tuhan itu tuan"


"maksudmu" tanya judeo bingung


"Tuan adalah orang bisnis, semua hal tuan pasti pikirkan dari sisi bisnis dan keuntungan."


"hmmmm" jawab judeo belum tahu arah pembicaraan


"Tapi feeling tuan kedaerah ini sangat kuat, padahal didaerah ini sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan tuan, bahkan modal yang tuan relakan didaerah ini kalau bisa dibilang belum menguntungkan, tapi tuan tetap ngotot untuk invest disini. Belum lagi tuan harus berdebat dengan nyonya citra."


"iya Jo"

__ADS_1


"tapi ternyata memang didaerah ini tuan mendapatkan cinta dan kebahagiaan, bukan untung materi dan juga keuntungan bisnis, karena Tuhan telah menyiapkan daerah ini untuk tempat yang penuh kasih sayang"


"kamu benar Jo, kok bisa coba aku ngotot invest didaerah yang benar-benar aku tahu masih jauh dari kata maju" ucap judeo


"tapi kamu benar juga Jo, disini aku menemukan kebahagiaan yang belum pernah aku dapati Jo, bahkan dari mami sekalipun. dan kebahagiaan ini tidak dapat digantikan oleh proyek triliunan sekalipun"


"aku sudah sering menang tender besar, dengan keuntungan sangat besar. tapi aku belum pernah sebahagia saat Radit pertama kali memanggilku papa" ucapnya sendu


"iya, saya tahu tuan"


"makanya saya ingin mengunjungi orang yang telah merawat anak saya Jo. Kalau besok kamu lihat mereka butuh bantuan, langsung aja kamu bantu ya"


"yahhh pokoknya kamu carilah apa yang mereka butuhkan"


"baik tuan"


Itulah perbincangan judeo dan Jo asistennya sebelum tidur tadi malam. Karena senangnya judeo tidak merasakan lagi cape ditubuhnya. Barulah begitu sampai kasur dan rebahan dia langsung terlelap saking capenya.


Keesokan harinya Radit yang libur sekolah sudah heboh beres-beres mau pulang ke panti. Tasnya sudah penuh mainan dan baju-baju yang dibelikan oleh judeo kemarin malam.


"Bu ini sudah jam berapa ya, mama masih lama ga pulang kerjanya"


"ngga dit, kamu tidur aja bentar, nanti juga mama pulang"


"ohhh gitu ya Bu"


"iya nak"


Radit belum puas dengan jawaban ibu pengasuhnya, dia masih kirim chat ke mamanya.


'ma, kalau sudah pulang kerja kita langsung pulang kan'


'kakek pasti sudah nunggu ma"


Setelah kirim chat ke mamanya, karena terlalu cape akhirnya dia ketiduran juga.


Sore harinya judeo dan Jo sudah sampai di rumah kontrakan Ester, setelah menjemput Ester pulang kerja.


Ester hanya ganti seragam doank langsung jalan untuk pulang.


Sepanjang perjalanan judeo dan Radit banyak bercerita apa aja. Tapi setelah setengah perjalanan akhirnya Radit ketiduran juga. Dengan telaten judeo meletakkan kepala Radit di pangkuannya.


Mereka terlihat sangat bahagia memang, seperti keluarga kecil pada umumnya.


"pak judeo, nanti disana fasilitasnya sangat minim ya pak, kalau nanti bapak tidak kuat bilang aja biar kita kembali ke kota." ucap Ester hati-hati


"hmmmm" jawab judeo asal, karena dalam hatinya dia tidak mungkin meninggalkan Ester dan Radit, walaupun hujan badai sekalipun.


"apa lagi bapak dan ibu itu hanya mengelola panti asuhan" lanjut Ester lagi.


"tenang aja, aku tidak akan melakukan apa-apa, biar bagaimanapun keadaan disana" jawab judeo berusaha meyakinkan Ester.


"terimakasih pak"


"kenapa kamu harus berterimakasih"


"karena saya tidak ingin bapak dan ibu mendapat masalah karena selisih paham dengan bapak"


"hmmmmm"


'sepertinya trauma itu masih ada dalam hatimu Ester, batin judeo'


Sekitar pukul delapan malam merekapun tiba di panti asuhan itu. Ternyata Aldo belum sampai karena tadi jam tujuh juga dia masih posisi di kantor pusat.

__ADS_1


Mereka memasuki perkampungan yang tidak terlalu ramai. Jalanya juga tidak terlalu lebar kalau untuk dua mobil.


"itu pak, didepan belok kiri" ucap Ester kepada supir itu


"baik mba"


"iya yang ujung itu pak"


"oke mba"


"Radit, bangun nak, kita sudah sampai" ucap Ester mengelus punggung anaknya.


"biarin aku yang gendong, tidak usah dibangunin"


"tidak usah pak, pasti dia akan bangun juga nantinya"


"ohhh ya sudah"


"raditttt, raditt, bangun nak" ucap Ester lembut


"ehhhhh iya ma, kita dimana ma"


"kita dirumah kakek, turun yuk"


"apahhh" ucap Radit langsung bangkit dengan girang.


"kamu sih tidur terus" goda Ester


"dimana tasku mah" Radit ingat mainan yang mau dia tunjukkin sama kakeknya


"ada dibelakang"


"aku mau tunjukin mainan sama kakek"


"ya sudah, ntar diambil Radit" ucap judeo


"ohhh oke pa" ucapnya sambil membuka pintu mobil


"hati-hati Radit"


"oke mah" ucapnya sudah turun


"kakekkk, nenekkk" teriak Radit


"sabar Radit, jangan begitu, mengganggu yang lain"


"ohhh iya mah"


"Bu, ibu bisa langsung pulang ya ke rumah, ini aku aja yang beresin"


"ohhh iya Ester, kalau begitu aku pamit dulu"


"iya Bu"


Pengasuh Raditya pulang ke rumahnya sendiri seperti biasa.


Sementara Radit sudah berlari setelah mendapatkan tasnya. Dia sudah tidak sabar menunggu mamanya.


Hai readers


jangan bosan ya


tetap dukung like, coment dan vote.

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2