
Sepanjang jalan menuju panti itu radit terus di gendong judeo. Dan begitu sampai lapangan panti judeo dan yang lain mau olah raga ringan.
Mereka semua bersama beberapa anak di panti itu berolah raga bersama.
Semua terlihat sangat bahagia, apalagi melihat tingkah radit yang kadang sangat menggemaskan.
Setelah agak Lama berolah raga, mereka mulai pada duduk diatas rumput -rumput disana.
Seorang ibu datang membawakan kopi, teh dan pisang goreng.
Betapa ceriannya mereka di pagi hari ini. Raditlah yang sering menjadi pusat perhatian.
Radit duduk diantara pak ganda dan pak judeo.
"dit Main bola yo " ajak Aldo
"bolanya mana om "
"tanya bi sumi gih "
"oke om aldo " ucap radit sambil berdiri dan masuk panti mencari bi sumi.
Saat radit pergi pak ganda yang sejujurnya kangen sama anaknya mencoba membangun komunikasi.
"jadi kamu owner dari plaza tempat ester bekerja sekarang "
"iya"
"kenapa kamu pilih itu, mending ditempat lain, lebih beruntung. daerah sini retail kurang mantap, mungkin satu factor transfortasinya hugs. ini masih daerah" jelas paints.
"saya juga ngga tahu kenapa ambil disini, jelas-jelas gada prospek."
"iya, mungkin itu Karena ikatan bathin kamu Sama radit dan papi juga, papi kangen banget" ucap papinya sedih
"tapi papi bersyukur Tuhan masih mempertemukan kita nak, dan aku lihat kamu sangat sehat Dan sukses",
"kamu tahu deo, betapa bahagiannya papi sekarang? papi memiliki Aldo, radit dan Ester yang sudah papi anggap anak papi sendiri, dan ajaibnya kamu datang ke tempat papi yang sederhana ini." pak ganda diam sejenak sambil menerawang.
"Dulu aku sampai hampir stress gara-gara mikirin kamu deo. Papi tahu mamimu orang kaya, tapi papi tidak ingin kamu tumbuh tanpa kasih sayang. Tapi papi tidak berdaya, doaku selalu hanya supaya Tuhan jaga kamu dengan baik " cerita pak ganda.
"kalau sayang anak kenapa selingkuh" ujarnya jutek.
__ADS_1
"sebenarnya papi tidak selingkuh. Tapi jujur papi sangat nyaman curhat sama sillvia. Tapi mamimu selalu memojokkan papi, sampai silvia dia pecat dan saya setiap hari menerima hinaan dan cacian mamimu karena mengelola kantor milik orang tuanya. Di Depan mami, papi hanya karyawannya bukan suaminya." kenang pak ganda
Judeo terdiam mendengar cerita papinya, dalam hati dia yakin memang kalau maminya seperti itu, dia tahu maminya ngga punya belas kasih.
"Selama setahun papi terlunta -lunta hidup di Jakarta, tanpa bisa mendapatkan pekerjaan, karena mamimu sudah membuat papi daftar hitam disemua perusahaan."
"Saat itulah aku Dan Silvia akhirnya menikah dan memulai hidup baru dalam kesederhanaan. Karena panti ini dulu milik teman silvia kami diajak kesini untuk mengelolanya," Cerita pak ganda.
Judeo terharu mendengar kisah papinya yang ternyata hidup sangat sederhana.
"hanya satu yang papi belum capai nak" ucap pak ganda sedih.
"papi tidak bisa jaga wasiat kakekmu " ucapnya sambil menunduk.
"dulu kakekmu berpesan rumahnya yang di jalan xx itu jangan sampai berpindah tangan, karena itu warisan turun temurun. Tapi aku dengar dari yosef mamimu sudah menjualnya Dan Aku ngga sanggup bayarin" ceritanya hampir menangis.
Judeo sangat trenyuh dengan cerita papinya, karena sebelum papinya judeo sudah pernah dengar cerita ini dari pak yosef. Dan saat judeo tanyakan ke maminya sepertinya maminya cenderung merendahkan nilai rumah itu karena di gang armpit.
