AROGANKU & CINTAMU

AROGANKU & CINTAMU
PART 101 JANGAN LEPAS


__ADS_3

"kenapa mami sampai kesini"? tanya judeo sudah kurang senang


"karena kamu selalu menghindari mami" jawabnya asal


"mami, tolong jangan buat aku makin benci sama mami" ucap judeo keras


"apa maksudmu"


"tolong jangan buat keributan di sini"


"kenapa? karena kamu bersama seorang wanita. wanita seperti apa dia? anak siapa?" cecar Bu citra


"mami" bentak judeo geram


"suruh keluar wanita itu" ucapnya menantang


"untuk apa mi, disini hotel, aku sedang bersama istriku yang sah, bukan dengan wanita selingkuhan. kalau mami mau kenal nanti aku akan membawanya ke rumah" ujar judeo bingung harus bagaimana sekarang


"saya ingin tahu wanita macam apa dia"


"jujur apa pengaruhnya buat mami, aku yang menikahinya, aku yang mencintainya , kami menikah, mami setuju atau tidak ngga ada pengaruhnya lagi" ucap judeo makin keras


"lancang kamu Deo, kamu lupa siapa mami. aku bisa berbuat apa saja sama wanita sialan itu"


"kalau mami tidak bisa di ajak ngomong baik-baik aku akan panggil keamanan mi, aku ngga main-main" ancam judeo geram karena maminya memang ngga bisa diajak ngomong baik-baik. Maminya tetap mempertahankan ego dan arogansinya bahkan terhadap anaknya sendiri.


"silahkan" tantang Bu citra merasa masih hebat. Untunglah asistennya Clara langsung mengingatkan ibu citra sebelum terjadi.


"maaf Bu, lebih baik kita pulang, disini banyak cctv takutnya menjadi viral" ujarnya melirik kiri kanan.


"biarin aja, aku mau liat seberapa berani dia menghancurkan aku maminya" ucap Bu citra masih berapi-api.


"baik mi, mami yang minta ya, aku akan hancurkan mami sebesar mami hancurkan hidupku. mami sudah menjauhkan aku dari papi yang penuh kasih sayang, mami sudah membuang orang yang aku cintai demi gengsi dan harga diri mami. Lalu mami pikir kehidupan macam apa yang sudah mami berikan padaku, kehidupan macam apa"? teriak judeo membuat Clara dan para pengawal ibu Clara kaget, baru kali ini ada yang berani marahin bos mereka .


Ibu citra jangan di tanya kagetnya, judeo dan dirinya memang sering selisih faham tapi judeo belum pernah seberani ini.


"kamu" ucap Bu citra ngga nyangka judeo benar-benar membentaknya. Tapi terlanjur basah ibu citra tetap mempertahankan egonya.


"pasti otakmu sudah di cuci oleh laki-laki ngga berguna itu" ucap Bu citra ngga kalah tinggi.


"hahaha laki -laki mana yang ngga berguna, aku tanya laki-laki mana mi? papi memang tidak banyak harta, tapi semua orang hormat padanya, menyayanginya termasuk istriku dan anakku. Sementara mami sibuk jadi kalkulator terus sepanjang dua puluh empat jam, hasilnya apa? mami kaya duit tapi miskin hati. Mami hanya bekerja seperti robot tidak menggunakan rasa. ingat mi, aku sudah pernah bilang, ikatlah aku dengan hartamu kalau mami bisa karena kalau tidak mami bisa aja kehilangan aku selamanya. sekarang aku bukan judeo yang dulu lagi yang arogan dan ngga punya perasaan, dan selalu ingin mematikan lawan, sekarang aku punya hati yang harus aku jaga mi" jelas judeo panjang lebar membuat mami citra melongo.


"kamu" teriak Bu citra


"Clara bawa mami pulang, jangan izinkan bikin rusuh kalau tidak ingin malu" ucapnya mantap


"ayo Bu kita pulang aja" bujuk Clara

__ADS_1


Ibu citra merasa belum puas, akhirnya dia teriak lagi.


"kamu dan papimu akan menyesal pernah mengkhianati ku" ucapnya masih garang membuat emosi judeo naik lagi, apalagi papinya pasti ngga berdaya dan itu pasti berdampak ke Ester dan Radit. Akhirnya judeo pakai jurus terakhir.