Tapi melihat papinya sekarang judeo yakin rumah itu sangat bernilai buat papinya dan kakeknya. Judeo bertekat salad hati kalau dia akan kembali merebut rumah itu, ntah untuk siapa apakah untuk papinya atau untuk maminya atau untuk anaknya radit kelak.
"oh iya deo, sekarang kamu sudah tahu tentang radit, tapi nenurut papi kamu jangan gegabah mengambil keputusan, kasihan ester dan radit nantinya. Papi pernah berhadapan dengan mamimu, jadi papi tahu beratnya beban ester kalau berhadapan dengan citra." jelas pak ganda.
"tapi radit itu anakku " jawab deo pendek
"itu benar, sangat benar. Bahkan pertemuan kalian sudah menunjukkan kuatnya ikatan darah itu" jawab pak ganda.
"aku ingin mengubah hidupnya "
"apa kamu lihat ada yang perlu di ubah dari didikan ester" tanya pak ganda serius.
Ditanya begitu membuat judeo terdiam. Dia memang tidak menemukan kekurangan dalam pengasuhan ester, walaupun mereka hidup dalam kesederhanaan.
"ya ngga sih, tapi aku juga butuh anakku"
"iya papi tahu, papi pernah jadi seorang Ayah punya anak masih kecil dan menggemaskan, tapi kamu juga jangan tutup mata dengan kejadian yang menyedihkan yang mereka Alami di masa lalu." ucap pak ganda mengingatkan.
Judeo terdiam mendengar nasihat papinya yang sangat bijak, tidak menghakimi dan tidak mengiyakan.
"papi yakin kamu cukup bijak, pikirkanlah matang-matang " saran papinya.
Judeo tampak menarik nafas dalam -dalam, dia membenarkan semua ucapan papinya.
__ADS_1
"Kaka papi boleh kasih saran, biarkanlah dulu mereka seperti biasa. Masalah radit, kamu sudah punya usaha disini, pasti kamu akan sering banget datang kesini. Papi juga kangen kamu deo, papi ingin sering melihat kamu. Papi tidak minta apa -apa, lihat kamu aja papi sudah sangat senang. "
"apa pernah papi kangen aku" tanya judeo asal sambil melihat satu titik.
Pak ganda dengan tenang menjawab.
"selalu, apalagi awal-awal aku disuruh pergi tanpa kamu , dan papi diusir dari rumah papi, sangat berat buat papi. Tapi papi rela pergi dari rumah asal benar rumah itu untuk kamu",
"kenapa ngga menjemputku "
"hahhh boro -boro menjemputmu, aku melihatmu disekolahmu aja aku sudah di penjarakan " ucapnya sendu
"dan itulah pengorbanan Silvia untukku, dia rela menjual mobil miliknya untuk membantu aku supaya aku bebas. Mungkin kalau itu wanita lain pasti sudah meninggalkan Aku. "
"Semenjak saat itu papi sudah pasrahkan kamu sama Tuhan. Papi yakin Tuhan akan menjagamu. Dan saat kamu sudah Bekerja papi pernah melihatmu ganteng, Keren Dan berwibawa"
"papi semakin yakin kalau kamu sudah sukses. jadi papi bisa tenang untuk melepasmu bersama mamimu sementara aku harus membesarkan Aldo dan mengurus panti.
"karierku memang sukses, tapi hidupku hampa"
"kenapa "
"mami terlalu egois"
"makanya aku ambil proyek disini untuk menentang mami, buat mami marah, Tapi siapa sangka aku malah ketemu radit " ucap judeo menunduk, satu hal yang tidak pernah judeo lakukan.
"bersyukurlah untuk setiap hal, ambil hikmahnya. kadang cara kerja Tuhan kita tidak tahu " ucap pak ganda bijak.
"iya "ucap judeo pendek.
"Bagaimana perasaanmu pertama ketemu radit " tanya pak ganda.
"bingung dengan wajahnya, tapi jantungku berdegup cepat. dan begitu Ester ceritakan semuannya aku bingung, sedih, senang dan ingin menangis. belum pernah aku mengalami begitu " ucap judeo panjang lebar membuat pak ganda senang Karena judeo sudah mulai terbuka sedikit.
hai semua
Dukung terus ya
like, coment dan vote
Terimakasih
__ADS_1