"kalau sesuatu terjadi sama papi, aku pastikan mami masuk penjara. mami tahu kenapa? karena sudah membunuh Ester dan membuang mayatnya. Semua buktinya ada ditangan aku, mami juga jangan lupa kalau aku punya kelompok bawah tanah," judeo berkata datar membuat mami citra mati kutu.


Dia juga tahu kalau anaknya ini punya jaringan preman yang bisa aja benar dia sudah mendapatkan buktinya dari mereka, tapi dia tahan karena ibu citra maminya, tapi gimana kalau dia tetap bela papinya pastilah kartu mematikan itu dia keluarkan.


"kurang ajar kalian" geramnya karena ngga bisa berkutik lagi.


"hasil didikan mami" jawab judeo datar dan santai.


Clara dan Bu citra akhirnya meninggalkan pintu kamar judeo dan turun ke bawah.


Judeo masuk kembali ke kamarnya dan melihat istrinya duduk di pojok tempat tidur sambil menangis, pastilah dia mendengar semua nya tadi.


Judeo sebenarnya ingin melindungi istri dan anaknya dari maminya, sehingga dia belum menemukan moment yang tepat untuk membawa mereka pulang ehhh malah keburu maminya tahu duluan.


"kenapa , kamu pasti ketakutan ya, maaf ya" ucapnya lembut mengusap kepala istrinya.


"nanti Radit gimana mas"? tanya Ester takut dan khawatir.


"aku takut Radit ikut kena imbas seperti yang aku alami" ujarnya sambil meneteskan air mata. Judeo tidak tega melihat istrinya itu menangis sedih. pasti dia jadi ingat kejadian di masa lalu.


Judeo langsung mendekap istrinya yang sedang mengkhawatirkan anaknya itu.


"mana handphonemu"


"ini mas"


Judeo langsung menghubungi nomor Jo.


dddddrrrttt dddddrrrttt


"hallo "


"Jo, mami ada di sini"


"iya tuan, barusan kami ketemu"


"dia sudah datang ke hotel" ujar judeo


"ke hotel, tahu dari mana, kan handphone tuan samaku, di lacak lewat apa"?


"kamu tahulah mami, sekarang tingkatkan pengawalan untuk Radit, aku takut mami nekat"


"iya tuan, tadi sudah ke rumah, ketemu papinya tuan sama Tante Silvia"

__ADS_1


"apaaaa, terus"


"kata pengawal mereka sepertinya bicara serius. apa sebaiknya papi sama Radit pindah ke panti dulu tuan, kan kalau di panti lebih susah nyonya Clara berbuat anarkis karena masih kampung."


"tidak usah Jo, nanti malam kami pulang aja, masalah ini harus di clear kan, mami belum tahu istriku itu adalah Ester"


"terus rencana tuan"


"aku dan papi akan menemui mami nanti" jelasnya


"ohhhhh"


"sekarang tingkatkan aja pengawalan, jangan sampai Radit kenapa -napa atau di ganggu mami dan orangnya"


"kalau begitu baiklah tuan, saya akan segera pulang menemani Radit"


"pengawal jangan sembarangan buka pintu" saran judeo


"baik tuan"


Sambungan telepon itu terputus dan judeo langsung mendekati istrinya lagi.


"sepertinya bulan madu kita harus sampai ini aja ya, aku tahu kamu khawatir sama Radit, jadi kita pulang aja ya" ucap judeo lembut


"iya mas, kita pulang aja "


"Ester, tapi kumohon apapun ucapan mami nanti, jangan lepaskan aku. Aku ingin kita berjuang bersama. aku ngga bisa berjuang sendiri Ester" ucap judeo


"aku harus gimana mas, aku hanya mengkhawatirkan Radit dan keluarga papa" ucapnya sendu


"ya, aku akan memikirkan jalan keluarnya. Tapi kamu tidak boleh melepaskan aku, karena kalau kamu melepaskan aku pasti aku akan mati" judeo memegang kedua pundak Ester.


"jangan ngomong begitu mas"


"iya Ester, mungkin ragaku masih hidup, tapi hatiku pasti sudah mati" ucapnya lagi.


"jadi tolong, perjuangkan juga aku ya" lanjutnya


"iya mas" ucapnya sambil mengangguk, dan judeo mendekap tubuh istrinya itu dengan erat.


Hai semua


Dukung terus ya


Like, coment dan vote


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2